Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    Hasil Review Artikel Jurnal Nasional C18: Analisis Variabel Kanonik Biplot untuk Bank Umum di Jawa Tengah

    Get PDF

    Kandungan Bahan Organik Karbon (C) dan Nitrogen (N) pada Dekomposisi Serasah Mangrove Kawasan Maron Mangrove Edu Park, Semarang

    Get PDF
    Salah satunya fungsi ekologis ekosistem mangrove sebagai penyuplai bahan organik dan hara, penyediaan nutrien bagi wilayah perairan sekitarnya. Besarnya peranan hutan mangrove terhadap ekologi perairan di sekitarnya didasarkan pada hasil produksi bahan organik berupa serasah-serasah mangrove gugur kemudian mengalami proses dekomposisi. Maron Mangrove Edu Park merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Semarang yang berada berdekatan dengan Pantai Maron dengan pemandangan run away Bandara Lama Ahmad Yani, Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi laju produksi dan laju dekomposisi serasah mangrove serta mengetahui rasio C/N serasah mangrove. Metode penelitian bersifat deskriptif eksploratif, penelitian terbagi dalam tiga titik sampling, dengan dua titik pengulangan yang dikelompokkan pada tiga kategori kerapatan mangrove yaitu rendah, sedang dan tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 15 Maret sampai dengan 15 April 2019. Produksi total serasah mangrove pada sampling hari ke 7 merupakan hasil tertinggi dari keseluruhan produksi selama 4 minggu, yaitu sebesar 314,42 gram. Dengan laju dekomposisi serasah daun mangrove yang terendah terjadi pada stasiun 3 hari ke 15 sebesar 27,275gram. Pa da kawasan MMEP memiliki nilai rasio C/N yang rendah dikarenakan hasil pengukuran rasio C/N pada lokasi penelitian berkisar antara 104 – 1208,1

    Profil Produktivitas Perairan Berdasarkan Kedalaman Berbeda di Waduk Jatibarang

    Get PDF
    Salah satu hal penting peruntukan aspek perikanan yaitu dengan melakukan pengukuran produktivitas primer perairan. Karakteristik waduk yang bersifat lentik menyebabkan sedikit adanya percampuran, sehingga dimungkinkan adanya perbedaan karakteristik pada kolom tertentu. Tujuan penelitian yakni mengetahui perbedaan kandungan klorofil-a, nitrat, dan fosfat di kedalaman yang berbeda. Pengaruh nitrat dan fosfat terhadap klorofil-a. Pengaruh perameter fisika dan kimia terhadap produktivitas primer perairan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Analisis Deskriptif dan Kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan metode Purpossive sampling. Pengambilan air sampel diambil pada area inlet, center, dan outlet Waduk Jatibarang. Analisis data menggunakan uji Two Way Anova dan uji regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan Software SPSS 16. Pengambilan sampel dilakukan di tujuh stasiun dan tiga titik kedalaman berbeda dilaksanakan sebanyak 2 kali, pagi dan siang selama satu hari. Dari hasil penelitian didapatkan kandungan klorofil-a dan nitrat berbeda antar kedalaman, sedangkan fosfat tidak. Nitrat dan fosfat memiliki pengaruh sebesar 0,8 % terhadap klorofil-a, sedangkan sisanya tidak berpengaruh. Parameter fisika dan kimia memiliki pengaruh sebesar 23,8 % terhadap produktivitas primer perairan, sedangkan sisanya tidak berpengaruh. Kecerahan perairan dan DO lebih berpengaruh terhadap produktivitas primer perairan

    Penggunaan Lahan dan Konsentrasi Nitrat Fosfat di Sungai Banjir Kanal Barat dan Sungai Silandak Semarang

    Get PDF
    Sungai Banjir Kanal Barat dan Sungai Silandak merupakan sungai yang alirannya bermuara di Teluk Semarang. Lokasi sungai yang berada di tengah kota dan padatnya aktivitas manusia (pemukiman dan industri), akan berpengaruh terhadap kualitas air di sekitar aliran sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan lahan di sekitar sungai, untuk mengetahui konsentrasi nitrat dan fosfat serta untuk mengetahui status trofik Sungai Banjir Kanal Barat dan Sungai Silandak. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober – 1 November 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan titik lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling, dilakukan di 7 (tujuh) titik dengan 2 (dua) kali pengulangan dari hulu sampai hilir dengan karakteristik penggunaan lahan berupa pemukiman, industri, perairan dan vegetasi. Data yang dianalisis adalah nitrat, fosfat, pH, DO, salinitas, kedalaman, arus, dan suhu. Persentase penggunaan lahan di Sungai Banjir Kanal Barat yaitu pemukiman 85%, industri 3%, vegetasi 12%, dan perairan 0%, dengan luas total 2211 ha. Persentase penggunaan lahan di Sungai Silandak yaitu pemukiman dengan persentase 69%, industri 7%, vegetasi 7%, dan perairan 5% dengan luas total 1623 ha. Nilai rata-rata konsentrasi nitrat di Sungai Banjir Kanal Barat yaitu 2,84 mg/l sedangkan fosfat yaitu 1,51 mg/l. Nilai rata-rata konsentrasi nitrat di Sungai Silandak yaitu 2,11 mg/l, sedangkan fosfat yaitu 1,39 mg/l. Sungai Banjir Kanal Barat dan Sungai Silandak termasuk dalam perairan mesotrofik berdasarkan konsentrasi nitrat, sedangkan berdasarkan konsentrasi fosfat dikategorikan dalam perairan eutrofik

    Hubungan Kandungan Nitrat dan Fosfat pada Air dan Sedimen terhadap Kerapatan Lamun di Pantai Prawean Bandengan, Jepara

    Get PDF
    Zat hara nitrat dan fosfat merupakan unsur kimia yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan lamun. Penyerapan nutrien pada kolom air dilakukan oleh daun sedangkan penyerapan nutrien dari sedimen dilakukan oleh akar. Ketersediaan nitrat dan fosfat pada air dan sedimen dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik yang berasal dari aktivitas manusia maupun dari perairan itu sendiri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kerapatan lamun, kandungan nitrat dan fosfat pada air dan sedimen serta hubungannya terhadap kerapatan lamun. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics 23. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 5 jenis lamun di Pantai Prawean dengan kerapatan berkisar antara 277 – 421 tegakan/m 2 yang masuk dalam kategori sedang hingga rapat. DO berkisar 3,4-5,8 mg/l dan rata-rata bahan organik berkisar 6,34-6,64 mg/l. Rata-rata kandungan nitrat dan fosfat sedimen lebih tinggi dibanding pada air yakni masing-masing berkisar 0,43-0,88 mg/l dan 0,12-0,27 mg/l. Kandungan nitrat dan fosfat pada sedimen memiliki korelasi kuat terhadap kerapatan lamun dengan angka korelasi masing-masing sebesar 0,875 dan 0,718. Hasil analisis regresi berganda diperoleh angka F hitung 9,862 dengan angka signifikansi sebesar 0,013. Hubungan antara nitrat dan fosfat sedimen dengan kerapatan lamun mempunyai angka determinansi regresi (R 2 ) sebesar 0,767 yang berarti kedua nutrien mempunyai pengaruh sebesar 76,7 % terhadap kerapatan lamun

    Pengaruh Suhu yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tingkat Kematangan Gonad Kerang Darah (Anadara granosa)

    Get PDF
    Kerang Darah (Anadara granosa) merupakan kerang yang proses budidayanys masih berupa pemindahan benih alam ke tambak untuk dibesarkan. Proses pembenihan kerang darah yang telah didomestikasi memerlukan informasi mengenai perkembangan gonad kerang darah. Suhu memiliki peran dalam peningkatan perkembangan gonad kerang darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu yang berbeda terhadap perkembangan gonad, pert umbuhan dan Survival Rate Kerang Darah. Meliputi pertumbuhan panjang, lebar dan tebal cangkang, pertumbuhan bobot, tingkat kematangan gonad (TKG), laju pertumbuhan spesifik (SGR), Survival Rate (SR) dan kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 hingga April 2019 di Laboratorium Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu A (26 0 C), perlakuan B (28 0 C), perlakuan C (30 0 C) dan perlakuan D (32 0 C) dimana terdapat 2 set percobaan masing-masing terdapat 2 ulangan digunakan untuk menentukan kelulushidupan dan 2 ulangan digunakan untuk sampel pengamatan tingkat kematangan gonad. Kerang darah yang digunakan memiliki rentang ukuran 2-3 cm, sebanyak 15 ekor/akuarium yang berasal dari perairan Bedono, kabupaten Demak. Analisis data yang digunakan menggunakan Microsoft Excel yang digunakan pada data pertumbuhan panjang, lebar dan tebal cangkang, pertumbuhan bobot, SGR, SR dan analisa deskriptif yang digunakan pada data TKG dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tidak memberikan pengaruh terhadap panjang, lebar, bobot, SGR dan SR namun memberikan pengaruh terhadap tebal dan perkembangan tingkat kematangan gonad kerang darah . Perlakuan dengan suhu 32 0 C memberikan hasil yang terbaik dan tercepat dalam proses perkembangan tingkat kematangan gonad Kerang Darah Jantan dan Betina dengan kualitas air selama pemeliharaan masih dalam kisaran layak untuk pertumbuhan kerang darah

    Pengaruh Salinitas yang Berbeda terhadap Infeksi Parasit pada Kerang Darah (Anadara granosa)

    Get PDF
    Salah satu permasalahan dalam budidaya kerang ini yaitu adanya parasit. Parasit ini dapat berdampak terhadap ketahanan tubuh dan kualitas dari kultivan. Salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi keberadaan parasit adalah salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda terhadap infeksi parasit dan kelulushidupan pada kerang darah yang terinfeksi dari alam. Penelitian ini dilaksanakan selama tujuh minggu pada bulan Januari-Maret 2019 di Laboratorium Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Diponegoro. Kerang uji yang digunakan yaitu kerang darah (Anadara granosa) berukuran panjang 2,32±0,09 cm sebanyak 240 ekor. Rancangan penelitian dilakukan dengan metode eksperimental mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu A (salinitas 25 ppt), perlakuan B (salinitas 28 ppt), perlakuan C (salinitas 30 ppt) dan perlakuan D (salinitas 34 ppt) dimana terdapat 2 set percobaan masing-masing terdapat 2 ulangan digunakan untuk sampel pengamatan parasit dan 2 ulangan digunakan untuk menentukan kelulushidupan keran darah. Padat tebar yang digunakan adalah 15 individu untuk setiap akuarium. Salinitas yang digunakan yaitu A (salinitas 25 ppt), B (salinitas 28 ppt), C (salinitas 31 ppt) dan D (salinitas 34 ppt). Hasil penelitian menunjukkan gejala klinis pada kerang yang terinfeksi parasit yaitu organ dalam berwarna pucat terutama pada bagian insang. Salinitas tidak berpengaruh terhadap nilai intensitas dan prevalensi parasit Nematopsis sp. dan Pinnotheres sp. Hasil untuk pengamatan secara mikroskopis yaitu jaringan lunak yang terinfeksi parasit Nematopsis mengalami hipertrofi atau pembengkakan sehingga menyebabkan dislokasi pada nukleus. Profi darah pada kerang darah meliputi jumlah eritrosit dan leukosit. Jumlah eritrosit tertinggi pada C2 (salinitas 31 ppt) yaitu 92,71-100% sedangkan jumlah leukosit tertinggi pada B2 (salinitas 28 ppt) yaitu 0-92,86%. Selanjutnya salinitas yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelulushidupan kerang dara

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇