Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    ANALISIS POSTUR KERJA DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT BATU NISAN DI DUSUN GENDONG

    Get PDF
    Keluhan muskuloskeletal sering terjadi karena otot mendapat beban statis secara berulang dan dalam durasi yang lama. Aktivitas kerja yang diteliti yaitu dari pencampuran bahan baku, pencetakan batu nisan, penghalusan batu nisan, pemotongan keramik dan pemasangan keramik. Dari beberapa proses yang telah disebutkan, banyak sekali kegiatan yang beresiko terindikasi keluhan muskuloskeletal dikarenakan pekerja melakukan pekerjaan dengan durasi kerja 6 - 11 jam per hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis postur kerja dan keluhanmuskuloskeletal pada pekerja pembuatan batu nisan di dusun Gendong. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 6 informan yang menggunakan wawancara mendalam dan NBM serta triagulasi dengan observasi metode REBA. Informan merupakan 5 laki- laki dan 1 wanita. Seluruh informan mengalami keluhan muskuloskeletal pada punggung atas dan bawah, satu atau kedua pinggul, serta satu atau kedua lutut yang terjadiketika membungkuk, dan jongkok dalam waktu lama, serta setelah bekerja dengan total keluhan kurang dari 1 hari. Namun terdapat 10 faktor stress muskuloskeletal yang memiliki efek merugikan terjadi pada pembuat batu nisan serta hasil penilaian 13 postur dengan metode REBA terdapat 7 postur kerja memiliki level resiko tinggi dan 6 postur beresiko sedang sehingga diperlukan tindakan untuk mengubah semua postur kerja. Keluhan ringan tersebut dapat terjadi karena informan sudah terbiasa dengan aktivitas yang sama dan beberapa informan telah melakukan pengendalian seperti beristirahat di sela – sela bekerja dan setelah bekerja serta pencegahan seperti melakukan pemanasan, yaitu jalan – jalan di pagi hari. Kata Kunci : Postur, Keluhan Muskukoskeletal, Pembuat Batu Nisan, REBA, NB

    DAMPAK SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN HAMA TERPADU (SLPHT) TERHADAP TINGKAT PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU USAHATANI KUBIS DI KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kompetensi petani sehingga mampu menerapkan budidaya pertanian berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak pelaksanaan SLPHT terhadap tingkat penerapan pengendalian hama terpadu usahatani kubis di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020 di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus yang dipilih secara purposive pada Kelompok Tani Sido Makmur III dengan sampel sebanyak 31 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner serta observasi. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan uji analisis linear berganda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah materi pelatihan termasuk kategori tinggi (74,2%), kompetensi penyuluh dengan kategori tinggi (67,7%), sedangkan fasilitas pelatihan dan pemberian latihan soal berada dalam kategori sedang (67,7% dan 67,7%). Materi pelatihan dan kompetensi penyuluh secara parsial mempengaruhi penerapan PHT, sedangkan fasilitas pelatihan dan pemberian latihan soal tidak berpengaruh terhadap penerapan PHT. Variabel-variabel pada pelaksanaan SLPHT tersebut secara simultan mempengaruhi tingkat penerapan PHT sebesar 74,7%. Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan SLPHT usahatani kubis memberikan dampak bagi tingkat penerapan pengendalian hama terpadu pada Kelompok Tani Sido Makmur III Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Kata kunci : Kubis, pengendalian hama terpadu, pertanian berkelanjutan, sekolah lapang

    HUBUNGAN KEBERSIHAN PERORANGAN KARYAWAN DAN KONDISI LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEJADIAN TERINFEKSI COVID-19 DI PT X JAKARTA BARAT

    Get PDF
    COVID- 19 merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan kronis, diakibatkan oleh novel coronavirus. Penularan COVID- 19 terjadi lewat 3 jalan utama, yakni kontak langsung, droplet serta aerosol. Belum ditemukan obat untuk mengobati COVID- 19, akan tetapi penularan COVID- 19 bisa dicegah lewat beberapa metode, salah satunya menerapkan praktik kebersihan perorangan. Sektor perkantoran ialah salah satu klaster penularan COVID- 19, Area perkantoran cenderung padat oleh manusia, oleh sebab itu kondisi lingkungan kerja butuh diperhatikan dalam penangkalan COVID- 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan perorangan karyawan dan kondisi lingkungan kerja dengan kejadian terinfeksi COVID- 19 di PT X Jakarta Barat. Jenis riset yang digunakan yakni metode observasi deskriptif dengan desain penelitian potong lintang. Sampel penelitian ini yakni 60 karyawan di PT X Jakarta Barat. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yakni sampling acak. Hasil dari riset ini menunjukkan hubungan signfikan antara variabel bebas praktik penggunaan masker( 0, 016) dan praktik cuci tangan pakai sabun( 0, 016 Kata Kunci : COVID-19, perkantoran, personal hygiene, kondisi lingkungan kerj

    Loli si Ubur-Ubur yang Suka Menolong

    Get PDF

    Keindahan Alam Tana Toraja

    Get PDF

    STUDI KUANTITATIF : ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENGALAMAN KERJA DENGAN PERILAKU SUBSTANDARD ACTION TENAGA KERJA BONGKAR MUAT STEVEDORING TANJUNG EMAS SEMARANG

    Get PDF
    Substandard Action atau bisa disebut dengan perilaku tidak aman yang tidak sesuai dengan standar adalah salah satu tindakan yang dapat memicu terjadinya suatu kecelakaan kerja. Substandard action dapat terjadi di karenakan oleh pekerja itu sendiri atau di karenakan kurang adanya pengawasan terkait dengan keberjalanan standar tertentu. Faktor pekerja melakukan perilaku tidak standar dapat di karenakan oleh pekerja itu sendiri. Faktor pekerja di pengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan pengalaman pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dan pengalaman kerja dengan perilaku substandard action pada tenaga kerja bongkar muat stevedoring Tanjung Emas Semarang. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional karena di lakukan dalam satu waktu. Responden berjumlah 59 orang yang merupakan pekerja bongkar muat bagian stevedoring. Data yang telah di dapatkan di sajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang, Kemudian data di analisis secara statistik menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil analisis data, pada variabel pengetahuan didapatkan nilai hubungan terhadap perilaku substandard action dengan nilai p = value 0,023. Pada variabel sikap didapatkan nilai hubungan terhadap perilaku substandard action dengan nilai p = value 0,158, dan untuk variabel pengalaman kerja didapatkan hubungan dengan perilaku substandard action dengan nilai p = value 0,324. Berdasarkan hasil analisis hubungan, dapat di simpulkan bahwa dari variabel pengetahuan, sikap, dan pengalaman kerja, hanya pada variabel pengetahuan saja yang berhubungan dengan perilaku substandard action Tenaga Kerja Bongkar Muat stevedoring Semarang, dengan nilai p = value 0,023. Kata Kunci : Tenaga Kerja Bongkar Muat, Substandard Action, Stevedorin

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇