71404 research outputs found
Sort by
ANALISIS SPASIAL KEPADATAN TIKUS DAN EKTOPARASIT DI PASAR TRADISIONAL SIMONGAN DAN PEMUKIMAN SEKITARNYA KOTA SEMARANG
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Leptospira dan ditularkan melalui hewan ke manusia. Leptospirosis dapat menyebar melalui tikus. Dalam aspek kesehatan, tikus mempunyai peran sebagai carrier atau reservoir berbagai macam penyakit yang dapat ditularkan ke manusia. Selain Leptospirosis, banyak penyakit menular lainnya yang dapat ditularkan melalui vektor tikus. Salah satu tempat yang berpotensi ditemukannya tikus dalam jumlah yang banyak adalah pasar tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kepadatan tikus dan ektoparasit di Pasar Tradisional Simongan, pemukiman sekitarnya, dan rumah penderita Leptospirosis yang tinggal di RW 01 Ngemplak Simongan. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Oktober 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini juga didasarkan pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian diperoleh kepada kepadatan relatif tikus di Pasar Simongan 7%, pemukiman sekitarnya 5%, dan rumah penderita Leptospirosis 35,67%. Indeks pinjal di pasar Simongan adalah 0,14, di sekitar pemukiman adalah 0, dan di rumah penderita Leptospirosis adalah 2,5. Indeks tungau di Pasar Simongan adalah 1,9, di pemukiman sekitarnya 0, dan di rumah penderita Leptospirosis adalah 0,8. Kesimpulannya adalah semua tempat perlu mewaspadai kemungkinan persebaran tikus dan penyakit yang ditularkan melalui vektor meskipun pada kenyataannya kepadatan tikus dan ektoparasit di beberapa tempat tidak dalam jumlah yang tinggi.
Kata Kunci: tikus, kepadatan, ektoparasit, spasial, pasa
GAMBARAN PROGRAM ASOSIASI IBU MENYUSUI INDONESIA (AIMI) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) UNTUK MENDUKUNG KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI PROVINSI DIY TAHUN 2019
Cakupan ASI eksklusif di Provinsi DIY pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 17,34%. Program promosi kesehatan yang belum efektif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi cakupan ASI eksklusif. AIMI DIY merupakan organisasi non profit yang melakukan kegiatan promosi , edukasi, dan advokasi untuk mewujudkan visi meningkatkan angka ibu menyusui di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan program AIMI DIY untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif di Provinsi DIY tahun 2019 dengan pendekatan teori sistem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subyek penelitian yaitu 6 informan utama terdiri dari Ketua sekaligus sebagai Kadiv Advokasi, Bendahara, Kadiv Edukasi dan Pelatihan, Kadiv Komunikasi, Kadiv Pengembangan SDM dan Organisasi, Kadiv Riset, dan 2 informan triangulasi terdiri dari Ketua AIMI Pusat dan Kasie Kesga dan Gizi Dinkes Provinsi DIY dengan metode purposive sampling dan teknik pengumpulan data wawancara mendalam secara online karena berlangsung pada masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan program AIMI DIY terdiri dari aspek masukan (SDM, dana, sarana prasana, metode, sasaran) dan aspek proses (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan). SDM AIMI DIY yang merupakan sukarelawan memiliki keterbatasan waktu untuk organisasi. Ketersediaan dana belum mencukupi untuk kegiatan sosialisasi yaitu edukasi dengan sasaran masyarakat menengah ke bawah. AIMI DIY belum memiliki gedung sebagai prasarana kelas edukasi. Kegiatan AIMI DIY terfokus pada 3 hal yaitu promosi, perlindungan, dan dukungan untuk menyusui yang diatur dalam 6 divisi kerja, namun pembagian tugas kepada anggota divisi belum efektif. Program AIMI DIY untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif selain kelas edukasi belum terpromosikan dan terlaksana dengan baik karena keterbatasan waktu SDM AIMI DIY dan keterbatasan dana.
Kata kunci : ASI eksklusif, AIMI DIY, kelas edukas
HUBUNGAN CITRA TUBUH DAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG TERHADAP PEMILIHAN MAKANAN REMAJA PUTRI USIA 15-19 TAHUN DI KOTA SEMARANG
Citra tubuh negatif dapat menjadi pendorong seseorang melakukan perilaku mengendalikan berat badan dengan cara yang tidak sehat dan muncul kecenderungan eating disorder yang akan mengakibatkan perubahan status gizi. Pengetahuan remaja tentang pedoman gizi seimbang berperan penting dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang terhadap pemilihan makanan. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah remaja putri usia 15-19 tahun yang bertempat tinggal di Kota Semarang. Jumlah sampel minimal yang digunakan sebanyak 132 remaja putri dan sampel diambil dengan teknik quota sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang, sedangkan variabel terikat adalah pemilihan makanan. Data primer yang digunakan adalah pengisian kuesioner oleh remaja putri Intrumen penelitian menggunakan kuesioner google from. Uji normalitas sebaran data variable penelitian menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan analisis data dilakukan dengan uji korelasi Chi-square; χ2. Remaja putri di Kota Semarang memiliki pemilihan makanan yang baik dengan presentase sebesar 54,8%. Sebanyak 50,8% remaja menunjukkan citra tubuh positif, sedangkan 50,3% remaja putri memiliki pengetahuan gizi seimbang yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan pemilihan makanan (p=0,013) dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dan pemilihan makanan (p=0,001). Citra tubuh remaja putri yang positif akan membawa remaja putri memiliki pemilihan makanan yang baik, demikian juga dengan pengetahuan gizi seimbang yang baik akan membawa remaja putri dapat memilih makanan dengan baik.
Kata kunci : citra tubuh, pengetahuan gizi seimbang, pemilihan makanan, remaja putr
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS X KABUPATEN TEMANGGUNG
Penyelenggaraan keselamatan pasien merupakan suatu hal yang wajib bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan juga berkewajiban untuk memberikan pelayanan yang bermutu dan berkualitas. Puskesmas X merupakan salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Temanggung yang memiliki status akreditasi sama dengan akreditasi sebelumnya yaitu berstatus madya. Masih ditemukan insiden terkait keselamatan pasien yaitu 1 kejadian KPC (Kondisi Potensi Cedera) pada tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien di Puskesmas X Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi, dan subyek penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas, Penanggungjawab Keselamatan Pasien, Penanggungjawab Ruangan serta pasien. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program keselamatan pasien di Puskesmas X belum dilaksanakan dengan optimal yang dikarenakan kurangnya komitmen dalam melaksanakan program terutama dalam melakukan pelaporan insiden. Puskesmas X juga belum menerapkan tujuh langkah menuju kesalamatan pasien dalam pelaksaannya. Adapun faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program yaitu dari jumlah sumber daya manusia yang masih terhitung kurang, kurangnya pelatihan terkait keselamatan pasien, tidak ada penganggaran dana untuk program keselamatan pasien, serta belum ada kebijakan/SOP terkait penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien. Diharapkan Puskesmas dapat membuat kebijakan/SOP terkait penerapan tujuh langkah menuju keselamatan pasien, mengadakan pelatihan, mengadakan penganggaran dana, mengadakan pertemuan yang terkhusus untuk keselamatan pasien, meningkatkan komitmen pelaporan insiden serta melakukan pelaporan insiden secara eksternal.
Kata Kunci : Keselamatan pasien, program, tujuh langkah menuju keselamatan pasie
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG
Salah satu indikator SPM Bidang Kesehatan Kota Semarang yang belum tercapai yaitu pelayanan kesehatan penderita hipertensi. Pada masa pandemi covid’19 penyakit hipertensi merupakan penyebab tertinggi kasus kematian akibat covid’19 di Jawa Tengah. Puskesmas Kedungmundu adalah puskesmas dengan capaian SPM Penderita Hipertensi terendah di Kota Semarang tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan pada indikator pelayanan penderita hipertensi di Puskesmas Kedungmundu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan indepth interview dengan Informan penelitian pemegang program PTM, pemegang program prolanis, kepala puskesmas, salah satu staff P2P DKK Semarang, dan pasien penderita hipertensi dilakukan pada bulan Januari- Maret 2021. Hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan belum optimal,minimnya komunikasi dan koordinasi pihak puskesmas dengan klinik, maupun masyarakat, sasaran belum menerapkan perilaku hidup sehat dan masih sebagian sasaran yang melakukan pengobatan hipertensi secara rutin ke Puskesmas, Tenaga kesehatan di Puskesmas kedungmundu yang memiliki tugas ganda menjadi tracer covid’19. Puskesmas diharapkan dapat melakukan koordinasi yang lebih optimal dengan klinik, dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap implementasi kebijakan SPM pada penderita hipertensi. Dinkes diharapkan mampu membangun komunikasi dan kerjasama yang lebih baik dengan pihak puskesmas seperti mengadakan sosialisasi terkait SPM dan pelayanan penderita hipertensi, pelatihan, dan seminar.
Kata Kunci :SPM, Hipertens
ANALISIS MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KEADAAN DARURAT KEBAKARAN DI MASS RAPID TRANSIT (MRT) JAKARTA
Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta merupakaan sistem transportasi perkotaan massal dan transit cepat berbasis rel listrik, yang dikarakteristikan atas kemampuannya mengangkut penumpang dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat. Dalam aktivitas pelayanan operasionalnya, MRT Jakarta dapat mengalami keadaan darurat kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan sistem tanggap darurat kebakaran sebagai upayamanajemen keselamatan dan kesehatan kerjadalam melakukan pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat kebakaran yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem tanggap darurat kebakaran yang ada di MRT Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung dan wawancara mendalam secara daring dengan melibatkan 4informan utama dan 2 informan triangulasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa MRT Jakarta telah memiliki sistem tanggap darurat kebakaran meliputi kebijakan tanggap darurat kebakaran, identifikasi bahaya kebakaran, organisasi tanggap darurat kebakaran, sistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa, pembinaan dan pelatihan tanggap darurat kebakaran, komunikasi darurat, inspeksi kebakaran, prosedur tanggap darurat kebakaran, investigasi dan pelaporan, serta audit kebakaran. Namun masih terdapat sistem proteksi kebakaran yang tidak tersedia di stasiun berupa pusat pengendali khusus kebakaran dan lift kebakaran, dan di kereta berupa palu pemecah kaca, serta terdapat beberapa sistem proteksi kebakaran yang belum sesuai dengan standar yang berlaku dalam peraturan perundangan berupa hidran halaman, sprinkler, APAR, sistem pengendalian asap, dan akses pemadam kebakaran. Peneliti menyarankan kepada MRT Jakarta untuk melakukan penyediaan sistem proteksi kebakaran yang belum tersedia serta penyesuaian sistem proteksi kebakaran di stasiun dan kereta sesuai dengan standar yang berlaku dalam peraturan perundangan.
Kata Kunci : Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistem Tanggap
Darurat Kebakaran,MRT Jakart
ANALISIS TEKNO-EKONOMI POTENSI SAMPAHPERKOTAAN UNTUK PEMBANGKIT TENAGA SAMPAH (STUDI KASUS TPA JATI BARANG)
KAJIAN KESIAPAN KLINIK PRATAMA DALAM MENGHADAPI AKREDITASI DI KABUPATEN CIREBON
Akreditasi merupakan kegiatan pemberian nilai kepada fasilitas kesehatan oleh komisi akreditasi sehingga fasilitas kesehatan dapat memberikan fasilitas dan pelayanan yang baik sesuai peraturan yang telah di tetapkan. Pada Klinik Pratama di indonesia hanya ada 14 Klinik Pratama yang sudah terakreditasi dari 6.691 Klinik Pratama yang bekerjasama dengan BPJS, data itu diambil dari Komisi Akreditasi FKTP. Sedangkan Di Kabupaten Cirebon hanya ada 1 Klinik Pratama yang sudah terakreditasi dari 35 klinik pratama yang bekerja sama dengan BPJS. Hal tersebut sangat menghawatirkan ketika Klinik Pratama belum terakreditasi, karena akan berdampak pada kepuasan pasien, kualitas dan kelengkapan sarana prasarana yang digunakan. Adanya penelitian ini digunakan untuk melihat Kesiapan Klinik Pratama dalam melakukan akreditasi di Kabupaten Cirebon dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diperoleh informasi bahwa persiapan akreditasi Klinik Pratama di Kabupaten Cirebon hanya mencapai 2 tahapan persiapan menurut pedoman. Klinik Pratama tidak memiliki tim khusus untuk akreditasi karena pengetahuan tentang akreditasi dan jumlah SDM yang minimum. Sehingga proses administratif manajemen akreditasi Klinik Pratama belum terlaksana. Selain itu juga karena terkendala oleh anggaran yang masih terfokus untuk fasilitas klinik pratama. Berdasarkan hal tersebut, Klinik Pratama di Kabupaten Cirebon belum siap dalam menghadapi akreditasi karena pengaruh faktor standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, komunikasi, karakteristik lembaga pelaksana, dan dukungan dinas kesehatan belum maksimal.
Kata Kunci : Persiapan, Akreditasi, Klinik Pratama, Mutu Pelayana
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN ORANG TUA TERHADAP LAYANAN IMUNISASI MEASLES RUBELLA (MR) PADA ANAK SEKOLAH SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KOTA SEMARANG
Imunisasi saat bayi belum cukup melindungi anak dari penyakit campak sampai usia sekolah. Pada tahun 2019 cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) pada anak sekolah di Kota Semarang telah melebihi target nasional 98,7%. Namun, akibat pandemi Covid-19 tahun 2020 cakupan ini menurun menjadi 92,7%. Kebijakan baru pelaksanaan imunisasi saat pandemi menuntut puskesmas untuk tetap mempertahankan kualitasnya. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Poncol dan Puskesmas Halmahera, beberapa orang tua beranggapan bahwa pelayanan imunisasi belum berjalan dengan baik. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan orang tua terhadap layanan imunisasi Measles Rubella (MR) anak sekolah selama pandemi Covid-19 di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional sampling serta purposive sampling dengan jumlah sampel 102. Uji analisis data yang digunakan adalah uji IPA (Importance Performance Analysis) dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian antara harapan dan kenyataan seluruh dimensi adalah 88,01% dengan setiap dimensi tangible (81,52%), reliability (92,87%), responsiveness(86,6%), assurance (89,48%), empathy (89,46%).Kemudian hasil uji bivariate menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat kepuasan orang tua. Orang tua belum cukup puas dengan pelayanan imunisasi Measles Rubella (MR) pada anak sekoah selama pandemi Covid-19. Sehingga puskesmas perlu melakukan perbaikan pada item-item pelayanan imunisasi untuk meningkatkan kepuasan orang tua.
Kata kunci : tingkat kepuasan, kualitas pelayanan, pandem
HUBUNGAN ANTARA GERAKAN REPETITIF DAN POSTUR KERJA DENGAN KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEKERJA PENGUPAS TEMPURUNG KELAPA MANUAL DI PASAR TRADISIONAL SE – KOTA SURAKARTA
Pasar Tradisional merupakan salah satu sektor informal yang memiliki peran penting untuk kehidupan masyarakat, salah satu komoditi yang dijual didalamnya ialah kelapa. Pekerja pengupas tempurung kelapa manual dalam melakukan pekerjaannya seringkali melakukan gerakan repetitif dan dalam postur kerja yang janggal, khususnya posisi pergelangan tangan yang ekstrem dalam jangka waktu yang lama. Hal ini berisiko terjadinya kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gerakan repetitif dan postur kerja dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Pengupas Tempurung Kelapa Manual di Pasar Tradisional Se – Kota Surakarta. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pekerja pengupas tempurung kelapa manual di pasar tradisional se – kota Surakarta. Sampel ditentukan menggunakan teknik insidental terdiri dari 30 responden dari 5 pasar tradisional di kota Surakarta yang sesuai dengan kriteria. Variabel bebas penelitian ini yaitu gerakan repetitif dan postur kerja. Variabel terikat adalah kejadian CTS, sedangkan variabel pengganggu yaitu riwayat penyakit, kehamilan, trauma akut, dan status gizi. Data dikumpulkan menggunakan google formserta dianalisis menggunakan uji Chi – Square dan uji Analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan p – value variabel gerakan repetitif dengan kejadian CTS bernilai 0,003<0,05 dengan menggunakan uji Chi – Square, sedangkan p – value postur kerja dengan kejadian CTS bernilai 0,013<0,05 dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,448 menggunakan uji Rank Spearman. Kesimpulan dari hasil penelitian itu adalah ada hubungan antara gerakan repetitif dan postur kerja dengan kejadian CTS pada pekerja pengupas tempurung kelapa manual di pasar Tradisional se – Kota Surakarta.
Kata kunci : CTS, gerakanrepetitif, pekerjapengupastempurungkelapa
manual, posturkerj