71404 research outputs found
Sort by
ANALISIS CADANGAN PREMI KONTINU MENURUT HUKUM MORTALITA MAKEHAM PADA STATUS HIDUP TUNGGAL
Manusia tidak dapat memastikan kejadian yang akan datang dalam kehidupannya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi risiko tersebut adalah mengikuti
asuransi jiwa. Asuransi jiwa mewajibkan nasabahnya untuk membayar premi dan
akan memberikan santunan jika terjadi kematian. Dalam asuransi jiwa, perusahaan
asuransi harus mempersiapkan dana simpanan sebagai cadangan premi sehingga
perusahaan tidak kesulitan membayar apabila terjadi klaim. Salah satu metode
dalam menghitung cadangan adalah metode prospektif. Perhitungan metode
prospektif berdasarkan selisih nilai tunai premi dan nilai uang pertanggungan di
waktu yang akan datang. Pada penelitian ini dijelaskan mengenai cadangan premi
kontinu menurut hukum mortalita Makeham pada status hidup tunggal dan
digunakan metode prospektif dalam perhitungan cadangan premi. Pada hasil
pembahasan, didapatkan formula dari cadangan premi kontinu menurut hukum
mortalita Makeham. Keunggulan menggunakan hukum mortalita Makeham adalah
memperhitungkan kematian dengan faktor usia dan faktor lainnya yang tidak
dipengaruhi oleh usia, lebih fleksibel untuk sebarang usia yaitu tidak harus bulat,
dan pendekatan hukum mortalita Makeham secara kontinu dilakukan secara
langsung tanpa melakukan pendekatan secara diskrit
MODEL EOQ UNTUK BARANG YANG MUDAH RUSAK YANG MENGALAMI PENURUNAN MUTU DENGAN MASA PAKAI MAKSIMUM, PEMBAYARAN DIMUKA, DAN PERMINTAAN BERGANTUNG PADA IKLAN
Iklan adalah salah satu cara paling efektif untuk mempromosikan dan
menyebarkan popularitas produk. Hal ini sangat berpengaruh pada permintaan
poduk. Di sisi lain, jika masa pakai suatu produk sudah kadaluarsa maka produk
tidak dapat dikomsumsi ataupun digunakan kembali dan poduk akan semakin
mengalami penurunan mutu. Dengan demikian, masa pakai maksimum suatu
produk (maximum lifetime) adalah masalah penting dalam manajemen inventaris.
Pembayaran di muka (advanced payment) merupakan faktor penting lainnya
diantara ketertkaitan pemasok dan pengecer. Dalam skema pembayaan di muka
ini akan mengurangi resiko adanya pembatalan pemesanan dan memastikan
pengiriman dilakukan tepat waktu. Dengan kasus ini, maka digunakan suatu
optimalitas model inventaris dengan algoritma solusinya. Melalui beberapa iterasi
pada algoritma ini, maka akan diperoleh frekuensi optimal iklan yang menentukan
harga jual dan permintaan suatu produk. Dengan demikian, keuntungan optimal
suatu produk dapat ditentukan berdasarkan frekuensi iklan, harga jual, dan
permintaan produk yang sudah optimal
ANALISIS SIKAP DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BUAH PISANG DI PASAR TRADISIONAL KOTA SEMARANG
ABSTRAK
Pisang merupakan salah satu jenis buah yang sangat diminati masyarakat Indonesia. Banyaknya varietas buah pisang yang beredar di ritel-ritel buah akan mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis buah pisang yang paling banyak dibeli konsumen, menganalisis sikap dan preferensi konsumen dalam keputusan pembelian buah pisang di pasar tradisional Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Penentuan sampel dilakukan dengan quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 108 responden. Metode pengumpulan data melalui wawancara dengan bantuan kuesioner terstuktur. Data dianalisis secara deskriptif, analisis sikap Multiatribut Fishbein, dan analisis Conjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis buah pisang yang paling sering dibeli konsumen adalah pisang kepok dengan persentase 45% responden. Sikap konsumen terhadap atribut yang dipertimbangkan dalam keputusan pembelian buah pisang berturut-turut adalah atribut rasa (17,17) bernilai positif, warna kulit buah (14,97) bernilai netral, ukuran (10,46) bernilai negatif, dan jumlah buah tiap sisir (9,95) bernilai negatif. Preferensi konsumen ditunjukkan oleh importance value yang paling diprioritaskan yaitu buah pisang dengan rasa agak manis, warna kulit kuning kehijauan, jumlah buah tiap sisir yang banyak (>16 buah), dan ukuran sedang (10-14 cm).
Kata kunci: buah pisang, konsumen, pasar tradisional, preferensi, sika