71404 research outputs found
Sort by
STUDI KUANTITATIF: HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK, POSTUR, DAN MASA KERJA TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA CUCI MOBIL DAN MOTOR DI KELURAHAN CIGANJUR
MSDs atau musculoskeletal disorders merupakan keluhan atau gangguan yang dirasakan oleh seseorang pada bagian muskuloskeletal yang meliputi bagian sendi, syaraf, otot maupun tulang belakang akibat pekerjaannya yang tidak alamiah. Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal yaitu umur, kebiasaan merokok, masa kerja, beban kerja fisik dan postur kerja Pencucian mobil dan motor merupakan salah satu usaha sektor informal yang memiliki risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal pada pekerjanya. penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara beban kerja fisik, postur dan masa kerja terhadap keluhan muskuloskeletal pada pekerja cuci mobil dan motor di Kelurahan Ciganjur.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan total responden sebanyak 23 orang. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu beban kerja fisik, postur kerja dan masa kerja, sedangkan variabel terikatnya adalah keluhan muskuloskeletal. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan form REBA. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara postur kerja (p-value = 0,011) dan masa kerja (p-value = 0,005) dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja cuci mobil dan motor di Kelurahan Ciganjur.Dari hasil penelitian didapatkan keluhan muskuloskeletal dapat dipengaruhi oleh faktor postur kerja dan masa kerja.
Kata kunci :Beban kerja fisik,keluhan muskuloskeletal, masa kerja, postur kerj
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF BERPARTIKEL AKHIR PADA DRAMA JEPANG NIGERU WA HAJI DAGA YAKUNITATSU ドラマ「逃げるは恥だが役に立つ」における表現発話行為にくっ付いた終助詞の意味
ABSTRACT
Hanif, Muhammad Amiruddin. 2021. “Analisis Tindak Tutur Ekspresif Berpartikel Akhir pada Drama Jepang Nigeru wa Haji da ga Yakunitatsu”. Thesis Departement of Japanese Language and Culture Faculty of Humanities, Diponegoro University. Advisor: Lina Rosliana S.S, M.Hum.
The Purposes of this research is to analyze the meaning of expressive speech act’s when coupled with Japanese sentence-ending particles and to analyze the function of Japanese sentence-ending particles when coupled with expressive speech in the drama Nigeru wa Haji da ga Yakunitatsu
The theory used in this research is Speech Acts Theory by George Yule. This theory used to analyze the meaning of expressive speech act when coupled with Japanese sentence-ending particle that used in drama Nigeru wa Haji da ga Yakunitatsu. The second theory used in this research is Japanese sentence-ending particle by Naoko CHino. This theory is used to analyze the function of Japanese sentence-ending particles when coupled with expressive speech.
Keywords: speech act, expressive, sentence-ending particle, drama
FULLY FUZZY INTERVAL INTEGER TRANSPORTASION PROBLEM WITH LEVEL-BOUND METHOD
Fully fuzzy interval integer transportation problem are transportation problem that
supply, demand, and transportation costs are fuzzy interval integer, where in this
discussion at each interval boundary using fuzzy numbers with triangular fuzzy
numbers. This final project discusses the solution of fully fuzzy interval integer
transportation problem by changing the fuzzy interval parameters into crisp
numbers by using Level-Bound Methods, which are then solved by Least Cost
Method, Modified Distribution Method and Zero Point Method. Furthermore, it is
shown that the Level-Bound Method can provide an optimal solution to the
minimum case of fully fuzzy interval integer transportation problem, both balanced
and unbalanced.
Keywords: Fully fuzzy interval integer transportation problem, fuzzy interval
integer, Level-Bound Methods
PENENTUAN PREMI TUNGGAL BERSIH KONTINU PADA STATUS HIDUP TUNGGAL BERDASARKAN HUKUM MORTALITA MAKEHAM
Asuransi jiwa pada status hidup tunggal (single life) merupakan suatu
perjanjian asuransi yang berhubungan dengan suatu keadaan yang berhubungan
dengan hidup dan matinya seseorang yang ditentukan oleh satu orang. Dengan
adanya asuransi dan mendapatkan premi diharapkan dapat menjadi tolak ukur agar
seseorang memproteksikan dirinya maupun keluarganya untuk menghadapi hari
esok. Berdasarkan waktu pembayaran santunan, asuransi dibagi menjadi dua
macam yaitu asuransi jiwa secara diskrit dan asuransi jiwa secara kontinu. Asuransi
jiwa diskrit adalah asuransi yang pembayaran santunan dilakukan pada akhir tahun
polis, dimana yang dimaksud dengan tahun polis adalah tahun pada saat
tertanggung meninggal dunia. Sedangkan asuransi jiwa kontinu adalah asuransi
yang pembayaran santunannya dilakukan pada saat kematian tertanggung. Pada
asuransi jiwa, premi tunggal bersih yang akan dibayarkan oleh pemegang
polis merupakan syarat diperolehnya perlindungan asuransi. Premi tunggal bersih
merupakan premi yang pembayarannya dilakukan satu kali pada saat kontrak
disetujui. Premi ini hanya memperhatikan perkiraan tingkat suku bunga dan tingkat
mortalita tanpa perlu memperhatikan perkiraan tingkat biaya. Berdasarkan hasil
analisis, diketahui bahwa besarnya premi tunggal bersih pada asuransi jiwa kontinu
berdasarkan hukum mortalita Makeham dipengaruhi oleh faktor diskonto, peluang
hidup berdasarkan hukum mortalita Makeham dan tingkat kematian sesaat
berdasarkan hukum mortalita Makeham. Berdasarkan formula yang telah diperoleh
nilai premi tunggal bersih kontinu lebih besar dibandingkan nilai premi tunggal
bersih dan nilai premi tunggal bersih kontinu menurut hukum mortalita Makeham
lebih besar dibandingakan nilai premi tunggal bersih kontinu berdasarkan Tabel
Mortalita Indonesia tahun 2011.
Kata kunci : Asuransi Jiwa, Hukum Mortalita Makeham, Premi Tunggal Bersih
Kontinu, Status Hidup Tunggal