Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    EVALUASI KINERJA TATA KELOLA WEBSITE RESMI PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN DENGAN MENGGUNAKAN COBIT 5

    Get PDF
    Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan implementasi e-Government, salah satunya yaitu website resmi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Website tersebut dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan. Adanya website pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Namun Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum pernah melakukan penilaian kualitas tata kelola website resmi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk menilai kualitas tata kelola website untuk memastikan bahwa penggunaan website telah mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan telah selaras dengan tujuan pemerintah. Audit yang dilakukan mengacu pada kerangka kerja COBIT 5. Kerangka kerja COBIT 5 dipilih karena dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan strategis melalui penggunaan TI yang efektif dan inovatif. Pemilihan domain audit dilakukan melalui pemetaan dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan. Dari hasil pemetaan didapatkan 5 domain yaitu APO01 (mengelola kerangka kerja manajemen TI), APO12 (mengelola risiko), APO13 (mengelola keamanan), DSS03 (mengelola masalah), MEA01 (memantau, mengevaluasi dan menilai kinerja dan kesesuaian). Masing-masing domain tersebut dinilai untuk mendapatkan capability level. Hasil penilaian capability level didapatkan domain APO01, APO13, DSS03, dan MEA01berada pada level 3 (established process) yaitu aktivitas pada domain tersebut telah dikelola secara terstruktur dan sesuai dengan standar. Sedangkan pada domain APO12 berada pada level 2 (managed process) yaitu aktivitas pada domain APO12 telah diimplementasi dan dilakukan proses perencanaan dan penyesuaian secara tepat. Kata kunci: evaluasi, tata kelola, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, COBIT

    PENGELOMPOKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN KABUPATEN CILACAP MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING

    Get PDF
    Kabupaten Cilacap sebagai Kabupaten yang memiliki wilayah pantai merupakan salah satu daerah penghasil produk laut yang ada di Indonesia. Koperasi Unit Desa Mino Saroyo melayani nelayan dalam proses pemasaran produk laut dengan mengelola Tempat Pelelangan Ikan yang terdapat di Kabupaten Cilacap. Dalam tugasnya untuk mengelola Tempat Pelelangan Ikan, Koperasi Unit Desa Mino Saroyo mencatat setiap lelang yang dilaksakan. Data yang dicatat hanya digunakan sebagai laporan hasil lelang. Penelitian ini menerapkan data mining untuk memperoleh pola dan informasi baru dari data tangkapan nelayan. Pengolahan data laporan hasil lelang koperasi menjadi data yang layak digunakan untuk data mining merupakan bagian dari penelitian ini. Untuk mencari informasi baru, metode K-means Clustering digunakan untuk mengolompokan data. Informasi baru yang dicari berupa pola unik yang dihasilkan dari hasil pengelompokan dan pengujian hubungan antar atribut data yang kemudian ditampilkan menggunakan visualisasi data. Hasil penelitian diperoleh informasi kelompok data tangkapan nelayan berdasarkan produksi dan harganya. Selain itu diketahui bahwa hasil pengelompokan data ternyata memiliki hubungan dengan nilai jenis tangkapan. Kata Kunci : Tangkapan Nelayan, Data Mining, K-means Clusterin

    PENENTUAN PARAMETER TERBAIK MODEL FASTER R-CNN DENGAN ARSITEKTUR INCEPTION-V2 UNTUK FACE RECOGNITION PADA KAMERA CCTV

    Get PDF
    Face recognition merupakan tulang punggung teknologi pada masa kini. Penggunaan face recognition mulai meningkat pada bidang keamanan informasi, hiburan, smart card, bidang hukum, dan surveillance. Pada bidang surveillance, face recognition dapat diterapkan dengan beberapa cara, salah satunya dengan face recognition pada kamera CCTV. Demi meningkatkan keamanan, sudah banyak lapangan parkir yang memasang perangkat kamera CCTV. Dalam penerapannya, deep learning memiliki hasil yang cukup baik dalam melakukan deteksi dan rekognisi wajah. Salah satu metode yang terkenal dalam melakukan deteksi wajah adalah Faster R-CNN. Namun dalam penerapannya, Faster R-CNN terbukti baik dalam pendeteksian objek namun kurang dalam melakukan klasifikasi. Arsitektur Inception V2 dipilih karena merupakan salah satu arsitektur yang memiliki tingkat keakurasian tinggi di antara arsitektur Convolutional Neural Network yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan parameter learning rate dan epoch terbaik model Faster R-CNN dalam melakukan face recognition. Pada penelitian ini, dataset terdiri dari 6 orang yang masing-masing terdapat 50 citra wajah yang akan digunakan sebagai data latih, data uji, dan data validasi. Penelitian dilakukan menggunakan learning rate 0,001 dan 0,0001 dengan epoch 25.000 Aplikasi face recognition dengan learning rate 0,001 menghasilkan akurasi sebesar 72,5%, sedangkan aplikasi face recognition dengan learning rate 0,0001 menghasilkan akurasi sebesar 60%. Parameter terbaik berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah learning rate 0,001 pada epoch 25.000. Kata Kunci : Face Recognition, Convolutional Neural Network, Inception, Faster R-CN

    DETEKSI BANJIR PADA BEBERAPA WILAYAH DI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY TSUKAMOTO

    Get PDF
    Banjir adalah kejadian meluapnya air yang diakibatkan oleh saluran drainase yang kurang kapasitasnya. Hampir setiap tahun banjir terjadi di Indonesia, khususnya di beberapa wilayah di Kota Semarang. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang dapat menyebabkan kerugian, misalnya korban jiwa. Salah satu cara untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh banjir adalah dengan cara mendeteksinya menggunakan metode tertentu. Pada penelitian ini digunakan metode algoritma fuzzy Tsukamoto, dan menghasilkan aplikasi pendeteksi banjir atau tidaknya di suatu daerah. Variabel yang digunakan yaitu curah hujan, ketinggian daerah dan suhu udara. Ketiga variabel diperoleh dari Kantor BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Klimatologi Semarang. Variabel digunakan sebagai data masukan aplikasi, kemudian diberikan keluaran berupa penentuan banjir atau tidak. Aplikasi ini dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java. Hasil analisis pengujian tingkat kecocokan antara penghitungan aplikasi dengan fakta yang terjadi memperoleh persentase hingga 86,1%. Kata Kunci: Deteksi Banjir, Logika Fuzzy Tsukamoto, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

    PENERAPAN METODE CASE-BASED REASONING UNTUK REKOMENDASI PEMBELIAN LAPTOP BAGI PENGGUNA AWAM

    Get PDF
    Dewasa ini tipe dan spesifikasi laptop semakin banyak dan beragam. Kondisi tersebut menimbulkan kebingungan bagi para calon pembeli terutama pengguna awam yang kurang begitu paham mengenai tipe dan spesifikasi laptop selain fungsi dasarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem rekomendasi pembelian laptop bagi pengguna awam menggunakan metode Case-Based Reasoning (CBR). Kriteria yang digunakan yaitu harga, RAM, harddisk, VGA, dan ukuran layar. Rekomendasi dihasilkan berdasarkan perhitungan similarity antara kasus baru dengan kasus lama. Hasil pengujian fungsional sistem rekomendasi ini dapat diterima secara keseluruhan. Sistem rekomendasi ini dapat memberikan kemudahan bagi pengguna awam dalam memilih laptop yang akan dibeli. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi laptop dengan nilai rata-rata Precision sebesar 0,56, nilai rata-rata Recall sebesar 0,1469, dan nilai rata-rata F1 (F-Measure) sebesar 0,3078. Kata Kunci: case-based reasoning, sistem rekomendasi, lapto

    PENGOPTIMALAN KINERJA JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION MENGGUNAKAN OPTIMASI ADAM DAN STOCHASTIC GRADIENT DESCENT PADA KASUS KLASIFIKASI KANKER PAYUDARA

    Get PDF
    Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian nomor dua terbanyak setelah kanker paru-paru, sehingga diperlukan proses deteksi dini yang diharapkan dapat meningkatkan angka harapan hidup penderita. Salah satu deteksi dini yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan fitur MicroRNA yaitu suatu protein non-coding RNA yang dapat dijadikan sebagai biomarker dalam proses deteksi penyakit kanker. Jaringan Saraf Tiruan (JST) Backpropagation menggunakan Stochastic Gradient Descent (SGD) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan klasifikasi. Namun JST Backpropagation SGD memiliki beberapa kelemahan seperti lambatnya jaringan dalam mencapai konvergensi. Untuk mengatasi masalah ini dalam penelitian ini akan dibangun sebuah jaringan dengan menggunakan optimasi Adam dan SGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan optimasi Adam dan dilanjutkan dengan SGD model dapat menghasilkan nilai akurasi dan training loss yang lebih baik dari pada Adam saja maupun SGD saja. Kata Kunci: Kanker payudara, MicroRNA, Jaringan Saraf Tiruan, Backpropagation, Stochastic Gradient Descent, Adam

    PENGARUH SUPLEMENTASI SODIUM BICARBONATE DALAM PAKAN TERHADAP PRODUKSI SUSU 4% FCM, PRODUKSI ENERGI SUSU, DAN EFISIENSI ENERGI NETTO PADA SAPI PERAH LAKTASI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi sodium bicarbonate dalam pakan terhadap produksi susu 4% FCM, produksi energi susu, dan efisiensi energi netto. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 14 September 2016 sampai 9 November 2016 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Susu Makmur yang berlokasi di Dusun Banyudono, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Analisis lemak susu dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, sedangkan analisis energi susu dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan,Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 12 ekor sapi laktasi pada masa laktasi bulan ke 5 dan 6 pada periode laktasi ke I dengan bobot badan ratarata sebesar 389,17 kg (CV = 6,94%) dan produksi susu rata-rata sebesar 13,76 kg (CV = 10,61%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan jumlah suplementasi sodium bicarbonate dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa: T0 = ransum tanpa suplementasi sodium bicarbonate (kontrol). T1 = ransum + sodium bicarbonate 0,8% BK, T2 = ransum + sodium bicarbonate 1% BK. Suplementasi sodium bicarbonate (NaHCO 3 ) diberikan bersamaan dengan pemberian pakan pagi dan sore hari. Data diolah secara statistik menggunakan anova pada taraf 5%. Suplementasi sodium bicarbonate dalam pakan sampai dengan taraf 1% tidak mempengaruhi jumlah produksi susu 4% FCM, produksi energi susu, dan efisiensi energi netto. Rata-rata produksi susu dalam 4% FCM masing masing 11,67 kg/hari (T0), 12,08 kg/hari (T1) dan 11,7 kg/hari (T2). Rata-rata jumlah produksi energi susu yang dihasilkan yaitu 2.600,59 kkal (T0), 3.288,16 kkal (T1), dan 2.846,90 kkal (T2). Sedangkan nilai efisiensi energi netto masing masing senilai 0,214 (T0), 0,224 (T1), dan 0,218 (T2). Simpula yang didapat dari penelitian ini yaitu penambahan sodium bicarbonate pada taraf 0,8% dan 1% BK tidak mampu meningkatkan jumlah produksi susu 4% FCM, produksi energi dan efisiensi energi

    PERKEMBANGAN ORGAN LIMFOID, RASIO HETEROFIL-LIMFOSIT DAN BOBOT BADAN AYAM BROILER DIBERI RANSUM DENGAN KALSIUM MIKROPARTIKEL DITAMBAH Lactobacillus sp.

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian ransum Ca mikropartikel dari cangkang telur dengan penambahan Lactobacilluas sp. terhadap bobot relatif organ limfoid, rasio heterofil-limfosit (H/L), dan bobot akhir. Penelitian dilaksanakan tanggal 19 Desember 2017 sampai 31 Januari 2018 di kandang digesti dan analisis sampel darah dilakukan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan Bagian Patologi Klinik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ternak yang digunakan adalah 160 ekor ayam broiler strain MB 202 New Lohman sexing yang dipelihara mulai DOC, tetapi perlakuan dimulai umur 15 hari (407,65 ± 16,51 g) sampai umur 42 hari. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing 8 ekor ayam. Perlakuan meliputi T : ransum dengan protein 21%; T 1 0 : ransum dengan protein 18% menggunakan Ca non-mikropartikel (reguler); T : ransum dengan protein 18% menggunakan Ca mikropartikel; T : ransum dengan protein 18% menggunakan Ca non-mikropartikel (reguler) + Lactobacillus sp. 1,2 ml; T 4 3 : ransum dengan protein 18% menggunakan Ca mikropartikel + Lactobacillus sp. 1,2 ml. Parameter yang diamati meliputi bobot relatif organ limfoid (bursa fabrisius, timus dan limpa), rasio H/L, dan bobot badan akhir. Data dianalis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan jika perlakuan menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Lactobacillus sp. dalam ransum dengan protein 18% menggunakan Ca mikropartikel berpengaruh nyata (P<5%) terhadap bobot relatif organ limfoid (bursa fabrisius, timus dan limpa), rasio H/L dan bobot badan akhir ayam broiler. Rata-rata bobot relatif bursa fabrisius T2 berbeda nyata dengan T0 dan T1 tetapi tidak berbeda dengan T3 dan T4. Rata-rata bobot relatif timus T2 berbeda nyata dengan T1 dan T4 tetapi tidak berbeda dengan T3 dan T0. Rata-rata bobot relatif limpa T2 berbeda nyata dengan T0, T1, dan T3 tetapi tidak berbeda dengan T4. Rata-rata rasio heterofillimfosit T2 berbeda nyata dengan T0 dan T3 tetapi tidak berbeda dengan T1 dan T4. Rata-rata bobot badan akhir ayam broiler T3 berbeda nyata dengan T0, T1, dan T2 tetapi tidak berbeda dengan T4. Simpulan penelitian adalah pemberian ransum dengan protein kasar level 18% menggunakan Ca mikropartikel ditambah Lactobacillus sp. (T4) dapat mempertahankan bobot relatif organ limfoid, walaupun bobot relatif bursa fabrisius rendah dan mengurangi gangguan berdasarkan menurunnya rasio H/L, serta dapat meningkatkan bobot akhir ayam broiler

    PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. Amarum) DALAM RANSUM SECARA BERKALA TERHADAP KUALITAS KARKAS AYAM BROILER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh penambahan tepung jahe emprit secara berkala terhadap massa kalsium daging, massa protein daging dan rasio efisiensi protein pada ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 April sampai dengan 18 Mei 2017 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam broiler strain Lohman sebanyak 120 ekor umur 14 hari dengan bobot rata-rata 350 ± 8,60 g yang dipelihara sampai hari ke-35. Ransum yang diberikan terdiri dari jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, PMM, MBM, premix dan tepung jahe emprit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap unit percobaan diisi 6 ekor ayam broiler. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan tepung jahe emprit secara berkala 4 hari sekali, sebagai berikut : T (0,5% tepung jahe emprit), T 2 ( 1% tepung jahe emprit), T (1,5% tepung jahe emprit), T 4 3 (2% tepung jahe emprit). Parameter yang diamati meliputi massa kalsium daging, massa protein daging dan rasio efisiensi protein. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Rata-rata jumlah massa kalsium daging pada perlakuan T0, T1, T2, T3 dan T4 berturut-turut adalah 5,47, 5,91, 5,29, 5,75 dan 2,84 mg, massa protein daging pada perlakuan T0, T1, T2, T3 dan T4 berturut-turut adalah 77,38, 80,38, 73,09, 84,49 dan 73,82 g serta rata-rata raiso efisiensi protein pada T0, T1, T2, T3 dan T4 adalah 2,35; 2,42; 2,30; 2,28 dan 2,35. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe emprit dalam ransum ayam broiler tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap massa kalsium daging, massa protein daging dan rasio efisiensi protein. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jahe emprit dalam ransum ayam broiler 4 hari sekali belum meningkatkan kualitas karkas yang meliputi massa kalsium daging, massa protein daging dan rasio efisiensi protein

    JUMLAH SEL LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM BROILER YANG DIBERI RANSUM DENGAN TAMBAHAN ASAM BUTIRAT DAN ASAM FORMAT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil darah putih (jumlah sel leukosit, heterofil, eosinofil dan limfosit) pada ayam broiler yang diberi asam format, asam butirat serta kombinasi asam format dan asam butirat dalam ransum. Manfaat dilaksanakan penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai asam organik (asam butirat dan asam format) sebagai alternatif pengganti AGP dalam menunjang kesehatan ayam broiler yang dilihat dari profil darah putih. Penelitian ini dilakasana pada tanggal 27 April – 1 juni 2018. Tempat pemeliharaan ayam broiler berada di kandang unggas Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 200 ekor day old chick (DOC) dengan bobot rata-rata 36,69 ± 1,56 g. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (pakan kontrol tanpa ditambah butirat dan format), T1 (pakan kontrol + 0,1% asam format), T2 (pakan kontrol + 0,03% asam butirat) dan T3 (pakan kontrol + 0,1% asam format + 0,03% asam butirat). Analisis jumlah leukosit dan diferensial leukosit dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Hewan Type B Jalan Setiabudi, Semarang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam. Parameter yang diamati adalah jumlah sel leukosit, heterofil, eosinofil dan limfosit. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kombinasi asam format dan asam butirat tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah sel leukosit dan diferensial leukosit ayam broiler. Rata-rata jumlah total leukosit T0 (63,10×10 ), T1 (61,60×10 3 /mm 3 ), T2 (66,80×10 3 /mm 3 ) dan T3 (59,50 × 10 3 /mm ). Rata-rata persentase heterofil adalah T0 (10,20%), T1 (10,20%), T2 (8,90%) dan T3 (8,40%). Rata-rata persentase eosinofil adalah T0 (4,60%), T1 (4,60%), T2 (4,60%) dan T3 (4,20%). Rata-rata persentase limfosit adalah T0 (48,30%), T1 (46,30%), T2 (53,30%) dan T3 (46,40%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian 0,1% asam format, 0,03% asam butirat serta kombinasi 0,1% asam format dan 0,03% butirat dalam ransum menghasilkan jumlah sel leukosit dan diferensial leukosit dengan jumlah yang sama pada ayam broiler yang tidak diberi perlakuan serta tidak mengganggu produktivitas ayam broiler

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇