Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    PENGARUH PENGAPLIKASIAN VARIASI PERANGKAP TERHADAP JUMLAH LALAT TERPERANGKAP DI TEMPAT PENJUALAN IKAN PASAR TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Kepadatan lalat di tempat penjualan ikan Pasar Tambak Lorok Kota Semarang termasuk dalam kategori tinggi dengan angka 9,35. Hingga saat ini belum dilakukan suatu pengendalian untuk menekan populasi lalat di tempat penjualan ikan Pasar Tambak Lorok Kota Semarang. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan perangkap lalat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variasi perangkap terhadap jumlah lalat terperangkap di tempat penjualan ikan Pasar Tambak Lorok Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lalat yang terperangkap pada berbagai variasi perangkap (sticky trap, fly trap, botol trap, pohon lalat) yang terpasang di tempat penjualan ikan Pasar Tambak Lorok. Hasil uji Kruskal Wallis didapatkan nilai signifikansi 0.000 (α < 0.05) sehingga terdapat perbedaan variasi perangkap terhadap jumlah lalat terperangkap. Kesimpulan, perangkap lalat yang paling banyak memerangkap lalat adalah sticky trap. Diharapkan pedagang ikan dapat melakukan pengendalian lalat untuk menekan angka kepadatan lalat. Kata Kunci : Lalat, Perangkap Lalat, Pengendalian Lala

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS FILARIASIS DI INDONESIA : SISTEMATIK REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Pengetahuan yang baik tentang faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kasus filariasis, dapat menentukan pengendalian dan pencegahan yang efektif. Karena setiap daerah memiliki faktor risiko yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kasus filariasis di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode sistematik review menggunakan database search dari Google Scholar, Sciencedirect, Researhgate, Scopus, PubMed dan Gray Literature. Penelitian ini menggunakan kata kunci pencarian “Faktor risiko” dengan operator boolean DAN “Filariasis” ATAU “Elephantiasis”. Kualitas artikel dinilai menggunakan pedoman dari Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan memiliki kualitas sedang hingga tinggi untuk dianalisis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 artikel dengan desain studi Cross-sectional dan 24 artikel dengan desain studi Case control dimasukkan dalam analisis. Hasil penilaian kualitas artikel menunjukkan sebagian besar artikel berkualitas sedang hingga baik. Faktor-faktor yang berhubungan dengan filariasis adalah aktivitas diluar rumah pada malam hari (19%), obat nyamuk (15%), kelambu (19%), memakai pakaian tertutup (9%), penggunaan kawat kawat (16%), semak-semak (4%), rawa (6%), sawah (2%), kandang ternak (6%) dan genangan air (4%) Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan filariasis adalah aktivitas dikuar rumah pada malam hari, obat nyamuk, kelambu, memakai pakaian tertutup, penggunaan kawat kasa, semak-semak, rawa, sawah, kandang ternak, genangan air. Untuk mengendalikan kasus filariasis harus memperhatikan faktor-faktor tersebut. Kata Kunci : Faktor risiko, filariasis, sistematik revie

    PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI COPING STRESS PADA REMAJA DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Kesehatan mental merupakan beban utama penyakit bagi remaja dengan kasus yang terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan Data Masalah kesehatan mental remaja di Indonesia meningkat dari 6% (2013) menjadi 9,8% (2018). Kota Semarang berada pada angka gangguan kesehatan mental remaja tertinggi di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3.540 penderita pada tahun 2018. Munculnya media sosial dapat membantu individu mendapatkan akses ke sumber informasi dan dukungan serta hubungan dengan orang lain saat menghadapi keadaan yang penuh tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku remaja dalam penggunaan media sosial sebagai strategi coping stress. Desain yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja yang berdomisili di Kota Semarang berjumlah 299.768 remaja dengan sampel sebanyak 384 responden yang diambil dengan teknik proportional purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket google form yang disebarkan melalui pesan singkat Line, Whatsapp, Instagram, dan Twitter yang dapat diakses sejak 15 Februari sampai 6 Maret 2021. Hasil penelitian diketahui bahwa responden berjenis kelamin perempuan (72,9%), dan laki-laki (27,1%). Responden yang melakukan praktik pemanfaatan media sosial sebagai strategi coping stress yang baik sebanyak 57,8% dan pemanfaatan yang buruk sebanyak 42,2%. Terdapat hubungan antara tingkat stres (p-value=0,003) dan penggunaan media sosial (p-value=0,019) terhadap strategi coping stress remaja. dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres remaja dan penggunaan media sosial dengan strategi coping stress. Tidak ada hubungan antara usia dan jenis kelamin remaja dengan strategi coping stress. Kata Kunci : Koping stres, media sosial, remaj

    PERAN KALSIUM DAN VITAMIN C DALAM ABSORPSI ZAT BESI SERTA KAITANNYA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS

    Get PDF
    Masih rendahnya kadar hemoglobin ibu hamil bersamaan dengan tingginya kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah penyerapan zat besi. Faktor yang mempengaruhi penyerapan zat besi diantaranya adalah kalsium dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kalsium dan vitamin C dalam absorpsi besi serta kaitannya dengan kadar hemoglobin ibu hamil. Strategi pencarian literatur dalam database elektronik dilakukan menggunakan mesin pencarian Portal Garuda, Scopus dan PubMed dengan kata kunci: kalsium, vitamin c, kadar hemoglobin dan ibu hamil; calcium, vitamin C, hemoglobin levels and pregnant women. Pembatasan ditetapkan pada artikel: artikel asli dari sumber utama dengan teks penuh, diterbitkan sepuluh tahun terakhir, berbahasa Indonesia dan/atau Inggris. Faktor kalsium dan vitamin C yang berhubungan dengan kadar hemoglobin diidentifikasi. Dari 663 artikel didapatkan 14 artikel yang memenuhi kriteria dan selanjutnya diidentifikasi. Kalsium dan vitamin C berperan dalam penyerapan zat besi. Kalsium berperan menghambat penyerapan zat besi. Apabila dikonsumsi dalam jumlah 300 mg setiap harinya akan menghambat penyerapan zat besi dan menyebabkan kadar hemoglobin dalam darah menurun. Vitamin C berperan membantu penyerapan zat besi. Apabila mengonsumsi zat besi disertai dengan vitamin C akan meningkatkan zat besi empat kali lipat sehingga meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Kalsium dan vitamin C berperan dalam penyerapan zat besi dan berkaitan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Kata kunci : kalsium, vitamin C, kadar hemoglobin, ibu hami

    Aldo, Jomblo Abadi

    Get PDF

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI DAERAH PERTANIAN: STUDI LITERATUR

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara ketiga di Asia Tenggara dengan angka stunting tertinggi selama tahun 2005-2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di daerah pertanian. Penelitian ini menggunakan metode telaah sistematis Pencarian artikel menggunakan kata kunci kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa satu artikel menemukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Lima dari enam artikel yang membahas tentang pola asuh terkait ASI eksklusif dengan kejadian stunting menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting. Lima dari enam artikel yang membahas tentang pola asuh terkait pemberian MP ASI dengan kejadian stunting menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Terdapattiga artikel yang menunjukkan adanya hubungan antara asupan energi dengan kejadian stunting. Dua dari tiga artikel yang membahas tentang asupan protein dengan kejadian stunting menunjukkan adanya hubungan yang signfikan.Dua artikel yang membahas tentang hygiene dan sanitasi menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh terkait hygiene dan sanitasi dengan kejadian stunting. Dapat disimpulkan pengetahuan ibu tentang gizi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di daerah pertanian. Meskipun tidka konsisten, pola asuh cenderung mennunjukkan hubungan dengan kejadian stunting terutama terkait hygiene dan sanitasi. Kata kunci : Pengetahuan gizi, Pola Asuh, Stunting, Daerah Pertania

    STUDI KUANTITATIF: HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU, BEBAN KERJA MENTAL, DAN MANAJEMEN STRES PADA PETUGAS AIR TRAFFIC CONTROLLER DI BANDARA X

    Get PDF
    Stres kerja merupakan sebuah respon psikis dapat ditambah juga dengan fisik manusia yang ditimbulkan oleh sebuah tekanan maupun tuntutan dari suatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan pekerja. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan stres kerja adalah faktor organisasi, faktor lingkungan, dan faktor individu. Pekerjaan sebagai Petugas Air Traffic Controller memiliki beban kerja dan tanggungjawab yang berat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis hubungan antara karakteristik individu, beban kerja mental dan manajemen stres terhadap stress kerja pada petugas Air Traffic Controller di Bandara X. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan studi cross-sectional. Sebanyak 22 responden yang berpartisipasi diambil dengan teknik total sampling dan diuji dengan uji statistik Rank Spearman. Hasil uji analisis bivariat menunjukkan beban kerja mental (p=0,001; r=0.677**) dan manajemen stres (p=0,008 r=-0.552)merupakan variabel yang berhubungan dengan stres kerja. Untuk umur (p=0,624; r=-0.111), jenis kelamin (p=0.683; r;=0.920), dan masa kerja (p=0.624; r=-0.111)merupakan variabel yang tidak berhubungan dengan stres kerja. Penelitian ini menyarankan kepada pihak Airnav di Bandara X untuk membuat kebijakan kewajiban monitoring olahraga, meningkatkan komunikasi antar rekan kerja maupun atasan, mengadakan rekreasi bersama, dan mendorong serta memotivasi petugas ATC agar melakukan peregangan dan relaksasi saat istirahat. Kata Kunci: Stres Kerja, Karakteristik Individu, Beban Kerja Mental, Manajemen Stres, Air Traffic Controlle

    ANALISIS KUALITAS FISIKA KIMIA AIR SERTA BEBAN PENCEMARAN SUNGAI BERDASARKAN SEBARAN INDUSTRI BATIK (STUDI KASUS DI SUNGAI JENES, SURAKARTA)

    Get PDF
    Sungai Jenes yang terdapat di Kota Surakarta menjadi badan air yang menerima limbah cair dari sentra industri batik di Kecamatan Pasar Kliwon dan Serengan. Mayoritas industri tersebut tidak memiliki IPAL. Sungai Jenes termasuk perairan yang tercemar menurut data studi pendahuluan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penerimaan beban pencemaran terhadap daya dukung sungai dan menganalisis kualitas air sungai, serta mengkaji penyebab pencemaran sungai. Penelitian dilakukan dengan menganalisis status mutu air menggunakan metode indeks pencemaran air, analisis beban pencemaran dilakukan dengan membandingkan beban pencemaran maksimum dan aktual. Hasil Analisa ditunjukkan dengan peta sebaran kualitas air dan penerimaan beban pencemar, analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Jenes menerima beban BOD dan COD berlebih pada seluruh titik sampel bila dibandingkan daya tampungnya yaitu BOD = 681,6% dari beban maksimum; COD = 368,5%. Bagian hulu dan hilir sungai menerima beban pencemar warna berlebih, rerata beban pencemar warna yang diterima adalah 126,3% dari beban maksimum. Sungai Jenes memiliki status tercemar ringan pada seluruh titik sampel (Indeks pencemaran 3,07 – 4,80) berdasarkan analisis dari parameter BOD, COD, pH, warna, dan krom total. Sebaran industri batik berkaitan terhadap perubahan kualitas air Sungai Jenes khususnya pada bagian hilir. Sungai yang tercemar limbah batik dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius seperti diare serta gangguan iritasi kulit. Kata Kunci : beban pencemaran; limbah cair batik; indeks pencemaran; kualitas air; pencemaran sunga

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA MAHASISWA S1 ANGKATAN 2015-2018 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO

    Get PDF
    Computer Vision Syndrome (CVS) adalah sekelompok masalah terkait mata dan penglihatan yang diakibatkan oleh penggunaan komputer atau laptop, tablet, dan ponsel dalam waktu yang lama. Di masa pandemi, mahasiswa kuliah dan mengerjakan tugas secara daring menggunakan laptop. Faktor yang berhubungan dengan keluhan CVS pada mahasiswa perlu diketahui, sehingga upaya pencegahan keluhan CVS dapat dilakukan secara efektif agar tidak mengganggu produktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan CVS pada mahasiswa S1 angkatan 2015-2018 jurusan teknik komputer dan informatika Universitas Diponegoro. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan teknik sampling yaitu kuota sampling. Data dikumpulkan melalui angket via google form sebanyak 182 responden. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa terdapat hubungan antara tingkat jarak penglihatan mata terhadap laptop (p=0,04) dan terdapat pengaruh antara jenis kelamin (p=0,04; OR=2), status kelainan refraksi (p=0,00; OR=1,9) dan status penggunaan lensa kontak (p=0,00; OR=2,4) terhadap keluhan CVS. Dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin, tingkat jarak penglihatan mata terhadap laptop, status kelainan refraksi dan status penggunaan lensa kontak merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan CVS pada mahasiswa S1 angkatan 2015-2018 jurusan teknik komputer dan informatika Universitas Diponegoro. Kata Kunci: Computer Vision Syndrome, mahasiswa komputer, kelainan refraksi, penggunaan lensa kontak, jarak penglihata

    KAJIAN PERAN DIVERSIFIKASI POLA TANAM SEBAGAI STRATEGI PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN DAERAH PERDESAAN (STUDI KASUS: RUMAH TANGGA PERTANIAN DI DESA GAWAN, DESA JONO, DAN DESA PADAS, KECAMATAN TANON, KABUPATEN SRAGEN)

    Get PDF
    Diversifikasi pola tanam merupakan salah satu strategi penghidupan rumah tangga pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan. Berbagai tantangan sektor pertanian di Desa Gawan, Desa Jono, dan Desa Padas seperti terjadinya pandemi, modernisasi teknologi pertanian, bencana alam, gangguan kesehatan tanaman, migrasi, keterlambatan subsidi pupuk, dan permainan harga oleh pengepul mendorong rumah tangga menerapkan strategi diversifikasi pola tanam. Sebagian besar rumah tangga pertanian di Desa Gawan, Desa Jono, dan Desa Padas menerapkan strategi ini ketika musim kemarau. Kondisi ini ditunjukkan dari Desa Gawan merupakan penghasil semangka terbanyak di Kecamatan Tanon (437 ton), Desa Jono penghasil bawang merah terbanyak (147 ton) dan Desa Padas penghasil jagung terbanyak kedua (1.097 ton). Keuntungan yang diperoleh rumah tangga perdesaan dari penerapan strategi diversifikasi pola tanam berimplikasi terhadap penghidupan daerah perdesaan. Hal tersebut memunculkan pertanyaan penelitian bagaimana peran diversifikasi pola tanam sebagai strategi penghidupan berkelanjutan daerah perdesaan

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇