Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN PERUSAHAAN TERHADAP BIAYA AUDIT (Studi Empiris pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2017)

    Get PDF
    The purpose of this study is to examine the relationships between the ownership structures of the company, namely managerial ownership, foreign ownership, and government ownership as an independent variables to the audit fee agreed by the external auditor. The audit fee illustrates how the client's internal control level was going and the agency conflict that may occur between shareholders and managers. Client leverage, risk, and profitability used as the control variables. This study applies the agency theory as the basis for formulating three hypotheses that guide the results analysis. Using secondary data from 222 non-financial public companies listed in Indonesia Stock Exchange on 2017 that have been selected by purposive sampling technique. The statistical analysis method used is multiple linear regression analysis with Ordinary Least Square model. The results of the analysis shows a significant positive effect between the foreign and government ownership structure on the audit fees. Meanwhile, managerial ownership has negative effect but not significant to the audit fees. Overall, the ownership structures have different influences on the audit fees

    ANALISIS PENGARUH PROSEDUR KREDIT, LOKASI, CITRA BPR DAN BUNGA KREDIT TERHADAP KEPUTUSAN PENGAMBILAN KREDIT HARMONI TEPAT GUNA DI BPR NUSAMBA CEPIRING, KENDAL

    Get PDF
    A problem faced by Micro Small Medium Enterprises (MSME) is the lack of capital due to the decrease of bank credit distribution. Government's support towards the MSME causes the bankers start to pay attention to distribute the bank credit to MSME. It becomes a problem due to the high level of competition that makes the amount of credit distribution in BPR Nusamba Cepiring decrease. This study aims to find out (1) the effect of credit procedure, (2) the effect of location, (3) the effect of BPR image, and the effect of credit interest towards the credit withdrawal decision of Kredit Harmoni Tepat Guna in BPR Nusamba Cepiring. The data in this study were collected using questionnaire survey. The population in this study was all clients of Kredit Harmoni Tepat Guna in BPR Nusamba Cepiring as many as 736 people. The sample used in this study was simple random sampling as many as 88 respondents. The research method used was the statistics method of multiple linier regression analysis. Based on the results of the study it can be seen that the credit procedures, location, BPR image, and credit interest have a positive effect on the decision to take the Kredit Harmoni Tepat Guna in BPR Nusamba Cepiring. With the coefficient of determination (adjusted R square) is 0,633 which shows that the variable of credit withdrawal decision that can be explained is 63,3 percent by the independent variable while the rest is 36,7 percent explained by other independent variable outside the model

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA/BURUH HARIAN LEPAS DI LIA GARMENT KABUPATEN BOYOLALI

    No full text
    Pekerja harian lepas belum mendapatkan perlindungan sebagaimana layaknya sehingga perlu adanya suatu peraturan yang memberikan perlindungan terhadap pekerja harian lepas. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap pekerja harian lepas haruslah sesuai dengan Peraturan Ketenagakerjaan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Penulis memilih tempat penelitian di Lia garment Kabupaten Boyolali karena di Kabupaten Boyolali terdapat banyak sekali pabrik-pabrik dan industri-industri baik sekala besar maupun rumahan yang banyak mempekerjakan pekerja/buruh harian lepas. Maka penulis mencari faktor-faktor apakah yang menyebabkan banyaknya pekerja/buruh harian lepas di Kabupaten Boyolali,selain itu bagaimanakah perlindungan hukum terhadap pekerja/buruh harian lepas di Lia garment Kabupaten Boyolali berdasarkan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku di Indonesia dalam hal ini Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian hukum adalah dengan pendekatan Yuridis Empiris. Data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Spesifikasi penelitian adalah Deskriptif Analitis.Metode penentuan sampel adalah metode Purposive Non Random Sampling.Metode analisis data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan data yang sudah dianalisa akan disajikan dalam bentuk laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan. Terdapat beberapa faktor penyebab banyaknya pekerja/buruh harian lepas di Kabupaten Boyolali yaitu faktor internal dan faktor eskternal. Faktor internal terdiri dari faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor kemauan sendiri, maupun faktor kebiasaan. Sedangkan faktor eksternal penyebab banyaknya pekerja/buruh harian lepas di Lia garment Kabupaten Boyolali terdiri dari faktor lingkungan sekitar dan faktor hubungan keluarga.Bahwa perlindungan hukum terhadap pekerja/buruh harian lepas di Lia garment Kabupaten Boyolali sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, perlindungan hukum sudah sesuai terhadap pekerja/buruh harian lepas yaitu meliputi hak untuk mendapatkan gaji/upah yang layak, hak untuk mendapatkan jam kerja yang sesuai, hak untuk mendapat cuti maupun hak untuk mendapatkan keselamatan dan kesehatan kerja. Kata Kunci :Perlindungan Hukum, Pekerja/Buruh Harian lepas, Lia Garment, Kabupaten Boyolal

    PEMETAAN JEJAK KARBON UNIVERSITAS DIPONEGORO SEKTOR LIMBAH PADAT- BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)

    Get PDF
    ABSTRAK Pemetaan Prakiraan Jejak Karbon Di Universitas Diponegoro Sektor Limbah Padat Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Nadya Saphira Esfandiari, Winardi Dwi Nugraha, Syafrudin Universitas Diponegoro dalam melaksanakan aktivitasnya menghasilkan limbah padat B3 yang dalam kegitan pemusnahannya berkontribusi menghasilkan emisi karbondioksida (CO2) dan metana (CH4) di udara yang merupakan penyumbang emisi GRK. Total emisi yang dihasilkan dianalisis dalam bentuk jejak karbon dengan satuan kgCO2eq. Metode yang digunakan untuk memperoleh jumlah emisi yang dihasilkan Universitas Diponegoro kampus Tembalang adalah dengan menggunakan persamaan pedoman penyelenggaraan inventarisasi gas rumah kaca nasional buku II volume 4 KLH 2012 yang mengacu pada IPCC 2006 dan pendekatan literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa limbah padat B3 Universitas Diponegoro kampus Tembalang terbagi menjadi limbah padat B3 terkelola dan limbah padat B3 tidak terkelola dengan kontribusi masing-masing sebesar 5.024,344 kgCO2eq/ tahun dan 2.156,001 kgCO2eq/tahun, serta emisi yang dihasilkan dari kegiatan pengangkutan eksisting sebesar 611,451 kgCO2eq/ tahun. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan emisi akibat limbah padat B3 di Universitas Diponegoro kampus Tembalang adalah dengan rekomendasi pengelolaan meliputi upaya reduksi, pewadahan, pengumpulan, penyimpanan sementara dan pengolahan yang dapat mereduksi emisi GRK sampai 64%. Kata Kunci : Jejak Karbon, Emisi Gas Rumah Kaca, Limbah Padat B3, Universitas Diponegoro ABSTRACT Mapping of Carbon Footprint at Diponegoro University as the impact of Solid Hazardous Waste Nadya Saphira Esfandiari, Winardi Dwi Nugraha, Syafrudin Diponegoro University in carrying out its activities produces hazardous solid waste which in its extermination activities contributes to emissions of carbon dioxide (CO2) and methane (CH4) in the air which are contributors to GHG emissions. The total emissions produced are analyzed in the form of carbon footprint in units of kgCO2eq. The method used to obtain the number of emissions produced by Diponegoro University Tembalang is to use the equation for the implementation guidelines for the national greenhouse gas inventory book II volume 4 KLH 2012 which refers to IPCC 2006 and the literature approach. Based on the results of the study, it was found that hazardous solid waste Diponegoro University Tembalang was divided into managed B3 solid waste and uncontrolled hazardous solid waste with contributions of 5,024,344 kgCO2eq / year and 2,156,001 kgCO2eq / year, and emissions generated from activities existing transportation of 611,451 kgCO2eq / year. Efforts that can be made to reduce emissions due to hazardous solid waste at Diponegoro University Tembalang are management recommendations including reduction, storage, collection, temporary storage, and processing that can reduce GHG emissions by up to 64%. Keywords: Carbon Footprint, Greenhouse Gas Emissions, hazardous Solid Waste, Diponegoro Universit

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA/BURUH HARIAN LEPAS DI LIA GARMENT KABUPATEN BOYOLALI

    No full text
    Pekerja harian lepas belum mendapatkan perlindungan sebagaimana layaknya sehingga perlu adanya suatu peraturan yang memberikan perlindungan terhadap pekerja harian lepas. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap pekerja harian lepas haruslah sesuai dengan Peraturan Ketenagakerjaan yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Penulis memilih tempat penelitian di Lia garment Kabupaten Boyolali karena di Kabupaten Boyolali terdapat banyak sekali pabrik-pabrik dan industri-industri baik sekala besar maupun rumahan yang banyak mempekerjakan pekerja/buruh harian lepas. Maka penulis mencari faktor-faktor apakah yang menyebabkan banyaknya pekerja/buruh harian lepas di Kabupaten Boyolali,selain itu bagaimanakah perlindungan hukum terhadap pekerja/buruh harian lepas di Lia garment Kabupaten Boyolali berdasarkan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku di Indonesia dalam hal ini Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian hukum adalah dengan pendekatan Yuridis Empiris. Data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Spesifikasi penelitian adalah Deskriptif Analitis.Metode penentuan sampel adalah metode Purposive Non Random Sampling.Metode analisis data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan data yang sudah dianalisa akan disajikan dalam bentuk laporan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan. Terdapat beberapa faktor penyebab banyaknya pekerja/buruh harian lepas di Kabupaten Boyolali yaitu faktor internal dan faktor eskternal. Faktor internal terdiri dari faktor ekonomi, faktor pendidikan, faktor kemauan sendiri, maupun faktor kebiasaan. Sedangkan faktor eksternal penyebab banyaknya pekerja/buruh harian lepas di Lia garment Kabupaten Boyolali terdiri dari faktor lingkungan sekitar dan faktor hubungan keluarga.Bahwa perlindungan hukum terhadap pekerja/buruh harian lepas di Lia garment Kabupaten Boyolali sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, perlindungan hukum sudah sesuai terhadap pekerja/buruh harian lepas yaitu meliputi hak untuk mendapatkan gaji/upah yang layak, hak untuk mendapatkan jam kerja yang sesuai, hak untuk mendapat cuti maupun hak untuk mendapatkan keselamatan dan kesehatan kerja. Kata Kunci :Perlindungan Hukum, Pekerja/Buruh Harian lepas, Lia Garment, Kabupaten Boyolal

    PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ATAS MENINGGALNYA PASIEN AKIBAT PENELANTARAN OLEH RUMAH SAKIT

    No full text
    Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit memberikan kesempatan bagi rumah sakit untuk mengubah statusnya menjadi korporasi. Adanya kekosongan hukum yang tumpang tindih terjadi dalam hal tindak pidana penelantaran dilakukan oleh rumah sakit. Aturan yang memuat ketentuan khusus tidak merumuskan tindakan penelantaran secara luas, sementara aturan yang memuat ketentuan umum justru tidak merumuskan subjek korporasi yaitu rumah sakit. Permasalahan pertama, bagaimakah kebijakan formulasi pertanggungjawaban pidana atas meninggalnya pasien akibat penelantaran oleh rumah sakit dalam hukum positif Indonesia saat ini. Permasalahan kedua, bagaimanakah kebijakan formulasi pertanggungjawaban pidana atas meninggalnya pasien akibat penelantaran oleh rumah sakit di masa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitis, dan menggunakan data sekunder. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis bahan kepustakaan serta dokumen terkait. Untuk melengkapi data sekunder dalam penelitian ini dilakukan juga wawancara dengan narasumber di bidangnya. Data yang diperoleh dianalisis secara normatif-kualitatif dengan menafsirkan pernyataan yang terdapat dalam dokumen dan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukan pertanggungjawaban pidana atas meninggalnya pasien akibat penelantaran oleh rumah sakit dalam hukum positif Indonesia saat ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Rumah sakit sebagai korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dengan sifat komulatif-alternatif. Sanksi pidana berupa denda, pencabutan izin usaha, dan pencabutan status badan hukum. Sementara pertanggungjawaban pidana atas meninggalnya pasien akibat penelantaran oleh rumah sakit di masa yang akan datang, dapat merujuk RKUHP 2018 yang mengatur korporasi sebagai subjek tindak pidana dan merumuskan tindak pidana penelantaran secara tersendiri

    KOMPARASI FAKTOR PENYEBAB PENANGGALAN HAK KEKEBALAN TERHADAP PEJABAT DIPLOMATIK YANG MELANGGAR HUKUM (STUDI KASUS DI KOREA SELATAN DAN DI AMERIKA SERIKAT)

    No full text
    Menerima atau menolak sebuah permintaan penanggalan hak kekebalan diplomatik perlu diteliti berdasarkan faktor tertentu, penulis menganalisa berdasarkan kasus di Korea Selatan dan kasus di Amerika Serikat. Permasalahan yang diteliti dalam penulisan hukum ini mengenai bagaimana pengaturan nasional di Selandia Baru, Korea Selatan, Vatikan dan Amerika Serikat terhadap penanggalan hak kekebalan diplomatik dan bagaimana komparasi atas penanggalan hak kekebalan pejabat diplomatik dalam kasus pelanggaran hukum oleh pejabat diplomatik Selandia Baru di Korea Selatan dan kasus pelanggaran hukum oleh pejabat diplomatik Vatikan di Amerika Serikat. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penulisan hukum ini yaitu yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan, data yang digunakan yaitu data sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan Selandia Baru, Korea Selatan, Vatikan dan Amerika Serikat telah membuat pengaturan nasional di negaranya terhadap penanggalan hak kekebalan. Komparasi atas penanggalan hak kekebalan diplomatik yaitu jenis jabatan diplomat Selandia Baru adalah staf diplomatik Kedutaan Selandia Baru dan diplomat Vatikan adalah high-ranking bishop yang ditugaskan menjadi diplomat di Kedutaan Vatikan; Jenis hak kekebalan yang dimiliki sama namun diplomat Vatikan tidak dapat menggunakan hak kekebalan bagi anggota keluarganya; Tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan diplomat Selandia Baru adalah menganiaya dan menghalangi penyelidikan kepolisian dan diplomat Vatikan memiliki konten pornografi anak; Inisiasi permintaan penanggalan hak kekebalan diplomatik untuk kasus di Korea Selatan dimintakan oleh Selandia Baru selaku Sending State dan kasus di Amerika Serikat dimintakan oleh Amerika Serikat selaku Receiving State; Akibat hukum yang terjadi, Selandia Baru dan Amerika Serikat tidak dapat menerapkan jurisdiksi nasional negaranya, Vatikan dan Korea Selatan dapat menerapkan jurisdiksi nasional negaranya

    THE EFFECTS OF EARNINGS MANAGEMENT ON ACQUIRING FIRM’S POST-ACQUISITION PERFORMANCE (An Empirical Study in Indonesian Public Acquiring Firms from 2006-2017)

    Get PDF
    This study aims to examine the effects of earnings management conducted by public acquiring firms on subsequent post-acquisition performance. The earnings management are separated into Accrual Management, Sales manipulation, abnormal discretionary expenditures, and abnormal production cost. The number of samples were determined using the purposive sampling method, which obtained a total of 259 samples, consitsted of 37 public companies that are engaging in an acquisition and completed said deals from 2009-2014. Panel Regression on Econometric Views 10th Edition was used to examine the data. Findings of this study show that managing earnings through accruals would affect the company’s post-acquisition performance, overproduction seems to generate the same result. Meanwhile, manipulating sales and altering discretionary expenditures did not significantly affect company’s post-acquisition performance

    PENGARUH PAKAN KOMPLIT DENGAN LEVEL NDF BERBEDA YANG MENGANDUNG PROBIOTIK ISI RUMEN KERBAU PADA DOMBA TERHADAP NILAI KECERNAAN DAN TDN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) serta nilai total digestible nutrients (TDN) domba lokal pada pakan komplit dengan level neutral detergent fiber (NDF) berbeda yang mengandung probiotik isi rumen kerbau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - September 2018 di Kandang Digesti dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Departemen Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa domba lokal jantan dengan umur di bawah 5 bulan (Balibul) dengan bobot badan rata–rata 9,79 ± 1,51 kg sebanyak 20 ekor. Bahan yang digunakan adalah pakan dengan kandungan NDF berbeda, isi rumen kerbau kering, HCl 10%, rumput Gajah. Konsentrat yang digunakan tersusun dari pollard, dedak padi, bungkil kelapa, bungkil kedelai, molases, mineral mix, susu skim, jagung giling, dan onggok. Kandang yang digunakan adalah kandang panggung individu dengan ukuran 1 x 0,5 m. Peralatan yang digunakan meliputi sabit dan golok, mesin grinder, karung, terpal, sekop, timbangan ternak berkapasitas 50 kg, timbangan pakan berkapasitas 5 kg, kantong plastik, ember minum, sprayer, nampan, kertas label dan alat tulis. Peralatan yang digunakan untuk analisis di laboratorium yaitu timbangan analitik kapasitas 300 g, oven listrik, tanur listrik, kertas minyak, krusibel porselin dan eksikator. Perlakuan yang diterapkan yaitu pemberian pakan komplit dengan level NDF berbeda dari 25 hingga 40% yang mengandung probiotik isi rumen kerbau serta pakan tanpa probiotik isi rumen kerbau (NDF 25%) sebagai perlakuan kontrol. Parameter yang diamati yaitu konsumsi bahan kering (BK), konsumsi bahan organik (BO), konsumsi TDN, KcBK, KcBO dan nilai TDN. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis ragam dan jika terdapat pengaruh nyata antar perlakuan (P<0,05), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering, bahan organik dan TDN (P<0,05). Kecernaan bahan kering dan nilai TDN domba yang diberi pakan perlakuan perbedaan level NDF yang mengandung probiotik isi rumen kerbau tidak berpengaruh nyata (P>0,05), dan berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan organik pada domba (P<0,05). Simpulan penelitian ini adalah bahwa penambahan probiotik isi rumen kerbau 5% tidak meningkatkan KcBK dan TDN. Nilai KcBO dengan penambahan probiotik isi rumen kerbau 5% dengan kandungan NDF 25% lebih tinggi dibandingkan penambahan NDF lebih dari 25%

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇