Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    GAMBARAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RUMAH SAKIT

    No full text
    Gambaran Pelaksanaan Discharge Planning di Rumah Sakit xiv + 74 Halaman + 2 Tabel + 3 Gambar + 3 Lampiran Discharge planning adalah suatu pendekatan untuk memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang di setiap bidang untuk pemberian pelayanan perawatan yang berkesinambungan. Discharge planning memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas perawatan rumah sakit sehingga dapat memberikan tindak lanjut yang bisa digunakan pasien untuk perawatan berkelanjutan. Dalam melakukan implementasi pada discharge planning, diperlukan persiapan sebelum pasien pulang seperti melakukan diskusi bersama keluarga mengenai fasilitas yang ada untuk menunjang kesehatan. Implementasi pada discharge planning harus berfokus kepada kebutuhan pasien serta keluarga dengan menggunakan hasil pengkajian yang telah dilakukan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pelaksanaan discharge planning di rumah sakit Penelitian ini menggunakan metode literature review menggunakan SINTA dan Science Direct sesuai dengan kriteria. Data yang didapat kemudian dikelompokkan menggunakan matriks sintesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan discharge planning sudah dilaksanakan baik dari segi pengkajian hingga evaluasi dengan baik hanya perlu perhatian dalam pengawasan pelaksanaannya. Kata Kunci : Discharge Planning, Pelaksanaan Discharge Planning Daftar Pustaka : 38 (2010-2020) xv Departmen

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES PENGASUHAN PADA IBU DENGAN ANAK TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI SEMARANG SELAMA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki intelegensia rendah di bawah rata-rata (IQ≤70) yang diikuti keterbatasan fungsi adaptif dan fungsi intelektual. Pandemi COVID-19 mengakibatkan proses belajar mengajar menjadi pembelajaran jarak jauh. Kebijakan ini dianggap menambah beban orangtua terlebih ibu. Beban pengasuhan yang besar berpotensi mengakibatkan stres pengasuhan pada ibu. Stres pengasuhan pada ibu dapat berdampak ke berbagai aspek salah satunya adalah ketidak berfungsinya pengasuhan orangtua terhadap anak. Stres pengasuhan juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan stres pengasuhan ibu dengan anak tunagrahita di SLB Negeri Semarang selama pandemi COVID-19. Desain penelitian adalah observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu dengan anak tunagrahita di SLB Negeri Semarang berjumlah 151 orang dengan sampel 110 responden.Instrumen yang digunakan berupa angket google form yang disebarkam lewat pesan singkat Whatsapp orangtua/wali murid SLB Negeri Semarang tingat Sekolah Dasar.Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 56,4% responden mengalami stres pengasuhan rendah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan stres pengasuhan ibu adalah tingkat retardasi mental anak (p=0,000) dan dukungan sosial (p=0,012). Sedangkan variabel usia anak (p=0,182), jenis kelamin anak (p=0,594), usia ibu (p=0,599), pekerjaan ibu (p=0,383), pendidikan ibu (p=0,992), pendapatan keluarga (p=0,0,081), jumlah anak yang diasuh (p=0,450), dan status pernikahan (p=0,630) tidak memiliki hubungan dengan stres pengasuhan ibu. Dapat disimpullan bahwa tingkat retardasi mental anak dan dukungan sosial merupakan faktor yang berhubungan dengan stres pengasuhan ibu dengan anak tunagrahita di SLB Negeri Semarang.Keluarga dan suami diharapkan membantu proses pengasuhan anak tunagrahita dan memberikan semangat kepada ibu untuh mencegah terjadinya stres pengasuhan. Kata Kunci : Anak Tunagrahita, Stres Pengasuhan Ibu, Tingkat Retardasi Mental, Dukungan Sosia

    PENGARUH INTENSITAS KOMUNIKASI DAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK TERHADAP CARA PENYELESAIAN KONFLIK PADA KELUARGA (Studi Kasus : Orang tua dan anak yang tinggal berdampingan dalam era Covid-19)

    Get PDF
    This research is a quantitative research with a positivistic paradigm that focuses on 3 (three) variables, namely the intensity of parent-child communication as the X1 variable, the parent-child communication pattern as the X2 variable, and the way of resolving conflicts in the family as the Y variable. Previous studies have shown that there is a relationship and influence between the intensity of communication and communication patterns between parents and children on how to resolve conflicts in the family. The researcher in this study aims to examine whether there is an influence between the intensity of communication and the communication patterns of parents and children on how to resolve family conflicts. The main theory used in this study is the theory of family schemes proposed by Fitzpatrick. In this theory, the family schema is described as having 2 determining elements, namely communication and conformity. In collecting primary data in this study, the researcher used a questionnaire on a linkert scale of 4, namely Strongly Agree, Agree, Disagree and Strongly Disagree. The results of this study were tested using SPSS 25.0. From these research, it was found that the relationship between the intensity of parent-child communication by means of resolving conflicts in the family has a strong significance of 0.603, the communication pattern of parents and children on the way of resolving family conflicts has a moderate significance level of 0.585 and the X1 variable on X2 has a significant effect. moderate at 0.565. In the linear regression test, there are results: The regression value of the X1 variable (communication intensity of parents and children) has a positive effect on the Y variable (How to resolve family conflicts) as much as 0.179 with a regression value of Y = 18.619 - 0.179 x. The regression value of the X2 variable (parent and child communication patterns) has a positive effect on the Y variable (How to resolve family conflicts) as much as 0.334 with a regression value of Y = 18.619 - 0.334 x. There is an influence on the X variable on the Y variable, it is based on a significance value smaller than 0.05 so it can be said that H0 is rejected and Ha is accepted. So it can be said that there is an influence of the intensity of communication and communication patterns of parents and children on how to resolve family conflicts

    Pemaknaan Anak-Anak Perempuan terhadap Representasi Kode-Kode Feminin dalam Video Klip Blackpink ‘Kill This Love’

    Get PDF
    Blackpink is South Korea girlband that has gone worldwide. The international industry of entertaiment was qualified this girlband based on fashion, beautification, music, and the personality of Blackpink’ members. In addition, Blackpink is also known as girlband that brings music contains a postmodern feminist messages. The song was well received on worldwide, so Blackpink' fans were counted from various countries, including Indonesia. Its fans are not only teenagers and adults, but also girl from elementary and middle schools. This research uses qualitative approach with reception analysis. The research begins by analyzing preferred reading first. It analyzed with Ferdinand de Saussure’ semiotcs and Stuart Hall representations theory. The code is implied from gestures signs, objects signs, colors signs, shooting techniques signs, espressions signs, and lyrics of song signs. As a result, the preferred reading contains four feminin codes according to Angela McRobbie’s theory, start from the code of romance, the code of domestic life, the code of fashion and beauty, and the code of popstar music. On the code of romance, woman is describe as figures who try to maintain her love story eventhough the woman have been hurt by her lover. Woman also encouraged to evolve into a firm figure in making decisions, not to return to their ex-lover who hurt them so much. Meanwhile, in domestic life, woman is figure as a person who able to solve their love problems, even though the woman is reflected as people who are full of tears and anger when they solving their problems. For the code of fashion and beauty, this code appears that woman is described as free person, including free to wear her dress. For popstar music codes, Blackpink members are described as women who look lux and their act like classy women. By using Stuart Hall’s representation theory, it was found that children perceive that women who have boyfriend than women who do not have it. In addition, the children interpreted that women who wear mini clothes, punk rock style, blonde hair and wine, and stay in places full of graffity, that women who fall into bad relationships, even though the meaning of these sign reflects that women are free to wear dress and speech. The findings also found that children highly differentiated between tomboyish and feminine appearances. Children also differ about the behaviour that should be carried out by men and women. Children also differ about the behaviour that should be carried out by girls and boys. In the analysis and discussion sections, this study also discusses gender stereotypes and gender sociology

    ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP (IDL) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS TEMPEL I KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    Wabah Pandemi COVID-19 terjadi secara mendadak pada pertengahan tahun 2020. Perubahan dan paradigma baru terjadi di seluruh belahan dunia dan lapisan masyarakat, termasuk Indonesia. Bencana ini berdampak terhadap sistem dan program kesehatan salah satunya Program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Puskesmas. Cakupan Imunisasi tingkat nasional dan regional mengalami penurunan secara drastis. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2019 memiliki prestasi dalam capaian target Imunisasi hingga sebesar 95% tidak dapat bertahan di kondisi Pandemi COVID-19. Puskesmas Tempel I Kabuapaten Sleman mengalami dampak penurunan cakupan hingga 26%. Melalui kebijakan dari Pemerintah, Puskesmas memiliki tanggung jawab untuk tetap memberikan pelayanan dasar di tengah-tengah tugas tambahan sebagai ujung tombak pemutus mata rantai penularan COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada masa Pandemi COVID-19 di Puskesmas Tempel I. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptis melalui indepth interview dengan informan yang ditentukan melalui metode purposive sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa Puskesmas Tempel I sempat menutup pelayanan Imunisasi selama 1 bulan lamanya di awal Pandemi COVID-19. Setelah dilakukan perencanaan ulang, pelayanan Imunisasi mulai dibuka kembali. Ditemukan kendala dari unsur masukan terkait aspek jumlah, kecukupan dan kesiapan SDM, sarana dan prasarana, pemanfaatan pedoman. Kemudian pada unsur proses ditemukan kendala pada aspek pengorganisasian dan pelaksanaan, dan pada unsur lingkungan ditemukan kendala pada respon orang tua, keamanan lokasi pada masa pandemic COVID-19 dan akses mobilisasi menuju lokasi pelayanan. Disimpulkan terdapat keterkaitan antara aspek SDM dengan pengorganisasian dan respon orang tua, keterkaitan aspek sarana dan prasarana dengan pelaksanaan dan keamanan tempat dan mobilisasi, yang terakhir keterkaitan pemanfaatan pedoman dan pelaksanaan. Kata kunci : Imunisasi Dasar Lengkap, Pandemi COVID-19, Analisis Pelaksanaan Progra

    SIKLUS HIDUP Aedes aegypti BERDASARKAN VARIASI pH AIR LIMBAH DOMESTIK

    Get PDF
    Adaptasi perilaku Ae. aegyptidalam berkembangbiak di lingkungan yang tercemar bersiko meningkatkan infeksi pnyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan oviposisi nyamuk Aedes aegypti betina, daya tetas telur dan perkembangan Ae. aegyptidari larva hingga tahap iamgo pada berbagai air Limbah domestik dengan pH 6.5, pH 7.5, pH 8.5, dan pH 9,5. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimental dengan desainpost only control group. Subjek penelitianadalah nyamuk Ae. aegypti betina gravid I yang dikembangkan di laboratorium Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar. Jumlah nyamuk terdiri dari 25 ekor untuk tiap kelompok dengan penelitian dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan. Uji oviposisi dilakukan dengan metode choice assay dan non chooice assay. Telur yang dihasilkan dilanjutkan dengan uji daya tetas dan uji perkembangan hingga tahap imago. Data dianalisis mengunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey‘s Multiple Comparisonsatau uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney.Hasil penelitianmenunjukkanada perbedaan oviposisi yang terjadi pada limbah cair domestik dapat terjadi pada rentang pH 6,5- pH 9,5. Larva mampu berkembang hingga tahap imago sampai dengan pH 9,5 (p= 0,001). Penelitian ini membutikan bahwa oviposisi, daya tetas, dan perkembangan larva tidak hanya terjadi pada air bersih namun juga limbah cair domestik dengan berbagai variasi pH. Dalam pengendalian namuk Ae. aegypti pra dewasa perlu memperhatikan limbah cair domestik sebagai media perkembangabiakan nyamuk Ae. aegypti. Kata Kunci : Aedes aegypti, limbah domestik, p

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PKM) DALAM RANGKA PENANGANAN COVID-19 DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang terjadi pada awal tahun 2020 telah menggemparkan seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penularan langsung antar manusia dan tingginya mobilitas masyarakat menyebabkan penyebaran dari virus ini terjadi dengan sangat cepat. Guna mencegah penyebaran tersebut, maka Pemerintah Kota Semarang membentuk kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Sejak kebijakan tersebut diberlakukan, masih ditemukan banyak masyarakat yang tidak mematuhi kebijakan PKM sehingga jumlah kasus COVID-19 di Kota Semarang terus meningkat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat Kota Semarang terhadap kebijakan PKM. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 140 orang didapatkan melalui teknik accidental sampling. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan, dukungan tokoh masyarakat, dan konsistensi kebijakan yang baik, serta kepatuhan masyarakat yang tinggi. Lalu, faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan PKM, antara lain sikap (p=0,039), sarana prasarana (p=0,002), pengawasan (p=0,002), dukungan tokoh masyarakat (p=0,000), dukungan kewenangan (p=0,018), kejelasan kebijakan (p=0,000), dan konsistensi kebijakan (p=0,040). Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan kepatuhan tersebut adalah memberdayakan tokoh masyarakat sebagai koordinator dalam pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan COVID-19 dan pelaksanaan PKM. Kata Kunci : Kepatuhan Masyarakat, Kebijakan PKM, COVID-1

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALAMAN I MAGELANG

    Get PDF
    Stunting merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan pada anak yang ditandai dengan nilai Zscore pada kategori tinggi badan menurut umur di bawah -2 SD. Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal diantaranya faktor genetik, perilaku, dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor genetik, faktor perilaku, dan faktor lingkungan dengan status balita di wilayah kerja Puskesmas Salaman I Magelang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian obervasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian merupakan ibu yang memiliki anak usia 12-59 bulan berjumlah 60 orang. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square dan Fisher-exact. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tinggi badan orang tua (p = 0,025), praktik pemberian lMP ASI (p = 0,025), dan praktik pemberian makanan bergizi (p = 0,023) dengan status stunting pada balita. Kesimpulannya, tinggi badan orang tua, praktik pemberian MP ASI, dan praktik pemberian makanan bergizi memiliki kontribusi yang signifikan terhadap status gizi pada balita. Kata Kunci : Faktor, Status Gizi, Balit

    STUDI KUANTITATIF: HUBUNGAN ANTARA JENIS PEKERJAAN, WAKTU KERJA DAN DURASI ISTIRAHAT DENGAN GANGGUAN LOW BACK PAIN PADA PETANI DI DESA SOMOPURO KECAMATAN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN

    Get PDF
    Low Back Pain adalah nyeri yang berada di tulang belakang dan bagian otot di area punggung bawah. Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah yaitu usia, beban kerja, jenis kelamin, masa kerja, jenis pekerjaan, waktu kerja dan durasi istirahat. Petani merupakan pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami cedera. penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara jenis pekerjaan, waktu kerja dan durasi istirahat dengan gangguan Low Back Pain pada Petani di Desa Somopuro Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Analitik Observasional dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Petani yang sudah terdaftar sebagai anggota Kelompok Tani Santosa di Desa Somopuro Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan pengambilan secara simple random sampling yang ditentukan dengan rumus Slovin dan didapatkan hasil sebanyak 58 responden. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu jenis pekerjaan, waktu kerja, durasi istirahat dan variabel terikatnya adalah gangguan Low Back Pain. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden dan kuesioner Numerical Pain Rating Scale (NPRS). Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi yang lebih besar pada variabel bebas yang diteliti adalah jenis pekerjaan berat, waktu kerja ≥ 5 jam, durasi istirahat < 1 jam/hari. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis pekerjaan (p-value = 0,010), waktu kerja (p-value = 0,010), dan durasi istirahat (p-value = 0,025). Kesimpulan penelitian ini adalah gangguan Low Back Pain dapat dipengaruhi oleh faktor jenis pekerjaan, waktu kerja dan durasi istirahat. Kata kunci: durasi istirahat, gangguan Low Back Pain, jenis pekerjaan, waktu kerj

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇