Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN RUMAH TANGGA TERHADAP SUSU KEMASAN

    Get PDF
    Peningkatan konsumsi susu nasional merupakan peluang besar bagi produsen susu. Dalam memenuhi keinginan pasar seorang produsen harus memahami prefrensi konsumen. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen rumah tangga, proses pengambilan keputusan dan preferensi terhadap atribut susu kemasan di Kecamatan Jaten. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2019 – Januari 2020 di Kecamatan Jaten, Karanganyar. Metode penelitian yaitu survei dengan jumlah responden sebanyak 100 konsumen rumah tangga. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara, observasi dan studi pustaka Data dianalisis dengan analis deskriptif dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden rumah tangga di Kecamatan Jaten memiliki karakteristik wanita (80%), usia 31-40 (36%), jumlah keluarga 6 orang (25%), pendidikan SMA (36%), pendapatan Rp 2.000.000-2.5000.000/bulan (58%), pengeluaran membeli susu Rp 10.000-25.000/bulan (56%) dengan konsumsi sebanyak 3-4 kemasan/bulan (50%). Pengambilan keputusan pembelian susu kemasan terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Preferensi konsumen rumah tangga pada produk susu kemasan yaitu yaitu memiliki rasa mocca, harga kurang dari Rp 5.000 per kemasan, memiliki merek yang terkenal, kemasan kotak dan memiliki informasi kadaluarsa yang jelas. Atribut yang diprioritaskan secara beurutan yaitu informasi kadaluarsa, harga, rasa, merek, dan kemasan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi oleh produsen untuk memaksimalkan mutu produk susu kemasan berdasarkan atribut yang ada

    The Consumer Preference Analysis Of Beef Product In Traditional Market Of Semarang City

    Get PDF
    Beef is animal food commodities that contain high nutrition. The purpose of study is to analyze the characteristics and preferences of beef consumers in traditional markets of Semarang City. This research was conducted in February - March 2020 in five Semarang City Traditional Markets, namely Damar, Waru Indah, Mangkang, Genuk and Peterongan Market. Determination of location using a purposive method with consideration traditional markets generally have more buyers than modern markets. The research uses the survey method. The number of samples is determined as many as 100 consumers as respondents with the quota sampling. The sampling method uses purposive sampling that is applying specific criteria to determine respondents. Methods of data collection by interviewing respondents, observations, study of literature and documentation. Analysis data used is descriptive, chi square, crosstab and conjoint analysis. Attributes studied included the color, fat content and cuts of meat. Descriptive for analysis characteristics results most of female consumers, aged 36-40 years, the last educated High School, work as a housewife and have a family income > Rp. 5,000,000 / month. Chi square and crosstab analysis results show a relationship between the number of family members and the number of beef purchases. The results of the conjoined analysis show that consumers prefer bright red, nonfat and chunks of meat part 3 (veggie, ribs, samcan and brisket). Beef attributes that are most important for consumers during the purchase process is based on the Importance Values where fat 44.99%, color 28.24% and cutlet 26.75%

    ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BROKOLI DI DESA SIDOMUKTI KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    One of the provinces in Indonesia as a producer of broccoli is Central Java Province. In every marketing activity, some farmers still experience losses from broccoli production activities. Marketing margin is the difference between the price received by producers and consumers. The purpose of this study is to identify alternative marketing channels for broccoli in Sidomukti Village, Getasan District, Semarang Regency and to analyze the factors of producer price, marketing margin, and marketing costs that affect the marketing efficiency of broccoli in Sidomukti Village, Getasan District, Semarang Regency. The method used to determine the location was chosen purposively (chosen deliberately). The methods used for data collection were observation and interviews. The data analysis method used in this research is descriptive and quantitative analysis. Sidomukti village has four marketing channels, namely marketing channel 1, marketing channel 2, marketing channel 3, and marketing channel 4. The largest margin value for broccoli marketing is in marketing channel 3 Farmer's share occurs in the marketing channel 4, the most efficient value ratio of profits obtained in the marketing channel. In the regression test results with the variable producer price (x1) and marketing costs (x2) to the sales margin (y). It was found that the marketing cost variable had a positive and insignificant effect on the market margin of 0.905. The producer price variable has a negative and insignificant effect on the market margin of -0.485. Keywords: Broccoli, Market efficiency, farmer share, marketing margi

    PeerReview_ANALISIS SIKAP KONSUMEN PADA PEMBELIAN BERAS DI KOTA SALATIGA

    Get PDF

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA TENAGA PELAKSANA ELIMINASI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN OBAT PENCEGAHAN MASSAL FILARIASIS (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Luwunggede, Kabupaten Brebes)

    Get PDF
    Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang endemis filariasis. Kabupaten Brebes telah melaksanakan POPM pada tahun 2017. Pada tahun 2019, terdapat 9 puskesmas yang memiliki cakupan tidak mencapai target nasional, salah satunya Puseksmas Luwunggede. Kinerja TPE berpengaruh untuk meningkatkan keberhasilan cakupan pengobatan filariasis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja TPE dalam pelaksanaan program POPM filariasis. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel 80 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kinerja TPE dalam pelaksanaan program POPM filariasis adalah tingkat pengetahuan (p-value=0.000), status supervisi petugas puskesmas (p-value=0.002) dan status ketersediaan sarana dan prasarana (p-value=0.020), sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan kinerja TPE dalam pelaksanaan program POPM filariasis adalah umur (p- value=0.210), tingkat pendidikan (p-value=0.581), jenis pekerjaan (p-value=0.881), lama kerja (p-value=0.312), status penyuluhan (p-value=0.462), persepsi terhadap insentif (p-value=0.072), dan beban kerja (p-value=0.515). Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan, status supervisi petugas puskesmas dan status ketersediaan sarana kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan kinerja TPE dalam pelaksanaan program POPM filariasis sedangkan umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, lama kerja, status penyuluhan, persepsi terhadap insentif, dan beban kerja bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kinerja TPE dalam pelaksanaan program POPM filariasis Kata kunci : Filariasis, Kinerja, TPE, POP

    ANALISIS TEMPORAL DAN SPASIAL PADA KASUS DBD DI KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA TAHUN 2020

    Get PDF
    Kecamatan Kedung merupakan salah satu wilayah endemis di Kabupaten Jepara dengan IR DBD tertinggi ke-3. Faktor yang dapat mempengaruhi meningkatnya angka kasus DBD diantaranya, faktor lingkungan fisik, kepadatan penduduk, dan tempat perindukan vector. Hingga saat ini upaya pengendalian dan pencegahan dalam menekan angka kasus DBD terus dilakukan namun upaya yang dilakukan belum tepat sasaran. Analisis temporal dapat digunakan untuk memonitoring perubahan lingkungan fisik setiap tahunnya sedangkan analisis spasial digunakan untuk mengetahui tingkat kepadatan penduduk, pola persebaran kasus DBD dan indeks entomologi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara temporal dan spasial kasus DBD yang terjadi di Kecamatan Kedung pada tahun 2020. Penelitian ini bersifat deskritptif dengan studi ekologi. Sampel penelitian adalah jumlah seluruh kasus DBD tahun 2020 sebanyak 38 kasus. Hasil analisis temporal rata-rata suhu 27-290 C, kelembaban 76-88%, intensitas curah hujan tertinggi 13.01 mm dengan hasil uji korelasi suhu, kelembaban dan curah hujan (Sig5% memiliki risiko tinggi penularan penyakit DBD dan tidak terdapat korelasi dengan kejadian DBD. Kesimpulan, puncak kasus DBD tahun 2020 di Kecamatan Kedung terjadi pada Bulan Februari, faktor lingkungan fisik memiliki korelasi dengan kejadian DBD. Diharapkan masyarakat lebih memperhatikan lingkungan sekitar terlebih adanya tempat perindukan vector di musim hujan. Kata Kunci : Analisis temporal, analisis spasial, DB

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇