71404 research outputs found
Sort by
Cek Turnitin "Comparative Effect of Roof Material Toward Thermal Condition on the Roof Space. Case Study: High Density Settlement in Semarang City"
Cek Turnitin "KOTA LAMA SEMARANG MENUJU STATUS PUSAKA DUNIA UNESCO: APA ITU STATUS WORLD HERITAGE?"
KADAR FORMALIN, KADAR AIR, TOTAL MIKROORGANISME KARAKTERISTIK FISIK DAN POLA KONSUMSI KONSUMEN BAKSO CURAH DI KECAMATAN TEMBALANG, SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji/mengevaluasi kualitas bakso curah
melalui keberadaan formalin, kadar air, total mikroorganisme serta karakter fisik
pada bakso curah, dan untuk mengetahui pola konsumsi dari konsumen bakso
curah di kecamatan Tembalang, Semarang. Penelitian ini dilakukan di
Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian
Universitas Diponegoro dari bulan Januari – Februari 2019.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan
sampel menggunakan accidental sampling. Populasi bakso curah dalam penelitian
ini adalah populasi infinite sehingga tidak diketahui total bakso curah yang dijual
oleh pedagang sayur di 12 kelurahan di Kecamatan Tembalang sehingga total
sampel yang diambil yaitu 80 sampel bakso curah. Sementara untuk total
responden diambil 235 ibu rumah tangga. Data yang telah diperoleh kemudian
ditabulasi dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel lalu data ditampilkan
dalam bentuk tabel dan pie chart.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1 sampel yang positif
mengandung formalin dengan kadar 176,2 ppm. Kualitas bakso curah yang dijual
jika dilihat dari total mikroorganisme sebanyak 96% sampel bakso curah dari 80
sampel tidak sesuai dengan SNI 3818-2014 dan rata-rata total mikroorganisme
sebesar 1,26 x 107 cfu/g. Sampel bakso curah sebanyak 18% tidak memenuhi
persyaratan kadar air maksimal SNI 3818-2014 dan rata-rata nilai kadar air dari
total sampel yaitu 65,90%. Karakteristik fisik sampel bakso curah yang memiliki
skor paling rendah pada parameter warna yaitu warna pucat sebesar 5%,
parameter aroma khas bakso yang lemah sebesar 30%, bakso yang kesat sebesar
48% dan tekstur bakso yang rapuh sebesar 3%. Evaluasi pola konsumsi
menunjukkan bahwa 98% responden mengkonsumsi bakso dengan 13%
responden membeli bakso di pasar modern dan 85% membeli di pasar tradisional.
Pengetahuan konsumen menunjukkan bahwa sebanyak 97% mengetahui bahaya
dan ciri-ciri bakso yang mengandung formalin.
Simpulan dalam penelitian ini adalah mayoritas produsen bakso yang
menjual bakso curah di Kecamatan Tembalang, Semarang tidak menggunakan
formalin dalam produksi baksonya. Bakso curah yang positif mengandung
formalin tidak memiliki pola khusus terhadap kadar air, total mikroorganisme dan
karakteristik fisik bakso curah. Bakso curah yang dijual sebagian masih sesuai
dengan syarat SNI baik untuk total mikroba, kadar air dan karakteristik fisik.
Pengetahuan konsumen bakso mengenai bahaya dan ciri-ciri bakso berformalin
cukup baik namun berdasarkan analisa karakteristik fisik tidak menunjukkan pola
khusus terhadap sampel yang positif formalin sehingga ciri-ciri seperti yang
disebutkan tidak dapat menjadi standar identifikasi formalin pada bakso secara
visual
EFISIENSI PENYISIHAN AMONIUM DAN TOTAL ORGANIK PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BUDIDAYA TAMBAK (Studi Kasus : Limbah Cair Budidaya Udang Air Payau Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara)
ABSTRAK
Pengolahan air buangan tambak pada perikanan adalah usaha untuk mengurangi beban bahan pencemar yang terkandung di dalam air limbah tambak sehingga dapat dibuang ke lingkungan perairan secara aman. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui memahami dan menganalisa pengaruh sumber inokulan terhadap penyisihan amonium dan total organik pada limbah tambak udang vanamae dan limbah tambak udang marguensis, serta merencanakan pra-desain pengolahan limbah organik dengan salinitas tinggi sebagai pengolahan air limbah dengan mikroorganisme alami. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reaktor skala laboratorium. Penumbuhan biofilm dilakukan dengan penanaman media lekat biofilm didasar laut kedalaman 1,5 m selama 3 minggu untuk penumbuhan bakteri nitrifikasi dan bakteri pereduksi zat organik kemudian di aplikasikan terhadap air limbah tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan amonium dengan inokulan media lekat perairan Telukawur sebesar 74% sedangkan inokulan media lekat perairan Pulau Panjang sebesar 66% dengan trend menurun dan fluktuatif stiap harinya. Efisiensi penurunan total organik dengan inokulan media lekat perairan Telukawur sebesar 30,39% sedangkan inokulan media lekat perairan Pulau Panjang sebesar 29,30% dengan trend menurun setiap harinya. Aplikasi pengolahan limbah tambak budidaya air payau dalam skala besar didesain dengan 4 unit pengolahan yaitu bak sedimentasi 15,5 m x 7,7 m x 1,5 m, bak anaerob 10,5 m x 3,5 m x 1,5, bak aerob 13 m x 13 m x 1,5 m, dan bak efluen 15,5 m x 7,7 m x 1,5 m. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi media lekat biofilm dari perairan Pulau Panjang dan perairan Telukawur dapat bekerja efisien menyisihkan konsentrasi amonium dan tidak efisien menyisihkan total organik.
Kata kunci: Efisiensi, Media Lekat, Tambak Udang
ABSTRACT
Treatment of wastewater in fish ponds is an effort to reduce the impact of pollutants contained in the wastewater so that it can be disposed into the aquatic environment safely. The purpose of this study is to understand and analyze the effect of inoculant sources on removing of organic matter and total ammonium in vanamae shrimp and marguensis shrimp pond wastewater, and to pre-design the technology for treating high-salinity organic waste with biological wastewater treatment using natural microorganisms. The study was conducted using a laboratory scale reactor. At the beginning of the study, adherent biofilm media was planted at the bottom of the sea with a depth of 1.5 m for 3 weeks in order to grow nitrifying bacteria and organic matter reducing bacteria, then applied to treat pond wastewater. The results showed that the efficiency of ammonium reduction with adherent media from Telukawur is 74% while adherent media from Panjang Island is 66% with declining and fluctuating trends every day. On the other hand, the efficiency of organic total removal adherent media from Telukawur is 30.39% while adherent media from Panjang Island is 29,30% with a declining trend. The large -scale application for treating wastewater from brackish water aquaculture is designed with 4 processing units, a 15.5 m x 7.7 m x 1.5 m sedimentation basin, a 10.5 m x 3.5 m x 1.5 m anaerobic basin, a 13 m x 13 m x 1.5 m aerobic basin, and a 15.5 m x 7.7 m x 1.5 m effluent basin. It can be concluded that biofilm adhesion technology from Panjang Island waters and Telukawur waters can work efficiently in removing ammonium concentration and not efficient in removing total organic concentration.
Key word :Biofilm, Sticky Media, Shrimp Pon
Predicting Leachate Containing Nickel and Chromium Migration Through Single- and Double-Liner System Landfill_hasil review
Removal of Refractory Compounds from Landfill Leachate by Using Nanofiltration_similarity check
Lembar Hasil Penilaian Sejawat Sebidang atau Peer Review Karya Ilmiah: Jurnal Ilmiah “Legal Implication of The Audit Board of Indonesia on Management Audit and Financialibility of The State Againts State-Owned Enterprises”_C.1a_a.n. Henny Juliani .
DAMPAK PENINGKATAN KEPADATAN KANDANG TERHADAP RASIO DAGING TULANG DAN PERLEMAKAN AYAM BROILER
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kepadatan kandang
terhadap kualitas ayam broiler meliputi rasio daging tulang, persentase lemak
abdominal dan kadar lemak daging, sehingga diharapkan dapat memberikan
informasi kepadatan kandang yang optimal. Penelitian dilaksanakan bulan April -
Juni 2017 di kandang E Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas
Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.
Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam broiler unsexed
sejumlah 280 ekor berumur 2 minggu dengan bobot badan 298,37 ± 23,33 (CV =
7,81%) dipelihara pada kandang berukuran 1 x 1 m sebanyak 20 petak. Penelitian
menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5
ulangan, adapun perlakuan yang diterapkan yaitu T1 (kepadatan kandang 8
ekor/m
2
), T2 (kepadatan kandang 12 ekor/m
2
), T3 (kepadatan kandang 16
ekor/m
2
) dan T4 (kepadatan kandang 20 ekor/m
2
). Parameter yang diukur meliputi
rasio daging tulang, persentase lemak abdominal dan kadar lemak daging ayam
broiler. Data yang diperoleh diolah secara statistik berdasarkan analisis ragam
pada taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan kandang 12
ekor/m
2
nyata menurunkan rasio daging tulang sebesar 0,16 (P<0,05) dan
persentase lemak abdominal menurun pada kepadatan kandang 20 ekor/m
sebesar
0,07% (P<0,05) tanpa mempengaruhi kadar lemak daging ayam broiler dengan
rata-rata sebesar 1,53% (P>0,05).
Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepadatan kandang dari 12 ekor/m
sudah menurunkan rasio daging dan tulang, sedangkan penurunan persentase
lemak abdominal baru mulai terjadi pada kepadatan kandang 20 ekor/m
, tanpa
mempengaruhi kadar lemak di dalam daging ayam broiler
http://eprints.undip.ac.id/71399/1/2._The_Benefit_Impact_of_Air_Pollution_Reduction_Through_ATCS_Implementation_at_Intersections__C-22_similarity_check.pdf
On the Role of Acoustical Improvement and Surface Morphology of Seashell Composite Panel for Interior Applications in Buildings
This manuscript focuses on the acoustical behaviors and surface morphology of seashell waste filler reinforced polyester (SFRP) coverings Anadara granosa Linn, Perna viridis Linn, and Placuna placenta Linn and applications in buildings. Their acoustical performances were observed using an impedance tube using a technique with two and four microphones based on ASTM E1050-98 and ASTM E2611-09. The improvements of acoustical performance were conducted by a coupled resonator inclusion with addition of a fibrous dacron layer and back cavity. The experimental results showed that the resonators and back cavity on the material structure were able to shift the absorption ability at low frequency. The promising wide broadband frequencies performance occurred when the
15 mm Placuna placenta FRP treated with front-tailed cavity without any additional fibrous layer and air gap started from 0.2 at 2.0 kHz. The combination of resonators and fibrous layer on the material structure was able to stabilize the sound transmission loss (STL) in 52–56 dB at a high frequency. On the observation of the simple surface morphology material, it was found that Placuna placenta Linn had the highest damping performances due to the smallest pores and the most carbon compound compared to the others. Therefore, this finding is very useful for building applications