Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN INDEKS PINJAL KHUSUS DI WILAYAH FOKUS PES (STUDI DI DUSUN SUROROWO, KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2018)

    Get PDF
    Dusun Surorowo di Desa Kalikebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, merupakan salah satu wilayah fokus Pes yang diawasi oleh pemerintah dalam upaya agar kematian akibat pes tetap nol. Hasil monitoring indeks pinjal khususpada 2017 menunjukkan frekuensi yang cukup tinggi (≥1), yang diperoleh melalui perhitungan jumlah tangkapan Xenopsylla cheopis per jumlah tikus yang tertangkap (trap success). Hal tersebut merupakan indikator masih adanya risiko penyakit Pes.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan indeks pinjal khusus di wilayah fokus Pes, Dusun Surorowo. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah 60 rumah yang dipasang trap oleh petugas lapangan Laboratorium Zoonosis untuk memantau trap success dan indeks pinjal di rumah tersebut. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel sama dengan populasi, yakni 60 rumah. Variabel lingkungan yang diteliti dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu lingkungan fisik, lingkungan biologi, dan lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel lingkungan fisik yang berhubungan dengan indeks pinjal khusus yakni jenis dinding rumah (p=0,0), keberadaan jendela (p=0,0), keberadaan langit-langit rumah (p=0,0), dan tingkat suhu (p=0,01). Dalam lingkungan biologi, terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan indeks pinjal khusus, yakni keberadaan tikus dalam rumah (p=0,01), keberadaan tikus luar rumah (p=0,0), dan keberadan vegetasi tanaman di sekitar rumah (p=0,009). Sedangkan lingkungan sosial, yang meliputi variabel pemberian informasi mengenai pes (p=1,00) dan mengenai rumah bebas tikus (p=1,00), tidak memiliki hubungan dengan indeks pinjal khusus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, untuk mengurangi risiko tingginya indeks pinjal khusus di Dusun Surorowo, masyarakat perlu mengurangi rongga di dinding, melakukan pengadaan jendela, mengurangi sekat kayu di langit-langit rumah, serta membersihkan rimbunan vegetasi tanaman di luar rumah. Kata Kunci : Lingkungan; Indeks pinjal khusus; Pe

    SYSTEMATIC REVIEW: HUBUNGAN PENGGUNAAN PESTISIDA ORGANOPHOSPHATE DAN CARBAMATE DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI HORTIKULTURA

    Get PDF
    Latar belakang: Penggunaan pestisida organofosfat dan karbamat oleh petani hortikultura berisiko menimbulkan kejadian hipertensi. Sejumlah penelitian telah membahas keterkaitan paparan pestisida organofosfat dan karbamat dengan hipertensi pada petani hortikultura namun dengan beragam hasil sehingga diperlukan identifikasi dan penarikan kesimpulan secara sistematis terkait topik tersebut. Tujuan: mengetahui hubungan penggunaan pestisida organofosfat dan karbamat dengan kejadian hipertensi pada petani hortikultura melalui kajian sistematis (systematic review). Metode: Penelitian dari 2010-2021 dicari pada 5 database yaitu ScienceDirect, EBSCOhost, SpringerLink, Google Scholar, dan ProQuest. Kata kunci artikel ditentukan menurut MeSH (Medical Subject Headings). Kualitas artikel terinklusi dinilai dengan The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Hasil analisis artikel disajikan secara naratif. Hasil: Setelah peninjauan, 12 artikel (8 cross sectional, 3 cohort, 1 case control) dimasukkan untuk evaluasi kualitatif. Hasil studi menunjukkan p-value<0,05 pada variabel jenis pestisida, jumlah campuran, dosis pestisida, frekuensi penyemprotan, penggunaan APD, lama kerja, masa kerja, waktu penyemprotan, pengetahuan petani, dan penyimpanan pestisida. Kesimpulan: Review ini dapat membuktikan bahwa beberapa variabel terkait penggunaan pestisida organofosfat dan karbamat berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada petani hortikultura Kata Kunci : paparan pestisida, petani hortikultura, organofosfat, karbama

    PERUBAHAN FONOLOGIS KOSAKATA SERAPAN BAHASA PERANCIS PADA BAHASA INDONESIA (PENDEKATAN FONOLOGI TRANSFORMASI GENERATIF)

    Get PDF
    Kosakata serapan dalam fenomena kebahasaan terjadi karena adanya kontak bahasa yang mengarah pada proses interaksi dan saling mempengaruhi antara satu bahasa dengan bahasa lainnya menyebabkan munculnya. Hubungan saling mempengaruhi antar bahasa ini dapat dilihat pada bahasa Perancis dengan bahasa Indonesia. Kosakata serapan dari bahasa Perancis dalam bahasa Indonesia dapat dikategorikan menjadi dua kasus yaitu kosakata yang terserap secara langsung dan kosakata yang terserap secara tidak langsung. Kosakata serapan bahasa Perancis yang terserap secara tidak langsung yang dikaji dalam penelitian ini yaitu kosakata serapan bahasa Perancis yang terserap ke dalam bahasa Indonesia melalui bahasa Belanda. Penelitan ini bertujuan menjelaskan jenis-jenis proses fonologis serta kaidah-kaidahnya pada kosakata bahasa Perancis yang terserap secara langsung maupun tidak langsung ke dalam bahasa Indonesia dan faktor yang mempengaruhi perubahan bunyi. Data penelitian yang digunakan berasal dari rujukan ilmiah berupa kamus etimologi Loanwords in Indonesian and Malay oleh Russel John (2008) yang dikonversi dalam data fonetis untuk mengetahui proses dan perubahan bunyi yang terjadi. Data penelitian dianalisis menggunakan teori fonologi transformasi generatif. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa proses fonologis serta kaidah-kaidah perubahan bunyi seperti: (1) proses struktur silabel; (2) pemendekan bunyi; (3) Fisi atau pemisahan bunyi; (4) penguatan dan pelemahan bunyi (5) perubahan segmen bunyi menjadi bunyi lain. Faktor yang melatarbelakangi perubahan fonologis adalah perbedaan pengelompokan genealogis bahasa dan perbedaan sistem fonologi yang meliputi perbedaan bunyi vokal, perbedaan bunyi konsonan dan perbedaan struktur silabel. Kata kunci: bahasa Indonesia, bahasa Perancis, kosakata serapan, perubahan fonologis

    IMPLIKATUR DALAM UJARAN ‘SARKASTIS’ GRAFITI PADA BADAN TRUK DI SEPANJANG JALAN PANTURA

    Get PDF
    Aliyah, Himatul. 2021. “Implikatur dalam Ujaran ‘Sarkastis’ Grafiti pada Badan Truk di Sepanjang Jalan Pantura”. Skripsi S1 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang. Dosen Pembimbing : Drs. Ary Setyadi, M.S., dan Riris Tiani, S.S., M.Hum. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya implikatur yang terdapat pada ujaran ‘sarkastis’ grafiti di badan truk. Tujuan penelitian ini ialah mengungkap implikatur yang terdapat pada grafiti di badan truk berdasarkan bentuk, fungsi, serta strategi penyampaiannya. Penyediaan data digunakan metode simak dengan teknik catat, dilanjutkan dengan teknik bebas libat cakap. Metode analisis data yang digunakan ialah metode padan dan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung Hasil penelitian menunjukkan ujaran yang mengandung implikatur pada grafiti di badan truk tidak hanya bersifat sarkastis melainkan juga satire. Bentuk implikatur yang terdapat dalam grafiti pada badan truk ialah implikatur konvensional. Fungsi implikaturnya mengacu pada makna “menyindir”,“mengkritik”, “mengejek”, “membela diri”, “mengimbau”, “memberi saran”, “menegaskan”, “menasihati”, “mengeluh”, serta bentuk-bentuk ekspresif. Penyampaian ujaran yang mengandung implikatur digunakan strategi permainan unsur kata, serta permainan unsur makna. Kata kunci: Pragmatik, Implikatur, Grafit

    GAMBARAN PELAKSANAAN GERAKAN 1 RUMAH 1 JUMANTIK ANTARA KELURAHAN SENDANGMULYO DAN KELURAHAN SAMBIROTO

    Get PDF
    Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik antara Kelurahan Sendangmulyo dan Kelurahan Sambiroto. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jenis data yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 warga di masing-masing Kelurahan Sendangmulyo dan Kelurahan Sambiroto. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data penelitian di analisis menggunakan uji chi square dan Independent T-Test. Hasil analisis menunjukkan warga Kelurahan Sambiroto memiliki persentase tindakan baik yang lebih besar (62%) dibandingkan dengan Kelurahan Sendangmulyo (35%) dalam pelaksanaan G1R1J. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0.012) POR 3.9 (CI 1.29-11.9) dan sikap (p=0.000) POR 16.5 (CI 6.38-42.6) dengan tindakan di Kelurahan Sendangmulyo. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0.000) POR 6.42 (CI 2.52-16.2) dan sikap (p=0.000) POR 16.5 (CI 6.38-42.6) dengan tindakan di Kelurahan Sambiroto. Tidak ada hubungan antara umur dan tingkat pendidikan di kedua kelurahan. Pada analisis uji beda, ditemukan perbedaan pada tindakan dalam pelaksanaan G1R1J antara Kelurahan Sendangmulyo danKelurahanSambiroto (p=0.000). Dari hasil penelitian, direkomendasikan untuk warga agar dapat lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, dan para kader selalu memantau kegiatan G1R1J warga. Kata kunci : Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, Demam Berdarah Dengue, PSN 3M Plus, Jumantik ruma

    KAJIAN PENGEMBANGAN AWAL DESA WISATA Studi Kasus: Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang

    Get PDF
    Wisata selama beberapa waktu terakhir mampu menjadi sektor pendorong utama perkembangan ekonomi dan merupakan sektor yang berkembang pesat. Wisata menjadi salah satu pengembangan ekonomi yang paling efektif dan mampu bersaing dengan sektor lainnya. Desa wisata menjadi salah satu strategi pengembangan wisata yang banyak dilakukan saat ini. Hal ini karena desa wisata dapat menciptakan manfaat ekonomi dan manfaat sosial bagi pedesaan

    EVALUASI KEBIJAKAN PERUMAHAN PADA KAWASAN PERKOTAAN KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN

    Get PDF
    Kebijakan perumahan merupakan salah satu elemen perencanaan kota yang harus diperhatikan (Abadi,2005) karena harus terintegrasi dengan perencanaan kebijakan umum serta harus memiliki keterkaitan dengan konteks kota dalam arti luas. Masalah perumahan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian lebih dari pemerintah di berbagai tingkatan, mulai dari Pemerintah pusat hingga Pemerintah daerah. Isu pokok permasalahan perumahan salah satunya yaitu meningkatnya jumlah rumah tidak layak huni. Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terdampak permasalahan penataan tata ruang dan lingkungan hidup yang kurang sehat. Sampai saat ini jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Pekalongan masih cukup banyak dan hampir tersebar di seluruh Desa/Kelurahan. Sesuai hal tersebut, perlu adanya kebijakan perumahan berupa suatu regulasi atau peraturan untuk pengentasan rumah tidak layak huni. Kebijakan perumahan yang ada harus mampu mengakomodir mekanisme untuk menyeimbangkan keberlanjutan perumahan yang layak dalam jangka pendek maupun panjang. Selain itu, kebijakan perumahan seyogyanya menjadi alat yang berdampak besar untuk mengentaskan rumah tidak layak huni. Hal ini yang menjadi dasar untuk mengkaji dokumen kebijakan yang berkaitan dengan kebijakan perumahan sebagai salah satu kerangka acuan untuk pembangunan dan aktivitas yang ada di kawasan perkotaan Kedungwuni

    KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK HUNIAN INFORMAL DI KAMPUNG MELAYU SEMARANG

    Get PDF
    Permukiman informal mendominasi struktrur kota- kota di dunia, dan menjadi tempat tinggal bagi mayoritas penduduk kota. Hingga tahun 2014 tercatat sebanyak 29,7%, atau setara dengan 881 juta penduduk perkotaan di negara- negara berkembang yang tinggal di hunian informal. Selama lebih dari 50 tahun, sudah dilakukan upaya untuk menghadapi keberadaan hunian informal mulai dari tidak dihiraukan, dilakukan pemindahan, hingga dilakukan peningkatan. Akan tetapi, tantangan permukiman informal tidak bisa diatasi hanya dengan penggusuran atau pemindahan. Kebanyakan hunian di permukiman informal dapat ditingkatkan secara bertahap pada lokasi yang sama. Konstruksi hunian di permukiman informal bentuk yang fleksibel agar dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan penghuninya

    Hubungan Tingkat Electronic Word of Moth (e-WOM), Tingkat eDesain Aplikasi, dan Tingkat e-Relative Advantage terhadap Tingkat e-Repurchase Digital Perbankan Jenius di Surabaya yang Dimediasi oleh Tingkat e-Trust

    Get PDF
    Marketing Communication has a vital role in the promotion of a product. This is especially true for a new and innovative product. This innovation made Jenius as a digital banking with the first Reinvented Banking system in Indonesia, had to carry out the marketing communication process so that its innovative products could be recognized by the entire public. Based on the Diffusion of Innovation Theory, this study used Electronic Word of Mouth (e-WOM), e-Application Design, and eRelative Advantage variables. This study aimed to determine the relationship between these variables and e-Repurchase mediated by e-Trust for Jenius users in Surabaya. The study used quantitative methods to 120 samples using SmartPLS' data processing. The results showed that e-Relative Advantage had the most significant role on e-Repurchase behavior and e-Trust had no role in mediating the three independent variables of the study on the dependent variable

    HUBUNGAN ANTARA USIA, MASA KERJA, DAN IKLIM KERJA DENGAN KEJADIAN DEHIDRASI PADA PEKERJA BENGKEL LAS PT. X SLEMAN

    Get PDF
    Latar belakang : Pengelasan adalah suatu proses pengikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan menggunakan energi panas, yang dilakukan pada saat logam dalam keadaan cair. Pengelasan memiliki potensi bahaya yang sangat tinggi yang disebabkan oleh adanya beberapa bahaya, salah satunya adalah radiasi. Hal ini menyebabkan proses metabolisme tubuh berinteraksi dengan panas dan lingkungan akan menyebabkan pekerja mengalami heat stress. Tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit tubuh karena digunakan untuk menjaga tubuh dalam keadaan suhu normal. Hal ini menempatkan pekerja pada risiko dehidrasi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan Usia, Masa Kerja, dan Iklim Kerja dengan kejadian dehidrasi pada pekerja bengkel las PT. X Sleman untuk pekerja industri di bengkel las di Sleman. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja las di PT. Bengkel Las X Sleman. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling dari 35 responden di bengkel las industri di Sleman. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah umur, masa kerja, dan iklim kerja. Variabel terikat adalah kejadian dehidrasi. Sedangkan variabel yang mengganggu adalah jenis kelamin, status gizi, silau, kebisingan. Hasil: Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value variabel usia dengan kejadian dehidrasi 0,044<0,05 menggunakan uji Chi-Square, masa kerja dengan kejadian dehidrasi 0,044<0,05, iklim kerja dengan kejadian dehidrasi. 0,018<0,05. Kesimpulan: hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara umur, masa kerja, dan iklim kerja dengan kejadian dehidrasi pada pekerja bengkel las di PT. X Sleman. Kata kunci: Umur, Masa Kerja, Iklim Kerja, Dehidrasi, Pekerja Bengkel La

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇