71404 research outputs found
Sort by
GAMBARAN UPAYA KESEHATAN JIWA UNTUK MENGURANGI STIGMA MASYARAKAT TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KOTA SEMARANG
Kota Semarang pada tahun 2019 kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat sebanyak 1724 kasus dan pada tahun 2020 terdapat sebanyak 1384 kasus. Kasus terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Bulu Lor, Puskesmas Gayamsari dan Puskesmas Bandarharjo.Salah satu tujuan adanya layanan kesehatan jiwa di puskesmas untuk mengedepankan upaya promotif dan preventif pencegahan gangguan kesehatan jiwa dan pencegahan adanya stigma di masyarakat terhadap pasien ODGJ.Penelitian ini bertujuan menggambarkan upaya layanan kesehatan jiwa untuk mengurangi adanya stigma di masyarakat.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di 3 puskesmas yang memiliki kasus terbanyak selama 2 tahun berturut-turut dengan subjek utama berjumlah 3 orang dansubjek triangulasi berjumlah 9 orangyang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi tenaga kesehatan serta kelompok sasaran yang secara langsung mengelola program layanan kesehatan jiwa dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pengumpulan data melalui wawancara secara langsung.Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan upaya kesehatan jiwa di puskesmas Kota Semarang hampir seluruhnya merencanakan dan melaksanakan upaya kesehatan jiwa salah satunya kegiatan penyuluhan.Hanya sebagian puskesmas saja yang belum memiliki perencanaan terkait penyuluhan kesehatan jiwa dikarenakan kondisi yang masih pandemi dan puskesmas hanya fokus pada pelayanan rujukan saja.Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan belum berjalan dengan baik.Hal tersebut terlihat dari jadwal penyuluhan yang belum dilaksanakan rutin dan hanya dilaksanakan secara fleksibel.Sasaran kegiatan penyuluhan hanya kepada kader dan keluarga pasien, belum mencakup masyarakat secara umum.Materi yang disampaikan masih sebatas pengetahuan dasar mengenai pencegahan gangguan jiwa dan belum merujuk khusus pada upaya pencegahan stigma.Hal ini tentu perlu dipertimbangkan dengan baik karena stigma di masyarakat seperti bentuk pelabelan dan prasangka masih ada meskipun tidak adanya tindakan diskriminasi.
Kata kunci : ODGJ, Stigma, dan Layanan Kesehatan Jiw
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBASEN KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Kejadian diare di wilayah Kecamatan Kebasen masih tinggi. Pelaksanaan program STBM belum berjalan optimal di wilayah Kecamatan Kebasen dilihat dari belum terpenuhinya kriteria standar dan persyaratan 5 pilar STBM. Penelitian ini berfokus pada studi analitis observasional menggunakan cross sectional sebagai metode pendekatan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kebasen dengan total 100 rumah tangga. Teknik sampling menggunakan proportional random sampling. Analisis data menggunakan tes chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27% rumah tangga buang air besar sembarangan, 81% tidak mencuci tangan dengan sabun, 47% tidak mengelola makanan dan minuman dengan aman, 91% tidak aman menjaga limbah, dan 80% tidak aman menjaga limbah cair. Ada hubungan antara implementasi aspek STBM stop BABS (p = 0.000), aspek CTPS (p = 0,021), aspek PAMM - RT (p = 0.000), dan aspek PLC - RT (p = 0,014) dengan terjadinya diare di wilayah kerja Puskesmas Kebasen. Tidak ada hubungan antara pelaksanaan STBM aspek PS – RT (p= 0.471) dengan terjadinya diare di wilayah kerja Puskesmas Kebasen. Kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Kebasen dipengaruhi oleh kebiasaan orang yang berperilaku buang air besar sembarangan, tidak mencuci tangan dengan sabun, pengelolaan makanan dan minuman yang tidak aman, serta tidak adanya keamanan limbah cair.
Kata Kunci: STBM, diare, Puskesmas Kebase
FAKTOR - FAKTOR LINGKUNGAN RUMAH DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN META ANALISIS
Malaria di dunia mencapai 229 juta kasus pada tahun 2019 dengan perkiraan jumlah kematian akibat malaria mencapai 409.000. API malaria Indonesia tahun 2020 sebesar 0,9 per 1000 penduduk, 318 kabupaten/kota telah berhasil eliminasi malaria. Tujuan dari penelitan ini untuk mengetahui sintesis dari berbagai macam penelitian sejenis yang pernah dilakukan, mengenai faktor lingkungan dan perilaku yang memiliki risiko dengan peningkatan kejadian makaria. Metode yang digunakan adalah meta-analisis. Artikel dikumpulkan dari database online seperti Google Scholar, Portal Garuda Dikti, Sinta, Scopus, SpingerLink, dan ProQuest dengan tahun publikasi 2011-2020. Kualitas artikel dinilai menggunakan Joana Brigg’s Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist. Perhitungan estimasi efek gabungan menggunakan Review Manager 5.4.1. Terdapat 623 hasil penelitian, 23 memenuhi kualifikasi untuk dilakukan meta analisis. Hasil penelitian mendapatkan 4 variabel memiliki hubungan signifikan dengan kejadian malaria diantaranya adalah Keberadaan genangan air (p<0.00001; OR=3.19; 95% CI = 2.20 - 4.61), keberadaan semak-semak (p<0.00001; OR=3.07; 95% CI = 2.11- 4.48), ), kerapatan dinding rumah (p=0.008; OR=1.93; 95% CI = 1.19-3.12), dan kebiasaan keluar rumah malam hari (P<0.00001; OR=3.19; 95% CI = 2.26-4.52), sedangkan 4 variabel lainnya tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian malaria, yaitu keberadaan kandang hewan ternak (p=0.08; OR=1.71; 95% CI = 0.94-3.09), pemasangan kawat kasa pada ventilasi (p=0.40; OR=1.68; 95% CI = 0.05-5.68) , kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk (p=0.08; OR=1.98; 95% CI = 0.94-3.05), dan kebiasan menggunakan kelambu (p=0.08; OR=1.87; 95% CI = 0.92-3.78). Kesimpulan: Keberadaan genangan air, keberadaan semak-semak, kerapatan dinding rumah dan kebiasaan keluar rumah malam hari adalah faktor risiko kejadian malaria.
Kata Kunci: Malaria, lingkungan, perilaku, faktor risiko, meta analisi
DISTRIBUSI SPASIAL VEKTOR DAN BREEDING PLACES NYAMUK FILARIASIS DI KELURAHAN MEDONO, PEKALONGAN, JAWA TENGAH
Filariasis atau disebut juga penyakit kaki gajah merupakan penyakit menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh nyamuk. Pada tahun 2020, Kelurahan Medono memiliki 8 kasus positif filariasis. Faktor yang mempengaruhi keberadaan vektor filariasis adalah kepadatan nyamuk, breeding places nyamuk, dan karakteristik lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2021 dan bertujuan menggambarkan distribusi spesies vektor potensial dan breeding places nyamuk filariasis yang dilihat secara spasial di Kelurahan Medono, Kota Pekolangan. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan survei entomologi, pengambilan titik subjek, dan objek penelitian menggunakan GPS. Data dianalisis dengan analisis univariat dan secara spasial/pemetaan dengan perangkat Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil penangkapan nyamuk di wilayah Kelurahan Medono adalah nyamuk spesies Cx. quinquefasciatus (96.69%), Ae. aegypti (1.60%), Cx. tritaeniorhynchus (1.25%), Cx. vishnui (0.23%), Cx. hutchinsoni (0.11%), dan Ae. albopictus (0.11%). Nyamuk Cx. quinquefasciatus memiliki kelimpahan nisbi, frekuensi nyamuk, dan angka dominasi spesies yang paling tinggi. Rata-rata suhu diluar rumah 27oC – 29oC dan didalam rumah 28 oC – 29 oC. Sedangkan, rata-rata kelembaban diluar rumah 75-85% dan didalam rumah 71-80%. Habitat potensial vektor berupa selokan, pot bunga, dan ember dengan suhu berkisar antara 27.2 – 32.9oC, pH berkisar antara 6.8 – 8.6 dan salinitas 0%. Tidak ditemukan mikrofilaria di dalam tubuh nyamuk. Kesimpulan, spesies nyamuk yang paling banyak tertangkap di Kelurahan Medono adalah Cx. quinquefasciatus. Disarankan masyarakat dapat ikut serta dalam upaya pencegahan dan pengendalian vektor.
Kata kunci : filariasis, vector, breeding places, spasia
NASKAH KITAB ZURRAH (Suntingan Teks dan Kajian Isi Teks)
Safira, Hijra. 2021. “Manuscript of the Zurrah: Text Editing and Study of Text Content”.
Thesis (S1) Indonesian Literature Study Program Faculty of Humanities, University of
Diponegoro Semarang. Advisor: Dr. Muh. Abdullah, MA and Drs. Moh Muzakka, M .Hum.
The Zurrah Book is a manuscript originating from the East Java region. The values in
the KZ manuscript contain the value of worship to all Muslims regarding how to believe in
Allah and the Messenger by knowing the "obligatory, muhal, and jaiz properties."
This study aims to present edits and describe the function of the text based on
pragmatic studies. The author uses two theories in the analysis, namely philological theory
and pragmatic theory. The philological theory used is: describing the text, making an outline
of the content, and transliterating the text, which is then followed by editing the text and
translating the text. While pragmatic theory is used to find out the functions or values
contained in the KZ text
The results of the philological analysis that have been obtained are in the form of
descriptions, edits, and text translations. The KZ manuscript is in the form of a translation to
make it easier for readers to understand the contents of the manuscript. While the results of
pragmatics include the function of the religion of Islam and the function of education. The
function of Islam has three articles, namely (1) belief in Allah, (2) faith in Allah's Apostle, (3)
knowing the nature of obligatory, muhal, and jaiz for Allah and the Messenger, and (4)
believing in uluhiyah and 'rububiyah. God. There are three educational functions that the
writer finds, namely (1) the teaching to be optimistic, (2) the teaching to act like a prophet,
and (3) the teaching to do good.
Keywords: Book of Zurrah, Philology, Pragmatics, Islamic Religious Values, Educational
Values
FAKTOR PERILAKU DAN LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAHOROK KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA)
Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Bahorok Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat dengan melihat kondisi lingkungan yang masih jauh dari perkotaan dan keadaan lingkungan rumah yang mendukung.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari 2021 di wilayah kerja Puskesmas Bahorok Kabupaten Langkat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat sejumlah 110 KK. Teknik sampling yang digunakan adalah Proportional Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,4% rumah respondendinyatakan tidak ditemukan larva Aedes aegypti. Faktor yang berhubungan dengan keberadaan larva Aedes aegypti dalam penelitian ini yaitu pengetahuan (p-value 1,000), sikap (p-value 0,821), ketersediaan tutup TPA (p-value 0,001), dan jenis TPA (p-value 0,395). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan keberadaan larva Aedes aegypti dalam penelitian ini yaitu mobilitas penduduk (p-value 0,502), keberadaan pasar (p-value 0,821), dan tempat ibadah (p-value 1,000).
Untuk mengurangi adanya keberadaan larva Aedes aegypti disarankan agar setiap masyarakat dan stakeholder bekerjasama untuk mencegah adanya larva dengan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat sehingga dapat meniadakan tempat-tempat yang berpotensi untuk kelangsungan siklus hidup nyamuk.
Kata Kunci : DBD, larva nyamuk Aedes aegypti, perilaku, lingkunga
SUNTINGAN TEKS DAN KAJIAN PRAGMATIK TEKS FATḤU AL-QARÎBI ALMUJÎBI RELEVANSINYA DENGAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN
Fakhriyah, Shobikhatul. 2021. "The Text Editing and Pragmatic Studies of Fatḥu al-Qarîbi
al-Mujîbi's Relevance to the Marriage Law". Thesis (S1) Indonesian Literature Study
Program Faculty of Cultural Sciences Diponegoro University Semarang. Lecture Dr. Muh.
Abdullah, M.A. and Drs. Moh Muzakka, M.Hum.
The manuscript that is used as the object of the reserachers' study is fatḥu al-Qarîbi
al-Mujîbi digital script stored in Perpusnas, the researcher first found this manuscript in the
catalog T.E Behrend with the title Fathu 'I-Qarib 'I-Mujib with code W 291 B. This
manuscript is Malay and Arabic script with Arabic and Malay prose form.
This study describes the description of the manuscript, transliteration, edit of the text,
analysis of the contents by revealing the concept of marriage contained in the FQM
manuscript of the marriage chapter, and also explains the extent of the relevance of the FQM
text to the Marriage Act.
The results that obtained based on the inventory of manuscripts indicate that the FQM
manuscript is a single manuscript. While the results of pragmatic analysis obtained about
spiritual function and educational function. Spiritual functions include the refinement of
worship and effort. While the function of education includes moral aspects; Moral aspects
and social aspects.
While the relevance of the FQM text to the Marriage Act lies in the marriage chapter;
legal conditions of marriage; women who are illegally married; qasm and nusyuz; Swore
li'an; iddah; breastfeeding; Support for relatives and caregiving.
Keywords: Fatḥu al-Qarîbi al-Mujîbi, philology, pragmatic theory, Marriage Law
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PHBS PENCEGAHAN TB PARU PADA SANTRI PONDOK PESANTREN ATTHOLIBIYAH BUMIJAWA KABUPATEN TEGAL
Tuberkulosis Paru menular melalui droplet yangterinfeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis. PHBS menjadi pencegahan primer penularan TB Paru di pondok pesantren.
Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik PHBS pencegahan TB Paru pada santri Pondok Pesantren Attholibiyah Bumijawa Kabupaten Tegal.
Penelitian kuantitatif. instrument kuisioner. Rancangan penelitian studi cross sectional. Populasi penelitian 886 santri. Besar sampel sebanyak 268 santri, 130 santri putra dan 138 santri putri didapatkan dengan perhitungan Lameshow.Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dengan signifikansi 95%, dan multivariate menggunakan uji regresi binary logistic.
Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin (p = 0,000), tingkat pendidikan (p = 0,028), pengetahuan (p = 0,0002), sikap (p = 0,000), Ketersediaan fasilitas (p = 0,000), ketersediaan informasi (p = 0,000), akses terhadap pelayanan kesehatan (p = 0,000), peraturan pondok (p = 0,000), sikap dan perilaku kyai (p = 0,000), sikap dan perilaku asatidz (p = 0,000), sikap dan perilaku pengurus (p = 0,000), sikap dan perilaku teman (p = 0,000) berhubungan dengan praktik PHBS pencegahan TB Paru. Sedangkan umur dengan p = 0,051 tidak ada hubungan dengan praktik PHBS pencegahan TB Paru. Variabel yang paling mempengaruhi praktik PHBS pencegahan TB Paru adalah jenis kelamin (OR = 5,815).Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan perlu menegakan PHBS untuk mencegah penularan TB Paru.
Kata kunci : TB Paru, perilaku hidup bersih dan sehat, pondokpesantren
Teori dan Falsafah Kepetrawatan
BAB 1. FILSAFAT, SAINS DAN KEPERAWATAN
A. Komponen Dasar Teori …….…………………………….
B. Keperawatan Sebagai Profesi ………………………….
C. Keperawatan Sebagai Disiplin Akademik …………..
D. Pengenalan Sains dan Filsafat ………………………..….
E. Sains dan Filsafat Pendidikan …………………………...
F. Filsafat Keperawatan, Sains Keperawatan dan
Filsafat Sains Keperawatan ………………………………
G. Perkembangan Pengetahuan dan Sains
Keperawatan ………………………………….………………..
H. Metodologi Riset dan Sains Keperawatan ………….
8 8 9
10
12
13
14
17
BAB 2. HUBUNGAN FALSAFAH DAN PARADIGMA
KEPERAWATAN
A. Definisi Falsafah Keperawatan ………………………….
B. Definisi Paradigma Keperawatan ……………………...
C. Konsep Manusia ………………………………………………
D. Konsep Kesehatan ……………………………………………
E. Konsep Lingkungan ………………………………………….
F. Konsep Keperawatan ……………………………………….
G. Hubungan Falsafah dan Paradigma Keperawatan
.
19
20
21
23
24
25
26
BAB 3. PENGETAHUAN DAN TEORI
A. Pentingnya Pengetahuan Dalam Keperawatan .......
B. Sifat Pengetahuan ................................................................
C. Bentuk Pengetahuan ..........................................................
D. Teori Sebagai Konstruksi Pengetahuan .....................
E. Teori dan Praktik .................................................................
28
28
29
31
327
BAB 4. TEORI DAN MODEL KEPERAWATAN
A. Pengetahuan Ilmiah dan Non Ilmiah ...........................
B. Struktur Pengetahuan Keperawatan ..........................
C. Teori dan Model ..................................................................
D. Model Keperawatan ..........................................................
E. Teori Keperawatan ............................................................
35
35
36
37
38
BAB 5. TEORI, PRAKTEKDAN PENELITIAN
A. Teori dan Penelitian ...........................................................
B. Teori dan Praktek ...............................................................
C. Penelitian dan Praktek .....................................................
39
40
41
BAB 6. TEORI KEPERAWATAN
A. Pengertian Teori ..................................................................
B. Pentingnya Teori Keperawatan .....................................
C. Komponen Dasar Teori Keperawatan .........................
D. Lingkup Teori ……………………………………………..........
E. Perkembangan Teori Keperawatan .............................
F. Perkembangan Pengetahuan Dalam Keperawatan
G. Pemilihan Teori Keperawatan ........................................
43
45
48
50
51
54
55
BAB 7. TOKOH TEORI FILOSOFIKAL
A. Florence Nightingale: Teori Lingkungan ....................
B. Jean Watson: Caring ….........................................................
C. Ernestine Wiedenbach: Keperawatan Klinik: Seni
Menolong .................................................................................
D. Virginia Henderson: Prinsip-prinsip dan Praktik
Keperawatan .........................................................................
E. Faye Glenn Abdellah: Pendekatan Yang Berpusat
Pada Pasien Dalam Keperawatan .................................
F. Patricia Benner: Dari Pemula Sampai Ahli ...............
58
62
65
71
73
788
BAB 8. TOKOH TEORI GRAND / MODEL KONSEPTUAL
KEPERAWATAN
A. Model Konseptual Myra Estrin Levine: Model
Konservasi ..............................................................................
B. Model Konseptual Martha E Roger: Kesatuan
Manusia ...................................................................................
C. Model Konseptual Dorothea Orem: Defisit
Perawatan Diri …………………………………………………
D. Model Konseptual Imogene King: Kerangka Kerja
Sistem Interaksi ……………………………………………....
E. Model Konseptual Betty Neuman: Model Sistem ..
F. Model Konseptual Sister Calista Roy: Model
Adaptasi ...................................................................................
82
86
91
97
104
113
BAB 9. TOKOH TEORI KEPERAWATAN
A. Model Teori Ida Jean Orlando: Teori Proses
Keperawatan .........................................................................
B. Model Teori Nola J. Pender: Model Promosi
Kesehatan ...............................................................................
C. Model Teori Rosemarie Rizzo Parse: Menjadi
Manusia ....................................................................................
D. Model Teori Helen C. Erickson, Evelyn M. Tomlin,
Mary Ann P. Swain: Modeling and Role-Modeling .
E. Model Teori Medeleine Leininger: Keperawatan
Transkultural .........................................................................
F. Model Teori Margareth Newman: Kesehatan
Sebagai Perluasan Kesadaran .........................................
119
126
128
133
138
141
BAB 10. TOKOH MIDDLE RANGE THEORY
A. Ramona T Mercer: Pencapaian Peran Ibu ................
B. Sandra J. Peterson ...............................................................
145
152
DAFTAR PUSTAK