71404 research outputs found
Sort by
STUDI TENTANG MINAT BELI PELANGGAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN TIKET KERETA API KELAS BISNIS DI PT. KAI DAOP IV SEMARANG
This study aims to determine whether service quality, customer value and price perception influence purchasing decisions through buying interest as an intervening variable. This research was conducted at PT. KAI IV Operational Area Semarang. The population used in this study is all passengers using the train service business class IV Operational Area Semarang. By testing 180 respondents, this study uses 5 variables, 18 indicators, and 4 hypotheses. The analytical method used is a quantitative method with AMOS analysis tools. The results of this study indicate that service quality has a positive and significant effect on buying interest, customer value has a positive and significant effect on buying interest, price perception has a positive and significant effect on buying interest, buying interest has a positive and significant influence on purchasing decisions
ANALISIS PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP STRUKTUR MODAL (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017)
This study aims to analyze affect of coorporate governance and ownership structure toward capital structure of financial reports to the manufacturing companies with control variables firm size and asset tangibility. Capital structure is proxied by Debt to Asset Ratio (DAR) as a measure of financial performance based on the company’s operations. The examined factors of this research are outside director, board size, audit committee size, managerial ownership and institutional ownership as the independent variables while firm size,asset tangibility and profitability as control variables. The sample in this research were manufacturing companies listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) in the period 2015-2017. The number of sample used were 43 companies listed were taken by purposive sampling. The method of analysis of this research used multiple liniear regression The result of this research shows that institutional ownership has a positive significant effect toward capital structure, board size has a negative significant effect toward capital structure. Meanwhile variable outside director, audit comittee size and managerial ownership have no significant effect toward capital structure. This research also find that the control variables which are profitability have significant and negative effect to capital structure and for the firm size and asset tangibility have not significant effec
PENGARUH TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN PERUSAHAAN (CER) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (CFP) : DENGAN PERATURAN PEMERINTAH DAN SLACK ORGANISASI SEBAGAI MODERASI
This study aims to empirically examine the effect of corporate environmental responsibility (CER) on corporate financial performance (CFP) and the moderating influence of government regulations and organizational slack. This research is based on agency theory and institutional theory. The population in this study consisted of energy-intensive companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2016. This study used a purposive sampling method, as many as 145 companies as the final sampling number. The company's environmental responsibility is measured by the GRI index which is composed of 8 points containing 38 items, while the company's financial performance uses the value of ROA one year later, namely 2015-2017. This study uses a multiple regression analysis model in testing hypotheses. The results of this study indicate that corporate environmental responsibility has a positive effect on the corporate financial performance. In addition, this study also shows that government regulations positively moderate the relationship between corporate environmental responsibility and corporate financial performance. Finally, the results of this study are organizational slack moderating the relationship between corporate environmental responsibility and corporate financial performance
Tanggung Jawab Bank Mega Dalam Hal Hilangnya Dana Deposito Manajer Investasi
One of the means to realize development in the economic field of a country is the participation of financial institutions that regulate the economic system. All sectors related to financial activities require bank services. However, bank negligence often occurs in terms of carrying out its functions and duties in maintaining security and saving public funds that entrust it. In this regard, there are several laws and regulations governing the implementation of banking in Indonesia, namely Act Number 10 of the year 1998 concerning Amendments to Act Number 7 of the year 1992 concerning Banking, Act Number 21 of the year 2011 concerning the Financial Services Authority, Act Number 8 of the year 1995 concerning Capital Markets, OJK Regulations, and other regulations.
As an alternative investment that is now being looked by many people, Mutual Funds also entrust their funds to the Bank. If the Bank in carrying out its activities there is an error or committing fraud will cause losses to investment managers and investors. Therefore, a reliable and sound banking system in carrying out partnership relations between customers and banks, banking activities must be based on several general banking principles, namely the principle of trust, the principle of prudence, the principle of confidentiality, and the principle of knowing customers.
The method used is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The types and sources of data used are secondary data which includes primary law, secondary law, and tertiary law. Data collection techniques carried out are library research by analyzing data using qualitative methods.
Based on the case number 1955 / K / Pdt / 2017, Bank Mega has committed acts against the law and violated the provisions of the articles in the Banking Law, PBI, and POJK because Bank Mega has neglected to apply the principle of trust and transparency of information to its customers. Bank Mega's actions also conflict with the Bank's function of storing and maintaining security or guaranteeing funds held by the public. As a result of this, there is no known whereabouts owned by PT. Harvestindo Asset Management's Mutual Funds. When asked for accountability, Bank Mega also showed no good faith in terms of compensation.
The conclusion is, as a financial institution that acts as a collector and distributor of public funds, the Bank should comply with applicable laws and regulations and also be responsible for losses suffered by customers to support good national development goals
PENYERANGAN JARINGAN KOMPUTER SEBAGAI BENTUK TINDAK PIDANA TERORISME BERBASIS INTERNET (CYBER TERRORISM) DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INTERNASIONAL
PENYERANGAN JARINGAN KOMPUTER SEBAGAI BENTUK TINDAK PIDANA TERORISME BERBASIS INTERNET (CYBER TERRORISM) DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INTERNASIONA
FUNGSI PENGAWASAN DPRD TERHADAP LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN (LKPJ) BUPATI DI KABUPATEN BANJARNEGARA
Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. Dalam menjalankan tugasnya, DPRD memiliki tiga fungsi yang harus dijalankannya. Penulisan ini menitikberatkan pada fungsi pengawasan. Menguatnya fungsi dan peran DPRD dalam menjalankan tugas pengawasan kepada Kepala Daerah yang bertujuan agar tidak bertindak berlebihan dalam mengambil kebijakannya sebagai kepala penyelenggaraan pemerintahan daerah, maka hal ini menjadikan Kepala Daerah untuk menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) penyelengaraan pemerintahan daerah, agar daerah terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Perumusan masalah dalam penulisan ini yakni : Bagaimana Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kabupaten Banjarnegara? dan Bagaimana Problematika Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPRD terkait laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Kabupaten Banjarnegara ?
Metode pendekatan yang yang digunakan dalam penulisan hukum ini metode yuridis normatif. Spesifikasi penelitian dalam penulisan hukum ini bersifat deskriptif analisis yaitu dilakukan dengan melakukan objek penelitian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang bertujuan memberikan gambaran sesuatu objek yang menjadi masalah dalam penelitian. Selanjutnya metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : Pertama, Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPRD Kabupaten Banjarnegara terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati di Kabupaten Banjarnegara meliputi : Pengawasan Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh DPRD Kabupaten Banjarnegara, dan pengawasan DPRD Kabupaten Banjarnegara terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banjarnegara atas Pelaksanaan APBD Tahun 2017. Kedua, Problematika Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati di Kabupaten Banjarnegara meliputi : Belum terlembaganya sistem standar dan prosedur baku pelaksanaan pengawasan pada DPRD Kabupaten Banjarnegara, belum tersusunnya agenda pengawasan dan mekanisme tindaklanjut dalam pelaporan hasil pengawasan di DPRD Kabupaten Banjarnegara, dan belum optimalnya pengorganisasian seluruh sumber daya pengawasan. Ketiga, Upaya-upaya yang perlu ditingkatkan di dalam mengatasi problematika fungsi pengawasan terhadap LKPJ Bupati oleh DPRD Kabupaten Banjarnegara : Menentukan agenda pengawasan, menindaklanjuti pengawasan, penyusunan Laporan yang tepat, dan berusaha menjalin jaringan dengan instansi terkait dan aliansi strategis.
Kata kunci : Fungsi Pengawasan, DPRD, LKPJ, Kabupaten Banjarnegara
PEMBERIAN KARTU NELAYAN SEBAGAI UPAYA KESEJAHTERAAN NELAYAN DI PROVINSI JAWA TENGAH
Kartu Nelayan adalah Kartu Identitas Nelayan yang dapat membuktikan identitas diri sebagai nelayan. Kartu Nelayan merupakan syarat utama untuk nelayan dapat mengakses program yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk nelayan. Program pemerintah tersebut antara lain Program Asuransi Nelayan, Program SeHAT Nelayan, Pemberian Sarana dan Prasarana Penangkapan Ikan, Pemberian BBM bersubsidi dan Permodalan yang bekerjasama dengan pihak perbankan. Dampak dan manfaat serta kebijakan pemberian program Kartu Nelayan. Penelitian dilakukan di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2016 tentang Kartu Nelayan di Provinsi Jawa Tengah serta apa saja hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaannya.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normatif dan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2016 tentang Kartu Nelayan sesuai dengan tujuan dari Kartu Nelayan yakni menjadi instrumen bagi pemerintah untuk dapat menyalurkan bantuan kepada masyarakat nelayan. Bantuan tersebut dapat berupa Asuransi bagi Nelayan, bantuan Bahan Bakar Minyak untuk kapal, dan bantuan alat tangkap bagi nelayan. Bantuan-bantuan tersebut dapat disalurkan dengan tepat sasaran tiap tahunnya.Namun dalam pelaksanaanya menemui hambatan yang disebabkankarena kesadaran para nelayan terhadap peraturan tersebut masih rendah. Namun jumlah pemilik Kartu Nelayanterus mengalami kenaikan hingga November 2018. Hambatan yang dihadapi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah salah satunya yakni lemahnya pengawasan dan penegakkan hukum di laut, serta Sumber Daya manusia yang belum terlatih dalam pengoperasian komputer untuk menginput data nelayan dan kapal.
Kata kunci: Kartu Nelayan, Nelayan, Kesejahteraan Nelayan, Provinsi Jawa Tenga
PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM GUNA PEMBANGUNAN JALUR MRT (MASS RAPID TRANSIT) WILAYAH KELURAHAN CIPETE SELATAN, JAKARTA SELATAN
Pengadaan tanah adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberi ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak. Proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalur MRT (Mass Rapid Transit) dilakukan melalui tahapan-tahapan yang dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyerahan hasil.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis proses pengadaan tanah pembangunan jalur MRT (Mass Rapid Transit) dan proses penetapan ganti kerugian yang layak untuk warga yang terkena pengadaan tanah untuk pembangunan jalur MRT (Mass Rapid Transit) di Kelurahan Cipete Selatan.
Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah socio-legal, spesifikasi penelitian menggunakan deskriptif analitis, subyek penelitiannya yaitu Kepala Bagian Pekerjaan Umum Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kantor Pertanahan Kota Jakarta Selatan, KASIE Pemerintahan dan Trantib Kelurahan Cipete Selatan dan Masyarakat yang terkena pengadaan tanah berjumlah satu orang. Obyek penelitiannya adalah tanah yang terkena pengadaan tanah untuk pembangunan jalur MRT (Mass Rapid Transit). Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder, sedangkan metode analisis data dilakukan secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalur MRT (Mass Rapid Transit) di Kelurahan Cipete Selatan yang terdiri dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyerahan hasil sudah dilakukan berdasarkan Pasal 13 UU Nomor 2 Tahun 2012.Pada tahap pelaksanaan saat musyawarah penetapan bentuk dan besarnya ganti kerugian terjadi hambatan yaitu mengenai warga yang menolak nilai ganti kerugian yang diberikan untuk warga yang tanahnya terkena pengadaan tanah. Proses penetapan ganti kerugian yang layak dan adil dilakukan denganmenetapkan kriteria ganti kerugian berdasarkan Pasal 6 Perpres Nomor 71 Tahun 2012. Pembayaran ganti kerugian ditetapkan dalam bentuk uang, untuk warga yang setuju dilakukan dengan sistem pembayaran cek. Pembayaran untuk warga yang tidak setuju diselesaikan dengan cara penitipan ganti kerugian di pengadilan atau konsinyasi.
Proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalur MRT (Mass Rapid Transit) wilayah Kelurahan Cipete Selatan sudah dilakukan sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2012, bahwa perlu adanya kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah dan pihak terkait dalam hal pembangunan infrastruktur untuk kepentingan umum. Peraturan atau regulasi pemerintah pengadaan tanah untuk kepentingan umum yaitu UU Nomor 2 Tahun 2012 perlu di revisi untuk ditambahkan mengenai kriteria ganti kerugian yang layak dan adi
PROBLEMATIKA INVENTARISASI DATA YURIDIS PELAKSANAAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) BERDASARKAN KLUSTER DI KANTOR PERTANAHAN KOTA PEKALONGAN
Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak bagi semua obyek pendaftaran tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan dan klasifikasi kluster dalam PTSL di Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, mengetahui faktor-faktor yang menjadi problematika, dan solusi mengatasi problematika.
Penelitian adalah penelitian hukum Yuridis Empiris. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder dikumpulkan melalui hasil wawancaradidukung dengan kepustakaan. Objek di dalam penelitian ini adalah Kelurahan Jenggot. Analisis dilakukan menggunakan metode kualitatif.Target program PTSL 2018 Kota Pekalongan Tahun 2018 adalah 6000 bidang tanah. Kelurahan Jenggot memiliki jumlah potensi terbesar dengan jumlah 2409 bidang tanah yang dikelompokkan menjadi 4 kluster.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan PTSL di Kantor Pertanahan Kota Pekalongan Tahun 2018 sudah berjalan dengan baik meski masih dijumpai kendala. Dalam mengatasi problematikakurangnya SDM dapat dilakukan dengan memberikan kewenangan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan bantuan tenaga ukur dari Kantor Pertanahan Kota lain, kurangnya partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan musyawarah yang baik, persoalan PPh dan BPHTB dapat dilakukan dengan zero taxdan membuat kebijakan sistem satu atap.Persoalan pembuktian hakdibuktikan dengan pemohon telah melakukan itikad baik dalam memenuhi syarat-syarat administrasi yang telah ditentukan
PERAN EMPLOYEE ENGAGEMENT BERBASIS ETIKA KERJA ISLAM DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR
Employee performance has several supporting criteria, which one of them is Organizational Citizenship Behavior (OCB). Employees who have Organizational Citizenship Behavior will try to get involved together voluntary to create ideal working conditions in order to create a supportive atmosphere for efforts to achieve the expected goals. The population in this research were all of staff / employees of the Central Java High Court amount of 118 people. The data in the research uses the census research, it is taking the whole of the population in the high court central java. Based on the results of the questionnaires distribution process obtained of 86 people. Analysis tool used in this research is the path analysis, which previously conducted validity and reliability test as well as the classical assumptions test. The results showed that Islamic Work Ethics and Spiritual intelligence proved to be positive and significant towards Employee Engagement as well as a positive and significant effect on Organizational Citizenship Behavior. Employee Engagement is capable to become an intervening variable between Islamic Work Ethics towards Organizational Citizenship Behavior (OCB). Employee Engagement is able to be an intervening variable between spiritual intelligence towards OCB