71404 research outputs found
Sort by
STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI KABUPATEN JEPARA
Adanya strategi kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Jepara untuk turut memecahkan tiga hal masalah klasik yang kerap kali menerpa UMKM, yakni akses pasar, modal, dan teknologi yang selama ini kerap menjadi pembicaraan di seminar atau konferensi. Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai banyak UMKM dibanding dengan kabupaten-kabupaten di sekitarnya seperti Kudus, Pati dan Demak. Di tahun 2015 jumlah UMKM di Jepara mencapai 47.721 dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 172.956 pekerja. Pemerintah Kabupaten Jepara sendiri telah mengeluarkan Perda no 19 tahun 2012 tentang Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah di Kabupaten Jepara yang bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.
Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Penelitian Kualitatif adalah penelititan yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan tentang apa yang sedang diteliti dan menjadi pokok permasalahan.
Pemerintah Kabupaten Jepara memiliki peran sebagai fasilitator yakni memfasilitasi apa yang dibutuhkan pelaku UMKM, peran sebagai regulator yakni membuat kebijakan yang mempermudah usaha UMKM, dan peran sebagai katalisator yakni mempercepat proses berkembangnya UMKM menjadi fast moving enterprise. Peran Pemerintah (fasilitator, regulator, dan katalisator) semua aspek tersebut terpenuhi dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Jepara Tahun 2017-2022 sesuai dengan tugas pokok dan fungsi OPD yang diarahkan untuk mendukung pencapaian prioritas sasaran pembangunan
Kemitraan Antar Aktor Dalam Usaha Pengelolaan Ikan Air Tawar (Studi Kasus Di Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasaran) Mina Rejeki Kalilondo Kelurahan Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir Kota Salatiga)
Pemerintah daerah dan perangkatnya memiliki tugas pokok dalam memberdayakan masyarakatnya. Dengan demikian, perangkat pemerintahan khususnya Dinas Daerah mempunyai andil besar dalam memberdayakan masyarakat di wilayahnya. Pelaksanaan pemberdayaan ini memerlukan mitra atau kerjasama dari beberapa pihak (stakeholder), mengingat agar kelompok pemberdayaan yaitu Kelompok Pengolah dan Pemasaran Mina Rejeki Kota Salatiga ini dapat berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stakeholder siapa saja yang terlibat dalam menjalankan kemitraan dengan Kelompok Pengolah dan Pemasaran Mina Rejeki dan menganalisis bagaimana pola kemitraan yang terjadi antara Kelompok Pengolah dan Pemasaran Mina Rejeki dan Dinas-Dinas Kota Salatiga.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi serta telaah dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan informasi yang diperoleh dalam waktu dan alat yang berbeda. Teknik triangulasi sumber tersebut menggunakan data primer dari hasil observasi dan wawancara, serta data sekunder berupa dokumen terkait.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan: 1) aktor yang terlibat dalam kemitraan Poklahsar Mina Rejeki Kota Salatiga dalam usaha pengelolaan ikan air tawar yaitu Bidang Perikanan Dinas Pertanian Kota Salatiga, Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga serta Bapelibangda Kota Salatiga. Pelibatan beberapa stakeholder membantu mekanisme berjalan secara aktif dan merupakan suatu model awal mewujudkan pengelolaan yang baik. 2) bentuk kemitraan yang terjadi antara Poklahsar Mina Rejeki dengan Dinas-Dinas adalah bermitra dalam hal hal fasilitasi berupa pelatihan, pembinaan, bazar serta permodalan yang berupa pinjaman. Bidang Perikanan Dinas Pertanian Kota Salatiga berperan dalam hal fasilitasi pelatihan yang telah dibuatkan program oleh bappeda. Bappeda mendapat bantuan keuangan untuk pengembangan ekonomi local dan yang menjadi pelaksana adalah Dinas Pertanian Bidang Perikanan. Sedangkan Dinas Koperasi dan UKM memberikan fasilitasi berupa bazar, pelatihan maupun permodalan. Permodalan yang dilakukan oleh Poklahsar Mina Rejeki atas nama pribadi bukan atas nama kelompok.
Disarankan aktor-aktor yang terlibat sering mengadakan pelatihan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dan keikutsertaan masyarakat di Poklahsar Mina Rejeki tidak mengalami penurunan
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP KELUHAN NYERI KAKI PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. X
Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada jaringan otot,sistem saraf, dan struktur tulang. Salah satu contoh dari MSDs adalah keluhan nyeri kaki. Keluhan nyeri kaki dapat menyebabkan penurunan kesehatan pekerja yang akan berdampak pada penurunan produktivitas kerja. Survei awal yang dilakukan pada 5 pekerja bagian produksi PT. X yang melakukan aktivitas pekerjaan dengan posisi berdiri, didapatkan hasil bahwa 80% pekerja mengeluhkan nyeri pada bagian kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dan faktor pekerjaan terhadap keluhan nyeri kaki pada pekerja bagian produksi PT. X. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 30 pekerja dengan postur kerja berdiri di bagian produksi PT. X. Teknik sampling yang digunakan dalam adalah total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner, lembar observasi, lembar perhitungan beban kerja fisik menurut SNI 7269:2009,
dan lembar penilaian Rapid Entire Body Assessment (REBA) bagian kaki.
Analisis statistik yang digunakan yaitu uji korelasi rank spearman dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan variabel kebiasaan berolahraga (nilai sig 0.001) dan masa kerja (nilai sig 0.003) dengan keluhan nyeri kaki, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin(nilai sig 0.544), postur kerja berdiri (nilai sig 0.560) dan beban kerja fisik (nilai sig 0.860). Peneliti menyarankan untuk mengadakan program olahraga bersama seperti senam sehat setiap satu minggu sekali di perusahaan
Kata Kunci: Nyeri Kaki, Karakteristik Individu, Beban Kerja Fisik, Postur Kerja Berdir
UJI PREFERENSI TIKUS TERHADAP JENIS UMPSN DI WILAYAH KERJA PELABUHAN LAUT BOOMBARU KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II PALEMBANG
Tikus adalah sekelompok hewan mengerat yang mempunyai peranan penting sebagai reservoir penular penyakit. umpan yang digunakan dalam perangkap merupakan umpan yang dapat menarik tikus masuk kedalam perangkap. pemerangkapan tikus menggunakan umpan kelapa bakar dan ikan asin sudah umum dilakukan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis umpan yang paling disukai oleh tikus,pengukuran kepadatan tikus.Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan post tes only control group design post tes only control group design untuk setudi kesukaan umpan dan metode observasional dengan pendekatan cross-sectionalcross-sectional untuk survei kepadatan tikus.Jenis umpan yang digunakan adalah kelapa bakar,ikan asin,bakso dan tahu goreng.Sampel peneleitian ini adalah semua tikus yang tertangkap di sekitar Pelabuhan Laut Boombaru.Hasil diketahui pada hari 1 sampai 6 perangkap,jenis umpan tahu goreng paling banyak disukai tikus ditunjukan dengan tertangkapnya tikus sebanyak 20 ekor.Jenis Tikus Rattus tanezumiRattus tanezumi paling suka umpan kelapa bakar dengan 43,48%,jenis tikus Rattus norvegicusRattus norvegicus paling suka umpan tahu goreng sebesar 41,67%,Suncus murinusSuncus murinus paling suka umpan tahu goreng sebesar 40%.Trap succesTrap succes tertinggi pada hari pertama pemasangan yaitu 13,64%,Trap succes terendah pada hari ke 4 yaitu 545%.Trap succesTrap succes tertinggi jenis umpan kelapa bakar pada ulangan hari ke 1 yaitu 5,45%,trap succestrap succes terendah pada umpan ikan asin pada ulangan hari ke 5,traptrapumpan bakso pada ulangan hari 4 masing-masing sebesar 0%.Rattus tanezumiRattus tanezumi sebanyak 34,78% pada penangkapan hari 1.tikus Rattus norvegicusRattus norvegicus paling banyak tertangkap pada hari ke 5 sebesar 33,33%.Indeks pinjal pada semua jenis tikus menunjukan kepadatan pinjal yang rendah yaitu <1,0%.Tingginya trap succestrap scces menunjukan nilai kepadatan tikus yang tinggi sehingga diperlukan kewaspadaan dan peningkatan upaya pengendalian tikus
Kata Kunci: Tikus,Umpan,Indeks Pinjal,Kantor Kesehatan Pelabuha
UJI DAYA BUNUH UMPAN BLOK SINGKONG (Manihot esculenta)TERHADAP TIKUS PUTIH (Mus musculus)
Pengendalian penyakit tular rodensia dapat dilakukan dengan mengendalikan populasi tikus. Penggunaan rodentisida botanis dapat dikembangkan untuk mengurangi dampak negatif rodentisida kimia. Manihot esculenta mengandung racun sianida yang berpotensi sebagai rodentisida botanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya bunuh umpan blok Manihot esculenta dan gambaran histopatologi hati tikus.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, rancangan post-test dengan kontrol positif, negatif dan enam kelompok konsentrasi 5,75%; 11,5%; 23%; 46%; 92%; dan 184% dari total sampel yang diuji adalah 40 ekor Mus musculus. Tikus dibedah dan histopatologi hati menggunakan metode parafin dan pewarnaan HE. Gambaran histopatologi hati dinilai berdasarkan persentase pyknosis, karyorrhexis, dan karyolysis.Uji Parametrik oneway Anova menunjukkan bahwa ada perbedaan berat badan yang signifikan di semua kelompok perlakuan (p=0,016).Uji Nonparametric Kruskal-Wallis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara umpan blok Manihot esculenta dengan kematian tikus (p=0,03). Analisis probit LD50 adalah 1.400 mg/kg berat badan. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap persentase derajat kerusakan sel hati pada enam kelompok (p=0,328).Umpan blok Manihot esculenta memiliki efek antifeedant yang menyebabkan perubahan pada jumlah konsumsi dan berat badan Mus musculus.Umpan blok Manihot esculenta juga memiliki efek rodentisida terhadap Mus musculus, dan histopatologi hati menunjukkan adanya gambaran kerusakan seperti pyknosis, karyorrhexis, dan karyolysis pada masing-masing kelompok
Kata Kunci: Umpan blok, M.esculenta, M.musculus, histopatologi hat
EFEK PEMBERIAN MULTINUTRIEN BLOK TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, KECERNAAN BAHAN ORGANIK DAN TDN PAKAN PADA KAMBING KACANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jumlah pemberian
multinutrien blok (MNB) terhadap nilai kecernaan bahan kering (KcBK),
kecernaan bahan organik (KcBO) dan total digestible nutrients (TDN). Penelitian
dilaksanakan pada bulan Maret – Agustus 2018 bertempat di Laboratorium
Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro,
Semarang. Pemeliharaan kambing Kacang dilaksanakan di kandang percobaan
Desa Mrunten, Kelurahan Kalisidi, Kota Ungaran, Kabupaten Semarang. Analisis
KcBK, KcBO dan TDN dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan,
Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.
Materi penelitian yang digunakan adalah kambing Kacang jantan berumur 7
bulan sebanyak 12 ekor dengan 3 kelompok berat badan kambing berbeda yaitu
kelompok 1 sebesar 17,5 kg – 20 kg, kelompok 2 sebesar 15 kg – 17,4 kg dan
kelompok 3 sebesar 13,5 kg – 14,9 kg. Alat yang digunakan adalah chopper,
grinder, cetakan paralon, timbangan, timbangan digital, ember, peralatan analisis
dan alat tulis. Bahan penelitian yang digunakan adalah hijauan jagung, cangkang
kerang darah, cangkang telur, molases, urea, bentonit dan garam. Rancangan
penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4
perlakuan pemberian MNB (0, 5, 10, 15 g), dengan 3 kelompok berdasarkan
bobot badan. Parameter yang diamati adalah KcBK, KcBO dan TDN. Analisis
data menggunakan analisis varians (anova) taraf signifikasi 5% untuk mengetahui
adanya pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh perlakuan, maka
dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MNB (0, 5, 10, 15 g) tidak
berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan
bahan organik (KcBO) dan total digestible nutrients (TDN) pada kambing
Kacang.
Simpulan dari penelitian ini bahwa pemberian MNB (0, 5, 10, 15 g)
memberikan efek yang sama terhadap kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan
bahan organik (KcBO) dan total digestible nutrients (TDN) pada kambing
Kacang
Letting Go Method as Self-Help Alternative Solution to Increase Resilience Ability on People with Lupus
Health is an important factor for human-beings to be able to develop their life potential well. Health in human-beings can occur if all self-aspects of both physical and psychological are able to adapt to various environmental situations and conditions. But in fact, many people are experiencing disease that affects their physical and psychological condition. One of the most deadly diseases among today is Lupus. However, many people are still odd with the disease so that physical and psychological handling become too late though the danger of Lupus is as deadly as cancer. Lupus is a chronic autoimmune disease in which there is an immune system disorder that causes inflammation in some organs and systems of the body. The mechanism of the immune system cannot distinguish between the body’s own tissues and foreign organisms (e.g. bacteria, viruses) because autoantibodies (antibodies that attack the body’s own tissues) are produced in large quantities and immune complexes (antigen-bound antibodies) in tissues (Syamsi Dhuha Foundation, in Syafi’i, 2012)
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIFTERI (Studi di Kabupaten Purwakarta Tahun 2017-2018)
Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah KLB difteri di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah kasus tertinggi (insiden) pada tahun 2017 sebesar 3,43%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor kejadian difteri di Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi kasus kontrol. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 120 responden dengan rincian 40 responden kasus dan 80 responden kontrol dan menggunakan metode non-probability sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,012); (OR=2,935; CI 1,332-6,469), jenis kelamin (p=0,017); (OR =2,785; CI 1,266-6,131), tingkat pendidikan(p=0,042); (OR=5,127; CI 1,122-23,429), status imunisasi DPT dan booster(p=0,002); (OR=3,955; CI 1,732-9,030), dan kebersihan diri (p=0,017);(OR=2,786; CI 1,266-6,131) adalah faktor risiko kejadian difteri. Sementara,riwayat kontak (p=1,000); (OR =1,000; CI 0,175-5,706), mobilitas (p=0,730);(OR =1,370; CI 0,364-5,163), luas ventilasi rumah (p=0,459); (OR =1,476; CI 0,655-3,326), pencahayaan alami (p=0,389); (OR =0,608; CI0,249-1,485), kepadatan hunian kamar (p=1,000); (OR =1,000; CI0,445-2,249), tingkat pengetahuan (p=1,000); (OR =0,951; CI 0,444-2,038), dan sikap (p=0,135); (OR=1,932; CI 0,896-4,166) bukan faktor risiko kejadian difteri. Masyarakat diharapkan melakukan pencegahan dengan melakukan imunisasi difteri secara lengkap dan memperhatikan kebersihan diri.
Kata Kunci: Difteri, Pendidikan, Imunisasi, Kebersihan Diri, Faktor Risik
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG YANG MENDAPAT DUKUNGAN KREDIT TUNDA TEBANG (KTT) DI KABUPATEN SEMARANG
ABSTRACT
This study aims to analyze the utilization of delayed logging credit, analyze the R/C ratio, farmer income and net income for farmers who receive and do not receive credit support for fattening beef cattle. The study was conducted in December 2018 - January 2019 in Polosiri Village, Bawen District and Kawengen Village, East Ungaran District, Semarang Regency. Research method is sencus with 31 respondents who received credit support and 37 respondents did not receive credit support. Data were analysed by credit utilization analyze for liverstock and non livestock businesses, R/C ratio, farmer income and net income. Test of different uses of credit received by farmers for liverstock and non for liverstock was carried out using a Paired Sample t-Test and different test R/C ratio, net income and farmers income are carried out using the Independent Sample t-Test. The results showed that the utilization of credit for livestock businesses (52.52%) and non livestock (47.48%), R/C ratio of farmer credit support (1.16) and not credit support (1.13), farmers income of credit support (IDR 585,698/tail of cattle/month) and not credit support (IDR 460,898/tail of cattle/month) there was no significant difference. Net income of farmer credit support (IDR 544,798/tail of cattle/month) and not credit support (IDR 341,727/tail of cattle/month) there are significant differences
PERAN ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MANDIRI DALAM PEREKONOMIAN KELUARGA DI KELURAHAN CEPOKO KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
EEvery women has productive and reproductive roles, so they have a strategic role in order to improve their family economy. This research aims to 1) analyze the role of women farmer’s group of mandiri in order to improve family income at Cepoko Village 2) analyze the women workers’allocation time for productive and reproductive activities 3) analyze the access and control of women farmer’s group of mandiri in order to improve family income. This research began on November 29th 2018 until December 29th 2018 at Mandiri Women Farmer’s Group. The research’s methods were carried out as follows thirty respondents were surveyed with complete enumeration method. All the data was collected by questionnaire, depth-interview, observation, documentation and recording. Data was analyzed using descriptively. The results for this study are: 1) women farmer’s group of mandiri earns average income for about Rp. 1.968.810,- from participating in the Women Farmer’s Group and independent bussiness, 2) allocation time for productive activities is 6 hours 2 minutes (23.4%) while for reproductive activities is 11 hours 2 minutes (44.3%). The allocation time for reproductive activities is higher than productive activities, the allocation time for these social activities is conditional 3) Mandiri Women Farmer’s Group members have high access in reproductive, productive, social, and family economy activities.
Keywords: access, control, family economy, role and women farmer grou