71404 research outputs found
Sort by
FENOMENA FOULING MODEL SUSPENDED SOLIDS PADA MEMBRAN MIKROFILTRASI
ABSTRAK
Penurunan penetrasi cahaya matahari dan suhu, serta peningkatan akumulasi logam berat terjadi signifikan akibat hadirnya padatan tersuspensi. Metode sintetis padatan tersuspensi dilakukan guna efisiensi pengolahan air, dikarenakan kuantitas dan kualitas air limbah yang semakin buruk. Permasalahan akan timbul ketika dibutuhkannya sintetis pada kondisi khusus, karena tingkat representatif sintetis sangat dipertimbangkan. Dari penelitian ini, dihasilkan rekomendasi sintetis padatan tersuspensi, berdasarkan uji selektivitas (ukuran, bentuk dan sifat) terhadap pengaruh variasi pH dan konsentrasi. Dengan metode crossflow pada membran mikrofiltrasi, penelitian ini dapat mengetahui seberapa besar flux, rejeksi, feed removal, serta mengilustrasikan fouling yang terjadi, dengan uji ukuran partikel (Particle Size Analyser), luas permukaan (Surface Area Analyser) dan morfologi bahan (Scanning Electron Microscopy) sebagai data pendukung.
Kata kunci: sintetis padatan tersuspensi, crossflow, fouling
ABSTRACT
Decrease of sunlight penetration and temperature also an increase of heavy metals accumulation occurs significantly due to the presence of suspended solids. The suspended solids synthesis method is carried out for water treatment efficiency, because the quantity and quality of wastewater are getting worse. Problems will arise when the need for synthetics is in special condition, due to the synthetic representative level is highly considered. From this research, recommendation for the synthesis of suspended solids were produced, based on selectivity test (size, shape, and properties) of the effect of pH and concentration variation. With cross flow method on microfiltration membrane, this research can determine how much flux, rejection, feed removal, and illustrate fouling that occurs. By testing particle size, surface area and membrane morphology as supporting data.
Keywords : suspended solids synthetic, crossflow, foulin
PENGARUH DANA ALOKASI UMUM (DAU), DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA LANGSUNG DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013-2017
Central Java Province has 35 regencies or cities, with abundant sources of
income and natural wealth in each region. Therefore, a study was conducted
which aims to identify and prove empirically the influence of the General
Allocation Fund (DAU), Special Allocation Funds (DAK), and Original Local
Government Revenues (PAD) on Direct Expenditures in Districts / Cities in
Central Java Province. The object of this study consisted of 35 districts / cities in
Central Java Province and the data used was taken in 2013-2017.
The data used in this study are secondary data sourced from the District /
City APBD Realization Report document in Central Java Province obtained from
the Central Java Supreme Audit Agency (BPK). In this APBD Realization Report,
data is obtained regarding the amount of realization of the General Allocation
Fund (DAU), Special Allocation Funds (DAK), Pendapatan Asli Daerah (PAD),
and Direct Expenditure which consists of 3 components of expenditure, Employee
Expenditures, Goods and Services Expenditures, and Capital Expenditures. The
sampling method in this study by taking all the population which was then
analyzed using multiple linear regression analysis and classical assumption test.
The results of this study indicate that the General Allocation Fund (DAU)
and Regional Original Revenue (PAD) have a positive and significant effect,
while the Special Allocation Fund (DAK) has a non-significant result of Direct
Expenditure. The aim of this study is to find out which income can be extracted in
order to increase public welfare and regions with direct expenditure
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN BEDAK PADAT DENGAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS
Latar belakang : Penggunaan kosmetik, terutama bedak saat ini sudah menjadi hal yang umum tak terkecuali pada kalangan mahasiswi. Beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan bedak padat bersifat komedogenik dan aknegenik, dimana hal ini akan menyebabkan timbulnya akne vulgaris. Melalui penelitian ini akan dilakukan analisa hubungan antara penggunaan bedak padat dengan derajat keparahan akne vulgaris.
Metode : penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dengan sampel 48 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang yang memenuhi kriteria inklusi (mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang menderita akne vulgaris, menggunakan bedak padat, berusia 17-22 tahun, serta bersedia menandatangani informed consent). Data yang dikumpulkan merupakan data primer dengan pengisian kuisioner dan pemeriksaan akne vulgaris. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05.
Hasil penelitian : tidak didapatkan adanya hubungan antara penggunaan bedak padat dengan derajat keparahan akne vulgaris (p=0,2), tidak didapatkan adanya hubungan antara frekuensi penggunaan bedak padat dengan derajat keparahan akne vulgaris (p=0,9), tidak didapatkan adanya hubungan antara durasi penggunaan bedak padat dengan derajat keparahan akne vulgaris (p=0,5).
Kesimpulan : tidak ada hubungan antara penggunaan, frekuensi penggunaan, dan durasi penggunaan bedak padat dengan derajat keparahan akne vulgaris.
Kata kunci : akne vulgaris, bedak pada
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN TEKANAN INTRAOKULER DENGAN TONOPEN DAN APPLANASI GOLDMANN PADA PASIEN GLAUKOMA
Latar Belakang : Pengukuran tekanan intraokular (TIO) adalah salah satu
pemeriksaan dasar pada pasien glaukoma. Walaupun applanasi Goldmann adalah
baku emas untuk mengukur TIO, terdapat pertimbangan yang cukup besar dalam
menggunakan tonometer yang lebih sederhana. Tonopen merupakan tonometer
yang praktis karena bentuknya yang portable serta dapat digunakan pada posisi
tegak dan supinasi. Tonopen juga dapat mengukur TIO pada kornea patologis.
Tujuan : Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan tekanan intraokuler dengan
Tonopen dan applanasi Goldmann pada pasien glaukoma.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan
desain penelitian cross sectional. Subjek diperoleh dengan metode purposive
sampling. TIO diukur menggunakan dua tonometer berbeda: Tonopen dan
applanasi Goldmann, pada 32 mata pasien glaukoma yang berusia di atas 40 tahun
dengan TIO <21 mmHg dan bukan pasien dengan infeksi mata, strabismus, dan
kelainan kornea. Pengukuran applanasi Goldmann dilakukan terlebih dahulu. Tiga
nilai dari pengukuran tonopen diambil kemudian dirata-ratakan. Distribusi data
dari kedua kelompok dilakukan uji normalitas Saphiro Wilk. Uji Mann Whitney
digunakan untuk membandingkan pengukuran TIO antara applanasi Goldmann
dan tonopen pada distribusi data tidak normal. Nilai signifikan apabila p<0,05.
Hasil : Sampel 32 mata didapatkan dari 9 subjek perempuan dan 17 subjek lakilaki
dengan rerata usia 61,63±7,25 tahun. Nilai TIO rata-rata dari applanasi
Goldmann dan tonopen adalah 15,78 ± 2,15 mmHg dan 15,50 ± 2,48 mmHg.
Analisis Uji Mann Whitney terhadap TIO oleh applanasi Goldmann dan tonopen
menunjukkan nilai p=0,692. Perbedaan yang signifikan secara statistik (p<0,05)
antara kedua alat tidak ditemukan.
Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan TIO menggunakan
tonopen dan applanasi Goldmann.
Kata Kunci : Tekanan intraokuler, applanasi Goldmann, tonopen
HUBUNGAN JENIS TERAPI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GLAUKOMA
Latar belakang: Glaukoma merupakan salah satu penyakit yang dapat
menyebabkan kebutaan yang bersifat irreversible. Pada tahun 2010, jumlah orang
yang menderita glaukoma sudut terbuka diperkirakan sebanyak 44 juta orang
sedunia dan sebanyak 2,7 juta terdapat di Amerika Serikat. Oleh karena itu
membutuhkan penanganan terapi yang tepat. Penanganan kasus glaukoma tidak
hanya mencapai target klinis namun juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas
hidup pasien. Untuk itu perlu adanya pengetahuan mengenai hubungan jenis terapi
tertentu dengan kualitas hidup pasien glaukoma.
Tujuan: Mengetahui adanya hubungan kualitas hidup pada pasien glaukoma
dengan terapi yang diberikan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan mengambil
data nilai kualitas hidup melalui wawancara pasien RSUP Dr. Kariadi Semarang
yang sudah menjalani terapi glaukoma menggunakan kuesioner NEI-VFQ-25
(National Eye Institute Visual Function Questionnaire 25). Terapi glaukoma dibagi
menjadi 2 kelompok yaitu, kelompok terapi medikamentosa dan operatif. Data
tersebut kemudian disusun dan dilakukan analisis statistik dengan uji Independentt
dan uji Mann Whitney untuk melihat perbedaan nilai kualitas hidup antara jenis
terapi medikamentosa dan operatif.
Hasil: Terdapat 22 subjek penelitian kelompok terapi medikamentosa dan 23
subjek penelitian kelompok terapi operatif. Rerata nilai Kualitas Hidup kelompok
terapi medikamentosa lebih tinggi (75,69 ± 9,48) dibandingkan dengan terapi
operatif (71,10 ± 15,91). Namun, secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna
antara kedua kelompok dalam hal kualitas hidup (p=0,246).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan rerata nilai kualitas hidup pada kelompok terapi
medikamentosa dibandingkan dengan kelompok terapi operatif. Nilai rerata
kualitas hidup pada kelompok terapi medikamentosa lebih tinggi dibandingkan
kelompok operatif. Namun, secara statistik tidak signifikan.
Kata kunci: Glaukoma, Kualitas Hidup, Terapi Medikamentosa, Terapi Operati
Analisa Indeks Bias Alkohol Menggunakan Refraktometer Tipe WAY ABBE (Analysis of Alcohol Bias Index Used Type Way ABBE Refractometer)
PENINJAUAN PERHITUNGAN DAYA DUKUNG PONDASI BORED PILE TP 3, TP 4, TP 5 & TP 6 PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL, MALL DAN APARTEMEN TENTREM SEMARANG
PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN JANGKA PANJANG PERUSAHAAN
The purpose of this study is to analyse the influence of intellectual capital (IC) on the company’s long-term financial performance. The dependent variable in this study is financial performance which is divided into profitability and corporate return. This study uses secondary data from the annual reports of public sector industrial companies listed at Bloomberg Data Base in 2015-2017 and selected by using purposive sampling method. This study used descriptive statistical analysis and non-parametric tests. The results of this study indicate that IC provides a positive contribution to the company’s long-term financial performance. This study also shows that more intangible-intensive companies have financial performance superior both in terms of profitability and corporate return
PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP EFISIENSI INVESTASI (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2015-2017)
The purpose of this research is to examine whether ownership structure and corporate governance influences investment efficiency of listed non financial firms in Indonesia. The independent variables used in the research are ownership concentration, managerial ownership, management stock option, and mutual funds ownership. Meanwhile, the dependent variable in the research is investment efficiency.
This research uses regression analysis method with secondary data obtained based on a sampling method, and that is purposive sampling method. Research data is secondary data from financial statements and annual reports of non financial firms that are listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2017.
The result of this research indicates that ownership concentration does not have a significant influence towards investment efficiency. The result also indicates that there is a positive influence between managerial ownership and investment efficiency, and there is a positive influence between management stock option and investment efficiency. Furthermore, mutual funds ownership is proven to have a positive influence towards investment efficiency