71404 research outputs found
Sort by
AUDIT SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A SEMARANG
Kebakaran dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, tidak menutup kemungkinan bahwa sebuah bangunan Lembaga Pemasyarakatan juga dapat terjadi bencana non alam seperti kebakaran yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencati tahu apakah sistem tanggap darurat kebakaran yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang sudah sesuai dengan PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian berupa wawancara mendalam dan melakukan observasi terhadap sistem tanggap darurat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang yang nantinya akan dianalisis dan dibandingkan dengan standar yang berlaku, seperti PERMEN PU No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Manajemen tanggap darurat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang sudah cukup baik, namun salah satu komponen seperti tim tanggap darurat kebakaran belum dibentuk. Sistem proteksi aktif kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang juga sudah cukup baik, APAR sudah tersedia dan sudah terpasang dibeberapa tempat, namun sistem proteksi aktif kebakaran lainnya seperti detektor, sprinkler, dan hidran belum terpasang. Sarana penyelamatan jiwa di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Semarang sudah baik, dengan sudah tersedianya peta dan petunjuk jalan keluar, aksesibilitas menuju titik kumpul sudah baik, serta titik kumpul sudah memadai.
Kata Kunci : Kebakaran, Sistem Tanggap Darurat Kebakaran
STUDI KUANTITATIF: ANALISIS PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFI, UPAH KERJA, SHIFT KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PETUGAS KEBERSIHAN DI RUANG COVID-19 RS X
Semenjak adanya wabah COVID-19 ini, banyak orang yang biasanya acuh menjadi sangat fokus mengutamakan keselamatan dan kesehatannya agar tidak tertular virus ini. Virus ini menyerang organ paru – paru dengan gejala sesak nafas yang membutuhkan perawatan medis, demam lebih dari 38°C. Rumah sakit merupakan perusahaan/instansi yang bergerak dalam bidang kesehatan yang paling utama dalam menyebarkan virus ini. Pihak rumah sakit harus berupaya menjaga dan memberikan fasilitas khusus untuk petugas rumah sakit yang terjun langsung mengobati pasien COVID-19. Petugas kebersihan salah satu staf yang sering luput untuk mendapat perhatian tersebut. Para petugas kebersihan rumah sakit pun wajib mengikuti pelatihan, pembinaan, pengawasan dalam mengelola kebersihan dalam ruang COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor demografi, upah kerja, shift kerja, dan stres kerja terhadap kinerja petugas kebersihan di ruang COVID-19 RSX Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan total populasi yakni sebanyak 44 responden. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu faktor demografi, upah kerja, shift kerja, stres kerja dan variabel terikatnya yaitu kinerja petugas kebersihan. Teknik analisis data menggunakan Uji Statistik Regresi. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dengan arah negatif pada stres kerja (sig. 0,000) sementara variabel yang tidak berpengaruh yaitu faktor demografi (sig. 0,057 untuk jenis kelamin, sig. 0,999 untuk usia, dan sig. 0,103 untuk masa kerja), upah kerja (sig. 0,629), shift kerja (sig. 0,285) terhadap kinerja petugas kebersihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja petugas kebersihan di ruang COVID-19 RS X.
Kata Kunci : Kinerja, Stres Kerja, COVID-1
TELAAH SEMANTIK LEMA PEKERJAAN DI BIDANG TRANSPORTASI PADA KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA V DALAM JARINGAN (KOMPONEN MAKNA DAN ANOTASI GENDER)
Tesis ini merupakan bentuk kajian semantik terhadap lema pekerjaan di bidang transportasi pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V dalam Jaringan. Tujuan penulisan tesis ini adalah (1) mengidentifikasi pola definiens dan definiendum dalam pendefinisian lema pekerjaan di bidang transportasi di KBBI V Daring, (2) mendeskripsikan penjabaran komponen makna lema pekerjaan di bidang transportasi di KBBI V Daring, (3) menjelaskan pola pendefinisian lema pekerjaan di bidang transportasi dilihat dari korpus, dan (4) memaparkan adanya anotasi gender tertentu pada lema pekerjaan di bidang transportasi pada KBBI V Daring. Penelitian deskriptif analitis ini menggunakan metode observasi dengan teknik padan dan HBSP (hubung banding menyamakan hal pokok). Data primer yang digunakan berupa lema pekerjaan di bidang transportasi di KBBI V Daring dan data sekunder berupa penelusuran kolokasi lema pekerjaan dengan memanfaatkan existing corpus (Leipzig Corpora dan WebcorpLive) yang merupakan korpus berbasis web dan non-existing corpus (penggunaan aplikasi AntConc dengan data dasar). Data dasar berupa berita utama di lima media massa nasional daring, antara lain, Kompas, Tempo, Republika, Sindo, dan media Indonesia). Hasil telaah semantik dengan analisis komponen makna dan kolokasi korpus pada lema pekerjaan di bidang transportasi pada KBBI V Daring menunjukkan bahwa 1) lema pekerjaan di KBBI V Daring berupa bentuk dasar, bentuk berimbuhan, dan gabungan kata, 2) pola definiens dan definiendum lema pekerjaan di KBBI V Daring belum terukur secara jelas. Terdapat definisi berupa padanan yang memiliki kecenderungan obstruent (makna berputar-putar) yang membingungkan pengguna, 3) pola pendefinisian lema pekerjaan di bidang transportasi di KBBI V Daring mengabaikan konsistensi peletakan genus proximus dan differentia spesifica, serta pemanfaatan komponen makna sehingga ada unsur pembeda yang lesap dari pendefinisian, 4) masih ada anotasi gender pada beberapa lema pekerjaan di bidang transportasi yang sudah tidak relevan dengan fakta di lapangan, lebih banyak lema pekerjaan di bidang transportasi berkategori netral dibandingkan yang khusus menyebut gender tertentu. Namun, jumlah lema pekerjaan dengan gender laki-laki cenderung lebih dominan dibandingkan lema gender perempuan, 5) terdapat 26 lema pekerjaan di bidang transportasi yang belum tercantum di dalam KBBI V Daring
KAJIAN TINGKAT KETAATAN PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI RSUD BAGAS WARAS KLATEN DALAM RANGKA KEIKUTSERTAAN PROPER
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER)merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengawasi ketaatan usaha dan/atau kegiaan terhadap perizinan lingkungan dan peraturan perundangundangan lingkungan hidup guna mewujudkan konsep pembangunan berkelanjutan. Rumah sakit merupakan salah satu usaha dan/atau kegiatan yang masuk ke dalam kriteria peserta PROPER. Tujuan penelitian ini adalah untukmengevaluasi kinerja perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di RSUD Bagas Waras Klaten berdasarkan kriteria penilaian dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI Nomor 03 Tahun 2014 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Variabel yang diteliti adalah kinerja manajemen lingkungan hidup di rumah sakit. Sumber data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan telaah dokumen yang berkaitan. Subjek penelitian sebanya 8 orang yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup aspek dokumen/izin lingkungan sebesar 66,67%; pengendalian pencemaran air sebesar 66, 67%; pengendalian pencemaran udara sebesar 100% dan pengelolaan limbah B3 sebesar 80,00%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat ketaatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di RSUD Bagas Waras Klaten tergolong belum taat, karena seharusnya RSUD Bagas Waras Klaten mematuhi seluruh ketentuan dalam penilaian PROPER.
Kata kunci : Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;rumah sakit,
Prope
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GENUK, KOTA SEMARANG
Persentase kehamilan remaja di Indonesia sebesar 0,02% pada usia <15 tahun dan 1,97% pada usia 15-19 tahun. Ibu usia remaja memiliki angka cakupan ASI eksklusif yang rendah. Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan akan mempengaruhi kualitas kesehatan bayi dimana bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif akan memiliki kualitas kesehatannya cenderung buruk. Capaian ASI eksklusif di kecamatan Genuk pada tahun 2018 hanya sebesar 39,61% dan masih dibawah target nasional yaitu 50%. Wilayah ini memiliki banyak tenaga kerja perempuan dan merupakan wilayah industri dan tingginya angka pernikahan di usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja di wilayah kerja puskesmas Genuk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan observasional dengan desain studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu usia remaja yang memiliki bayi usia 6-24 bulan dengan jumlah 120. Penentuan sampel penelitian menggunakan rumus Slovin dan didapatkan sebanyak 60 responden. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Hasilnya sebanyak 36,7% responden telah memberikan ASI eksklusif. Pada uji Chi Square menunjukkan variabel keikutsertaan kelas ibu balita (p=0,010), keikutsertaan kelas ibu balita (p=0,002), persepsi (p=0,000), motivasi (p=0,000), pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,000), dan dukungan suami (p=0,005) memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan variabel usia (p= 0,058), pendidikan (p=0,933), status pekerjaan (p=0,282), pendapatan keluarga (p=0,512), paritas (p=0,619), status kehamilan (p=0,124), dukungan keluarga (p=0,928), dukungan petugas kesehatan (p=1,000), dan akses informasi (p=0,224) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Rendahnya pemberian ASI eksklusif pada ibu usia remaja dikarenakan ibu belum siap menerima perannya sebagai seorang ibu,kurangnya pemahaman ibu tentang manfaat ASI eksklusif bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan, dan ibu mengalami kesulitan menyusui dikarenakan ASI tidak keluar dari semenjak melahirkan.
Kata Kunci : ibu usia remaja, menyusui, ASI eksklusi
KRITIK TERHADAP FENOMENA DISKRIMINASI BANGSA MARLEY ATAS BANGSA ELDIA DALAM MANGA SHINGEKI NO KYOJIN KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA 『進撃の巨人』という漫画におけるエルディア人に対するマーレ人の 差別現象への批判:文学的の社会学の分析
ABSTRACT
Wisesa, Umar Bayu. 2021. “Criticism of the Marley’s Discrimination Phenomenon Against the Eldian in Shingeki no Kyojin Manga; Sociological Studies of Literature". Thesis, Japanese Language and Culture Study Program, Diponegoro University, Semarang. Advisor Fajria Noviana, S.S., M.Hum.
This study examines the criticism of the discrimination phenomenon in Shingeki no Kyojin manga. This manga describes the discrimination the Marleys did to the Eldians. The purpose of this study is to explain the structural elements and the criticism of discrimination phenomenon in the manga. This research is conducted by library research with a sociological literature approach and presented in a qualitative descriptive manner. The fictional structuralism theory by Nurgiyantoro is used to analyze the structural elements. Pettigrew's theory of discrimination is used to help identifying the phenomenon of discrimination which is followed by a critique of the phenomenon. The results of the criticism are: 1) the emergence of resistance movements; 2) historical hegemony; and 3) object of discrimination’s inferiority
Keywords: discrimination; critic; sociology of literature; manga; Shingeki no Kyojin
DIALEK NAGOYA PADA MANGA YATOGAME CHAN NO KANSATSU NIKKI DAN PADANANNYA KE BAHASA JEPANG STANDAR 「八十亀ちゃんのかんさつにっき」漫画における名古屋弁・標準語に相当語と使用
ABSTRACT
Utomo, Vyan Restu. 2021. “Dialek Nagoya pada Manga Yatogame Chan no Kansatsu Nikki dan Padanannya ke Bahasa Jepang Standar” Thesis, Japanese Language and Culture Undergraduate Study Program, Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University, Seamrang. Adivisor Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum.
In this research, the writer discussed the Nagoya dialect and the equivalent in Japanese standard from a comic. This research aims to describe the forms of fukushi, keiyoushi, and jodoushi in Nagoya dialect and its equivalents to standard Japanese, as well as to describe the factors that influence the use of Nagoya dialect in that manga.
The research data used came from manga obtained from electronic reading devices. The method used in this study is metode simak on data collection, then continued with metode padan on data analyze.
The results of this study found that the dialect forms that appear in the manga are (1) fukushi which consists of manda, ippya, eryaa, and maa, (2) keiyoushi which consists of urusyaa, umyaa, tokkintokkin, chinchin, appappa, shabishabi, daadaa, kyunkyun, and kimoi, (3) jodoushi consisting of nyaa, toru, sen, myaa, yaa, nshai, oryasu, arasuka, shinde, and tokyaa. Furthermore, the factors that influence the use of the Nagoya dialect consist of group membership, age, and situation.
Keywords: age, fukushi, jodoushi, group membership, keiyoushi, situation
PEMILIHAN PORTOFOLIO SAHAM MENGGUNAKAN METODE CFAHP-FTOPSIS
Uang yang disimpan di bank dengan tujuan untuk menyimpan kekayaan
justru dapat merosot nilainya. Hal ini karena laju pertumbuhannya yang lambat
sehingga tidak dapat mengimbangi laju inflasi. Salah satu upaya mengatasi
masalah ini adalah dengan berinvestasi. Pemilihan portofolio saham tentunya
bergantung kepada kriteria-kriteria pemilihan berdasarkan preferensi investor.
Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan Multi Attribute Decision Making
(MADM). Pengambilan keputusan dengan membandingkan elemen satu dengan
yang lain dapat menimbulkan informasi yang tidak jelas. Ketidakpastian dalam
preferensi ini dapat dimodelkan menggunakan teori himpunan fuzzy. Pemilihan
portofolio saham berdasarkan skala prioritas dengan menggunakan metode
CFAHP-FTOPSIS ditentukan untuk mendapatkan alternatif saham terbaik dan
kriteria yang paling penting dalam pemilihan saham serta prioritas alokasi dana.
Langkah penyelesaian dari metode ini dimulai dengan menggunakan CFAHP
untuk menentukan bobot kriteria, selanjutnya FTOPSIS digunakan untuk
merangking alternatif. Dalam hal ini menggunakan data saham pada indeks LQ45
dan memilih saham-saham dengan expected return positif terbesar di setiap sektor
sebagai alternatif. Dari penerapannya diperoleh saham terpilih dengan proporsi
alokasi dana terbesar yang dapat dipertimbangkan adalah ASII sebesar 15.30%.
Perbedaan alokasi dana dari setiap 8 saham pilihan adalah rata-rata 2.32%.
Kriteria yang paling penting untuk diperhatikan dalam pemilihan saham adalah
Earning per Share dibandingkan dengan kriteria yang lain