Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NYERI LEHER PADA PENGGUNA SMARTPHONE (Studi Pada Masyarakat Umum di Pulau Jawa Tahun 2020)

    Get PDF
    Smartphone merupakan salah satu gadget yang sudah sangat umum di era global ini. Penggunaan smartphone memiliki banyak manfaat, namun apabila digunakan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri leher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubunan dengan nyeri leher pada pengguna smartphone. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna smartphone yang berdomisili di Pulau Jawa yang ber usia lebih dari 18 tahun. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan besar sampel sebanyak 949 responden. Instrumen yang digunakan berupa angket yang disebarkan secara daring. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 56,8% responden mengalami nyeri leher. Faktor-faktor yang berhubungan dengan nyeri leher adalah durasi (0,008), postur leher (p<0,001), dan status adiksi smartphone (p<0,001). Dapat disimpullan bahwa durasi, postur leher, dan status adiksi smartphone merupakan faktor kejadian nyeri leher pada pengguna smartphone. Membatasi penggunaan smartphone dan membiasakan diri untuk menggunakan smarthone dengan postur leher yang baik dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian nyeri leher. Kata Kunci : Nyeri Leher, Smartphone, Postur, Durasi, Adiksi Smartphon

    PENGARUH JUMLAH MODA TRANSPORTASI DAN PENUTUPAN INDUSTRI TERHADAP KUALITAS UDARA PADA PSBB SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI DKI JAKARTA

    Get PDF
    Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah, termasuk Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan konsentrasi pencemaran udara sebelum dan selama PSBB menggunakan metode deskriptif-analitik dengan analisis korelasi kualitas udara (CO, NO2, SO2, O3, dan PM10), jumlah moda transportasi yang didasarkan pada volume lalu lintas kendaraan, dan penutupan industri. Secara keseluruhan, jumlah moda transportasi lebih berdampak daripada penutupan industri. PSBB berdampak pada penurunan kadar CO 72,4%, NO2 (78%), dan SO2 (0,35%). Koefisien korelasi jumlah moda transportasi dengan CO (R=0,259; p<0,001), NO2 (R=0,384; p<0,0001), SO2 (R=0,372; p<0,0001), penutupan industri dengan SO2 (R =-0,364; p<0,006). Mayoritas kendaraan bermotor dan industri menggunakan bahan bakar fosil. Pembatasan kendaraan dan industri mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Penurunan emisi akan mempengaruhi kualitas udara. Pembatasan jumlah industri dan kendaraan pada saat PSBB mengurangi emisi gas buang secara signifikan. Kata Kunci : Covid-19, PSBB, Lockdown, Kualitas Udara, Jakart

    STUDI KUANTITATIF: HUBUNGAN IKLIM KERJA, POSTUR KERJA DAN MASA KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI LINGUNGAN GETAP BARAT KOTA MATARAM

    Get PDF
    Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan yang dirasakan oleh tenaga kerja dan dapat menimbulkan penurunan vitalitas dan produktivitas kerja. Kelelahan kerja bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya iklim kerja, postur kerja dan masa kerja. Salah satu pekerjaan yang terpapar iklim kerja adalah pekerjaan di bengkel las. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan iklim kerja, postur kerja dan masa kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja bengkel las. Variabel bebas berupa iklim kerja, postur kerja serta masa kerja dan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel pada penelitian yaitu berjumlah 75 pekerja dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square tingkat kepercayaan 95%.Hasil menunjukkan variabel iklim kerja berhubungan terhadap kelelahan kerja dengan nilai p = 0,041, variabel postur kerja berhubungan terhadap kelelahan kerja dengan nilai p = 0,027, dan variabel masa kerja berhubungan terhadap kelelahan kerja dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan bahwa iklim kerja, postur kerja dan masa kerja berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bengkel las. Kata Kunci: Kata kunci: Kelelahan Kerja, Iklim Kerja, Postur Kerja, Masa kerj

    FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KELELAHAN KERJA DI SENTRA PENGASAPAN IKAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan kerja yang masih sering diabaikan. Kelelahan kerja dapat menyebabkan performa kerja menurun, menimbulkan ketidaknyamanan, menurunkan produktivitas dan meningkatkan kesalahan saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah usia, jenis kelamin, status gizi, beban kerja, masa kerja dan tekanan panas merupakan faktor risiko kelelahan kerja di pengasapan ikan Bandarharjo kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini menggunakan metode sampling dari populasi yang diambil dari pekerja di sentra pengasapan ikan yang berjumlah 55 pekerja. Variabel bebas berupa usia, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, beban kerja dan tekanan panas, sedangkan variable terikat berupa kelelahan kerja. Pengambilan data kelelahan kerja dilakukan menggunakan reaction timer, pengukuran nadi menggunakan pulse oximeter, tekanan panas menggunakan Area Heat Stress Monitor, tinggi badan menggunakan microtoise, berat badan menggunakan timbangan dan karakteristik pekerja menggunakan kuesioner. Berdasarkan analisis menunjukkan 85,5% pekerja mengalami kelelahan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia, status gizi, beban kerja dan tekanan panas merupakan faktor risiko terjadinya kelelahan kerja di Sentra pengasapan ikan Bandarharjo Kota Semarang. Besar tekanan panas 6 kali lebih berisiko (p-value = 0,012 , OR = 6,833), usia 4 kali lebih berisiko (p-value = 0,037, OR = 4,875) , status gizi 4 kali lebih berisiko (p-value = 0,036, OR =4,861) , dan beban kerja 5 kali lebih berisiko (p-value = 0,029, OR = 5,813) mengalami kelelahan kerja. Kata Kunci : KelelahanKerja, TekananPanas, Status Gizi, PengasapanIka

    GAMBARAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT BERSUMBER RODENSIA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK TAHUN 2021

    Get PDF
    Pelabuhan sebagai tempat dengan aktifitas yang padat dan lingkungan yang mendukung sebagai tempat perkembangbiakan tikus serta ektoparasit. Surveilans Rodent yang dilakukan oleh KKP Tanjung Priok selama ini hanya berfokus pada Pinjal dan cenderung mengabaikan ektoparasit lain. Disisi lain ektoparasit seperti caplak, tungau dan kutu juga merupakan vektor penyakit yang harus dikendalikan sama seperti rodent dan pinjal. Keanekaragam Ektoparasit yang tinggi pada Tikus yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok dikhawatirkan berpotensi menjadi superspreader penyakit, sehingga perlu diketahui risiko yang ada sebagai upaya kewaspadaan terhadap emerging disease dan reemerging disease di pintu masuk negara seperti Pelabuhan. Sehingga diperlukan informasi yang dapat menggambarkan faktor risiko ektoparasit secara menyeluruh pada tikus sebagai pertimbangan pelaksanaan surveilans dan pengendalian ektoparasit di masa mendatang. Dilakukan pemasangan perangkap tikus di Pelabuhan Tanjung Priok selama 5 hari kerja dengan hasil ditemukan 4 spesies tikus yaitu Bandicota indica, Rattus norvegicus, Rattus tanezumi dan Mus musculus, untuk ektoparasitnya ditemukan 4 spesies yaitu Xenopsylla cheopis, Hoplopleura pacifica, Laelaps echinidus dan Ixodes sp. Indeks keanekaragaman dihitung menggunakan rumus Shanon-Wienner, hasilnya Indeks keanekaragaman Tikus secara umum adalah 1,08 dan termasuk kriteria keragaman sedang. Kata Kunci : ektoparasit, tikus, keanekaragama

    HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA SISWA KELAS XI SMAN 6 KOTA TANGERANG SELATAN

    Get PDF
    Kehidupan manusia mengalami perkembangan dan pertumbuhan, salah satunya adalah masa remaja. Terdapat berbagai macam perubahan yang dialami oleh remaja diantaranya yaitu terjadinya perubahan pada fisik, minat, sikap, dan peran yang harus dilakukan pada remaja. Fenomena perubahan fisik yang terjadi berpotensi mempengaruhi kepercayaan diri pada remaja karena berkaitan dengan body image atau citra tubuh yang dimiliki remaja tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara Body Image dengan Kepercayaan Diri pada Remaja Siswa Kelas XI di SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa kelas XI SMAN 6 Kota Tangerang Selatan sebanyak 160 orang. Subjek digunakan untuk uji coba alat ukur dalam penelitian ini adalah sejumlah 60 orang dan 100 orang untuk penelitian yang diambil menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Body Image (25 aitem; α = 0,891) dan Skala Kepercayaan Diri (25 aitem; α =0,838). Analisis data dilakukan dengan analisis Regresi Sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil koefisien korelasi (rxy) antara Body Image dengan Kepercayaan Diri sebesar 0,360 dengan signifikansi p = 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil Korelasi tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara body image dengan kepercayaan diri. Artinya bahwa semakin tinggi nilai body image subjek, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri subjek penelitia

    PERUBAHAN KUALITAS AIR SUNGAI DAN WATERBORNE DISEASES DI KABUPATEN BOYOLALI (STUDI AIR SUNGAI GANDUL, SUNGAI CEMORO, DAN SUNGAI PEPE)

    Get PDF
    Pencemaran lingkungan dapat terjadi akibat dari kegiatan industri, peternakan, pertanian dan aktivitas domestik. Terdapat beberapa parameter yang mengidentifikasikan pencemaran dan menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat serta mengganggu ekosistem perairan antara lain BOD, COD, DO, Deterjen dan Fecal Colifrom. Di negara – negara berkembang berpenduduk banyak seperti India, Bangladesh termasuk Indonesia, 85% cemaran air permukaan berasal dari aktivitas domestik. Pencemaran lingkungan pada air dapat menimbulkan berbagai macam penyakit di masyarakat yang tinggal sekitarnya. Menurut WHO (World Health Organization) terdapat 829.000 kematian pada tahun 2016 akibat penyakit diare, salah satu faktornya ialah pencemaran air.Penelitian data sekunder ini menganalisis parameter kualitas air sungai (BOD, COD, DO, Deterjen dan Fecal Coliform) dengan kejadian Waterborne diseases di Kabupaten Boyolali tahun 2017 – 2019. Penelitian ini merupakan penelitian jenis time seriesdengan rancangan penelitian data sekunder. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder kualitas air sungai (Sungai Gandul di daerah Cepogo, Sungai Pepe di daerah Boyolali, dan Sungai Cemoro di daerah Simo) dan kejadian waterborne diseases di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan merupakan data tahunan selama 3 tahun yaitu dari 2017 hingga 2019. Data kualitas diolah dengan metode indeks pencemaran kemudian di analisis uji beda berpasangan wilcoxon serta pemetaan cluster – outlier Moran’s. Hasil perhitungan indeks pencemaran yang diperoleh kondisi dalam status tercemar ringan namun beberapa titik sungai mengalami kondisi cemar sedang. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas air sungai saat musim hujan dengan musim kemarau. Risiko penyebaran waterborne diseases tertinggi di Kecamatan Wonosegoro dan Kecamatan Klego. Kata Kunci : indeks pencemaran, sungai, waterborne diseases, musi

    EVALUASI ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN SAMPAH PASAR TRADISIONAL KEDUNGGALAR KECAMATAN KEDUNGGALAR KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR

    Get PDF
    Pasar Kedunggalar adalah pasar tipe A yang menjual kebutuhan sehari-hari. Selama masa pandemi jumlah sampah yang dihasilkan meningkat sekitar 20%. Sampah yang dihasilkan terdiri dari sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3. Besarnya peningkatan sampah yang dihasilkan memiliki potensi dalam penyebaran penyakit akibat perindukan vektor apabila sampah tidak diolah dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengevaluasi aspek-aspek pengelolaan sampah di Pasar Kedunggalar Ngawi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional yang dilakukan dengan wawancara secara mendalam dengan menggunakan kuesioner terbuka dan pengamatan langsung dengan menggunakan lembar observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 Informan utama dan 5 informan triangulasi yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian adalah aspek-aspek pengelolaan sampah yang meliputi teknik operasional, peraturan, kelembagaan, pembiayaan, dan peran serta masyarakat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwarata-rata sampah yang dihasilkan mencapai 64,576 kg/hari. Penilaian evaluasi pengelolaan sampah mendapatkan presentase total sebesar 72,60% untuk kategori sesuai dan 27,39% untuk kategori belum sesuai. Presentase kesesuaian dapat dikatakan masih rendah dan belum memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013. Masalah yang ditemukan adalah belum adanya pemilahan sampah, penempatan tempat sampah kurang merata, sampah yang berserakan diarea pasar, tidak ada perda pengelolaan sampah, belum adanya penerapan sanksi, jumlah SDM belum memenuhi syarat, tidak ada pelatihan bagi SDM mengenai pengelolaan sampah.Untuk mendukung program pasar sehat dengan peningkatan kualitas aspek-aspek pengelolaan sampah yang meliputi aspek teknik operasional, peraturan, kelembagaan, pembiayaan, dan peran serta masyarakat. Kata Kunci : Pengelolaan, Sampah, Pasar, Evaluas

    KETERKAITAN KANDUNGAN ZAT GIZI DAN SKOR KERAGAMAN PANGAN DENGAN FAKTOR BIAYA SATUAN PENYELENGGARAAN MAKANAN UNTUK TENAGA KERJA KESEHATAN

    Get PDF
    Kandungan zat gizi serta keragaman pangan pada makanan yang disajikan untuk tenaga kerja kesehatan adalah merupakan hal yang penting untuk menunjang kinerja pekerja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ketersediaan zat gizi dan keragaman pangan pada makanan adalah biaya satuan penyelenggaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan kandungan zat gizi dan keragaman pangan dengan faktor biaya satuan penyelenggaraan makanan yang disajikan untuk tenaga kerja kesehatan. Penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan desain studi cross sectional. Sampel penelitian adalah 42 jenis menu makanan yang disajikan di waktu yang berbeda untuk karyawan di sebuah rumah sakit swasta Surakarta. Variabel terikat pada penelitian ini adalah biaya satuan makanan dan variabel bebasnya adalah kandungan energi, karbohidrat, protein dan lemak serta skor keragaman pangan yang didapat dengan dengan metode food weighing lalu dianalisa dengan menggunakan nutrisurvey. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan kandungan energi (p=0,001), karbohidrat (p=0,028), protein (p=0,002), dan lemak (p=0,001) memiliki keterkaitan yang signifikan dengan biaya satuan penyelenggaraan makanan. Sedangkan skor keragaman pangan (p=0,361 ) tidak memiliki keterkaitan dengan biaya satuan penyelenggaraan makanan. Kandungan zat gizi yang tinggi dapat dipengaruhi oleh biaya satuan penyelenggaraan yang tinggi pula, sedangkan tinggi rendahnya biaya satuan tidak memiliki keterkaitan dengan keberagaman pangan pada makanan. Kata kunci : Kandungan Zat Gizi, Skor Keragaman Pangan, Biaya Satuan, Penyelenggaraan Makanan, Tenaga Kerja Kesehata

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇