Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    STUDI KUANTITATIF: HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN DURASI KERJA DENGAN KELUHAN NYERI OTOT PADA PEKERJA PABRIK TAHU X DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Keluhan nyeri otot merupakan rasa nyeri atau sakit, berat serta kaku pada otot dan hal tersebut dapat dialami di bagian leher, bahu, punggung, pinggang dan bagian tubuh lainnya. Umumnya, orang yang merasakan keluhan nyeri otot berawal dari kebiasaan yang dilakukan selama bekerja. Keluhan nyeri otot dapat timbul akibat dari postur kerja yang tidak sesuai dan dilakukan dalam durasi yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan nyeri otot pada pekerja pabrik tahu X di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu 24 pekerja. Instrumen penelitian ini adalah lembar REBA (Rapid Entire Body Assessment) untuk pengukuran variabel postur kerja, lembar kuesioner untuk variabel durasi kerja dan lembar NBM (Nordic Body Map) untuk variabel keluhan nyeri otot. Analisis data yang digunakan adalah uji Fisher Exact Test. Hasil analisis menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara postur kerja (p-value = 0.040) dan durasi kerja (p-value = 0.028) dengan keluhan nyeri otot. Penelitian ini menyarankan intervensi lebih lanjut yang memerlukan tindakan pengendalian teknis dan administratif untuk mengurangi persentase keluhan nyeri otot yang tinggi di antara para pekerja tersebut. Kata Kunci : Postur Kerja, Durasi Kerja, Keluhan Nyeri Otot, Pabrik Tah

    GAMBARAN SPASIAL KEPADATAN LARVA AEDES SPP DANKEJADIAN DBD DI KABUPATEN PATI (STUDI: WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 WEDARIJAKSA)

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang sering meresahkan masyarakat. Kabupaten Pati merupakan salah satu endemic penyakit demam berdarah dengue, dalam setengah tahun 2020 terdapat 107 kasus dengan 1 kematian. Faktor lingkungan terkait breeding place nyamuk, serta keberadaan host atau nyamuk Aedes spp. Indikator entomologi (ABJ, HI, BI, CI) suatu daerah merupakan indicator kecenderungan potensi DBD dan tingkat kepadatan vector suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara spasial tingkat kepadatan larva Aedes spp pada daerah endemis dan pola persebaran kasus Demam Berdarah Dengue wilayah Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain penelitian cross sectional, penilitan ini dilakukan dari bulan agustus – November 2020. Populasi penelitian ini adalah semua rumah wilayah kerja puskesmas 1 wedarijaksa, dan sampel yang digunakan adalah seluruh kasus DBD yang terjadi. Dari hasil penelitian, Kasus DBD di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Wedarijaksa paling banyak terjadi pada kelompok umur 12-16 tahun (37%). Larva Aedes spp banyak ditemukan pada container dalam rumah (CI 4,89%), dengan jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Wilayah Kerja Puskesmas 1 Wedarijaksa secara keseluruhan memiliki nilai DF> 1, dengan ABJ sebesar 81,47%. Berdasarkan hasil dari overlay terdapat kasus yang berkelompok, dengan adanya kasus dalam wilayahbuffer 50 meter rumah kasus lainnya. Banyak ditemukan rumah positif larva Aedes spp dalam wilayah buffer ataupun luar buffer. Dengan adanya kasus DBD dalam wilayah buffer 50 meter mengindikasikan adanya migrasi vector DBD. Selain itu banyak ditemukan rumah positif larva Aedes spp di daerah non kasus yang mengindikasikan berpotensi terjadinya kasus DBD. Kata Kunci : DBD, Larva, Aedes spp, Containe

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN KECOA PADA KAPAL PENUMPANG DI PELABUHAN SORONG

    Get PDF
    Pelabuhan Laut Sorong adalah pelabuhan penyebrangan terpadat di Indonesia. Data pengawasan sanitasi alat angkut kapal penumpang di pelabuhan Laut Sorong yang dilakukan oleh petugas Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP) Kelas III Sorong , selama kurun waktu 2020-2021 jumlah kapal yang sudah dilakukan pemeriksaan bebas vektor dan dilakukan tindakan penyehatan kapal bebas dari vektor. Penelitian ini merupakan penelitian observasioanl dengan desain cross sectional. Jumlah kapal yang dilakukan pemeriksaan adalah 25 kapal. Penelitian ini mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku ABK serta sanitasi dapur, sanitasi kamar mandi, sanitasi ruang penumpang, dan sanitasi gudang. Analisa data dilakukan dengan uji Fisher excat. Hasil penelitian menunjukan terdapat 15 kapal (60%) tidak ditemukan keberadaan kecoa dan sebanyak 10 kapal (40%) ditemukan keberadaan kecoa. Hasil analisadata menunjukan ada hubungan pengetahuan ABK dengan keberadaan vector pada kapal penumpang di Pelabuhan Sorong (p=0.049), sikap (p= 0.000), perilaku ABK (p=0.002). Ada hubungan sanitasi ruang dapur dengan keberadaan vektor kecoa pada kapal penumpang di Pelabuhan Sorong (p=0.023), sanitasi kamar mandi (p=0.000), sanitasi ruang (p=0.000), sanitasi gudang (p=0.001). Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku ABK serta sanitasi kapal dengan keberadaan vektor penyakit pada kapal penumpang. Peneliti menyarakan pengawasan kesehatan pada kapal agar menjaga kulaitas sanitasi kapal dari keberadaan vektor kecoa. Kata Kunci : Sanitasi Kapal Penumpang, Kecoa, Pelabuha

    STUDI KUANTITATIF: HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU, DURASI KERJA, DAN TINGKAT RISIKO ERGONOMI TERHADAP KEJADIAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL (MSDS) PADA PENENUN SONGKET DI NAGARI PANDAI SIKEK, SUMATERA BARAT

    Get PDF
    Keluhan Muskuloskeletal (MSDs) merupakan gangguan akibat terjadinya cedera pada otot, tendon, ligament, saraf, kartilago, tulang, atau pembuluh darah mulai dari keluhan sakit ringan hingga sangat berat. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis faktor individu dan faktor pekerjaan yang berhubungan dengan kejadian keluhan muskuloskeletal pada penenun songket di Nagari Pandai Sikek, Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian adalah penenun songket yang berjumlah 70 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara usia dengan keluhan muskuloskeletal (p-value = 0,005 ), terdapat hubungan bermakna antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p-value = 0,008), terdapat hubungan bermakna antara riwayat penyakit dengan keluhan muskuloskeletal (p-value = 0,001), terdapat hubungan bermakna antara durasi kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p-value = 0,000), dan terdapat hubungan bermakna antara tingkat risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal (p-value = 0,002). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keluhan yang paling banyak dirasakan oleh penenun adalah pada bagian pinggang (97,1%), punggung (94,3%), bahu kanan (78,6%), pantat (77,1%), dan bahu kiri (77,1%). Kata kunci: keluhan muskuloskeletal, tingkat risiko ergonomi, penenun songke

    ANALISIS SPASIAL KEPADATAN PENDUDUK DAN KONDISI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN COVID-19 DI KECAMATAN TEMBALANG

    Get PDF
    Coronavirus disease (COVID-19) menyebar cukup cepat ke seluruh dunia hingga mengakibatkan pandemi. Kecamatan Tembalang merupakan salah satu wilayah yang memiliki kasus COVID-19 tertinggi di Kota Semarang dengan 118 kasus pada tanggal 6 Januari 2021. Faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian COVID-19 diantanya kepadatan penduduk, suhu, dan kelembaban udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran kasus serta menganalisis kejadian COVID-19 dengan kepadatan penduduk dan kondisi lingkungan (suhu dan kelembaban udara) di Kecamatan Tembalang secara spasial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan metode analisis spasial. Data yang digunakan adalah data primer (suhu dan kelembaban udara) serta data sekunder (kepadatan penduduk dan kejadian COVID-19). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara bulan Oktober 2020-April 2021, kejadian COVID-19 pada bulan Maret 2021 menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif secara signifikan (p value 1,96; 0 < I ≤ 1) serta persebarannya berpola berkelompok (clustered). Diantara variabel yang diteliti, kepadatan penduduk terbukti berkaitan dengan kejadian COVID-19. Semakin padat penduduknya semakin tinggi kasus. Analisis lebih lanjut mengenai faktor lingkungan di Kecamatan Tembalang diperlukan agar mendapatkan hasil yang lebih lengkap. Kata kunci : COVID-19, kepadatan penduduk, suhu udara, kelembaban udar

    PAJANAN TIMBAL (Pb) SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Stunting memberikan gambaran ketidakcukupan gizi selama periode pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak dengan skor Z <-2 ditetapkan sebagai stunting. Kejadian stunting dapat dipengaruhi oleh pajanan timbal prenatal dan postnatal. Namun, bagaimana pengaruh pajanan timbal terhadap kejadian stunting masih belum pasti. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai pajanan timbal sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian literature review. Penelusuran artikel dilakukan pada Google Scholar, Science Direct, Scopus, EBSCHost, Pro-Quest, dan SpringerLink dengan rentang waktu 10 tahun terakhir (2011-2021). Pencarian difokuskan pada artikel dengan topik pajanan timbal dan stunting menggunakan kata kunci pajanan timbal, kadar timbal dalam darah, pertumbuhan anak, dan stunting. Terdapat 9 artikel yang sesuai dengan kriteria dan topik penelitian. Pajanan timbal menjadi faktor risiko stunting yang dikaitkan dengan pertumbuhan linear yang terhambat dan penurunan skor Z. Pajanan timbal mempengaruhi pelepasan hormon pertumbuhan dan penurunan IGF-1 yang memicu terjadinya stunting pada anak. Kata Kunci : pajanan timbal, faktor risiko, stunting, ana

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN COVID-19 (STUDI PADA MASYARAKAT UMUM DI KOTA MEDAN)

    Get PDF
    Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyakit ini telah menyebar diseluruh dunia. Salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya kasus COVID-19 yaitu tindakan pencegahan yang diterapkan oleh masyarakat. Suku yang berbeda-beda di masyarakat dapat mempengaruhi penerimaan informasi dan tindakan pencegahan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pencegahan COVID-19 pada masyarakat umum di Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 308 responden yang berasal dari suku Batak, suku Karo, dan suku Melayu Deli. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Analisis bivariat menunjukkan hasil usia (p=0,14), jenis kelamin (p=0,007), tingkat pendidikan (p=0,000), status pekerjaan (p=0,14), suku bangsa (p=0,781), tingkat pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,000), persepsi risiko (p=0,001), dan dukungan keluarga (0,006). Dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap, persepsi risiko, dan dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan praktik pencegahan COVID-19. Kata Kunci : COVID-19, praktik pencegaha

    GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE: KARAKTERISTIK PENDERITA, WAKTU DAN FAKTOR LINGKUNGAN DI KECAMATAN TEMBALANG TAHUN 2019

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang endemis di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. DBD disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui nyamuk Aedes sp. terutama Aedes aegypti. Karakteristik penderita, waktu, faktor lingkungan fisik dan kepadatan penduduk merupakan salah satu faktor risiko penularan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan epidemiologi karakteristik penderita, waktu, faktor lingkungan fisik dan kepadatan penduduk pada kejadian DBD serta menganalisis hubungannya terhadap kejadian DBD di Kecamatan Tembalang. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang digunakan adalah 122 kasus yang terverifikasi sebagai DBD oleh Dinas Kesahatan Kota Semarang dan bertempat tinggal di Kecamatan Tembalang. Hasil analisis epidemiologi didapatkan persentase penderita DBD terbanyak sebesar 61,5% pada jenis kelamin laki-laki, 59% pada usia 4-12 tahun dan 63,1% pada musim hujan. Hasil analisis statistik diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara ketinggian wilayah (p = 0,084), suhu udara (p = 0,823), curah hujan (p = 0,692), penggunaan lahan (p = 0,655) dan kepadatan penduduk (p = 0,387) dengan kejadian DBD di Kecamatan Tembalang tahun 2019. Kata Kunci : Karakteristik Penderita, Waktu, Faktor Lingkungan, DB

    ZONA NILAI TANAH (ZNT) BERDASARKAN HARGA LAHAN DI KAWASAN JEBRES, SURAKARTA

    Get PDF
    Kawasan Jebres merupakan salah satu kawasan yang berkembang pesat di Kota Surakarta. Perkembangan aktivitas di suatu kawasan semakin membutuhkan pemanfaatan lahan hingga akhirnya akan meningkatkan harga lahan. Tingginya permintaan pemanfaatan lahan setiap tahunnya akan menjadikan harga lahan di Kawasan Jebres mencapai titik maksimum atau tidak terkendali. Zona Nilai Tanah (ZNT) diperbarui sesuai dengan harga lahan atau harga riil saat ini dan mempertimbangkan semua faktor yang menentukan harga lahan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan harga lahan di Kawasan Jebres, Surakarta

    PENGARUH PENAMBAHAN MANGANESE GREENSAND PADA TRAY AERATOR TERHADAP PENURUNAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) LIMBAH CAIR POJOK LAUNDRY YOGYAKARTA

    Get PDF
    Kegiatan laundry erat kaitannya dengan penggunaan deterjen. Penggunaan deterjen menyebabkan tingginya kadar COD pada limbah cair laundry. Hasil pengukuran awal kadar COD pada limbah cair Pojok laundry melebihi baku mutu yang diatur dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta No.7 Tahun 2016 (>150 mg/lt), yaitu 442,5 mg/lt. Limbah cair laundry yang memiliki kadar COD tinggi dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, salah satunya pencemaran sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar COD menggunakan metode tray aerator dengan penambahan manganese greensand dengan diameter 0,25 mm dan ketebalan 2,4 cm/tray. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design, Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab akibat dalam penelitian eksperimental tanpa melakukan pengendalian variabel pengganggu sepenuhnya dan tidak ada randomisasi sampel. Terdapat dua kelompok, dimana kelompok kontrol hanya diberikan aerasi saja dan kelompok perlakuan diberikan aerasi dengan penambahan manganese greensand. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 sampel dengan 5 perlakuan (30, 45, 60, 75, dan 90 menit) dan 5 kali pengulangan. Sampel diambil dari pipa outlet mesin cuci. Analisis data menggunakan uji two way ANOVA untuk menunjukkan adanya perbedaan antara dua kelompok. Uji beda menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variasi waktu terhadap penurunan kadar COD (p<0,05), terdapat perbedaan rata-rata penurunan kadar COD antara kelompok kontrol dan perlakuan (p<0,05). Rata-rata penurunan kadar COD setelah pemberian perlakuan dengan waktu 30, 45, 60, 75, dan 90 menit berturut-turut 195.7 mg/l (28.80%); 299.0 mg/l (43.63%); 372.1 mg/l (54.79%); 438.3 mg/l (64.61%); dan 513.8 mg/l (75.45%). Penurunan kadar COD meningkat seiring dengan pertambahan waktu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode tray aerator dengan penambahan manganese greensand mampu menurunkan kadar COD dengan penurunan tertinggi hingga 75,45%(kadar 167,3 mg/l), akan tetapi masih belum memenuhi baku mutu. Kata Kunci: Limbah Cair Laundry, Chemical Oxygen Demand (COD), Tray Aerator, Manganese greensand

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇