Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    PENGARUH VARIASI TETES TEBU TERHADAP WAKTU PENGOMPOSAN SAMPAH SISA MAKANAN DAN SAMPAH SAYURAN YANG DITINJAU DARI RASIO C/N DENGAN PENAMBAHAN BIOAKTIVATOR LINGKUNGAN

    Get PDF
    7 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi Tetes Tebu terhadap waktu pengomposan sampah sisa makanan dan sampah sayuran yang ditinjau dari Rasio C/N dengan penambahan Bioaktivator Lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2018 hingga November 2018. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu 0 ml, 20 ml, 40 ml, 60 ml, 80 ml dan 100 ml Tetes Tebu terhadap komposisi sampah yang digunakan yaitu Sampah Sisa Makanan : Sampah Sayuran sebesar 1:1 dengan penambahan 100 gram Bioaktivator Lingkungan. Tahap penelitian ini terdiri dari 3 Tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap analisis sampel. Pengomposan dilakukan secara aerobik dengan menggunakan sistem pengadukan sekali setiap hari hingga kompos dinyatakan memenuhi syarat SNI 19-7030-2004. Parameter yang diteliti pada penelitian ini adalah Suhu, pH, Kadar Air, Kadar C-Organik, Kadar N-Total, Kadar P-Total, Kadar K-Total, Rasio C/N, warna, bau, Ukuran Partikel dan penyusutan volume. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan rasio C/N sebagai lama waktu pengomposan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil terbaik pada variasi Tetes Tebu 60 ml menghasilkan Rasio C/N sebesar 10,79 pada hari ke 7, menghasilkan kompos dengan kandungan unsur hara pada hari ke 7 yaitu kadar C-Organik sebesar 33,55 %, Kadar N-Total sebesar 3,11%, Kadar P-Total sebesar 0,161%, Kadar K-Total Sebesar 1,357%. Sedangkan kadar air sebesar 48,71 %, pH sebesar 6,90, suhu sebesar 330C, bewarna coklat-kehitaman, berbau tanah, dan ukuran partikel ±10 mm dengan penyusutan volume sebesar 63,64%. Kata Kunci : Sampah Makanan, Sampah Sayuran, Tetes Tebu, Pengomposan, Bioaktivator Lingkungan, Rasio C/N ABSTRAK [The Effect Of Cane Molasses Variations On The Time Of Composting From Food Waste And Vegetable Waste In Terms Of The C/N Ratio With The Addition Of Bioaktivator Lingkungan] This study aims to determine the effect of Cane Molasses variations on the time of composting from food waste and vegetable waste in terms of the C / N ratio with the addition of Bioaktivator Lingkungan. This research was conducted in August 2018 to November 2018. This type of research was experimental consisting of 6 treatments, 0 ml, 20 ml, 40 ml, 60 ml, 80 ml and 100 ml of Cane Molasses to the composition of the waste used is Waste Food : Vegetable waste at 1:1 with the addition of 100 grams of Bioaktivator Lingkungan. The research phase consists of 3 stages, it is the preparation phase, the implementation phase and the sample analysis phase. Composting is carried out aerobically by using the stirring system once every day until the compost is declared to the requirements of SNI 19-7030-2004. The parameters studied in this study are Temperature, pH, Water Content, C-Organic Levels, N-Total Levels, P-Total Levels, K-Total Levels, C / N ratio, color, odor, particle siza and volume reducing. The data obtained were analyzed quantitatively with the C / N ratio as the composting time. The results showed that the best results in the variation of 80 ml Cane Molasses composting considered finished for 7 days when C/N Ratio is 10.35 and the compost quality of C-organik 33,55%, N-total 3,11%,, P-Total 0.161% and K-total 1,357%, the moisture content 48,71%, pH 6,90, temperatur 330C, the color is brown-black, smells of soil, particle size is ± 10 mm with volume reducing 63.64%. Keyword : Food Waste, Vegetable Waste, Cane Molasses, Bioaktivator Lingkungan, Composting, C/N Rati

    PEMETAAN JEJAK KARBON DI UNIVERSITAS DIPONEGORO PADA SEKTOR TRANSPORTASI

    Get PDF
    ABSTRAK Pemetaan Jejak Karbon di Universitas Diponegoro pada Sektor Transportasi Emisi karbon merupakan penyebab utama dalam perubahan iklim. Salah satu kegitan yang menyumbang emisi karbon yaitu aktivitas transportasi. Aktivitas transportasi menyumbang emisi karbon yang berasal dari pembakaran bahan bakar. Universitas Diponegoro merupakan salah satu institusi yang meyumbang emisi karbon dari aktivitas transportasi. Dalam rangka upaya pengurangan emisi, maka dilakukan studi jejak karbon di Universitas Diponegoro yang berada di Tembalang. Metode yang digunakan yaitu berdasarkan pada IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories tahun 2006 serta dari Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional. Kemudian dari hasil prakiraan jejak karbon yang telah diperoleh akan dipetakan berdasarkan besarnya emisi yang dihasilkan di tiap jalan menggunakan Software ArcGIS. Penelitian ini menunjukan bahwa besar prakiraan jejak karbon dari aktivitas transportasi di Universitas Diponegoro Tembalang yaitu 1.449.994,64688 kgCO2eq/tahun atau 1.449,99465 tonCO2eq/tahun. Pada pemetaan jejak karbon ditampilkan 3 klasifikas berdasarkan tingkat dari emisi yaitu warna merah menggambarkan emisi tinggi, warna kuning melambangkan emisi sedang, dan warna hijau melambangkan emisi rendah. Daerah yang memiliki emisi tinggi yaitu jalan di gerbang utama Universitas Diponegoro Tembalang dan jalan di depan Gedung Soedarto, daerah yang termasuk emisi sedang yaitu jalan di depan FPP dan jalan di belakang FEB, serta daerah yang memiliki emisi rendah yaitu jalan depan Teknik Sipil, jalan di depan Dekanat FT lama, jalan belakang FPIK, jalan diantara Teknik Mesin dan FSM, jalan depan Dekanat FSM, jalan depan FEB, jalan di gerbang belakang, jalan antara SV dan FH, dan jalan depan FIB. Upaya yang dilakukan untuk mereduksi besar jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas transportasi yang ada di Universitas Diponegoro Tembalang adalah dengan andanya fasilitas Bus yang beroperasi hanya di sekitar kampus Tembalang dimana dapat mengurangi 26% jejak karbon dan 30% jumlah kendaraan yang melintas serta dengan mengoptimalkan lahan sebagai RTH dimana RTH eksisting daya serapnya lebih besar dari jejak karbon yang dihasilkan di Universitas Diponegoro pada sektor transportasi. Kata kunci: Transportasi, Jejak Karbon, Universitas Diponegoro ABSTRACT Cabon Footprint Mapping at Diponegoro University in The Transportation Sector Carbon emissions are the main cause in climate change. One of the kegitan that contributes to carbon emissions that is the transportation activity. Transportation activities contribute to carbon emissions that come from the combustion of fuel. The University of Diponegoro is one institution that meyumbang carbon emissions from transportation activity. In the framework of the efforts of reducing emissions, then conducted a study at the University of Diponegoro carbon footprint that resides in Tembalang. The method used that is based on the IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories of the year 2006 as well as from 2012 year Ministries of environment about the guidelines of the Organization of the National Greenhouse Gas Inventory. Then from the results of the forecast carbon footprint have been obtained will be mapped based on the magnitude of the emissions produced in every way using the ArcGIS Software. These studies showed that massive forecast the carbon footprint of transportation activity in the University of Diponegoro Tembalang i.e. 1,449,994.64688 kgCO2eq/1,449.99465 tonCO2eq/year or years. In mapping the carbon footprint displayed 3 klasifikas based on the level of emissions that is red high emissions, describes the yellow color symbolizes the emissions are, and the color green symbolizes the low emissions. The area has high emissions i.e. road at the main gate of the University of Diponegoro Tembalang and street in front of the building, the area including Soedarto emissions being that is way ahead of the FPP and the road behind the FEB, as well as areas that have low emissions i.e. the road ahead in civil engineering, the street in front of the FT long, the road behind FPIK, the road between mechanical and FSM, the street front of the FSM, a path ahead of FEB, streets in the back gate, the road between SV and FH, and the future of FIB. Efforts are being made to reduce the huge carbon footprint resulting from existing transport activities at the University of Diponegoro Tembalang is with andanya Bus facilities that operate only in Tembalang campus which can reduce 26% carbon footprint and 30% the number of vehicles that pass by and by optimizing the land as open green space where existing open green space absorbance greater than the carbon footprint produced at the University of Diponegoro in the transport sector. Keywords: Transportation, Carbon Footprint, Diponegoro Universit

    HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    ISPA khususnya pnemonia merupakan penyebab utama kematian pada balita di seluruh dunia. ISPA di Kota Semarang tinggi khususnya di Puskesmas Halmahera yaitu sebanyak 12.830 kasus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik rumah, dandurasi balita dalam ruangan terhadap kejadian ISPA pada balita di Kota Semarang.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 60 orang. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar rumah balita memiliki pencahayaan (60%) , suhu (80%) dan luas ventilasi (56,7%) yang tidak memenuhi syarat. Hasil uji chi square menunjukan adanya hubungan antara pencahayaan rumah (p = 0,001 PR = 4,00), suhu (p = 0,05 PR = 3,25), kelembaban (p = 0,01 PR = 2,15), dan luas ventilasi (p = 0,001 PR = 9,94) dengan kejadian ISPA pada balita. Tidak terdapat hubungan antara durasi balita dalam ruangan (p = 0,85 PR = 1,13) dan volume rumah (p = 0,98 PR = 0,93) dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat hubungan antara faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Kota Semarang. Kata kunci : ISPA, Balita, Pencahayaan, Suhu, Kelembaban, Luas Ventilasi, Durasi Balita dalam Rumah, Volume Rumah Kata Kunci: ISPA, Balita, Pencahayaan, Suhu, Kelembaban, Luas Ventilasi, Durasi Balita dalam Rumah, Volume Ruma

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM KUNJUNGAN NEONATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU SEMARANG

    Get PDF
    Lebih dari setengah kematian bayi di dunia terjadi pada tahun pertama kehidupan terutama pada periode neonatus (usia bayi 0-28 hari). Masa neonatus adalah masa paling rentan untuk bayi terhadap risiko gangguan kesehatan.Akibat risiko ini, setiap bayi harus mendapatkan pertolongan kesehatan sesuai standar, yaitu dengan melaksanakan kunjungan neonatal secara lengkap (KN1–KN3). Puskesmas Kedungmundu adalah salah satu Puskesmas berstandar ISO di Kota Semarang yang cakupan kunjungan neonatalnya belum mencapai target SPM baik di tahun 2016 maupun 2017 dengan angka cakupan di bawah 90%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam kunjungan neonatal di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Semarang.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 2-3 bulan selama penelitian berlangsung (hanya diambil yang melaksanakan persalinan di bulan Agustus 2018) dimana pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 84 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak melaksanakan kunjungan neonatal secara lengkap (66,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan adalah variabel usia (p-value=0,026), tingkat pendidikan (p-value=0,010), dan keyakinan (p-value=0,033). Hasil analisis multivariat menunjukkan tingkat pendidikan merupakan faktor paling berpengaruh (OR=5,174). Masih banyaknya ibu yang tidak KN lengkap, diharapkan petugas kesehatan aktif melakukan kunjungan rumah dan memperbaiki keyakinan ibu yang keliru dengan menunjukkan dampak buruk apabila tidak melaksanakan KN, sementara puskesmas harus memiliki strategi dalam menyampaikan materi perawatan neonatal sesuai tingkat pendidikan ib

    Materi Pelatihan Perceptorship

    Get PDF

    ANALISIS PENGARUH CUSTOMER SENSITIVITY DAN SOURCING FEXIBILITY TERHADAP SUPPLY CHAIN AGILITY DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA UKM INDUSTRI KULINER KREATIF DI KOTA SEMARANG)

    Get PDF
    The purpose of this study is to analyze customer sensitivity to supply chain agility, analyze sourcing flexibility to supply chain agility, supply chain agility to company performance, customer sensitivity to company performance, and sourcing flexibility to company performance. The population used in this study were all creative culinary industry SMEs, where the respondents were people in the city of Semarang. The number of samples used was 117 respondents. The method of collecting data through a questionnaire. This study uses Structural Equation Modeling (SEM) analysis techniques using AMOS 22.0 analysis tools. . The results of this study indicate that customer sensitivity has a positive and significant effect on supply chain agility, sourcing flexibility has a positive and significant effect on supply chain agility, supply chain agility has no positive effect on company performance, customer sensitivity has a positive and significant effect on company performance, and sourcing flexibility positive and significant effect on company performance. The theoretical implications of this research reinforce the theories that have been developed from previous research. The managerial implications of this study suggest that the creative culinary industry in Semarang City find out and respond to real customer desires, and build good relationships with raw material supplier

    KARAKTERISTIK FISIK SELAI WORTEL (Daucus carota L.) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus oncophyllus) SEBAGAI BAHAN PENGENTAL

    Get PDF
    Bahan pengental pada pembuatan selai ditambahkan untuk menciptakan tekstur selai yang baik. Tepung Porang merupakan salah satu bahan pangan yang berpotensi menjadi bahan pengental. Hal ini dikarenakan tepung Porang memiliki kandungan glukomanan yang tinggi yang bersifat hidrokoloid kuat dan memiliki kemampuan gel yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung porang terhadap sifat fisik selai wortel, serta mengetahui konsentrasi tepung porang paling optimal untuk menghasilkan selai wortel yang paling disukai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 - Februari 2019 di Laboratorium Rekayasa Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi taraf penambahan tepung porang yaitu T0=0%, T1=0,25%, T2=0,5%, T3=0,75% dan T4=1%. Data hasil uji sifat fisik selai yang meliputi aktivitas air (aw), sineresis, tekstur (hardness, cohesivenes dan adhesiveness) dianalisis statistik dengan menggunakan ANOVA pada taraf signifikansi 5%. Adanya pengaruh nyata dari perlakuan, dilanjutkan Uji Wilayah Berganda Duncan. Data hasil uji daya oles (uji ranking dan hedonik) menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis, dan adanya pengaruh nyata dari perlakuan, dilanjutkan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75% dan 1% memiliki nilai sineresis secara berturut-turut sebesar 7,370%; 4,372%; 3,755%; 3,087% dan 2,472%. A memiliki nilai secara berturut-turut 0,730; 0,712; 0,711; 0,708 dan 0,706. Hardness secara berurutan memiliki nilai 8,475kg/mm w ; 9,850kg/mm 2 ; 9,950kg/mm 2 ; 10,375kg/mm 2 dan 10,875 kg/mm . Cohesiveness secara berurutan memiliki nilai 0,602; 0,620; 0,635; 0,652 dan 0,735. Adhesiveness secara berurutan memiliki nilai 0,077mJ; 0,092mJ; 0,110mJ; 0,120mJ dan 0,135mJ. Daya oles dengan uji ranking berdasarkan tingkat kemudahan pengolesan secara berurutan yaitu T0, T2, T1, T4, dan T3 dan pada uji hedonik perlakuan yang paling disukai adalah T2. Kesimpulan penelitian ini yaitu penambahan tepung porang yang berbeda konsentrasi memberikan pengaruh nyata dalam meningkatkan hardness dan cohesiveness produk, namun menurunkan nilai aw, sineresis dan daya oles. Perlakuan penambahan tepung porang yang paling baik adalah konsentrasi 0,5%, hal ini dikarenakan penambahan sebesar konsentrasi tersebut telah dapat mencapai standar a dan sineresis yang baik, sekaligus tidak terlalu sulit untuk dioleskan pada roti dan lebih disukai oleh panelis

    PENGARUH PERBEDAAN SUHU PEMELIHARAAN TERHADAP PROFIL PROTEIN DARAH AYAM BROILER MULAI UMUR 21 HARI HINGGA 35 HARI

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada 8 Maret 2018 – 23 Maret 2018 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuktikan adanya pengaruh perbedaan suhu pemeliharaan yang meliputi suhu 35 – 36 o C dan suhu 23 – 24 o C terhadap profil protein darah ayam broiler yang diterapkan pada umur 21 hari hingga 35 hari. Materi yang digunakan yaitu ayam broiler jantan strain CP707 sebanyak 23 ekor dengan bobot badan 1,1825 ± 0,0033 kg yang berasal dari Closed house Universitas Diponegoro, lampu pijar 60 watt sebanyak 6 buah, thermostat, thermohygrometer, air conditioner (AC), blower, tempat pakan, tempat minum, timbangan, spuit, tabung non EDTA dan cooling box. Perlakuan yang diterapkan adalah suhu ruang pemelihraan berbeda, yaitu suhu 35 – 36 o C (T1) dan 23 – 24 C (T2). Suhu pemeliharaan 35 – 36 o C (T1) dicapai dengan menggunakan lampu pijar 60 watt sebanyak 6 buah dan thermostat untuk mempertahankan suhu panas di dalam ruangan, suhu pemeliharaan 23 – 24 o C (T2) dicapai dengan menggunakan air conditioner (AC). Perlakuan diberikan selama 12 jam per hari selama dua minggu pemeliharaan, mulai pukul 07.00 – 19.00 WIB. Sampel darah diambil menggunakan spuit pada saat umur ternak 35 hari dan dimasukkan ke dalam tabung non EDTA, kemudian dilakukan pemisahan serum menggunakan sentrifuge dan dianalisis di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan suhu pemeliharaan mempengaruhi kadar albumin darah dan rasio albumin/globulin (A/G). Suhu pemeliharaan 35 – 36 o C (T1) menghasilkan albumin 2,89 ± 0,22 g/dl dan rasio albumin/globulin (A/G) 1,69 ± 0,32, sedangkan pada suhu pemeliharaan 23 – 24 o C (T2) menghasilkan albumin 3,49 ± 0,11 g/dl dan rasio albumin/globulin (A/G) 2,71 ± 0,36. Perbedaan suhu pemeliharaan tidak mempengaruhi total protein darah (5,06 ± 0,99 g/dl dan 4,93 ± 0,42 g/dl) dan globulin (2,23 ± 0,34 g/dl dan 1,49 ± 0,15 g/dl). Simpulan dari penelitian ini yaitu suhu pemeliharaan 23 – 24 C memiliki kadar albumin dan rasio albumin/globulin (A/G) yang lebih besar dibandingkan suhu pemeliharaan 35 – 36 o C, sedangkan total protein dan kadar albumin tidak dipengaruhi oleh perbedaan suhu pemeliharaan

    PENGARUH MANAGERIAL OVERCONFIDENCE TERHADAP LEVERAGE DENGAN KEPEMILIKAN PEMERINTAH SEBAGAI PEMODERASI (Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2017)

    Get PDF
    The purpose of this research is to examine the effect of managerial overconfidence on leverage and the moderating effect of government ownership on the relationship between managerial overconfidence and leverage. This research uses five measurements based on president director personal characteristic such as profile photo, level of education, experience, gender and network. The sample consists of 176 companies listed in the Indonesia Stock Exchange in 2017. The data that was used in this research was secondary data and selected by using purposive sampling method. The analisis method that was used in this research was multiple linear regression. The result of this study shows that the profile photo affect negative significantly on leverage; experience and network affect positive significantly on leverage; level of education, gender, government ownership have no significant effect on leverage; government ownership does not moderate the relationship between managerial overconfidence and leverage

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇