Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    STUDI KUANTITATIF: FAKTOR INDIVIDU, BIOMEKANIK, DAN PSIKOSOSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA HOUSEKEEPING OFFICER

    Get PDF
    Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSD) yang dialami seseorang dapat secara signifikan dapat membatasi mobilitas maupun kekuatan fisik tubuh, serta menyebabkan penderitaan dan kerugian yang sangat besar di tempat kerja. Sebagai masalah kesehatan yang membebani perekonomian global maupun penyebab utama kecacatan di seluruh dunia, gangguan muskuloskeletal dapat terjadi karena faktor yang berhubungan dengan pekerjaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan faktor risiko yang terjadi antara faktor individu, faktor biomekanik, dan faktor psikososial dengan keluhan muskuloskeletal pada housekeeping officer di Park Royale Executive Suites Apartment. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan studi cross-sectional. Sebanyak 30 responden yang berpartisipasi diambil dengan teknik total sampling dan diuji dengan uji statistik Chi-Square. Hasil uji analisis bivariat menunjukkan status merokok (OR=7,50; p=0,019), postur kerja (OR=10,67; p=0,020), intensitas berjalan (OR=8,50; p=0,011), beban kerja (OR=11,67; p=0,006), dan tingkat stres (OR=7,00; p=0,025) merupakan faktor risiko terhadap keluhan muskuloskeletal. Hanya indeks massa tubuh (OR=1,25; p=0,543) yang diidentifikasi sebagai faktor yang tidak berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal. Keluhan muskuloskeletal pada housekeeping officer banyak terjadi di bagian lengan atas/bawah, pergelangan kaki/kaki, lutut/betis, punggung bawah, dan pergelangan tangan. Penelitian ini menyarankan intervensi yang membutuhkan tindakan rekayasa teknik dan sistem manajemen lebih lanjut untuk mengurangi persentase keluhan muskuloskeletal pada housekeeping officer tersebu

    GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR STRATEGI KOPING STRES REMAJA AKHIR DALAM MENGHADAPI ‘BODY SHAMING’ DIKALANGAN MAHASISWA DI YOGYAKARTA

    Get PDF
    Koping stres merupakan usaha yang dilakukan tiap masing-masing individu dalam menyelesaikan masalahnya, mengatasi kondisi baik yang merupakan kategori mengancam secara kognitif maupun perilaku. Setiap orang pun memiliki strategi koping stres yang beragam untuk dirinya sendiri dalam mengahadapi suatu masalah, termasuk masalah body shaming yang pernah mereka alami. Dimana remaja yang mengalami stres akibat body shaming sangat berisiko mempengaruhi kesehatan mentalnya seperti depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan strategi koping stres remaja akhir dalam menghadapi body shaming dikalangan mahasiswa di Yogyakarta. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional melalui pendekatan deskriptif. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 21 tahun (36%) dengan mayoritas jenis kelamin perempuan (74%) dan diiketahui juga bahwa mayoritas responden berasal dari Perguruan Tinggi Universitas (96%). Diketahui body shaming yang paling banyak dialami responden adalah fat shaming dan body shaming mengenai bagian wajah (21.8%). Strategi Koping Stres yang dilakukan oleh mayoritas responden adalah problem focused coping (63%). Mayoritas responden memiliki persepsi kerentanan dan keparahan yang tinggi (67% dan 56%), penilaian dampak yang berat (61%), kemampuan mengontrol situasi dan emosi yang baik (68% dan 69%) serta efikasi diri yang tinggi (81%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah responden yang menggunakan strategi koping stres problem focused coping adalah responden dengan persepsi kerentanan rendah (70%), persepsi keparahan tinggi (64%), penilaian dampak berat (72%), kemampuan mengontrol situasi baik (62.5%), kemampuan mengontrol emosi baik (64%) serta efikasi diri rendah (68%). Sedangkan, responden yang menggunakan strategi koping stres emotion focused coping adalah responden dengan persepsi kerentanan tinggi (40%), persepsi keparahan rendah (39%), penilaian dampak ringan (51%), kemampuan mengontrol situasi kurang (50%) dan kemampuan mengontrol emosi kurang (39%) serta efikasi diri tinggi (39%). Kata kunci : Remaja, Koping Stres, Mahasiswa, Body shamin

    TOTAL OPPORTUNITY COST MATRIX – SUPREME CELL (TOCM-SC) METHOD IN OBTAINING INITIAL BASIC FEASIBLE SOLUTION OF TRANSPORTATION PROBLEMS

    Get PDF
    Transportation problems are cases of transferring raw materials coming from several sources to a different destination in such a way that the transportation costs incurred are minimal and can meet in terms of supplies and demand required. Methods of solving transportation problems are increasingly diverse. With the development of this method, the smaller the error generated by each method so that the company can apply which methods can be used to get optimal results. The Total Opportunity Cost Matrix-Supreme Cell (TOCM-SC) method found by Bilqis Amaliah et al. is a method that can guarantee in getting an initial feasible solution of transportation problem in minimization cases so that companies get a feasible solution that can reduce the cost of distributing goods. The TOCM-SC method is a combination of supreme cell method with TOCM method. The solution obtained by the TOCM-SC method is a feasible solution in case of balanced or unbalanced transportation problems. In applying the TOCM-SC method into numerical simulations for the case of minimizing the total cost of transportation problems obtained a feasible solution that is close to optimal so that the iterations performed on the optimization test are less. Keyword: Transportation Problems, Total Opportunity Cost Matrix Method, Total Opportunity Cost Matrix-Supreme Cell Method, and Initial Basic Feasible Solution

    HUBUNGAN HIDRASI, ASUPAN Fe, ASAM FOLAT, VITAMIN A, DAN E DENGAN ANEMIA IBU MENYUSUI DI DAERAH PERTANIAN

    Get PDF
    Anemia pada ibu menyusui dapat disebabkan oleh asupan gizi ibu yang tidak seimbang disertai aktivitas fisik yang berat, sehingga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang khususnya asupan gizi mikro dan cairan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan hidrasi, asupan Fe, asam folat, vitamin A, dan E dengan anemia ibu menyusui di daerah pertanian. Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 62 ibu menyusui. Sampel penelitian ditemukan 50 ibu menyusui dengan teknik simple random sampling dan sesuai dengan kriteria penelitian. Instrumen penelitian terdiri dari inform consent, form Semi Quantitative-Food Frequency Questionaire (SQ-FFQ), aplikasi nutrisurvey, laptop dan perangkat lunak pengolah data. Analisis dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan Tidak Ada hubungan hidrasi (p=0,128), asupan Fe (p=0,114), asam folat (p=0,490), vitamin A (p=0,463) dan vitamin E (p=1,000) dengan anemia ibu menyusui. Namun ada hubungan pendapatan keluarga (p=0,004) dengan anemia ibu menyusui. Dapat disimpulkan bahwa anemia ibu menyusui tidak dipengaruhi secara langsung oleh hidrasi, vitamin A dan vitamin E, namun dipengaruhi oleh pendapatan keluarga. Diperlukan peningkatan promosi kesehatan terkait gizi seimbang 1000 hari pertama kehidupan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Kata kunci : hidrasi, asupan Fe, asam folat, vitamin, anemi

    EFISIENSI EKONOMIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI DAN MINA PADI

    Get PDF
    Analisis ketepatgunaan secara ekonomis digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi dari sisi ekonomis. Analisis efisiensi ekonomis dilakukan dengan memperhatikan nilai kesetaraan antara NPM/BKM. Kegiatan penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis dampak penggunaan input terhadap output yang dihasilkan, membandingkan jumlah produksi, analisis ketepatgunaan ekonomis, dan menghitung pendapatan. Lokasi dilaksanakannya riset ditentukan secara sengaja. Probability sampling dengan teknik cluster random sampling merupakan metode yang digunakan dalam proses pengambilan sampel. Jumlah sampel 60 responden, terdiri dari 30 anggota dari dua jenis usahatani yang berbeda. Analisis data yang digunakan adalah uji pengaruh, uji beda independent dan one sample t-test, regresi linier berganda, analisis ketepatgunaan secara ekonomis serta pendapatan usahatani. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara serempak pada penggunaan input terhadap output usahatani. Terdapat pengaruh secara parsial penggunaan input lahan dan benih terhadap output, akan tetapi pupuk, jumlah tenaga kerja, dan variabel tidak berpengaruh. Tidak ada perbedaan hasil produksi yang diperoleh antara usahatani padi dengan mina padi. Efisiensi secara ekonomis tidak dapat dicapai pada usahatani padi, begitu juga dengan penggunaan faktor produksi pada usahatani mina padi. Usahatani padi menghasilkan pendapatan rata-rata lebih rendah dibandingkan usahatani mina padi. Kata Kunci: Padi, mina padi, faktor produksi, efisiensi ekonomi

    KONTRIBUSI USAHATANI TEMBAKAU TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA KATEKAN KECAMATAN NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG

    Get PDF
    ABSTRACT This research is motivated by the condition of Katekan Village, Ngadirejo District, Temanggung Regency, when the dry season always plant tobacco. Tobacco farming becomes the main livelihood for farmers in Katekan Village so it is necessary to know how much the contribution of tobacco farming to the household income of farmers. The purpose of this study was to determine the income and profitability of tobacco farming, to analyze the differences in income between tobacco farming and non-tobacco farming income, and to determine the value of the contribution of tobacco farming income to the total household income of farmers in Katekan Village. Survey method was used in this research. Sampling is done by simple random sampling method. The number of samples taken was 40 respondents. Respondent characteristic data were analyzed using descriptive analysis, while the calculation of tobacco farming income data was analyzed using farm analysis. Hypothesis testing is done by one sample t-test and paired sample t-test. The results showed that tobacco farming income per planting season was Rp. 16,035,123 or around Rp. 2.672.520 per month. Income outside of tobacco farming per season is IDR 7,217,509 or IDR 1,202,918 per month. The total household income of farmers per planting season is Rp. 23,252,632. Tobacco farming has a profitability value of 66.10% which means profitable. There is a difference between tobacco farming income and non-tobacco farming income. Tobacco farming contributes 69% of farmer's household income and non-tobacco farm income contributes 31%. Keywords: farm contribution, profitability, tobacco

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE OPERASI PRIA (MOP) DI DESA KARANGANYAR KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR

    Get PDF
    Metode Operasi Pria (MOP) atau sering disebut juga dengan vasektomi merupakan salah satu jenis kontrasepsi bagi pria. Keikutsertaan pria dalam penggunaan Metode Operasi Pria (MOP) menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan suami dalam membantu keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Capaian Metode Operasi Pria (MOP) Desa Karanganyar pada tahun 2016 hingga 2018 masih 0% dan masih sangat jauh dari target nasioanal yaitu 4,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan Metode Operasi Pria (MOP). Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Untuk memperoleh kelengkapan data dilakukan wawancara mendalam kepada responden yang termasuk pengguna jenis kontrasepsi Metode Operasi Pria (MOP). Populasi dalam penelitian ini adalah pria usia subur yang memiliki anak minimal 2 anak dengan jumlah 1241. Penentuan sampel penelitian menggunakan rumus analitik kategorik tidak berpasangan dan didapatkan sampel sebanyak 78 responden. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Hasilnya sebanyak 0,5% responden telah menggunakan Metode Operasi Pria (MOP), sedangkan 95,5% responden tidak menggunakan Metode Operasi Pria (MOP). Pada uji chi-square menunjukkan variabel yang tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan Metode Operasi Pria (MOP) tingkat pendidikan (p = 0,119), pendapatan (p = 0,525), jumlah anak (p = 1,000), pengetahuan (p = 1,000), sikap (p = 0,147), keyakinan (p = 0,007). Sedangkan variabel yang berhubungan dengan penggunaan Metode Operasi Pria (MOP) yaitu ketersediaan informasi (0,000), sikap dan perilaku istri (p = 0,002), sikap dan perilaku kader KB (p = 0,001) serta sikap dan perilaku PLKB ( p= 0,003). Kata kunci : Keluarga Berencana, Kontrasepsi Pria, Metode Operasi Pria (MOP

    GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA WARGA PEDULI AIDS (WPA) DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KASUS HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONCOL

    Get PDF
    Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah menempati urutan pertama kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Tengah dengan jumlah kumulatif sebanyak 5.875 kasus. Puskesmas Poncol adalah Puskesmas percontohan dengan cakupan (Layanan Komprehensif Berkesinambunyan) LKB terbaik. Pada upaya untuk mencapai program Three Zero HIV/AIDS Puskesmas Poncol bersama dengan KPA mendampingi organisasi Warga Peduli AIDS (WPA) untuk membantu penanggulangan HIV/AIDS di wilayah Kelurahan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan program kerja WPA di wilayah kerja Puskesmas Poncol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek utama pada penelitian ini berjumlah 9 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek triangulasi pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Proses analisis data dalam penelitian ini dimulai dari pengumpulan data dari hasil wawancara kemudian mereduksi data yang telah dihasilkan. Setelah itu, data disajikan dan disimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan program kerja WPA di wilayah kerja Puskesmas Poncol belum berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari 9 WPA yang di wilayah tersebut hanya ada 1 WPA yang aktif melaksanakan program kerja WPA. Hal ini karena tidak ada dana WPA, rendahnya dukungan dari Kelurahan, serta kurangnya koordinasi antara KPA dengan WPA. Sehingga faktor yang mempengaruhi tidak terlaksana program kerja WPA yaitu tidak terpenuhi komponen input, tidak terlaksana komponen proses dengan baik, rendahnya dukungan lingkungan, sehingga komponen output dan outcome tidak tercapai. Kata kunci : WPA, HIV/AIDS, Three Zero HIV/AID

    ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN BUAH NANAS MADU DI KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG

    Get PDF
    Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen buah nanas madu dan menganalisis preferensi konsumen dalam membeli buah nanas madu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2020 di Kecamatan Belik. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Belik merupakan sentra produksi buah nanas madu. Metode penelitian menggunakan survey dengan jumlah sampel ditentukan sebanyak 100 responden dan menggunakan accidental sampling Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi literatur dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis konjoin. Atribut yang diteliti meliputi harga, warna, rasa dan bentuk buah nanas madu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai buah nanas madu yang memiliki harga >Rp3.500-Rp4.500 per buah, berwarna dominan kuning, memiliki rasa yang manis dan berbentuk potongan saat pembelian. Atribut yang dianggap paling penting bagi konsumen saat membeli buah nanas madu adalah atribut rasa. Kata kunci : konjoin, konsumen, nanas madu, preferens

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇