Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KESEGARAN JASMANI PADA REMAJA PUTRA (STUDI DI SMK KI AGENG JAGO DEMAK)

    Get PDF
    Kebiasaan merokok dan kadar hemoglobin yang rendah berdampak pada kesegaran jasmani sehingga dapat mengganggu aktivitas fisik seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dan kadar hemoglobin dengan kesegaran jasmani pada remaja putra. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putra kelas XI SMK Ki Ageng Jago Demak. Subjek penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode clustered random sampling. Jumlah subjek setiap kelas dihitung secara proporsional. Subjek yang diteliti sebanyak 45 responden. Data primer diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner (karakteristik responden dan kebiasaan merokok), kadar hemoglobin diukur menggunakan metode cyanmethemoglobin sedangkan kesegaran jasmani menggunakan Multistage Fitness Test.Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan merokok pada 25 siswa (55,6%) tergolong dalam perokok ringan, sebanyak 23 siswa (51,1%) tergolong anemia, tingkat kesegaran jasmani 24 siswa (53,3%) termasuk kategori kurang, dan aktivitas fisik 23 siswa termasuk kategori ringan (51,1%). Terdapat hubungan yang bermakna pada kebiasaan merokok dengan kesegaran jasmani (ρ=-0,406, p=0,006), kadar hemoglobin dengan kesegaran jasmani (ρ=0,372, p=0,012), aktivitas fisik dengan kesegaran jasmani (ρ=0,447, p=0,002). Disimpulkan bahwa variabel kebiasaan merokok, kadar hemoglobin dan aktivitas fisik memiliki hubungan dengan kesegaran jasmani. Variabel kebiasaan olahraga, tingkat kecukupan energi, protein dan lemak tidak memiliki hubungan dengan kesegaran jasmani. Kata kunci : kebiasaan merokok, kadar hemoglobin, kesegaran jasman

    ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DAN HUBUNGAN INTERPERSONAL TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA KONVEKSI BAGIAN PENJAHITAN DI ANEKA GARMENT GUNUNGPATI SEMARANG

    Get PDF
    Kondisi pekerjaan dapat memicu stressor kerja. Segala situasi aktivitas kerja yang dipersepsikan oleh pekerja sebagai sebuah tuntutan, dapat juga menyebabkan stres kerja. Beban kerja mental, hubungan interpersonal, usia, dan masa kerja merupakan beberapa faktor dimana dapat menyebabkan terjadinya stres kerja. Untuk melihat faktor apa saja yang berhubungan dengan stres kerja maka perlu dilakukan uji hubungan analisis bivariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan variabel penelitian yaitu beban kerja mental, hubungan interpersonal, usia, dan masa kerja terhadap stres kerja pada penjahit di Aneka Garment Gunungpati Semarang. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 32 penjahit di Aneka Garment Gunungpati Semarang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Dari uji chi square memperoleh hasil beban kerja mental (p-value: 0.036), hubungan interpersonal (p-value:0.006), usia (p-value: 0.016), dan masa kerja (p-value: 0.093),terhadap stres kerja. Berdasarkan uji chi square dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara beban kerja mental, hubungan interpersonal, dan usia dengan stres kerja pada penjahit di Aneka Garment Gunungpati Semarang. Kata Kunci: beban kerja mental, hubungan interpersonal, stress kerja, penjahi

    Terjebak dalam Lift yang Macet

    Get PDF

    PROSES MORFOLOGI KATA MAIN: AFIKSASI, REDUPLIKASI, DAN KOMPOSISI

    Get PDF

    PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, TEKANAN PANAS, BEBAN KERJA, STATUS GIZI, DAN KONSUMSI CAIRAN TERHADAP KELELAHAN PEKERJA PENGOLAHAN GUDEG CV. X YOGYAKARTA

    Get PDF
    Sektor informal saat ini mengalami proses pertumbuhan yang lebih pesat dibandingkan dengan sektor formal sehingga menjadi salah satu penompang dalam perekonomian Indonesia.Salah satu industri yang bergerak di bidang sektor informal adalah pengolahan gudeg.Pengolahan gudeg merupakan tempat kerja yang memiliki iklim panas yang bersumber dari tungku pembakaran untuk memasak gudeg.Adanya tekanan panas di tempat pengolahan gudeg, akan merangsang tubuh untuk berkeringat dan dapat mengalami kekurangan cairan. Kekurangan cairan merupakan tanda-tanda dari kelelahan kerja. Selain itu faktor yang mempengaruhi lainnya yaitu Faktor individu berupa usia, semakin bertambahnya usia dapat menyebabkan pekerja menjadi mudah lelah. Selain usia, masa kerja pekerja yang bervariasi, ada yang sudah lama atau belum dalam bekerja. Pekerja yang mengalami beban kerja fisik dan beban kerja mental dapat mempengaruhi kejadian kelelahan dibarengi dengan kondisi lingkungan kerja yang panas Tujuan penelitian adalah Menganalisis Pengaruh Karakteristik Individu, Tekanan Panas, Beban Kerja, Status Gizi, dan Konsumsi Cairan terhadap Kelelahan Pekerja Pengolahan Gudeg. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian kuantitatif, metode yang digunakan adalah penelitian cross sectional yang digunakan untuk mengetahui pengaruh yang terjadi antara variabel bebas dan variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Reaction timer,Quest Thermal Enviromental Monitor,Pulse Oxymeter,Subjective Self Rating Test (SSRT) dari Pengolahanal Fatigue Research Committee (IFRC), Kuesioner Nasa TLX, Timbangan, Pengukur tinggi badan, Uji warna urine menggunakan urine tube, dan lembar kuesioner responden.Uji statistik yang digunakan adalah uji univariat dan bivariat uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tidak terdapat pengaruh antara usia, jenis kelamin,dan masa kerja terhadap kelelahan kerja,dan adanya pengaruh antara tekanan panas, beban kerja fisik, beban kerja mental, status gizi, dan konsumsi cairan terhadap kelelahan kerja. Kata kunci : Pengolahan gudeg, karakteristik individu, tekanan panas, beban kerja, status gizi, konsumsi cairan, kelelahan kerj

    KARAKTERISTIK PETANI PENYEMPROT PESTISIDA DI PULAU JAWA (LITERATURE REVIEW)

    Get PDF
    Latar belakang :Penggunaan pestisida seringkali menimbulkan gangguan kesehatan baik terhadap petani maupun masyarakat sebagai konsumen hasil pertanian. Diperkirakan 1 sampai 5 juta kasus gangguan kesehatan akibat pestisida terjadi di dunia setiap tahunnya, dengan kematian mencapai 220.000 jiwa akibat penggunaan dengan dosis yang tidak tepat dan dilakukan secara terus menerus.Tujuan :Studi ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik petani penyemprot terkait paparan pestisida dan gangguan kesehatan pada petani di Pulau Jawa. Metode :Studi ini merupakan telaah sistematis literature review yang dilakukan terhadap penelitian cross sectional yang dipublikasikan antara tahun 2011-2021 pada database online Google Scholar, Science Direct, Scopus dan Springer. Penelitian ini mereview sebanyak 148 artikel dan memasukkan 28 artikel ke dalam telaah sistematis. Hasil :Hasil literature review menunjukkan bahwa karakteristik petani penyemprot pestisida umur petani (30-60 tahun), tingkat pendidikan (SD) dan jenis kelamin (laki-laki) memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan kesehatan.Kesimpulan : Tingkat pendidikan merupakan faktor paling dominan dengan gangguan kesehatan, resiko paparan pestisida pada petani dipicu oleh rendahnya tingkat pengetahuan dan perilaku petani yang kurang menyadari bahaya akan paparan pestisida baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sehingga perlu adanya penyuluhan peningkatan promosi dan pengetahuan akan bahaya paparan pestisida. Kata kunci : Paparan pestisida, gangguan kesehatan, studi literature review, karakteristi

    THE USE OF PLANT LEXICONS AS A METAPHOR IN JAVANESE PROVERB

    Get PDF
    Language as a communication system is a medium for expressing our thoughts, feelings, and opinions. One of the kinds of Javanese expressions that are used is Proverb. A proverb is an expression that contains a parable, it means, there is a thing being compared, then the use of certain lexicons in the proverb is a metaphor. This research aims to reveal the classification of plant lexicons and the representation of plant lexicons as a metaphor and the local wisdom contained in Javanese proverb through a cognitive linguistic approach. The research method used is the library research method. In addition, the referential equivalent method proposed by (Sudaryanto, 2015) is applied to analyze the data by showing a reference to a concept, specifically the concept of plant. At the data collection stage, the researcher used three parts, namely determining the units to be analyzed, determining the data sample, and recording the data. The inference is used by researchers to find the results of data analysis by existing theories. In the analysis of data techniques, the researcher uses qualitative analysis techniques where the researcher tries to construct an understanding of the meaning of plant lexicons as a metaphors and the local wisdom in Javanese proverb. The results showed that the plant lexicons used in Javanese proverb can be classified into 9 categories namely lexicons of tree, leaves, wood, flower, fruit, seed, fruit-shell, wild-plant, and rhizome. The plant lexicons used are the plant which can be found easily in Java. Besides, the representation of plant lexicons as a metaphor in Javanese proverb are plant as the representation of weakness, strength, badness, kindness, woman, old and young. The plant lexicons used to represent a metaphor was based on similar physical characteristic and conceptual blending. In addition, Javanese proverb which use plant lexicons as basic concept also convey several local wisdoms which are (1) teaching about good deeds, (2) being a consistent person, (3) awareness in life, (4) accepting of God’s decree, (5) don’t exceed our limit, (6) hardworking, (7) family ethics, (8) be humble and modest, (9) don’t prejudge someone by his/her looks, (10) optimism, and (11) being fair and equitable

    STUDI KUANTITATIF: KESIAPSIAGAAN PERAWAT TERHADAP KEJADIAN KEBAKARAN PADA RUMAH SAKIT SWASTA X SEMARANG

    Get PDF
    Kesiapsiagaan adalah sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari dampak dari suatu bencana terhadap adanya kerugian berupa harta benda hingga korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sarana proteksi kebakaran dengan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana kebakaran di Rumah Sakit Swasta X Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan studi cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 60 perawat yang ditentukan dengan rumus cross sectional menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil uji analisis penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan (p value=0,011), dan sikap (p value=0,025 ) memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan perawat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana kebakaran di Rumah Sakit Swasta X Semarang. Peneliti menyarankan kepada pihak rumah sakit supaya melengkapi sarana proteksi kebakaran pada seluruh gedung rumah sakit. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Perawat, Kebakara

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇