71404 research outputs found
Sort by
PERPUSTAKAAN SUMBER BELAJARKU
PERPUSTAKAAN SUMBER BELAJARKU
Oleh: Endang Fatmawati
Jika waktu bisa terulang kembali
Kuingin berlari mendekat ke tepi
Matahari pagi bersinar kembali
Seolah menyapaku sambil berlari
Perpustakaan tempatku meraih mimpi
Menggapai asa dengan berbagai informasi
Literatur beragam membuatku mencari
Belajar mandiri menggapai literasi
Duhai sungguh menjadi tempat berar
Bahagiaku untuk menjemput prestasi
Buku pengetahuan untuk membuka diri
Penuh makna yang menginspirasi
Wahai perpustakaan harapanku
Bersamamu terasa semua berar
Kuingin terbang kembali
Mengasah diri dengan kompetensi
Dengan doa dan ketekunan diri
Kuyakin akan meraih kesuksesan diri
Melalui perpustakaan sumber informas
HUBUNGAN PERILAKU PSN 3M PLUS DAN KONDISI LINGKUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK AEDES SPP DI WILAYAH BUFFER PELABUHAN LAUT KAIMANA
Kejadian DBD merupakan keterkaitan hubungan yang saling mempengaruhi antara host dan vektor serta agent.Terdapatnya jentik Aedesspp pada area buffer Pelabuhan tidak dapat dibiarkan begitu saja tanpa tindakan pemberantasan karena akan menambah jumlah nyamuk Aedes sppyang dapat menularkan penyakit.Kenaikan kejadian penyakit DBD terjadi di wilayah buffer Pelabuhan Laut Kaimana pada setiap tahunnya.Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku PSN 3M Plus dan Kondisi Lingkungan Dengan Keberadaan Jentik Aedes spp. Subjek penelitian adalah kepala keluarga/ibu rumah tangga dengan total sampel 81 dan survey larva tunggal dilakukan untuk mengetahui spesies nyamuk penyebab penyakit DBD di wilayah buffer Pelabuhan Laut Kaimana. Peneliti menggunakan metode observasional analitik dan uji statistik chi square. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan meliputi Tempat Penampungan Air yang tidak berpenutup dengan nilai signifikansi 0,015 dan jendela yang tidak berfungsi dengan baik dengan nilai signifikansi 0,016.
Kata Kunci : Perilaku PSN, Kondisi Lingkungan, Aedes sp
HUBUNGAN KARATERISTIK LINGKUNGAN DENGAN KEPADATAN NYAMUK CULEX SPP. DI WILAYAH ENDEMIS FILARIASIS KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG
Filariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filarial yang ditularkan oleh gigitan nyamuk (Culidae). Keberadaan vektor filariasis dapat dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karateristik lingkungan dengan kepadatan nyamuk Culex spp. di Wilayah Endemis Filariasis Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah nyamuk yang tertangkap di Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Analisis data menggunakan uji kolerasi spearman, kelembaban udara di luar rumah (p= 0,014 ; r=0,68 ), kecepatan angin di dalam rumah (p= 0,017; r= 0,67), pencahayaan di dalam rumah (p= 0,043 ; r= -0,59) Desa Kebumen terdapat hubungan yang kuat dengan kepadatan nyamuk Culex spp.. Kecepatan angin di luar rumah (p= 0,047 ; r= -0,58 ) terdapat hubungan kuat dengan kepadatan nyamuk Culex spp. di Desa Banyubiru. Kesimpulan, karakteristik lingkungan yang berhubungan dengan kepadatan nyamuk Culex spp. adalah kelembaban, kecepatan angin, dan pencahayaan. Disarankan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan dan pengendalian vektor filariasis.
Kata kunci : Kepadatan nyamuk, suhu, kelembaban, kecepatan angin, pencahayaa
GAMBARAN PRAKTIK UPAYA PREVENTIF TERKAIT HIGIENE PERSONAL MAHASISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19
COVID-19 merupakan pandemi global dan masih terus berlangsung karena belum ada obat untuk penyembuhannya. Upaya preventif terkait higiene personal sangat dibutuhkan untuk meminimalisir risiko tertular COVID-19, terlebih bagi mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa dan dapat membawa dampak yang besar bagi lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran praktik preventif terkait higiene personal pada mahasiswa saat pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu mahasiswa aktif Strata Satu (S1). Sampel dalam penelitian ini sejumlah 429 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu quota sampling dengan minimal sampel sebanyak 400 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah angket yang disebar luaskan secara online dalam bentuk google form melalui media sosial. Hasil analisis univariat menunjukan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (72,00%) dan berkuliah di bidang ilmu non kesehatan (81,10%). Responden lebih banyak yang memiliki tingkat pengetahuan terkait higiene personal dengan kategori baik (64,60%), memiliki sikap terkait higiene personal dengan kategori baik (55,50%), dan memiliki praktik terkait higiene personal dengan kategori baik (55,00%). Mayoritas responden memperoleh sumber informasi seputar COVID-19 dari 3 atau lebih sumber media (76,00%) dan paling banyak mengakses dari media massa (94,40%). Hasil analisis bivariat menunjukkan responden yang memiliki praktik terkait higiene personal sebagai upaya preventif COVID-19 yang baik yaitu responden yang berjenis kelamin perempuan (62,80%), berkuliah pada bidang ilmu kesehatan (72,80%), memiliki tingkat pengetahuan yang baik (58,80%) dan memiliki sikap yang baik (73,90%). Responden yang berjenis kelamin perempuan, berkuliah di bidang ilmu kesehatan, memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan yang memiliki sikap dengan kategori baik lebih banyak yang menerapkan praktik preventif terkait higiene personal selama masa pandemic COVID-19.
Kata Kunci : Kasus COVID-19; higiene personal; praktik; pencegahan; mahasisw
ANALISIS IMPLEMENTASI SARANA ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) SEBAGAI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DI AREA PRODUKSI PT. X
AIat pemadam api ringan (APAR) adaIah saIah satu dari beberapa jenis sistem proteksi kebakaran aktif yang digunakan apabiIa keadaan darurat kebakaran di tempat kerja. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana impIementasi sarana AIat Pemadam Api Ringan (APAR) di area produksi PT. X. Jenis peneIitian yang digunakan adaIah peneIitian deskriptif dengan pendekatan kuaIitatif. PengumpuIan data diIakukan dengan wawancara mendaIam secara daring meIaIui apIikasi teIekonferensi dan teIepon, dengan meIibatkan 5 (Iima) informan utama dan 2 (dua) informan trianguIasi. HasiI dari peneIitian ini didapatkan bahwa HasiI dari peneIitian ini didapatkan bahwa sarana aIat pemadam api ringan yang berada di area produksi PT. X teIah diimpIementasikan sesuai dengan peraturan yang berIaku, meIiputi jenis APAR yang dipakai, kondisi APAR yang terpasang, pemasangan APAR, dan PemeIiharaan APAR, sehingga perusahaan memiIiki APAR yang sudah siap untuk dipakai secara efektif dan maksmimaI. Namun masih terdapat beberapa kekurangan seperti ukuran tanda yang beIum sesuai dengan yang dianjurkan, tinggi tanda APAR yang beIum sesuai, dan tidak diIakukannya percobaan tekan terhadap APAR yang ada di area produksi PT.X. PeneIiti menyarankan kepada PT. X untuk menyesuaikan ukuran dan tinggi tanda APAR dan meIakukan percobaan tekan pada APAR sesuai dengan yang dianjurkan.
Kata Kunci : Alat Pemadam Api Ringan, Kebakara
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PELACAKAN KONTAK (CONTACT TRACING) COVID-19 DI PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG
Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kota Semarang terus mengalami peningkatan, khususnya di Kecamatan Tembalang. Pelacakan kontak (contact tracing) yang baik menjadi kunci utama dalam memutus rantai transmisi COVID-19 sebagai upaya pelacakan dan deteksi dini pada orang-orang yang rentan terinfeksi virus COVID-19 . Puskesmas Kedungmundu merupakan puskesmas di Kecamatan Tembalang yang aktif dalam melaksanakan pelacakan kontak (contact tracing) COVID-19. Namun cakupan dari pelaksanaan pelacakan kontak COVID-19 di Puskesmas Kedungmundu tergolong masih rendah. Dari hal tersebut maka diperlukan evaluasi dari aspek konteks, aspek input, aspek proses dan aspek produk mengenai bagaimana pelaksanaan program pelacakan kontak (contact tracing) COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode indepth interview yang dipilih berdasarkan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian sebagai informan utama meliputi Kepala Puskesmas, Koordinator Program Pelacakan Kontak (Contact Tracing) dan Tim Tracer. Sedangkan Babinsa, Babhinkamtibmas, Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Masyarakat menjadi informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pelaksanaan masih terkendala pada kurangnya kerjasama dari masyarakat, serta jumlah dan kompetensi tim tracer. Aspek konteks meliputi kebutuhan, masalah, sasaran yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Aspek input meliputi pedoman, rencana aksi, tenaga pelaksana, anggaran dan sarana prasarana yang dapat mendukung pelaksanaan pelacakan kontak. Aspek proses yaitu identifikasi, pendataan, serta tindak lanjut kontak erat. Sedangkan aspek produk merupakan hasil cakupan yang dapat digunakan untuk perencanaan pada periode selanjutnya.
Kata kunci : Pelacakan kontak , contact tracing, COVID-1
POLA PERILAKU PENCEGAHAN KTD DAN PENULARAN IMS PADA ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG
Anak jalanan adalah anak berusia dibawah 18 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya hidup dijalanan atau tempat umum lainnya. Kurangnya pengawasan dan pendidikan terhadap anak jalanan terutama pada usia remaja membuat anak jalanan memiliki risiko seks pranikah yang tinggi. Seks pranikah adalah faktor risiko utama terhadap terjadinya kehamilan tidak diinginkan dan penularan infeksi menular seksual. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku anak jalanan di Kota Semarang dalam menghindari dampak perilaku seks pranikah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan subjek penelitian menggunakan angket. Subjek penelitian berjumlah 2 orang anak jalanan berjeis kelamin perempuan dan sudah pernah melakukan seks pranikah. Subjek penelitian triangulasi sejumlah 2 orang yang merupakan orang tua dan pengasuh dari subjek penelitian. Data penelitian diambil dengan teknik wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan KTD dan IMS subjek penelitian masih buruk. Kedua subjek penelitian sudah pernah mengalami kehamilan tidak diinginkan. Mereka tidak pernah mencari informasi mengenai dampak seks pranikah dan cara mencegahnya. Mereka juga tidak pernah melakukan konsultasi kespro dengan petugas kesehatan. Untuk mencegah tertularnya IMS mereka hanya berhati-hati dalam memilih pasangan, memilih setia pada pacar, atau menggunakan kondom. Untuk mencegah kehamilan mereka menggunakan kondom atau senggama terputus. Sayangnya pencegahan tersebut tidak dilakuka dengan benar sehingga menyebabkan subjek penelitian mengalami kehamilan tidak diinginkan.
Kata kunci : Anak jalanan, Seks pranikah, Pencegahan KTD dan IM
ANALISIS HUBUNGAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA BORONGAN di PT X
Latar Belakang: Produktivitas kerja seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung. Motivasi kerja merupakan salah satu yang mempengaruhi produktivitas kerja, berdasarkan teori Maslow motivasi kerja seseorang berbanding lurus dengn tingkat kebutuhannya, dimana semakin tingi kebutuhan yang harus terpenuhi maka semakin tinggi pula motivasi seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Di PT X telah terjadi tidak terpenuhinya target harian yang harus di capai oleh pekerja borongan selama kurun waktu 1 tahun terakhir. Tujuan: Untuk mengetahui hasil analisis hubungan motivasi kerja terhadap produktivitas pekerja borongan di PT X. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah dengan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja borongan di PT X dengan jumlah sampel 31 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampling total. Hasil: tidak ada hubungan antara motivasi internal dengan produktivitas kerja pada pekerja borongan karna p = 0,935 > α = 0,05. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara motivasi eksternal dengan produktivitas kerja pada pekerja borongan karena p = 0,009 < α = 0,05. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara motivasi intternal dengan produktivitas kerja pekerja borongan di PT X (p-value:0,935) dan ada hubungan antara motivasi eksternal dengan produktivitas pekerja borongan di PT X (p-value:0,009).
Kata kunci : Motivasi, Lingkungan Kerja, Keselamatan Kerja, Produktivita