71404 research outputs found
Sort by
KEBIJAKAN NON PENAL REHABILITASI BAGI ANGGOTA POLRI PECANDU NARKOTIKA (STUDI DI POLDA JAWA TENGAH)
Polisi memiliki tugas yang penting dalam melakukan penanggulangan terhadap suatu tindak pidana, salah satunya tindak pidana penyalahgunaan narkotika di dalam masyarakat. Apabila anggota kepolisian bertugas tidak berlandaskan Pancasila, UUD NRI 1945 dan Undang-Undang yang berlaku maka akan dapat terjerumus dalam lingkaran setan penyalahgunaan narkotika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kebijakan Non-Penal dalam merehabilitasi bagi anggota Polri pecandu narkotika dan mengetahui aplikasi kebijakan non-penal dalam merehabilitasi anggota polri yang menjadi pecandu narkotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris
Polda Jawa Tengah melalui Kapolda Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan bahwa memiliki gagasan dalam menanggulangi tindak pidana narkortika yang dilakukan anggota polisi di lingkungan Polda Jawa Tengah, melalui program “Kupeduli Narkoba”. dasar dikeluarkannya ide atau gagasan tersebut berlandaskan pada Peraturan bersama No.1 tahun 2014 dan No. 01/III/2014/BNN tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi, dalam peraturan ini telah disebutkan beberapa kerjasama yang dilakukan oleh lembaga-lembaga seperti MA, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kepolisian, dan BNN. Peraturan bersama tersebut merujuk pada Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009. Dalam pelaksanannya Polda Jawa Tengah baru menerbitkan Nota Dinas dan Surat PerintahPelaksanaan Rehabilitasi di RS. Bhayangkara sebagai dasar menjalankan program dan menjalin koordinasi antar lembaga pada program “Kupeduli Narkoba” tersebut.
Kata Kunci : Tindak Pidana Narkotika, Kebijakan, Rehabilitasi, Kepolisia
KORELASI ANTARA PROFIL LIPID DENGAN KADAR HS-CRP PLASMA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Latar belakang: Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan karena hiperglikemia kronis dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Angka kematian akibat penyakit kardiovaskuler pada individu penderita diabetes lebih besar 2-4 kali dibandingkan dengan individu tanpa diabetes. Pemeriksaan profil lipid dilakukan untuk memprediksi adanya risiko penyakit kardiovaskuler. Kadar Hs-CRP dalam darah telah digunakan dalam berbagai penelitian untuk mendeteksi inflamasi yang mendasari terjadinya komplikasi kardiovaskuler.
Tujuan: Menganalisis hubungan profil lipid dengan Hs-CRP pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian pada 31 sampel dengan consecutive sampling di klinik swasta pada Maret 2018 hingga November 2018. Metode pemeriksaan Hs-CRP dengan Latex immunoassay turbidimetry, tes warna enzimatik untuk kolesterol-LDL serta GOD-PAP untuk trigliserida. Data kemudian disusun dan dilakukan analisis statistik dengan IBM SPSS versi 21, menggunakan uji Pearson untuk kadar Hs-CRP dengan kolesterol-LDL, serta uji Spearman untuk kadar Hs-CRP dengan trigliserida.
Hasil: Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kelompok data kadar Hs-CRP dengan kelompok data kadar kolesterol-LDL (p = 0,802 dan r = 0,047). Tidak didapatkan juga korelasi yang signifikan antara kelompok data kadar Hs-CRP dengan kelompok data kadar trigliserida (p = 0,724 dan r = 0,066).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara profil lipid dengan kdar Hs-CRP pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
Kata kunci: Hs-CRP, kolesterol-LDL, trigliserida, Diabetes Melitus Tipe
Analisis Penentuan Lokasi tempat penampungan sementara (TPS) di Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo
PERBEDAAN KADAR CHr PADA PASIEN THALASEMIA DAN NON THALASEMIA
Latar Belakang: Thalasemia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi di Asia. Reticulocyte Hemoglobin Content (CHr) merupakan kadar hemoglobin (Hb) yang ada dalam retikulosit yang berkembang di sumsum tulang selama 1-3 hari sebelum bersirkulasi. CHr diprediksikan untuk diagnosis thalasemia atau defisiensi besi. Perlu untuk dilakukan penelitian mengenai perbedaan kadar CHr pasien thalasemia dengan defisiensi besi. Tujuan: Membuktikan perbedaan CHr pada pasien thalasemia dan defisiensi besi. Metode penelitian: Penelitian merupakan observasional analitik pendekatan belah lintang pada 16 subyek penelitian usia di bawah 70 tahun. Penelitian dilakukan dari bulan April 2018 hingga Oktober 2018. CHr diperiksa menggunakan CELL-DYNE Sapphire. Analaisis stastik menggunakan uji t-tak berpasangan dengan p < 0,05 dianggap signifikan. Hasil: Rerata ± SD CHr pada kelompok thalasemia dan defisiensi besi berturut-turut yaitu 26.92 ± 0.53 pg dan 27.82 ± 1.34 pg. Hasil analisis stastistik uji beda CHr didapatkan p = 0,111 antara kelompok thalasemia dengan defisiensi besi.
Simpulan: Tidak ada perbedaan signifikan kadar CHr pada pasien thalasemia dan defisiensi besi.
Kata kunci: CHr, thalasemia, defisiensi besi
ANALISIS PENGARUH NET CASH FLOW, FUND SIZE, FUND AGE, STOCK SELECTION DAN MARKET TIMING ABILITY TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM PERIODE TAHUN 2015-2017
The development of mutual funds in Indonesia has increased rapidly because mutual funds are able to solve problems faced by investors when making investments. These problems include information, time, and ability to invest.
This study was conducted to determine the effect of Net Cash Flow, Fund Size, Fund Age, Stock Selection and Market Timing Ability on the performance of mutual funds using Sharpe Ratio. The data used in this study are annual data NAV, BI Rate, TNA, IHSG and mutual funds return of 50 mutual funds in 2015-2017 period. The method that used is the classical assumption by using a normality test, heteroscedasticity, multicollinearity test, and autocorrelation test. The method that used for testing the hypothesis are the F-test and t test.
The test results showed simultaneous significant effect on the Net Cash Flow, Fund Size, Fund Age, Stock Selection and Market Timing Ability on the performance of mutual fund shares. While the partial test, the results showed that Fund Size and Market Timing Ability give a positive effect and significant on the performance of mutual funds. Net Cash Flow give a negative effect and significant on the performance of mutual funds. Fund Age and Stock Selection give a positive effect but not significant on the performance of mutual funds. Based on the test results show the value of the coefficient determination adjusted R square of 0,433 , so that the variables in this study may explain the variable performance of mutual funds amounted to 43,3%
ANALISIS PENGARUH TRADING VOLUME, MARKET VALUE, BIDASK SPREAD, TURNOVER DAN BOOK TO MARKET TERHADAP SPEED OF STOCK PRICE ADJUSTMENT (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEX LQ 45 TAHUN 2013-2017)
Indonesia’s trend of stock price in last 5 year often changing direction. The aim of this study was conducted to test whether trading volume, market value, bid-ask spread, turnover and book to market of having an influence on the speed of adjustment in stock prices.
The population in this study were 45 companies listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI) in the year 2031 to 2017. The sampling technique in this research is purposive sampling method with criteria: 1) the company has been listed on the Stock Exchange as of 1 January 2013 until December 31, 2017, 2) the company's data did not have time to 'sleep' more than 15 days. Data obtained from the data which is provided by bloomberg. The analysis technique used with the classical assumption to make sure that the model has to be continued by using multiple linear regression analysis with a confidence level of 5 percent using SPSS 23.
The results showed that the model was feasible based on the classical assumption. Technique of multiple linear regression analysis indicating that all independent variables have a significant influence on the dependent variable with a confidence level of 5 percent, except for the variable bid – ask spread and book to market that does not qualify as a variable that significantly influence the speed of stock price adjustments due to have a significance value above 5 percent
Lembar Hasil Penilaian Sejawat Sebidang atau Peer Review Karya Ilmiah Jurnal Ilmiah : Restructuring of Electronic Waste Management in Batam City by Strengthening Legal System_C.3_a.n. Darminto Hartono Paulus
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGENOLEPTIK VELVA BENGKUANG DENGAN PERISA BUNGA KECOMBRANG
Velva merupakan salah satu jenis makanan beku yang serupa dengan es
krim tetapi memiliki kadar lemak yang rendah. Velva bisa terbuat dari buahbuahan
seperti bengkuang. Bengkuang kaya akan kandungan serat serta
antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan perisa pada pembuatan
velva saat meningkatkan kualitas dari velva. Salah satu bahan yang dapat
digunakan sebagai perisa yaitu bunga kecombrang, dalam bunga kecombrang
terdapat kandungan minyak atsiri yang memberikan rasa dan aroma yang khas.
Bahan penstabil yang dapat digunakan salah satu nya yaitu karagenan. Karagenan
merupakan hidrokoloid yang dapat menyerap air dan memperbaiki tekstur dari
produk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan
konsentrasi karagenan yang berbeda terhadap karakteristik dari velva bengkuang
dengan perisa bunga kecombrang yaitu viskositas, total padatan, antioksidan, dan
organoleptik yang meliputi tekstur, warna, rasa, dan aroma dengan penambahan
karagenan sebagai bahan penstabil dengan perlakuan 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%,
dan 1%
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali pengulangan digunakan
dalam penelitian ini. Data hasil uji viskositas dan total padatan dianalisis statistik
dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Apabila terdapat
pengaruh maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Wilayah Ganda Duncan
dengan taraf signifikansi 5%. Uji aktivitas antioksidan dianalisis secara deskriptif.
Sementara untuk uji organoleptik dianalisis statistik dengan menggunakan uji
Kruskal-Wallis dan apabila terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji
Mann-Whitney. Semua analisis data dihitung dengan bantuan SPSS for Windows
16.0.
Hasil dari penelitian ini yaitu penambahan karagenan memberikan
pengaruh yang nyata terhadap viskositas, total padatan, antioksidan dan tekstur
dari velva bengkuang dengan perisa bunga kecombrang. Semakin tinggi
penambahan karagenan maka semakin meningkatkan viskositas dan total padatan
, dapat mengikat antioksidan serta memberikan tekstur yang halus pada velva
bengkuang dengan perisa bunga kecombrang. Penambahan karagenan yang
optimum yaitu 0,75