Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    STUDI KUANTITATIF: ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENGALAMAN BERKENDARA TERHADAP PERILAKU SAFETY RIDING PADA OJEK WISATA DI MAKAM SUNAN MURIA KUDUS

    Get PDF
    Safety Riding merupakan upaya untuk mengurangi risiko bahaya dan memaksimalkan keamanan serta keselamatan dalam berkendara sehingga tercipta kondisi yang aman bagi seluruh pengguna jalan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 12 Tahun 2019, pengendara ojek wajib memenuhi aspek keselamatan dan keamanan ketika berkendara untuk kepentingan masyarakat. Maka dari itu, diperlukan kesadaran untuk berlalu lintas yang baik bagi pengendara ojek dengan menerapkan Safety Riding ketika berkendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan pengalaman berkendara terhadap perilaku Safety Riding pada ojek wisata di Makam Sunan Muria Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalahpengendara ojek wisata sebanyak 60 responden yang diambil secara insidental sampling dan diuji menggunakan uji chi square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value: 0,021), sikap (p-value: 0,021), dan pengalaman berkendara (p-value: 0,008) terhadap perilaku Safety Riding pada ojek wisata di Makam Sunan Muria Kudus. Dari hasil penelitian yang didapatkan, diharapkan adanya sosialisai mengenai Safety Riding kepada pengendara ojek wisata dan dibuatnya kebijakan terkait Safety Riding untuk pengendara serta penumpang ojek wisata. Kata kunci : Safety Riding, pengetahuan, sikap, pengalaman berkendar

    STUDI LITERATUR : HUBUNGAN AKSES AIR BERSIH DAN KUALITAS AIR MINUM DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA TAHUN 2010-2020

    Get PDF
    Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG’s nomor dua juga mencari solusi berkelanjutan untuk menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 termasuk stunting. Tingginya angka stunting di Indonesia berkaitan erat dengan akses air bersih yang tidak memadai dan kualitas air minum yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan akses air bersih dan kualitas air minum terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan dengan pada database jurnal yaitu Google Scholar, EBSCO Host, ProQuest, dan Springerlink dengan menggunakan metode studi literatur. Kata kunci yang digunakan untuk menyaring artikel berupa hubungan, akses, kualitas, air, stunting, pendek, dan balita. Kriteria yang ditetapkan diantaranya rentang waktu publikasi 10 tahun terakhir, artikel menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris dan dapat diakses dengan teks penuh. Ditemukan 15.179 artikel terkait yang berkaitan dengan kata kunci dan setelah dilakukan screening didapatkan 30 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil presentase yang dapat bahwa 64% hasil penelitian menyatakan adanya hubungan antara akses air bersih terhadap kejadian stunting pada balita dan 78 % menyatakan terdapat hubungan antara kualitas air minum terhadap kejadian stunting pada balita. Kata Kunci : akses, kualitas, air, stunting, balit

    GAMBARAN KEPATUHAN PENGOBATAN MASSAL FILARIASIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DADAPAYAM KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    Cakupan minum obat pencegahan massal filariasis di Puskesmas Dadapayam mengalami penurunan pada putaran kedua dari 95,8% menjadi 60,63%. Turunnya cakupan minum obat pencegahan massal ini dapat mempengaruhi keberhasilan program pengobatan massal filariasis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kepatuhan pengobatan massal filariasis di wilayah kerja Puskesmas Dadapayam pada putaran kedua tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian diperoleh melalui metode survei cepat dengan dua tahap pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara untuk mengukur variabel yang diteliti. Analisa data yang dilakukan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan cross tab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kepatuhan minum obat pencegahan massal filariasis sebesar 85,7%. Proporsi kepatuhan pengobatan massal filariasis ditemukan lebih tinggi pada responden berjenis kelamin perempuan (87%), tidak bersekolah (92,9%), tidak bekerja (86,8%), memiliki pengetahuan filariasis yang baik (90%), memiliki pengetahuan POPM yang baik (90,5%), memiliki persepsi kerentanan positif (93,5%), persepsi keparahan positif (88,7%), persepsi manfaat positif (92,5%), persepsi hambatan negatif (96,7%), mendapatkan dukungan kader (92,4%), mendapat dukungan sosial (89,3%), serta tidak memiliki pengalaman efek samping obat pada program POPM (90,2%). Dapat disimpulkan bahwa perempuan, orang yang tidak bersekolah, tidak bekerja, memiliki pengetahuan yang baik mengenai filariasis dan POPM filariasis, memiliki persepsi kerentanan, keparahan dan manfaat yang positif serta persepsi hambatan negatif, mendapatkan dukungan kader dan dukungan sosial, dan tidak memiliki pengalaman efek samping cenderung lebih patuh dalam minum obat pengobatan massal pada POPM filariasis. Kata Kunci : Kepatuhan; POPM; Filariasi

    ANALISIS NILAI TAMBAH KEDELAI PADA HOME INDUSTRY TAHU DAN TEMPE DI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah kedelai pada industri rumah tangga tahu dan tempe serta menganalisis perbandingan nilai tambah pada industri rumah tangga tahu dan tempe di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang digunakan yaitu sensus dengan jumlah responden sebanyak 11 home industry tempe dan 5 home industry tahu. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran umum home industry tahu dan tempe, analisis kuantitatif menggunakan metode Hayami dan uji analisis Mann Whitney. Dari hasil penelitian diketahui bahwa proses pembuatan tempe memerlukan waktu lebih lama yaitu 3-4 hari dalam satu kali produksi dibandingkan proses pembuatan tahu yaitu cukup satu hari dalam satu kali produksi. Nilai tambah pada home industry tahu sebesar Rp 4.100/kg kedelai, sedangkan nilai tambah pada home industry tempe sebesar Rp 7.700/kg kedelai, rasio nilai tambah home industry tahu sebesar 29,29% relative lebih rendah dari home industry tempe sebesar 37,74%. Berdasarkan Uji Mann Whitney, besarnya nilai tambah kedelai pada home industry tahu berbeda nyata dibandingkan pada home industry tempe, dimana nilai tambah kedelai pada tempe mempunyai nilai yang lebih besar. Kata kunci: industri rumah tangga, nilai tambah, kedelai, tahu, temp

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KB PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH DESA MERTOYUDAN KABUPATEN MAGELANG

    Get PDF
    Peningkatan angka kehamilan tidak direncanakan akan menimbulkan permasalahan ditengah situasi pandemi Covid-19. Kejadian peningkatan jumlah kehamilan di wilayah Kecamatan Mertoyudan pada bulan April ke Mei tahun 2020 sebanyak 156 orang menjadi alasan peneliti untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam program KB pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan wanita usia subur yang memiliki anak minimal 3 dan belum melakukan operasi steril dengan jumlah sampel sejumlah 81 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil penelitian menyatakan sebanyak 29.6% responden tidak menggunakan alat kontrasepsi, dan 70.3% responden menggunakan alat kontrasepsi. Berdasar uji chi-square terdapat 7 variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan (p-value = 0.001), sikap (p-value = 0.045), kepercayaan terhadap program KB (p-value = 0.002), ketersediaan alat kontrasepsi (p-value = 0.011), harga kontrasepsi (p-value = 0.037), layanan kontrasepsi (p-value = 0.004), serta sikap dan perilaku petugas kesehatan (p-value = 0.006). Adanya pandemi COVID-19 membuat akseptor KB jangka panjang dan calon akseptor mengalami hambatan karena takut pergi ke fasilitas kesehatan. Saran yang dapat dilakukan antara lain tetap melaksanakan edukasi ke wanita usia subur pentingnya KB di masa pandemi, serta diperlukan upaya peningkatan pengetahuan KB kepada para pria usia subur. Kata kunci : Partisipasi KB, Wanita Usia Subur, Pandemi Covid-1

    HUBUNGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI, PRAKTIK CUCI TANGAN PAKAI SABUN, DAN KEPATUHAN MENJAGA JARAK TERHADAP KEJADIAN COVID-19 DI PUSKESMAS JAYENGAN KOTA SURAKARTA

    Get PDF
    COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-SoV2). Coronavirus menyerang organ paru-paru dengan gejala sesak nafas yang membutuhkan perawatan medis, demam lebih dari 38°C. Petugas kesehatan beresiko tinggi terinfeksi COVID-19 karena menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah COVID-19 dengan memberikan pelayanan yang dibutuhkan pasien suspek dan terkonfirmasi COVID-19. Sehingga, petugas kesehatan sangat perlu untuk melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 seperti menggunakan alat pelindung diri, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, praktik cuci tangan pakai sabun, dan kepatuhan menjaga jarak terhadap kejadian COVID-19 pada petugas kesehatan di Puskesmas Jayengan Kota Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah petugas kesehatan di Puskesmas Jayengan Kota Surakarta sebanyak 30 orang. Untuk menganalisis hubungan antara variabel terikat yakni Kejadian COVID-19 dan variabel bebas yakni kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, kepatuhan praktik cuci tangan pakai sabun, dan kepatuhan menjaga jarak dillakukan uji statistik dengan menggunakan chi-square dengan hasil tidak ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan alat pelindung diri(p: 0,072), kepatuhan praktik cuci tangan pakai sabun(p: 0,072), dan kepatuhan menjaga jarak(p: 0,651) dengan kejadian COVID-19 (α: 0,05). Disarankan kepada menejemen Puskesmas Jayengan untuk meningkatkan pengawasan dan pelaksanaan pada petugas kesehatan dalam melaksanakan protokol COVID-19 di Puskesmas Jayengan Kota Surakarta. Kata Kunci : COVID-19,Kepatuhan, Penggunaan Alat Pelindung Diri, Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak

    ANALISIS PENGGUNAAN LAYANAN TELEMEDICINE PADAMASA PANDEMI COVID-19 DI PULAU JAWA

    Get PDF
    Coronavirus merupakan jenis virus baru penyebab penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Persebaran virus ini berkembang sangat cepatdengan adanya laporan kematian yang menimbulkan banyak negara ikut terjangkit termasuk Indonesia. Dalam merespon kondisi pandemi, pemerintah meminta masyarakat untuk meminimalisir semaksimal mungkin kegiatan di luar rumah termasuk mendatangi pelayanan kesehatan kecuali keadaan gawat darurat. Pemerintah juga mengimbau kepada instansi kesehatan dan jajarannya untuk melakukan pengembangan pelayanan jarak jauh (telemedicine). Meskipun masih dalam proses pengembangan dan belum ada kepastian hukum secara spesifik yang mengatur penggunaan layanan telemedicine bagi masyarakat,penggunaanyasudah mengalami peningkatan yang pesat di masa pandemi COVID-19.Pulau Jawa menjadi daerah yang menyumbang lebih dari setengah kasus COVID-19 nasional yang memiliki potensi tinggi untuk dapat mengakses pelayanan telemedicine.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran dan menganalisis variabel-variabel yang berhubungan dengan penggunaan layanan telemedicine pada masa pandemi COVID-19 di pulau Jawa. Jumlah responden sebanyak 269 orang dengan metode pengambilan sampel yaitu Insidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden pengguna telemedicine lebih memilih menggunakan layanan telemedicine terlebih dahulu dibandingkan layanan kesehatan konsultasi dokter bukan online di masa pandemi COVID-19 dan penggunaannya masuk dalam kategori sering. Faktor yang memiliki hubungan dengan penggunaan layanan telemedicine pada masa pandemi COVID-19 di pulau Jawa yaitu faktor pengetahuan, sikap, kepercayaan, aksesbilitas peran lingkungan sekitar, penilaian kesehatan individu dan persepsi manfaat dengan p value < 0,05. Variabel yang tidak berhubungan adalah persepsi hambatan dengan p value 0,09. Disarankan bagi pihak kementerian kesehatan, dinas kesehatan dan penyelenggara layanan telemedicine untuk melakukan koordinasi berkelanjutan untuk menjaga standart kualitas pelayanan. Kata Kunci : Telemedicine, Covid-19, Pulau Jaw

    Menjaga Mood Menulis di Tengah Pandemi

    Get PDF

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇