Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    Memantaskan Diri Menuju Baitullah

    Get PDF

    Umar bin Khattab Mencium Hajar Aswad karena Sunah Nabi

    Get PDF

    Anakku Rajin ke Taman Baca

    Get PDF

    Cintaku di Perpustakaan

    Get PDF

    PEMETAAN KERENTANAN WILAYAH TERHADAP COVID-19 DI KABUPATEN KEBUMEN

    Get PDF
    Semenjak bulan Desember 2019, wabah virus korona telah menyebar ke banyak negara dan menyebabkan ribuan kasus dan kematian. Kasus Covid-19 di Kabupaten Kebumen pertama kali terkonfirmasi pada tanggal 25 Maret 2020 sebanyak satu kasus positif yang meninggal. Oleh karena itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Kebumen menetapkan status tanggap darurat bencana non alam. Salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko bencana adalah faktor kerentanan.Kerentanan saat Covid-19 tidak hanya mengenai risiko tertular penyakit, tetapi merupakan konsep yang dinamis. Oleh karena itu, untuk merespon Covid-19 dengan tepat, pengetahuan dan pemahaman mengenai kerentanan komunitas sangat penting diperlukan. Namun, penelitian mengenai tingkat kerentanan wilayah mengenai Covid-19 di Kabupaten Kebumen belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian Covid-19 di Kabupaten Kebumen pada bulan Maret hingga Agustus 2020, mengidentifikasi hubungan indikator kerentanan dengan incidence rate Covid-19, dan menentukan tingkat kerentanan wilayah terhadap Covid-19 di Kabupaten Kebumen serta menyajikannya dalam bentuk peta. Metode pada penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kecamatan di Kabupaten Kebumen. Sampel penelitian yang digunakan diambil dengan metode sampling jenuh yaitu seluruh kecamatan di Kabupaten Kebumen sebanyak 26 kecamatan.Indikator kerentanan fisik yaitu rata-rata Bed Occupancy Ratio enam rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Kebumen pada bulan Maret hingga Agustus 2020 yaitu mulai dari 24,6-37,2%. Indikator kerentanan sosial yang berhubungan dengan incidence rate Covid-19 adalah kepadatan penduduk dengan p-value = 0,003. Namun, mobilitas penduduk tidak berhubungan dengan incidence rate Covid-19 adalah dengan p-value = 0,43. Indikator kerentanan ekonomi yang berhubungan dengan incidence rate Covid-19 adalah proporsi rumh tangga miskin dengan bahwa p-value = 0,029. Enam kecamatan (23,1%) tergolong dalam tingkat kerentanan wilayah rendah. Tiga belas kecamatan (50%) tergolong dalam tingkat kerentanan wilayah sedang. Tujuh kecamatan (26%) tergolong dalam tingkat kerentanan wilayah tinggi. Langkah intervensi diberikan berdasarkan tingkat kerentanan sebagai saran dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Kebumen. Kata Kunci : Covid-19, Kerentanan Wilaya

    ANALISIS PERMINTAAN KEDELAI PADA INDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN SEMARANG SELATAN

    Get PDF
    Kedelai merupakan komoditas yang kaya akan protein dan berperan sebagai sumber protein nabati yang sangat penting bagi tubuh. Permintaan kedelai terus meningkat akibat tingginya kebutuhan untuk kegiatan industri pengolahan. Penelitian dilakukan untuk identifikasi profil industri tempe dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai pada industri tempe di Kecamatan Semarang Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli tahun 2018 di Kecamatan Semarang Selatan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 89 responden menggunakan metode Slovin dan alokasi proporsinal di 10 kelurahan yang ada. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengrajin tempe di Semarang Selatan berada pada usia produktif untuk bekerja, didominasi oleh lulusan SMA, dan rata-rata pengalaman responden adalah 17,5 tahun. Secara serempak variabel harga kedelai, harga barang penunjang, modal usaha, pendapatan dan harga tempe berpengaruh signifikan terhadap permintaan kedelai pada industri tempe di Kecamatan Semarang Selatan. Sedangkan secara parsial, variabel harga kedelai, harga barang penunjang, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap permintaan kedelai pada industri tempe di Kecamatan Semarang Selatan. Kata Kunci: elastisitas, kedelai, permintaan, industri temp

    ANALISIS PERMINTAAN KEDELAI PADA INDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Kedelai merupakan komoditas sumber protein nabati yang sangat penting bagi tubuh. Permintaan kedelai terus meningkat akibat tingginya kebutuhan untuk kegiatan industri pengolahan. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi jumlah permintaan kedelai dan ragi pada industri tempe, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai pada industri tempe, dan menghitung elastisitas permintaan kedelai pada industri tempe di Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juli tahun 2018 di Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei dengan pengambilan sampel menggunakan Two Stages Clustered Random Sampling dan jumlahnya ditentukan menggunakan rumus slovin sebanyak 89 responden dari populasi sebanyak 114 pelaku industri tempe yang tersebar pada 10 kelurahan di Kecamatan Semarang Selatan. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan perhitungan elastisitas permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku industri tempe sebanyak 44,9% berada pada usia produktif untuk bekerja dengan rentang usia 38-53 tahun, tingkat pendidikan didominasi oleh lulusan SMA sebanyak 31,5%, dan rata-rata pengalaman sebagai pembuat tempe adalah 17,5 tahun. Rata-rata permintaan kedelai sebesar 1,8 ton perbulan. Secara serempak variabel harga kedelai, harga ragi, modal usaha, pendapatan, dan harga tempe berpengaruh signifikan terhadap permintaan kedelai pada industri tempe. Secara parsial, variabel harga kedelai, harga ragi, dan pendapatan berpengaruh signifikan, sedangkan modal usaha dan harga tempe tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan kedelai pada industri tempe. Nilai elastisitas harga, elastisitas silang, dan elastisitas pendapatan masing-masing lebih kecil dari satu atau dengan kata lain tidak elastis (in-elastis). Kata Kunci: Elastisitas, permintaan, kedelai, industri tempe

    HUBUNGAN ASUPAN SARAPAN DENGAN KECUKUPAN GIZI DAN KEJADIAN OBESITAS PADA MAHASISWA DI JAWA TENGAH

    Get PDF
    Obesitas merupakan kondisi akumulasi lemak berlebih yang diakibatkan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan dan berdampak buruk bagi kesehatan seperti resistensi insulin dan kematian. Prevalensi obesitas di Indonesia sebesar 21,8% dengan persentase obesitas di Jawa Tengah masih berada di atas capaian yaitu sebesar 6,32%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan sarapan dengan kejadian obesitas.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional dengan desain crosssectional. Pengambilan sampel dilakukan secara daring melalui sosial media meliputi instagram, twitter dan whatsapp dengan perhitungan sampel didapatkan 100 mahasiswa. Variabel pada penelitian ini meliputi frekuensi sarapan, tingkat kecukupan energi, keragaman jenis pangan, dan obesitas. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan fisherexacttest.Kebiasaan sarapan pada penelitian ini meliputi frekuensi sarapan, tingkat kecukupan energi dan keragaman jenis pangan. Hasil uji korelasi didapatkan frekuensi sarapan (p=0,621) dan keragaman jenis pangan (0,054) tidak terdapat hubungan dengan kejadian obesitas, sedangkan tingkat kecukupan energi terdapat hubungan dengan obesitas (p=0,003). Hasil penelitian ini menggambarkan mahasiswa dengan tingkat kecukupan energi saat sarapan yang lebih cenderung tidak obesitas dibandingkan mahasiswa dengan tingkat kecukupan energi saat sarapan yang cukup.Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan tingkat kecukupan energi dengan kejadian obesitas (p=0,003) yang berarti semakin besar tingkat kecukupan energi sarapan maka mahasiswa cenderung tidak obesitas. Kata kunci : kebiasaan sarapan, obesitas, mahasisw

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇