Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    ANALISIS KOMPARASI FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN PADA USAHATANI PADI LAHAN SAWAH DENGAN IRIGASI YANG BERBEDA DI KECAMATAN BANYUBIRU

    Get PDF
    Perbedaan letak geografis dan sistem pengairan pada lahan sawah Rawa Pening dan lahan sawah irigasi sederhana menyebabkan adanya perbedaan penggunaan faktor-faktor produksi yaitu luas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan nilai pendapatan petani. Metode penelitian menggunakan metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode nonprobability sampling melalui teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden masing-masing 30 responden untuk lahan sawah Rawa Pening dan irigasi sederhana. Analisis deskriptif digunakan untuk menjawab tujuan pertama. Analisis uji beda independent sample t-test digunakan untuk menjawab tujuan kedua. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa biaya produksi, produksi, penerimaan dan pendapatan pada lahan sawah Rawa Pening secara berurutan adalah Rp 2.824.613,8, 1751,67 kg, Rp 7.882.500 dan Rp 5.057.886,2. Biaya produksi, produksi, penerimaan dan pendapatan pada lahan sawah irigasi sederhana secara berurutan adalah Rp 3.778.151,63, 2870 kg, Rp 12.915.000 dan Rp 9.136.848,4. Hasil analisis uji beda (dalam luas lahan 1 ha) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada biaya produksi, produksi, penerimaan dan pendapatan, antara lahan sawah Rawa Pening dan lahan sawah irigasi sederhana. Kata kunci: faktor-faktor produksi, pendapatan, petani pad

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK (Studi di RSUP Dr. Kariadi Kota Semarang)

    Get PDF
    Lupus Eritematosus Sistemik (LES) adalah penyakit autoimun dengan manifestasi beragam dan ditandai dengan munculnya kekambuhan. Faktor yang berhubungan dengan tingkat kekambuhan pada penderita LES perlu diketahui, sehingga upaya pencegahan kekambuhan dapat dilakukan dan penderita dapat memasuki masa remisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kekambuhan LES pada penderita LES di RSUP Dr. Kariadi Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 136 responden. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan tingkat kekambuhan LES yaitu usia (p=0,049; r=-0,169), jenis kelamin (p=0,035), tingkat kepatuhan minum obat (p=0,000; r=-0,644), tingkat pengetahuan (p=0,000; r=-0,332), tingkat stress (p=0,000; r=0,602), tingkat dukungan keluarga (p=0,000; r=-0,481), tingkat dukungan tenaga kesehatan (p=0,050; r=-0,168), keberadaaan paparan rokok (p=0,001; r=-0,271), dan keberadaan paparan sinar matahari (p=0,000; r=-0,313). Disimpulkan usia, jenis kelamin, tingkat kepatuhan minum obat, tingkat pengetahuan, tingkat stress, tingkat dukungan keluarga, tingkat dukungan tenaga kesehatan, keberadaan paparan rokok, dan keberadaan paparan sinar matahari merupakan faktor yang berhubungan dengan tingkat kekambuhan LES. Kata Kunci : Lupus Eritematosus Sistemik, Kekambuhan, Kepatuhan, Lingkunga

    HUBUNGAN TINGKAT HEALTH LITERACY, PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN COVID-19 (Studi pada Masyarakat Umum Kota Semarang)

    Get PDF
    COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan yang telah memberikan dampak negatif bagi lebih dari 200 negara, tidak terkecuali Indonesia. Kepatuhan masyarakat dalam melakukan praktik pencegahan COVID-19 merupakan cara yang paling efektif untuk menghentikan penyebaran penyakit ini dan hal ini dipengaruhi oleh tingkat health literacy, pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap COVID-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat health literacy, pengetahuan dan sikap dengan praktik pencegahan COVID-19 pada masyarakat Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Besar sampel yang didapat berjumlah 407 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat health literacy (p-value= 0,007), pengetahuan (p-value= 0,001) dan sikap (p-value= 0,001) mengenai COVID-19 dengan praktik pencegahan COVID-19 pada masyarakat Kota Semarang. Dapat disimpulkan bahwa tingkat health literacy, pengetahua dan sikap terkait COVID-19 mempengaruhi praktek pencegahan COVID-19 pada masyarakat Kota Semarang. Intervensi dengan meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan masih diperlukan, yang pada akhirnya juga akan meningkatkan praktik pencegahan infeksi COVID-19 pada masyarakat. Kata Kunci: Health literacy, pengetahuan, sikap, Praktik pencegahan, COVID-1

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK ASI EKSKLUSIF DI DAERAH PERTANIAN KABUPATEN SEMARANG (Studi pada Ibu yang Memiliki Bayi Usia 0−6 Bulan)

    Get PDF
    Latar belakang: Praktik pemberian ASI eksklusif wajib dilakukan pada bayi usia 0−6 bulan. Persentase capaian pemberian ASI secara eksklusif di Kabupaten Semarang masih lebih rendah dari target nasional. Penyebabnya karena masih rendahnya pelaksanaan inisiasi menyusu dini dan pemberian makanan prelakteal masih banyak dilakukan karena kebiasaan setempat menganggap bayi tidak cukup hanya diberi ASI.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik ASI eksklusif di daerah pertanian Kabupaten Semarang.Metode: Penelitiancross-sectional dengan pengambilan sampel secara purposive di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sampel sebanyak 27 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-6 bulan.Hasil: Proporsi praktik ASI eksklusif di daerah pertanian Kabupaten Semarang sebesar 37%. Ibu menyusui pada penelitian ini 81,5% berusia 20-35 tahun, 85,2% IRT, 70,4% menyelesaikan pendidikan dasar, 51,9% multipara, 74,1% IMT tidak normal, 88,9% kadar Hb normal, 92,6% menerima dukungan tenaga kesehatan berupa kunjungan postpartum, 85,2% melahirkan di praktik bidan, 96,3% persalinan normal, 85,2% tidak melaksanakan IMD, 63,0% bayi menerima makanan prelakteal, dan 51,9% tidak terpapar promosi susu formula. Variabel yang berhubungan dengan praktik ASI eksklusif yaitu status gizi ibu berdasar IMT, pelaksanaan IMD, bayi menerima makanan prelakteal, dan terpapar promosi susu formula. Variabel yang tidak berhubungan yaitu usia ibu, status pekerjaan ibu, tingkat pendidikan ibu, paritas, kadar Hb ibu, dukungan tenaga kesehatan, tempat persalinan, dan cara persalinan.Kesimpulan:Status gizi ibu berdasar IMT, pelaksanaan IMD, bayi menerima makanan prelakteal, dan terpapar promosi susu formula merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan praktik ASI eksklusif di daerah pertanian Kabupaten Semarang. Kata Kunci: ASI Eksklusif, pertanian, prelakteal, inisiasi menyusu dini (IMD), Kabupaten Semaran

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, DAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN DROP OUTPENGGUNAAN KONTRASEPSI DI PROVINSI JAMBI TAHUN 2018

    Get PDF
    Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Prevalensi penggunaan kontrasepsi Provinsi Jambi tahun 2018 sebesar 57,9% dari target yang ditetapkan sebesar 65,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik Wanita Usia Subur (WUS), pengetahuan, dan kualitas pelayanan dengan drop out penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sumber data berasal dari data Survei Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2018. Pemilihan sampel secara stratified multistage sampling. Responden terpilih merupakan wanita usia subur yang pernah menggunakan kontrasepsi pada saat SKAP 2018 sebanyak 925 WUS. Analisis data dilakukan secara univariat,bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 2/3 WUS masih aktif menggunakan kontrasepsi ( 90,5%), berusia ≥35 tahun( 53,6%), paritas ≤2 anak (66,3%), berpendidikan ≤SMP (61,6%), tidak bekerja (72,8%), tinggal di pedesaan (72,0%), memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang jenis alat/cara KB dan pembangunan keluarga (55,4%), dan mendapatkan kualitas pelayanan yang baik tentang informasi (efek samping, tindakan, alat/cara KB lain) dari penyedia layanan (66,7%). Tidak ada hubungan tingkat pendidikan, status pekerjaan, wilayah tempat tinggal, pengetahuan, dan kualitas pelayanan dengan drop out penggunaan kontrasepsi. Ada pengaruh usia (p-value=0,001; OR=1,677) dan paritas (p-value=0,001; OR=2,191) terhadap drop out penggunaan kontrasepsi. Lembaga terkait perlu memberikan informasi mendalam mengenai jenis alat kontrasepsi, kelebihan dan kekurangan, serta efek samping yang mungkin terutama bagi WUS yang berusia <35 tahun dan paritas ≤2 anak serta mengoptimalkan program pembangunan keluarga. Kata kunci: drop out, penggunaan kontrasepsi, wanita usia subu

    ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROSES PRODUKSI INDUSTRI KIMIA DI PT. X

    Get PDF
    PT. X merupakan salah satu industri kimia (karet) yang memproduksi sarung tangan berbahan dasar latex. Dalam proses produksinya, PT. X memiliki potensi bahaya yang tinggi yang dapat menimbulkan suatu keadaan darurat. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem tanggap darurat dalam kerangka manajemen risiko K3 untuk mencegah dan menanggulangi keadaan darurat yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem tanggap darurat bisa merespon risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang mungkin terjadi pada proses produksi di PT. X. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam secara langsung dan daring melalui telepon, dengan melibatkan 5 (lima) informan utama dan 3 (tiga) informan triangulasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa PT. X telah menerapkan manajemen risiko K3 meliputi identifikasi bahaya dan penilaian risiko, penerapan sistem tanggap darurat, dan perencanaan pemulihan, sehingga sistem tanggap darurat perusahaan dapat merespon baik keadaan darurat dengan meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi. Namun masih terdapat beberapa kekurangan seperti kebijakan tanggap darurat yang belum disosialisasikan ke seluruh pekerja, penempatan APAR yang belum sesuai dengan standar, rencana pemulihan yang belum berbentuk prosedur, dan anggota organisasi tanggap darurat yang belum menggunakan tanda pengenal saat bertugas. Peneliti menyarankan kepada PT. X untuk mengkomunikasikan kebijakan yang sudah ada ke seluruh pekerja agar pekerja memahami maksud dan tujuan kebijakan tersebut, penyesuain standar elemen sistem tanggap darurat, dan penyusunan prosedur rencana pemulihan keadaan darurat. Kata Kunci : Manajemen Risiko K3, Sistem Tanggap Darurat, Proses Produksi Industri Kimi

    PERAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN REPETISI KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA DI DESA PASUCEN KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI JAWA TENGAH

    No full text
    Desa Pasucen merupakan salah satu desa di Kecamatan Trangkil yang terdapat repetisi kejadian kehamilan tidak diinginkan pada remaja dari tahun 2018-2020 dengan kenaikan kasus sebanyak 5 kasus dari tahun 2018-2019 dan memiliki jumlah kasus terbanyak, yaitu sebanyak 5 kasus per 21 Oktober 2020. Meskipun puskemas sudah memberikan penyuluhan kepada siswa SMP dan SMA sederajat, kasus tersebut masih terjadi dari tahun ke tahun.Oleh karena itu, diperlukan penanggulangan dari pihak yang dapat mempengaruhi remaja dan orang tua, yaitu tokoh masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tokoh masyarakat dalam penanggulangan repetisi kejadian kehamilan tidak diinginkan pada remaja di Desa Pasucen.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam kepada subjek penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh masyarakat belum memiliki keterikatan sosial dengan remaja dan beberapa tokoh masyarakat sudah melakukan pendekatan mengenai permasalahan remaja, tetapi belum fokus mengenai masalah repetisi kejadian kehamilan tidak diinginkan.Selanjutnya, tokoh masyarakat belum pernah membangun komitmen bersama remaja dan sebagian besar tokoh masyarakat belum berencana untuk membangun komitmen tersebut. Tokoh masyarakat jarang membuat kegiatan yang melibatkan remaja karena tidak ada dana dari pemerintah desa. Remaja memiliki keyakinan terhadap nilai dan norma, serta sebagian besar tokoh masyarakat sudah berperan meningkatkan keyakinan remaja. Kesimpulannya, tokoh masyarakat belum sepenuhnya berperan dalam melakukan penanggulangan repetisi kejadian kehamilan tidak diinginkan pada remaja, tetapi berkeinginan untuk melakukannya. Kata Kunci : kehamilan tidak diinginkan, repetisi, peran tokoh masyaraka

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇