71404 research outputs found
Sort by
KAJIAN KOMPONEN LINGKUNGAN DALAM PENERAPAN ECO GREEN AIRPORT DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG
Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang merupakan salah satu bandara yang menerapkan konsep bandara ramah lingkungan (eco green airport) di Indonesia. Dalam upaya penanganan lingkungan masih ditemukan beberapa parameter komponen lingkungan yang melebihi baku mutu. Tujuan penelitian ini mengkaji komponen lingkungan penerapan eco green airport di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang terdiri dari lima informan dari pihak bandara dan tiga informan masyarakat sekitar. Penelitian ini mengidentifikasi program upaya pengelolaan lingkungan, meliputi kualitas udara, energi, kebisingan, tanah, air, limbah, lingkungan ilmiah, dan sosial budaya serta kesehatan masyarakat, dan bandar udara sehat. Hasil penelitian ini dari delapan komponen lingkungan eco green airport untuk komponen kualitas udara, kualitas air, limbah, lingkungan alamiah, dan sosekkesmas memenuhi seluruh poin standar penyelenggaraan eco green airport dengan persentase 100%. Untuk komponen efisiensi energi, kebisingan, tanah, belum memenuhi poin standar yang ditentukan. Penerapan bandar udara sehat dilakukan untuk mendukung eco green airport. Secara keseluruhan delapan komponen lingkungan eco green airport di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang telah terpenuhi didukung dengan fasilitas penunjang, namun terdapat beberapa komponen yang belum dilakukan secara maksimal sehingga perlu adanya penambahan dan peningkatan upaya pengelolaan lingkungan untuk mendukung program secara penuh.
Kata kunci : bandar udara, eco green airport, komponen lingkunga
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP (IDL) DALAM MENDUKUNG CAPAIAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEMUH 01 KABUPATEN KENDAL
Desa UCI (Universal Child Immunization) merupakan desa yang seluruh kelurahan/ desa secara merata sudah mencakup Imunisasi Dasar Lengkap bayi sebelum berumur 1 tahun. Pencapaian UCI (Universal Child Immunization) di Puskesmas Gemuh 01 mengalami penurunan selama pandemi COVID-19, hal tersebut menandakan bahwa masih terdapat masalah dalam implementasi program Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Gemuh 01. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana implementasi program imunisasi dasar lengkap dalam mencapai UCI di Wilayah Kerja Puskesmas Gemuh 01, Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif berupa wawancara mendalam (indepth interview). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan berdasarkan kriteria purposive sampling. Hasil dari penelitian yaitu ditemukan bahwa dalam variabel input terdapat beberapa petugas yang memiliki double job dan kurangnya pelatihan terhadap bidan. Perencanaan dan pelaksanaan pada variabel proses masih belum optimalyang berefek pada variabel output dimana cakupan Imunisasi Dasar Lengkap mengalami penurunan selama pandemi COVID-19. Hal tersebut disebabkan oleh stok vaksin yang tidak sesuai dengan sasaran dan ibu bayi yang takut terpapar virus COVID-19 jika membawa anaknya ke Puskesmas. Dapat disimpulkan bahwa ketidak optimalan program Imunisasi Dasar Lengkap disebabkan oleh kekurangan stok vaksin dari pihak pusat
Kata kunci : Imunisasi Dasar Lengkap, Pencapaian UCI (Universal Child Immunization), Cakupa
TINGKAT KETAHANAN KOMUNITAS TERHADAP RISIKO BANJIR ROB DI KECAMATAN WONOKERTO, KABUPATEN PEKALONGAN
Wilayah pesisir merupakan wilayah yang berada pada dua lingkungan yaitu daratan dan lautan.
Oleh karenanya wilayah pesisir merupakan wilayah yang dinamis dan selalu mengalami perubahan fisik
diakibatkan gelombang dan angin, sehingga wilayah pesisir sangat rawan terhadap bahaya alam. Salah
satu bahaya alam yaitu pemanasan global, menyebabkan kenaikan muka air laut yang berakibat pada
permasalahan besar terutama pada kawasan di wilayah pesisir. Permasalahan yang ditimbulkan pada
wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan khususnya pada wilayah Kecamatan Wonokerto adalah banjir
rob. Banjir rob ini mengakibatkan kerugian fisik serta non fisik bagi masyarakat
KAJIAN EFEKTIVITAS PROGRAM PENGENDALIAN BANJIR DAN ROB TERHADAP PENGHIDUPAN MASYARAKAT KELURAHAN BANDARHARJO, KECAMATAN SEMARANG UTARA
Kota Semarang merupakan salah satu kota di wilayah pesisir yang mengalami bencana banjir dan
rob akibat kenaikan muka air laut selama puluhan tahun. Terdapat beberapa kecamatan yang berbatasan
langsung dengan wilayah laut jawa yang mengalami dampak terparah dari bencana banjir dan rob, salah
satunya adalah Kecamatan Semarang Utara, Kelurahan Bandarharjo. Dampak dari bencana banjir dan rob
yang terjadi, sangat berpengaruh terhadap kehidupan tiap rumah tangga, baik dari segi ekonomi, sosial,
maupun lingkungan. Hal ini menyebabkan, masyarakat setempat harus dapat melakukan upaya mitigasi
untuk tetap bertahan di wilayahnya sendiri. Menindaklanjuti bencana yang ada, tak hanya masyarakat,
pemerintah juga berupaya untuk melakukan mitigasi di wilayah yang terkena dampak. Upaya mitigasi yang
dilakukan dalam menghadapi bencana banjir dan rob dapat dilihat dengan adanya program pengendalian
banjir dan rob. Pemerintah Kota Semarang merespon permasalahan ini dengan menjadikannya sebagai isu
strategis dalam RPJMD Kota Semarang tahun 2010-2015 dan tahun 2016-2021 yang kemudian
ditindaklajuti dengan adanya Perda No.7 Tahun 2014 Tentang Rencana Induk Sistem Drainase Semarang
tahun 2011-2031 yang bertujuan untuk mengurangi wilayah banjir 50%
KAJIAN CITRA DAN IDENTITAS JAYENGAN KAMPUNG PERMATA SEBAGAI KAMPUNG WISATA DI SURAKARTA
Tingginya angka urbanisasi menyebabkan perkembangan kampung kota dimana perkotaan memiliki
permukiman penduduk yang mengadopsi ciri pedesaan. Kini kampung kota tak hanya berfungsi sebagai
permukiman tempat tinggal namun juga berkembang aktivitasnya sebagai destinasi wisata. Pariwisata tak
hanya dapat ditemui pada objek-objek wisata konvensional, namun juga dapat ditemui pada permukiman
padat penduduk yang menawarkan keunikan sosial, budaya, fisik dan estetika atau yang dikenal dengan Urban
Tourism. Salah satu contoh urban tourism di Kota Surakarta adalah Jayengan Kampung Permata yang
memiliki ciri khas khusus pada aspek budaya berupa produksi intan dan permata yang berasal dari keturunan
Suku Banjar
The optimization of production and profit of Eucheuma cottonii cultivation in Kemojan Island,Indonesia
This study aims to calculate the optimal time of cultivation of Eucheuma cottonii on Kemojan
Island to produce maximum production and profit. Field experiments, observations, and interviews to get
data on growth, costs, prices, and local ecological knowledge were conducted by the researchers.
Mathematical modeling (based on polynomial models) was used to develop equations to estimate optimal
biomass, optimal profit, and break-even points or BEP (bioeconomic approaches). The results showed
that 86 days of cultivation time would produce the highest biomass growth, but the highest profit per
cycle occurred at 73 days. BEP occurred at 8 and 137 days. Seaweed cultivation with a 40 days pattern
was proven to produce higher aggregate profits, both compared to 86 days, 73 days, 60 days, 50 days,
and 30 days
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM DESA TANGGAP COVID-19 DI DESA ASINAN KECAMATAN BAWEN
Bulan Desember 2019 telah ditemukan wabah baru yang ditemukan di Provinsi Hubei , Wuhan, Tiongkok. Coronavirus Disease 19 (COVID-19) adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus atau SARS-CoV-2. Untuk mengatasi pandemi ini pemerintah Indonesia membuat berbagai kebijakan salah satunya yaitu kebijakan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) No 8 Tahun 2020 yang berisi bahwa perlu adanya pelaksanaan program desa tanggap COVID-19. Kabupaten Semarang merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang yang mempunyai jumlah kasus tertinggi pertama di Jawa Tengah. Salah satu desa yang mempunyai resiko penularan di Kabupaten Semarang yaitu Desa Asinan. Desa Asinan merupakan tempat wisata dengan tingkat keramaian yang masih tinggi. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi program Desa Tanggap COVID-19 di Desa Asinan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap informan terpilih berdasarkan kriteria purposive sampling serta studi pustaka. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang terdiri dari 5 informan utama dan 5 informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Program Desa Tanggap COVID-19 di Desa Asinan belum berjalan belum optimal dikarenakan masih terdapat beberapa hambatan antara lain masih belum rutin dalam melakukan penyemprotan, belum tersedianya tempat karantina di Desa, pemantauan warga isoman yang belum optimal dapat dilihat dari kasus kematian warga isoman yang masih tinggi, kebingungan Tim dikarenakan peraturan yang selalu berubah, beban kerja Bidan Desa meningkat, pencairan dana yang bertahap mengakibatkan tertunda dalam melaksanakan program dan belum rutin dalam menyampaikan informasi program.
Kata kunci: Desa; COVID-19; pencegahan; implementasi; sumberday
REPRESENTASI EMBODIMENT MELALUI KONTEKS LOCAL QUEER DALAM FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU
Embodiment is an embodiment based on human mental and physical experience. The
body is experienced in various ways, shaped through historical, social, and cultural
journeys. The body is present by displaying gender identity. For example, there is a
body that has both masculine and feminine characteristics in the same body.
This research raises how the body is represented in a local queer context in
the film Kucumbu Body Indahku. The purpose of this research is to explain how local
queer embodiment is represented in the film.
This study uses a qualitative approach with John Fiske's semiotic analysis
technique. The mise-en-scene cinematic code is used to view the representation of the
film Kucumbu Body Indahku. Then, the representation results were analyzed using
Foucault's theory of power relations, queer theory, the concept of gender, and the
concept of embodiment.
The local queer body representation is raised through character changes in
the film's characters. First, changes in appearance using dancer's clothes, the
movements are graceful. Second, the psychology of mental pressure in the form of
violence, bullying, and injuring one's own body. Finally, the sociology of character
change is based on the relationship and connection with other characters
experienced by the main character. The depiction forms the body's main character,
such as masculine and feminine bodies, traumatic bodies, power relations to the
body, and social and cultural bodies. This study concludes that the local queer body
in this film can be accepted in the context of local cultural wisdom in the traditional
Lengger and Reog Ponorogo dances. However, in everyday life, the queer body is
still experiencing rejection
HUBUNGAN PRAKTIK PENGGUNAAN APD DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KELUHAN GANGGUAN PERNAPASAN PADA PEMULUNG DI TPA SANGGRAHAN KABUPATEN TEMANGGUNG
Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sanggrahan merupakan kawasan yang digunakan sebagai tempat penimbunan sampah di Kabupaten Temanggung. Adanya TPA bertujuan untuk mengurangi penimbunan sampah di lingkungan. Namun disisi lain TPA dapat menimbulkan permasalahan seperti pencemaran udara akibat dekomposisi sampah. Pemulung yang berada di TPA memiliki risiko gangguan pernapasan akibat pajanan polutan udara. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui praktik penggunaan APD dan karakteristik individu dengan keluhan gangguan pernapasan pada pemulung di TPA Sanggrahan. Jenis penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan Cross sectional. Populasi sebanyak 69 orang dengan menggunakan total sampling. Hasi penelitian didapatkan 68,12% pemulung mengalami keluhan gangguan pernapasan paling banyak diantaranya diantaranya mengalami batuk 43,4%, flu 47,8% dan demam 27,5% sedangkan hasil uji statistik dengan chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,464), umur (p=0,206), pendidikan (p=0,318), dan kebiasaan merokok (p=0,585) dengan keluhan gangguan pernapasan. Kemudian terdapat hubungan antara jam kerja (p=0,039), masa kerja (p=0,025), penggunaan APD umum (p=0,0,019) dan penggunaan APD pernapasan/masker (p=0,021) dengan keluhan gangguan pernapasan. Diharapkan pemulung dapat memakai APD lengkap seperti topi, pakaian panjang, sarung tangan, pelndung kaki, dan masker sesuai dengan standar saat bekerja maupun sedang berada di area TPA Sanggrahan.
Kata kunci : penggunaan APD, keluhan gangguan pernapasan,
pemulung, TP
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ABU HURAIRAH KOTA MATARAM
Pondok pesantren tempat berisiko terjadinya penularan COVID-19. Pembelajaran di pondok pesantren Abu Hurairah tetap dilaksanakan meskipun terdapat kasus COVID-19. Penularan COVID-19 terjadi karena kurangnya upaya santri melakukan pencegahan dan tidak disiplin mengikuti protokol kesehatan di pondok pesantren. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian yaitu 80 santri. Penentuan sampel dengan total sampling. Pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan berjumlah 80 santri. Variabel bebas yaitu jenis kelamin, umur, jenjang pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, sarana prasarana, perilaku teman dan perilaku asatidz (guru). Variabel terikat yaitu perilaku pencegahan COVID-19. Pengumpulan data menggunakan google form. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dengan signifikansi 95%, dan multivariat menggunakan uji regresi binary logistic. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,5% responden memiliki perilaku melakukan pencegahan COVID-19 dengan kategori baik. Perilaku pencegahan COVID-19 yang dilakukan santri yaitu mencuci tangan, memakai masker, menajaga jarak dan mengurangi mobilitas. Variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan (p=0,004), sikap (p=0,002), perilaku teman (p=0,017), perilaku asatidz (p=0,001). Variabel yang paling mempengaruhi perilaku pencegahan COVID-19 pada santri adalah sikap (OR =5,361). Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren Abu Hurairah yaitu pengetahuan, sikap, perilaku teman dan perilaku asatidz (guru). Faktor yang tidak berhubungan yaitu umur, jenis kelamin, ketersediaan sumber informasi, sarana prasarana dan faktor yang paling berpengaruh yaitu sikap. Pondok pesantren perlu melakukan optimalisasi pembinaan poskestren dalam memberdayakan santri sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan sikap yang baik dalam penerapan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren.
Kata kunci :Perilaku Pencegahan COVID-19, Santri, Pondok Pesantre