Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    Buku Hantu

    Get PDF

    MODEL ANALYSIS AND OPTIMAL CONTROL OF THE SPREAD OF COVID-19 TRANSMISSION DYNAMICS IN CENTRAL JAVA PROVINCE, INDONESIA

    Get PDF
    COVID-19 is currently a pandemic that is considered as the biggest global threat that classified as the human-to-human transmissionable disease. This final project is discussed the model for the spread of COVID-19 also analyzed the stability of the model and optimal control. The local stability of the system around the equilibrium point is determined by the Routh-Hurwitz stability criteria.So that from the model, two equilibrium points are obtained. That is the disease-free equilibrium point and the endemic equilibrium point. The disease-free equilibrium point is asymptotically stable if the basic reproduction number is less than one and the endemic equilibrium point is asymptotically stable if the basic reproduction number is more than one. There are three control variables that used for optimal control, they are self prevention, medication, and self quarantined. In determining the form of optimal control to minimize the number of infected individuals and the associated costs, this project used Pontryagin's Maximum Principle. The results of numerical simulations that is completed by the Runge Kutta Order-4 method prove that by using all the three control variables in minimizing the infected individuals and maximizing the recovered individuals is effective. Keywords : COVID-19, Routh-Hurwitz, Optimal Control, Pontryagin's Maximum Principle, Runge Kutta Orde-4

    ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MRANTI

    Get PDF
    Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit di Wilayah Kerja Puskesmas Mranti yang jumlah kasus setiap tahunnya cukup tinggi dan fluktuatif(naik turun). Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor lingkungan dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Mranti. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mranti yaitu sebanyak 74 responden. Hasilnya, sebanyak 39 responden mempunyai suhu dalam rumah dan 35 responden memiliki suhu luar rumah yang berisiko menjadi breeding places nyamuk. Sebanyak 70 responden memiliki kelembaban dalam dan luar rumah yang berisiko menjadi breeding places nyamuk. Saat penelitian, ditemukan 103 kontainer positif jentik dan 407 kontainer negatif jentik. Untuk resting places, sebanyak 49 responden memiliki pakaian bekas menggantung, 36 responden memiliki kamar gelap, dan 68 responden memiliki vegetasi di rumahnya. Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian DBD yaitu kelembaban dalam dan luar rumah, keberadaan breeding places, Breteaux Index (BI), dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Variable yang berhubungan dengan kejadian DBD meliputi suhu di dalam dan di luar rumah, keberadaan pakain bekas menggantung, keberadaan kamar gelap, House Index (HI), dan Container Index (CI). Kata kunci : DBD, Suhu, Kelembaban, Resting Places, Breeding Place

    FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI INDONESIA: META ANALISIS

    Get PDF
    Prevalensi diare di Indonesia tertinggi diduduki oleh kelompok usia 1-4 tahun sebesar 11,5%. Etiologi diare terjadi secara faecal oral melalui air yang terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kesehatan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Indonesia dengan meta analisis. Variabel penelitian ini meliputi ketersediaan air bersih, kualitas air bersih, jenis sumber air bersih, kepemilikan jamban sehat, jenis lantai rumah, saluran pembuangan air limbah, pembuangan sampah, kebiasaan mencuci tangan Ibu, pengolahan air minum dan pengetahuan Ibu. Sebanyak 21artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi yang ditentukan. Hasil uji meta analisis ditunjukkan dalam nilai efek gabungan berupa Prevalence Ratio (PR). Hasil meta analisis, diperoleh empat variabel menunjukkan hasil tidak bermakna (p>0,05) dan ukuran efek PR dalam rentang 95% confidence interval melewati angka 1 yang mana merupakan batas penentu yang menunjukkan kebermaknaan efek. Variabel tersebut meliputi ketersediaan air bersih PR 1,85 (95%CI: 1,44-2,38), jenis lantai rumahPR 1,50 (95%CI: 0,71-3,14), saluran pembuangan air limbah PR 1,28 (95%CI: 0,95-1,74), dan pengetahuan Ibu PR 1,12 (95%CI: 0,78-1,62). Meskipun dikatakan lingkungan dan perilaku berperan dalam transmisi patogen diare, akan tetapi variabel ketersediaan air bersih, jenis lantai rumah, saluran pembuangan air limbah dan pengetahuan Ibu bukan merupakan variabel penentu kejadian diare pada balita. Kata kunci : diare, balita, lingkungan,perilaku, meta analisi

    ANALISIS TINGKAT KELELAHAN BERDASARKAN BEBAN KERJA FISIK PERAWAT DI RUANG ISOLASI RUMAH SAKIT X SAAT PANDEMI CORONA VIRUS (COVID – 19)

    Get PDF
    Rumah Sakit merupakan salah satu sektor kesehatan yang saat ini menjadi perhatian dengan adanya wabah Covid – 19. Perawat merupakan salah satu pekerjaan yang berperan penting pada masa pandemi ini. Hal ini disebabkan asuhan keperawatan yang dilakukan 24 jam setiap hari. Tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan. Kelelahan merupakan keadaan pelemahan kegiatan, motivasi, dan aktivitas fisik. Apabila tidak segera ditangani, kelelahan akan terakumulasi dan mempengaruhi derajat kesehatan perawat. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat kelelahan berdasarkan beban kerja fisik.pada perawat di ruang isolasi Rumah Sakit X saat pandemi Corona Virus (Covid – 19). Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian 13 orang perawat sebagai informan utama dengan menggunakan wawancara mendalam, lembar observasi SNI Beban Kerja Berdasarkan Tingkat Kebutuhan Kalori Menurut Pengeluaran Energi, dan kuisioner IFRC dan 1 informan triangulasi dengan wawancara mendalam.Terdapat 10 perawat dengan beban kerja fisik sedang dan 3 perawat dengan beban kerja fisik ringan. Terdapat 7 perawat mengalami kelelahan tingkat sedang dan 6 perawat mengalami kelelahan tingkat ringan. Perbedaan beban kerja dan tingkat kelelahan disebabkan aktivitas perawat yang beragam dan jumlah pasien yang diberi asuhan keperawatan berbeda antar perawat. Selain itu disebabkan oleh penggunaan APD berupa hazmat dan masker N95 yang menyebabkan sulit bernafas sehingga perawat menjadi cepat lelah meskipun beban kerja ringan. Peregangan tubuh ketika istirahat, pemberian makanan dan minuman yang cukup dan pengaturan ulang jam kerja diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki beban kerja fisik sedang dan kelelahan tingkat sedang. Kata Kunci : Perawat , Beban Kerja Fisik, Tingkat Kelelaha

    STUDI KUANTITATIF: HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PENGENDARA OJEK ONLINE DI LAMONGAN

    Get PDF
    Keluhan Low Back Pain atau nyeri punggung bawah adalah sindroma nyeri yang di rasakan di daerah punggung antara tulang rusuk sampai sekitar tulang ekor. Ojek online menjadi salah satu transportasi yang di gemari karena dinilai efisien dan mudah. Fenomena ini mengakibatkan banyaknya masyarakat memilih pekerjaan sebagai pengendara ojek online yang berdampak pada kejadian penyakit akibat kerja. Banyak faktor yang menyebabkan keluhan Low Back Pain terjadi antara lain faktor individu, faktor lingkungan dan faktor pekerjaan. Karakteristik individu pada penelitian ini adalah usia, IMT, kebiasaan olahraga, riwayat trauma dan lama kerja. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan teknik aksidental sampling. Responden penelitian merupakan pengendara ojek yang ada di daerah Lamongan dengan jumlah sampel 32 responden. Menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian di dapatkan yaitu usia (p= 0,029), IMT (p= 0,031), kebiasaan olahraga (p= 0,688), riwayat trauma (p= 0,355), lama kerja (p= 0,027). Terdapat hubungan antara usia, IMT, lama kerja dengan keluhan low back pain pada pengendara ojek di Lamongan. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan olahraga dan riwayat trauma pada pengendara ojek di Lamongan. Kata Kunci: Keluhan Low Back Pain, Karakteristik Individu, Ojek Onlin

    PERBEDAAN PERKEMBANGAN Aedes spp PRA DEWASA PADA BERBAGAI KONDISI pH AIR

    Get PDF
    Aedes spp merupakan nyamuk yang paling cepat berkembang di dunia dan berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Dalam siklus hidup nyamuk dikenal 2 lingkungan kehidupan yaitu air yang menjadi media perkembangan stadium pradewasadanudaraataudarat yang menjadi lingkungan hidup stadium dewasa. Aedes spp mampu melakukan adaptasi pada beberapa lingkungan perairan yang tidak sesuai dengan karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perkembangan stadium pradewasa Aedes spp pada berbagai kondisi pH air. Perkembangan yang diamati dalam penelitian ini meliputi daya tetas, kemampuanekdisis (perubahandari larva menjadi pupa), kemampuan eksklosi (perubahan pupa menjadi imago) dan lama hidup stadium pradewasa. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimental dengan pendekatan posttest only control group. Penelitian ini menggunakan telur yang dihasilkan dari nyamuk yang dikembangkan di Laboratorium Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal Wallis.Dilakukan uji daya tetas, kemampuan ekdisis, kemampuan eksklosi dan lama hidup pada rata – rata pH 5,2; pH 6,6; pH 7,2: pH 7,4; pH 8,5; pH 9,3 sebanyak 4 kali pengulangan.pH 7,2 merupakan pH yang tidak ditambahkan HCl dan NaOH yang dijadikan sebagai kontrol. Hasil uji menunjukkan tidak terdapat perbedaan perkembangan Aedes spp pradewasa pada berbagai kondisis pH air (daya tetas telur (p-value) = 0,586, ekdisis (p-value) = 0,775, eksklosi (p-value) = 0,640, lama hidup (p-value) = 0,175). Kata Kunci : Aedes spp, pH, adaptas

    HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PEMBELAJARAN JARAK JAUH AKIBAT COVID-19

    Get PDF
    Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa COVID-19 menimbulkan dampak stres akademik pada mahasiswa yang menjalaninya. Adanya dukungan sosial diharapkan dapat mengurangi dampak terjadinya stres akademik pada mahasiswa yang menjalani PJJ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan stres akademik pada mahasiswa yang menjalani pembelajaran jarak jauh. Populasi penelitian ini berjumlah 43.687 mahasiswa di Universitas Diponegoro dengan sampel sebanyak 356 yang diambil menggunakan Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial (41 aitem, α = 0,917) dan skala stres akademik (37 aitem, α = 0,935). Analisis data menggunakan metode analisis regresi sederhana dengan nilai koefisien rxy = -0,248 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis tersebut, terbukti bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dengan stres akademik, yang artinya semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, maka semakin rendah stres akademik yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diterima, maka semakin tinggi stres akademik yang dialami. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Stres Akademik, Mahasiswa PJJ

    STUDI KUANTITATIF: PENGARUH SHIFT KERJA, BEBAN KERJA MENTAL, DAN EFIKASI DIRI TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT X KUDUS

    Get PDF
    Stres kerja merupakan dampak psikologis yang terjadi karena pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan kapasitas seseorang. Pekerjaan yang banyak melibatkan aktivitas mental dan bersifat monotoni, pengaturan shift kerja, serta tingkat efikasi diri seseorang dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stres kerja. Tujuan darii penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh shift kerja, beban kerja mental, dan efikasi diri terhadap stres kerja pada pekerja bagian produksi PT X Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah stres kerja dan variabel bebasnya adalah shift kerja, beban kerja mental, dan efikasi diri. Populasi penelitian ini yaitu 590 orang pekerja bagian produksi dan sampel berjumlah 83 orang. Pengukuran stres kerja menggunakan Survey Diagnosis Stress (SDS), pegukuran beban kerja mental secara subjektif dengan menggunakan NASA-TLX, dan pengukuran efikasi diri menggunakan Generalized Self-Efficacy Scale (GSES). Analisa statistik pada penelitian ini menggunakan uji regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara shift kerja terhadap stres kerja (p=0,342), ada pengaruh antara beban kerja mental terhadap stres kerja (p=0,032), dan ada pengaruh antara efikasi diri terhadap stres kerja (p=0,000). Shift kerja, beban kerja mental, dan efikasi diri secara simultan berpengaruh terhadap stres kerja dengan koefisien regresi sebesar 0,151. Sebaiknya perusahaan memberi pencerdasan mengenai stres kerja, penyebab stres kerja, dan cara menanganinya; serta perusahaan sebaiknya mensosialisasikan kotak saran dan ruang konsultasi untuk menampung keluhan atau permasalahan yang dialami pekerja dan mengevaluasinya secara berkala. Kata kunci : Beban Kerja Mental, Efikasi, Stres Kerj

    EFEKTIVITAS SISTEM SUBSURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLANDS MENGGUNAKAN TANAMAN TYPHA ANGUSTIFOLIA DALAM MENURUNKAN KADAR COD PADA LINDI TPA JATIBARANG SEMARANG

    Get PDF
    Lindi dari tempat pembuangan sampah mengandung kadar amonia, timbal, polutan organik dan anorganik yang tinggi serta beberapa patogen berbahaya. Pembuangan lindi tanpa pengolahan yang memadai berpotensi mencemari air, tanah, dan menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Subsurface Flow Constructed Wetlands menggunakan Lembang (Typha angustifolia) untuk menurunkan kadar COD pada lindi TPA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan variasi kerapatan tanaman (2 rumpun/m2, 4 rumpun/m2, 6 rumpun/m2) dan waktu detensi (2 hari dan 4 hari). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan rerata antar kelompok perlakuan. Rata-rata kadar COD setelah perlakuan dengan waktu tinggal 2 hari pada reaktor 1 adalah 614,16 mg/l, reaktor 2 adalah 515,83 mg/l, reaktor 3 adalah 295 mg/l. Rata-rata kadar COD setelah perlakuan dengan waktu tinggal 4 hari pada reaktor 1 adalah 484,16 mg/l, reaktor 2 adalah 362 mg/l, dan reaktor 3 adalah 144,2 mg/l. Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata penurunan kadar COD pada lindi TPA antara sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan Typha angustifolia (p<0,05). Subsurface Flow Constructed Wetlands menggunakan Lembang (Typha angustifolia) secara signifikan mengurangi kadar COD di lindi TPA. Penurunan COD tertinggi terjadi pada reaktor 3 dengan waktu tinggal 4 hari yaitu 854,14 mg/l yang memiliki nilai efektivitas sebesar 86% Metode ini dapat diuji di tempat pembuangan sampah untuk mengetahui lebih lanjut tentang efektivitasnya. Kata kunci : Lindi TPA, Subsurface Flow Constructed Wetlands, CO

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇