71404 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI BCG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TBC
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi BCG Sebagai Upaya
Pencegahan Penyakit TBC
XV+ 76 Halaman+ 6 Tabel + 2 Gambar + 13 Lampiran
ABSTRAK
Latar belakang: Imunisasi BCG pada balita sangat perlu diberikan agar terhindar
dari penyakit TBC. Pengetahuan Ibu tentang imunisasi BCG sebagai upaya
pencegahan penyakit TBC ini masih bervariasi. Oleh karena itu, maka fenomena
ini memerlukan pengkajian yang lebih mendalam.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu
tentang imunisasi BCG sebagai upaya pencegahan penyakit TBC
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross
sectional. Menggunakan Teknik sampling jenuh dengan jumlah responden
sebanyak 122 Ibu yang memliki anak penerima imunisasi BCG. Data ditampilan
dalam table distribusi frekuensi.
Hasil: Analisa data pada analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan cross
tabulasi menghasilkan pengetahuan ibu mengenai imunisasi BCG berdasarkan usia
terbanyak yaitu dengan pengetahuan cukup, jumlah responden 54 masuk dalam usia
20-35 tahun. pengetahuan ibu mengenai imunisasi BCG berdasarkan pendidikan
ibu terbanyak yaitu memiliki pengetahuan cukup, jumlah responden sebanyak 36,
dengan pendidikan SD. pengetahuan ibu mengenai imunisasi BCG berdasarkan
pekerjaan ibu terbanyak yaitu memiliki pengetahuan cukup, jumlah responden
sebanyak 59 (48,4%), dengan pekerjaan IRT.
Kesimpulan: Rata-rata pengetahuan ibu tentang imunisasi BCG cukup baik, dan
terdapat ibu dengan tingkat pengetahuan yang masih kurang. Kondisi seperti ini
dapat digunakan sebagai wacana petugas kesehatan untuk meningkatkan frekuensi
Pendidikan Kesehatan kepada ibu-ibu yang memiliki balita.
Kata kunci: Pengetahun, Imunisasi BCG
Daftar Pustaka: 33 (2012-2020
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PEKERJA DAN PENGAWASAN TERHADAP PERILAKU TIDAK AMAN PADA TEKNISI PERAWATAN PESAWAT HANGAR PT X
Perilaku tidak aman merupakan kegagalan dalam menerapkan ketentuan dan prosedur kerja, hingga berdampak pada timbulnya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja pada sektor penerbangan tidak luput dengan kecelakaan akibat kerja yang dapat dialami oleh teknisi saat melakukan perawatan dan perbaikan pesawat. Perkembangan industri penerbangan di Indonesia tidak sebanding dengan ketersediaan jumlah pekerja teknisi penerbangan, sehingga berakibat meningkatnya angka kasus kecelakaan akibat kerja yang dialami oleh teknisi penerbangan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan untuk mengetahui perilaku teknisi dalam penyebab kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pekerja (pengetahuan, sikap, dan masa kerja) dan pengawasan dengan perilaku tidak aman pada teknisi perawatan pesawat hangar PT X. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectionaI. Sampel dalam penelitian ini adalah teknisi mekanik shift I sejumlah 120 orang yang didapatkan secara random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan hasilnya diuji menggunakan uji chi square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara sikap (p-value: 0,000) terhadap perilaku tidak aman pada teknisi perawatan pesawat PT X. Sedangkan pada variabel pengetahuan (p-value: 0,388), masa kerja (p-value: 0,694), dan pengawasan (p-value: 0,305) tidak terdapat hubungan dengan perilaku tidak aman pada teknisi perawatan pesawat PT X. Dari hasil penelitian yang didapat, diharapkan pihak manajemen dapat menambahkan topik pada safety briefing, menambahkan media informasi K3, serta mengupayakan penyediaan serta penggantian APD secara rutin sesuai kebutuhan pekerjanya.
Kata kunci : perilaku tidak aman, pengetahuan, sikap, masa kerja, pengawasa
KAJIAN LITERATUR : PERSEPSI PERAWAT TENTANG CARING PADA PASIEN KRITIS
KAJIAN LITERATUR : PERSEPSI PERAWAT TENTANG CARING
PADA PASIEN KRITIS
xiii + 54 Halaman + 5 tabel + 2 lampiran
Latar Belakang: Intensive Care Unit (ICU) ialah salah satu unit di rumah
sakit yang berfungsi untuk perawatan pasien kritis. Intensive Care Unit (ICU)
ialah suatu bagian dari Rumah Sakit yang terdiri dari staf khusus serta
perlengkapan yang khusus. Tingkah laku persepsi caring meliputi kontrak untuk
memberikan pelayanan keperawatan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan.
Kajian literature ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Persepsi Perawat
tentang caring pada pasien kritis berdasarkan study literature. Metode: Metode
dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan mengidentifikasi artikel terkait
persepsi perawat tentang caring pada pasien kritis melalui Pubmed, Science direct
, google scholar, Research dengan kata kunci: caring perawat,peran perawat/the
role of the nurse , persepsi perawat / the perception of the nurse, pasien kritis/
clitical patient. Sampel yang digunakan adalah perawat icu. Artikel dalam bahasa
Inggris dan Indonesia dengan tahun publikasi 2015-2020.Hasil: Berdasarkan
beberapa literatur yang telah di review didapatkan gambaran perilaku caring
perawat menurut kesan pasien menilai perawat kurang baik dalam bertingkah laku
caring. Kesembuhan pasien serta rasa aman dan nyaman ialah tujuan utama
Caring. Sebanyak 3 penelitian menyatakan bahwa caring perawat pada pasien
kritis menilai caring perawat kurang baik karena masing-masing perawat
mempunyai persepsi yang rendah. Asuhan keperawatan yang baik diberikan
perawat pada pasien ini sangat baik sekali apabila di aplikasikan pada proses
perawatan.Kesimpulan: Berdasarkan hasil review artikel yang tercantum pada
matriks sintesis, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi perawat pada
tingkah laku caring cukup tinggi. Perawat berpersepsi bahwa aspek psikososial
berpengaruh penting terhadap asuhan keperawatan serta mempengaruhi
perkembangan dalam menghambat kematian.
Kata Kunci: persepsi perawat, Caring, pasien kritis
Daftar Pustaka: 43 (2008-2020
ANALISIS RESEPSI OBJEKTIFIKASI SEKSUAL DALAM TAYANGAN PUTERI INDONESIA 2020
The popularity of the Puteri Indonesia beauty pageant contest indicates that the contestants are displayed and promoted through the competition that reproduces the dominant group's ideology. Contestants become effective tools/objects to gain ratings. The contest's popularity makes the audience's reception important to interpreting sexual objectification in the Puteri Indonesia 2020 program. Based on the problem, this study aims to determine the audiences' reception towards the sexual objectification of contestants in the Puteri Indonesia 2020 program. This study's data analysis technique is reception analysis by Stuart Hall and semiotic analysis by Fiske as the initial steps for finding preferred reading. The meaning system determined based on preferred reading categorized into 3 aspects: a standpoint of the dominant group, the dominant group's interests, and situated knowledge. There are 10 preferred readings based on text analysis related to (1) the feminine appearance of Puteri Indonesia, (2) body use in dance sessions, (3) opportunities and appearance of Aceh finalists, (4) catwalk skills, (5) assessment of knowledge in Q&A session, (6) quarantine training, (7) Puteri Indonesia as promotion tools of Mustika Ratu, (8) terms of dress in Miss Universe contest, (9) physical transformation of Puteri Indonesia, (10) top 3 Puteri Indonesia 2020 as an ideal beauty standard. The concept of the active audience shows the uniqueness of the 8 informants involved. This study involved male and female informants who have a variety of ages and different backgrounds. The study results are: (1) female informants show 18 dominant meanings, 12 negotiations, and 10 oppositions. (2) Male informants showed 22 dominant meanings, 17 negotiations, and 1 opposition.
First, 4 female informants with an age range 16-40 years produced variations meaning. Two informants aged 16 and 27 have the majority of dominant meanings. Both of them are active in following information about a beauty pageant. However, 25 years old informant who is actively following the information of beauty pageants have a majority opposition meaning, which also the majority meanings of 40 years old informants. Meanwhile, the informant, who is 40 years old, is not actively following beauty pageant information.
Second, 4 male informants with an age range 23-32 years produced variations meaning. Three informants with an age range 23-28 years are actively following information of a beauty pageant. 2 informants in 23 and 25 years old have the majority of meanings in a dominant position. However, the difference indicated of the informant in 28-year old that have interpretation divided into dominant and negotiation meaning. Meanwhile, a 32 years old informant who is not actively following the information of beauty pageants showed 5 dominant meanings, 4 negotiation meanings, and 1 opposition meaning
EFEKTIVITAS TRAY AERATOR DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR DI DESA GADINGAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO
Tubuh manusia membutuhkan zat besi daIam air minum. Jika kadar ion zat besi daIam tubuh meIebihi maka akan menimbuIkan gangguan kesehatan seperti kerusakan dinding usus. PeneIitian ini bertujuan untuk menganaIisis tray aerator daIam mereduksi zat besi pada air minum. PeneIitian ini merupakan desain eksperimentaI dengan variasi ketinggian tray aerator (1 m, 1,5 m, dan 2 m) dan waktu pengendapan (1 jam, 2 jam, dan 3 jam) dengan sistem kontinyu. AnaIisis statistik menggunakan uji ANOVA dua arah untuk mengetahui perbedaan rerata antara keIompok perIakuan dengan tingkat kesaIahan (α) 5%. Rerata kadar zat besi daIam air minum seteIah perIakuan adaIah 0,278 mg / I. Kadar zat besi terendah daIam air minum adaIah 0,218 mg / I untuk nampan aerator setinggi 2 m. Sedangkan kadar zat besi daIam air minum adaIah 0,351 mg / I dan 0,267 mg / I untuk 1 dan 1,5 m. SeIanjutnya kadar besi terendah 0,205 mg / I untuk waktu pengendapan 3 jam. Sedangkan kadar besi 0,284 mg / I dan 0,347 mg / I untuk waktu sedimentasi 1 jam dan 2 jam. Ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar besi antara keIompok berdasarkan ketinggian nampan aerator dan waktu sedimentasi (p <0,05). Aerator tray dengan ketinggian 2 m dan waktu pengendapan 3 jam menurunkan kadar besi pada air minum memenuhi kuaIitas standart air minum
Kata kunci : Air Minum, Tray Aerator, Besi, Waktu Sedimentas
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KELELAHAN PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT X KOTA
Kelelahan merupakan kondisi dimana pekerja menurun produktivitasnya, efeisiensi, performansi kerja dan kekuatan fisik dalam meneruskan pekerjaannya. Kelelahan dapat menyebabkan kecelakaan kerja terutama di bidang jasa konstruksi. PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi beton dan aspal. Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja banyak menggunakan tenaga fisik dan kondisi lingkungan kerja yang panas sehingga menyebabkan pekerja mengalami kelelahan kerja. Perusahaan ini menerapkan jam kerja 08.00-16.00 dan mempekerjakan karyawan bagian produksi pembuatan saluran air U-Ditch sebanyak 8 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan kerja berdasarkan karakteristik informan, tekanan panas dan tingkat dehidrasi di PT X. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Hasil yang di dapatkan bahwa masa kerja informan antara 1 bulan - 7 tahun. Dalam pengukuran status gizi di peroleh hasil sebanyak 5 informan memiliki status gizi normal dan 3 informan lainnya memiliki status gizi lebih (obesitas). Hasil pengukuran tekanan panas antara jam 08.00-11.00 dengan rata-rata suhu 30.930C. Pada penelitian tekanan panas diperoleh hasil bahwa pekerja mengeluhkan panas di area kerja sehingga menyebabkan semua informan mengeluarkan keringat dan beberapa informan mengalami kulit kemerahan. Pada penelitian tingkat dehidrasi menggunakan tabel warna urine didapatkan hasil bahwa 5 informan mengalami dehidrasi berat dan 3 lainnya mengalami tingkat dehidrasi ringan. Pada penelitian kelelahan kerja menggunakan KAUPK2 didapatkan hasil bahwa pekerja tidak tekun dalam bekerja, merasa lelah seluruh tubuh, tidak berkonsentrasi saat bekerja dan nyeri pinggang.
Kata Kunci: Kelelahan Kerja, Tekanan Panas, Tingkat Dehidrasi, Status giz
ANALISIS PENGARUH KAPASITOR BANK DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN PEMAKAIAN ENERGI DAN MENGHEMAT BIAYA KVARH PADA PELANGGAN PLN UP3 PEKALONGAN
PT Ronny Aquario Perkasa mengalami kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) pada bulan Juli 2017 s/d Juni 2018 sehingga PT Ronny Aquario Perkasa harus membayarkan denda kVArh sebesar Rp 301.702.151,- kepada PT PLN. Dengan demikian perlu dipasang sebuah Capasitor Bank pada PT Ronny AquarioPerkasa untuk menekan penggunaan daya reaktif sehingga PT Ronny AquarioPerkasa tidak lagi diharuskan membayar denda kVArh. Pemasangan capasitor bank pada pabrik PT Ronny Aquario Perkasa menyebabkan pengeluaran pabrik untuk biaya penggunaan listrik akan semakin berkurang. Namun pemasangan capasitor bank membutuhkan sejumlah uang untuk membeli dan biaya pemasangan. Setelah dilakukan analisis feasibility study (FS) dengan metode NetPresentValue (NPV), Benefit–CostRatio (B-CR), PaybackPeriod(PP), dan BiayaSiklus Hidup(LifeCycleCost) untuk menghitung kelayakan investasi yang dilakukan oleh PT Ronny Aquario Perkasa, didapatkan hasil investasi pemasangan capasitor bank pada PT Ronny Aquario Perkasa layak untuk dilaksanakan.
Kata Kunci : Capasitor Bank, Daya Reaktif, Investas
STUDI KUANTITATIF : HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN BEBAN KERJA FISIK TERHADAP TEKANAN DARAH PEKERJA PADA LINGKUNGAN KERJA BISING DI PENGGILINGAN PADI X
Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki dan apabila melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan dan terjadi dalam kurun waktu yang lama maka akan menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskuler dan peredaran darah. Ini terjadi karena adanya produksi hormone adrenalin yang berlebih sehingga frekuensi denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran intensitas kebisingan, perbedaan tekanan darah dan hubungan intensitas kebisingan, karaktersitik individu dan beban kerja fisik dengan tekanan darah pada pekerja penggilingan padi X di Sragen. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pekerja penggilingan padi X di Sragen sebanyak 40 responden yang diambil secara total sampling dan diuji menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan intensitas bising 89,55 dBA. Terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah kerja dimana sistolik (p value: 0,000) dan diastolik (p value: 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebisingan (p value sistol: 0,000 p value diastole 0,000) umur (p value sistol: 0,024 p value diastole 0,000) masakerja (p value sistol: 0,017 p value diastole: 0,021) IMT (p value sistol: 0,000 p value diastole: 0,001), aktivitasmerokok (p value sistol: 0,000 p value diastole: 0,021) bebankerja (p value sistol: 0,000 p value diastole: 0,001) terhadaptekanandarah.
Kata Kunci : kebisingan, tekanan darah, karakteristik individ
GAMBARAN FAKTOR PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MAHASISWA (Studi pada mahasiswa Universitas Cenderawasih di Jayapura)
Faktor perilaku mahasiswa mempunyai peran penting dalam menghadapi Pandemi COVID-19. Semakin rendah tingkat pengetahuan sertasikap dan praktik yang kurang dapat memicu mahasiswa berisiko untuk tertular dan menularkan COVID-19 pada lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa dengan populasi meliputi mahasiswa S1 Universitas Cenderawasih yang masih aktif kuliah di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain studi potong-lintang terhadap 100 subjek yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposif. Penelitian ini menggunakan angket daring yang tersusun atas pertanyaan mengenai penyebab, gejala, cara penularan serta bentuk pencegahan COVID-19. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dan hasil menunjukan tingkat pengetahuan 67% baik, sikap 58% baik dan53% dengan praktik yang baik. Dengan pengetahuan mahasiswa yang tinggi menunjukan 65,7% mahasiswa memiliki sikap yang baik danpraktik yang baik 58,2% serta dengan sikap mahasiswa yang baik menunjukan 63,8% memiliki praktik yang baik pula, mayoritas mahasiswa mendapatkan informasi melalui sosial media 49%, 100% mahasiswa mendapat dukungan sosial dan beberapa mahasiswa mendapat dukungan dari tenaga kesehatan 45%.
Kata kunci:Mahasiwa ;Pengetahuan;Sikap;Praktik; COVID-1