71404 research outputs found
Sort by
NORMA DAN BUDAYA DALAM NOVEL PADA SEBUAH KAPAL KARYA NH. DINI DAN NOVEL SCARLET LETTER KARYA NATHANIEL HAWTHORNE (SEBUAH KAJIAN PERBANDINGAN)
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU, PENGGUNAAN OBAT OTOTOKSIK, DAN PERAWATAN MESIN PERAHU DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN NELAYAN TAMBAK LOROK
Kebisingan dapat berdampak pada kesehatan seseorang jika terpapar secara terus-menerus. WHO menyatakan terdapat 466 juta orang di dunia yang mengalami ketulian dan memperkirakan pada tahun 2050, setiap satu dari sepuluh orang di dunia akan mengalami ketulian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik indivdu, penggunaan obat ototoksik, dan perawatan mesin perahu dengan gangguan pendengaran nelayan Tambak Lorok, Semarang. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi nelayan berjumlah 400 orang dengan sampel penelitian sejumlah 78 responden berdasarkan sistem random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner responden, lembar informed consent responden, dan pengukuran gangguan pendengaran dengan audiometri. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi-Square secara univarat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan usia (p = 0,047; 0,001), masa kerja (p = 0,017) pada telinga kanan, dan perawatan mesin perahu (p = 0,032) pada telinga kanan dengan gangguan pendengaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan usia, masa kerja, dan perawatan mesin perahu dengan gangguan pendengaran.
Kata kunci : Gangguan Pendengaran, Nelayan, Kebisinga
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DAN PENGOBATAN HIV/AIDS PADA WANITA USIA SUBUR DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017 (ANALISIS DATA SEKUNDER SDKI 2017)
Jumlah infeksi HIV pada tahun 2017 di Jawa Tengah menduduki peringkat empat sebesar 12,04% dan AIDS menduduki peringkat pertama sebesar 18,52%. Wanita merupakan kelompok yang masih memiki pemahaman HIV/AIDS rendah dan menganggap bahwa pencarian informasi ataupun pengobatan HIV/AIDS tidak terlalu dibutuhkan karena mereka yakin tidak akan tertular. Beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku pencarian informasi dan pengobatan HIV/AIDS yaitu usia, pendidikan terakhir, status pernikahan, tempat tinggal, tingkat pengetahuan, dan sikap.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, pendidikan terakhir, status pernikahan, tempat tinggal, tingkat pengetahuan, dan sikap dengan perilaku pencarian informasi dan pengobatan HIV/AIDS pada wanita usia subur di Provinsi Jawa Tengah.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder SDKI tahun 2017. Sampel adalah wanita usia subur di Jawa Tengah sebanyak 3.414 responden. Analisis statistik menggunakan chi-square dan regresi logistik berganda.Hasil penelitian menunjukkan distribusi yang lebih besar pada variabel yang diteliti adalah usia 25-49 tahun (72,1%), pendidikan tinggi (58,9%), pedesaan (56,9%), menikah (69,6%), tingkat pengetahuan kurang (50,8%), stigma (62,5%), dan perilaku baik dalam pencarian informasi dan pengobatan HIV/AIDS (57,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan faktor yang berhubungan yaitu pendidikan terakhir (p-value=0,009), status pernikahan (p-value=0,033), dan tingkat pengetahuan (p-value=0,008). Hasil uji regresi logistik menunjukkan adanya pengaruh secara bersama-sama antara pendidikan terakhir (OR=1,134), status pernikahan (OR=1,124), dan tingkat pengetahuan (OR=1,139) dengan probabilitas 47% terhadap perilaku pencarian informasi dan pengobatan HIV/AIDS. Kesimpulan penelitian ini adalah status pernikahan, pendidikan terakhir, dan tingkat pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku pencarian informasi dan pengobatan HIV/AIDS.
Kata kunci :Jawa Tengah, perilaku pencarian informasi dan pengobatan HIV/AIDS, SDKI, wanita usia subu
KEPADATAN KECOA DI PELABUHAN TANJUNG EMAS KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II SEMARANG
Berdasarkan data laporan PRL di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tahun 2020, kepadatan kecoa tergolong tinggi dengan indeks populasi kecoa (8,8). Pelabuhan Tanjung Emas, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang harus bebas dari vektor termasuk kecoa dengan indeks populasi <2. Kepadatan kecoa yang tinggi dapat menjadi fakto risiko dalam penyebaran penyakit di wilayah pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan kecoa dan faktor yang mempengaruhi kepadatan kecoa di Pelabuhan Tanjung Emas, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 51 tempat pengolahan makanan di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas dan seluruh kecoa yang tertangkap, serta pemilik/penanggung jawab tempat pengolahan makanan sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan kecoa di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang termasuk dalam kategori kepadatan kecoa tinggi dan faktor yang mempengaruhi kepadatan kecoa adalah suhu, kelembaban, sanitasi dan upaya pengendalian. Disarankan kepada Kantor Kesehatan PelabuhanKelas II Semarang agar meningkatkan pengawasan vektor (kecoa) dan upaya pengendalian kecoa di Pelabuhan Tanjung Emas.
Kata kunci : Pelabuhan,kepadatan kecoa, suhu, kelembaban, sanitas
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DAN GERAKAN BERULANG DENGAN KELUHAN NYERI BAHU PADA PETUGAS BAGGAGE HANDLING BANDARA
Baggage handling merupakan salah satu pekerjaan bagian ground handling yang memiliki tugas yaitu melakukan loading dan unloading barang penumpang pada bagasi pesawat. Sebagian besar proses kerjanya mengandalkan kemampuan fisik pekerja seperti mengangkat, menurunkan, mendorong, dan menarik beban berat dengan postur tubuh yang canggung sehingga dapat menyebabkan terjadinya gangguan muskuloskeletal. Gangguan muskuloskeletal ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada sendi, ligamen, saraf, serta tendon, dan salah satunya adalah keluhan nyeri pada bahu. Beban kerja yang berlebih dengan gerakan repetitif yang tinggi merupakan faktor risiko dari keluhan nyeri bahu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja fisik dan gerakan berulang dengan keluhan nyeri bahu pada petugas baggage handling bandara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 31 orang. Data diambil melalui pengukuran denyut nadi (untuk mengukur beban kerja), observasi (untuk melihat jumlah gerakan berulang), dan kuesioner (untuk mengumpulkan data responden dan keluhan nyeri bahu secara subjektif). Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara beban kerja fisik (p-value = 0.060) dan gerakan berulang (p-value = 0.555) dengan keluhan nyeri bahu pada petugas baggage handling di bandara.
Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Gerakan Berulang, Nyeri Bah
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI BCG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TBC
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi BCG Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit TBC XV+ 76 Halaman+ 6 Tabel + 2 Gambar + 13 Lampiran
ABSTRAK Latar belakang: Imunisasi BCG pada balita sangat perlu diberikan agar terhindar dari penyakit TBC. Pengetahuan Ibu tentang imunisasi BCG sebagai upaya pencegahan penyakit TBC ini masih bervariasi. Oleh karena itu, maka fenomena ini memerlukan pengkajian yang lebih mendalam. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang imunisasi BCG sebagai upaya pencegahan penyakit TBC Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan Teknik sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 122 Ibu yang memliki anak penerima imunisasi BCG. Data ditampilan dalam table distribusi frekuensi. Hasil: Analisa data pada analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan cross tabulasi menghasilkan pengetahuan ibu mengenai imunisasi BCG berdasarkan usia terbanyak yaitu dengan pengetahuan cukup, jumlah responden 54 masuk dalam usia 20-35 tahun. pengetahuan ibu mengenai imunisasi BCG berdasarkan pendidikan ibu terbanyak yaitu memiliki pengetahuan cukup, jumlah responden sebanyak 36, dengan pendidikan SD. pengetahuan ibu mengenai imunisasi BCG berdasarkan pekerjaan ibu terbanyak yaitu memiliki pengetahuan cukup, jumlah responden sebanyak 59 (48,4%), dengan pekerjaan IRT. Kesimpulan: Rata-rata pengetahuan ibu tentang imunisasi BCG cukup baik, dan terdapat ibu dengan tingkat pengetahuan yang masih kurang. Kondisi seperti ini dapat digunakan sebagai wacana petugas kesehatan untuk meningkatkan frekuensi Pendidikan Kesehatan kepada ibu-ibu yang memiliki balita. Kata kunci: Pengetahun, Imunisasi BCG Daftar Pustaka: 33 (2012-2020
Hubungan antara Dukungan Sosial Orang Tua dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru yang Mengikuti Pembelajaran Daring di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan penyesuaian diri mahasiswa baru yang mengikuti pembelajaran daring di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Hipotesis yang diajukan adalah dukungan sosial orang tua memiliki hubungan positif dengan penyesuaian diri mahasiswa baru yang mengikuti pembelajaran daring di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Penelitian ini melibatkan 208 mahasiswa baru dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro sebagai partisipan penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Penyesuaian Diri (35 butir, α = 0,884), dan Skala Dukungan Sosial Orang Tua (42 butir, α = 0,955). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi rxy = 0,343 dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Dukungan sosial orang tua memiliki sumbangan efektif sebesar 9,2% terhadap penyesuaian diri dan sisanya 90,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dengan penyesuaian diri mahasiswa baru yang mengikuti pembelajaran daring di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Orang tua memiliki peran dalam memberikan dukungan sosial dalam membantu menangani permasalahan pembelajaran daring agar mahasiswa baru dapat menyesuaikan diri dengan baik. Peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi variabel lain yang menjadi faktor dalam mempengaruhi proses penyesuaian diri mahasiswa baru pada pembelajaran daring.
Kata kunci: penyesuaian diri, dukungan sosial orang tua, pembelajaran darin
Analisis Sarana Kohesi Gramatikal dalam Teks Berita Humas di Website Kanwil Kemenag Jawa Tengah
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS MERTOYUDAN 1 KABUPATEN MAGELANG
Kabupaten Magelang menjadi kabupaten/kota yang memiliki presentase rumah tangga sehat terrendah di Provinsi Jawa Tengah selama dua tahun berturut turut. PHBS adalah semua semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Puskesmas Mertoyudan 1 merupakan puskesmas di Kecamatan Mertoyudan yang memiliki PHBS tatanan Rumah Tangga cukup baik. Namun terdapat dua indikator penilaian yang tergolong masih rendah serta cakupan pendataan rumah sehat yang belum maksimal. Selain itu, Puskesmas Mertoyudan 1 merupakan puskesmas dengan kasus konfirmasi Covid-19 yang tinggi. Dari hal tersebut maka diperlukan evaluasi dari aspek konteks, aspek input, aspek proses dan aspek produk mengenai bagaimana pelaksanaan PHBS rumah tangga pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode indepth interview yang dipilih berdasarkan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian sebagai informan utama meliputi Kepala Puskesmas, Koordinator Program PHBS dan Kader Kesehatan. Sedangkan Penanggung Jawab Program PHBS Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dan Masyarakat menjadi informan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pelaksanaan masih terkendala pada jadwal pelaksanaan, kurangnya kesadaran masyarakat, jumlah dan kompetensi tenaga PHBS, dana dan perencanaan. Aspek konteks meliputi kebutuhan, masalah, sasaran yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Aspek input meliputi pedoman, jadwal, tenaga, dana dan sarana prasaranya yang dapat mendukung pelaksanaan dengan peningkatan keterampilan dan dana untuk kader, serta kesiapan sarana prasarana sesuai situasi dan kondisi. Aspek proses yaitu pendataan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pencatataan dan pelaporan memerlukan inovasi untuk mendukung pelaksanaan. Sedangkan aspek produk dapat digunakan untuk perencanaan pada periode selanjutnya.
Kata kunci : PHBS, Covid-19, evaluas