71404 research outputs found
Sort by
Shear strength evaluation of bentonite stabilised with recycled materials_similarity check
Turnitin - The Effect of Storage Time on the Total Lactic Acid Bacteria and Presence of Gram Positive and Negative Bacteria in Calf Starter Pellet Added with Fermented Cabbage Waste
Leaves Composting Process and the Influence of Rumen Content and Bran Addition_hasil review
Analysis of Groundwater Quality Surrounding Municipal Solid Waste Landfill: Banyuurip Landfill Magelang Indonesia_similarity check
Undip Initiative for Sustainability (UNITY): A University Sustainability Program_hasil review
BAHAN PENYUSUN RANSUM ALTERNATIF DARI BIJI DURIAN SEBAGAI PENGGANTI JAGUNG TERHADAP PROFIL LEMAK DARAH PADA AYAM PETELUR
Penelitian tentang penggunaan tepung biji durian sebagai substitusi jagung
dalam ransum terhadap profil lemak darah dan kualitas telur ayam petelur strain
lohman brown dilaksanakan di kandang ayam petelur dan Laboratorium Ilmu
Nutrisi Pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro,
Semarang pada bulan Mei – Juni 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
pengaruh subtitusi tepung biji durian terhadap profil lemak darah dan kualitas
telur. Manfaat dari penelitian ini adalah mengurangi limbah biji durian serta
meningkatkan nilai barang dari limbah tersebut dengan memanfaatkan sebagai
ransum alternatif. Materi yang digunakan di dalam penelitian ini adalah ayam
petelur umur 52 Minggu sebanyak 120 ekor dengan bobot badan 1815,20 ±
169,86 g. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap
(RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri
dari 6 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan T0 = ransum kontrol, T1 = subtitusi
tepung biji durian 3%, T2 = subtitusi tepung biji durian 6%, dan T3 = subtitusi
tepung biji durian 9%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah
kolesterol darah, Trigliserida darah, HDL, LDL, Massa lemak telur dan bobot
telur. Semua data hasil penelitian dianalisis ragam dan dilanjutkan uji jarak
berganda duncan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung biji durian sebagai
pengganti jagung tidak berpengaruh nyata pada HDL namun berpengaruh nyata
pada kolesterol, trigliserida, LDL, massa lemak telur dan berat telur.
Menghasilkan pada taraf berturut – turut T0, T1, T2, dan T3 kadar kolesterol
120,31; 101,05; 109,85; 92,47 mg/dl kadar trigliserida 336,00; 337,20; 321,26;
251,68 mg/dl; kadar HDL 9,24; 9,63; 10,11; 10,07 mg/dl kadar LDL 85,88; 76,76;
74,15; 73,21 mg/dl, kadar massa lemak telur 23,91; 21,71;21,50;20,39g dan berat
telur pemeliharaan 63,55; 65,76; 57,08; 58,73 g.
Simpulan pada penelitian ini adalah penggunaan subtitusi tepung biji
durian dapat diberikan pada taraf 6% karena kolesterol, trigliserida, LDL dan
HDL mengalami pengaruh yang masih dalam taraf normal, dan telur yang
dihasilkan pada taraf 6% masih dalam keadaan ideal
THE PLANNING AND DESIGN OF KAMPONG PAKUNCEN IN YOGYAKARTA BASED ON THE GREEN CONCEPT
This study aims to determine the green concept of a slum “kampong” with the green concept and carbon footprint approach based on daily activities, building materials and fuel consumption as well as to deliver the concept of renewable energy. The carbon footprint is the measure of total amount of carbon dioxide gas emissions directly or indirectly caused by daily main activities and accumulation of products used daily. It is the case study of Kampong Gampingan-Pakuncen, Yogyakarta. This kam- pong is known as a densely populated kampong located in the city centre not far from Malioboro, the centre of commercial and business districts in Yogyakarta City. The employed methods were the quantitative-comparative method between carbon footprint of existing and planning condition and the quantitative approach of renewable energy. The results showed that the carbon dioxide concentration of Kampong Pakuncen in the existing condition is 1,712.767 tonnes CO2/month while the total amount of carbon
dioxide concentration of the design is 1,293.785 tonnes CO2/month, hence 24.462% carbon dioxide concentration reduction. To
save energy consumption in daily activities, it is proposed that water wheel as micro-hydro power should be used for electricity
On the Role of Acoustical Improvement and Surface Morphology of Seashell Composite Panel for Interior Applications in Buildings
This manuscript focuses on the acoustical behaviors and surface morphology of seashell waste filler reinforced polyester (SFRP) coverings Anadara granosa Linn, Perna viridis Linn, and Placuna placenta Linn and applications in buildings. Their acoustical performances were observed using an impedance tube using a technique with two and four microphones based on ASTM E1050-98 and ASTM E2611-09. The improvements of acoustical performance were conducted by a coupled resonator inclusion with addition of a fibrous dacron layer and back cavity. The experimental results showed that the resonators and back cavity on the material structure were able to shift the absorption ability at low frequency. The promising wide broadband frequencies performance occurred when the
15 mm Placuna placenta FRP treated with front-tailed cavity without any additional fibrous layer and air gap started from 0.2 at 2.0 kHz. The combination of resonators and fibrous layer on the material structure was able to stabilize the sound transmission loss (STL) in 52–56 dB at a high frequency. On the observation of the simple surface morphology material, it was found that Placuna placenta Linn had the highest damping performances due to the smallest pores and the most carbon compound compared to the others. Therefore, this finding is very useful for building applications
Analisis Teknik Pengendalian Kolaborasi Antara Balai Besar POM dan Dinas Kesehatan Kota Dalam Penerbitan Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga
Di tahun 2017 Balai Besar POM (BB POM) melaporkan Kota Semarang menjadi salah satu penyumbang dari 253 kejadian keracunan di Jawa Tengah.Sementara dalam survei pendahuluan ditemukan beberapa produk industri rumah tangga pangan (IRTP) yang telah mengantongi sertifikat pengelolaan pangan industri rumah tangga (SP-PIRT) berpotensi menyebabkan keracunan karena tidak sesuai dengan jenis yang diperbolehkan Undang-Undang. Daripada itu, tujuan penelitian ini menelusuri penyebab masalah menggunakan teori interorganizational collaboration melalui pendekatan interaksi BB POM Jateng dan Dinkes Kota Semarang terkait penerbitan SP-PIRT. Metode yang digunkan berupa kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada 8 informan, observasi dan bantuan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua jenis kendala yang dihadapi oleh kolaborator. Kendala pertama terdapat pada elemen permulaan yaitu: lemahnya design komunikasi dan kurangnya jumlah petugas. Sedangkan kendala kedua pada elemen tampak berupa belum ditetepkannya rencana kerja dan target bersama, lemahnya kepercayaan antar lembaga, komunikasi yang tidak berjalan konsisten dan continue, serta identitas bersama kolaborator belum terjalin erat. Selanjutya, strategi pengendalian kendala yang digunkan kolaborator ialah retreating, reconfiguring, restructuring dan resolving. Kesimpulan hasil analisa ialah 2 kendala belum memiliki strategi pengendalian, 1 kenadala dikendalikan dengan kurang sesuai (underadjustement) dan sisasnya telah dikendalikan dengan sesuai. Berdasarkan hasil penelitian di atas diharapkan kolaborasi pengamanan pangan dapat ditingkatkan dengan mempertimbangkan kesesuaian kendala dan teknik pengendalian yang diterapkan
Kata Kunci: Keamanan Pangan, Kolaborasi, Pangan Olahan, Industri Rumah Tangga Pangan, keracuna
PERAN TENAGA PELAKSANA ELIMINASI DAN HAMBATAN YANG DIHADAPI DALAM PELAKSANAAN PEMBERIAN OBAT PENCEGAHAN SECARA MASSAL (POPM) FILARIASIS KOTA PEKALONGAN
Kota pekalongan telah melaksanakan POPM filariasis sejak tahun 2011-2015. Akan tetapi hasil Survei Darah Jari angka microfilaria rate masih > 1% dan harus mengalami remidi pada tahun 2017-2018. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran Tenaga Pelaksana Eliminasi (TPE) dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan POPM filariasis di Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 1850 Tenaga Pelaksana Eliminasi. Sampel pada penelitian ini dengan menggunakan simple random samping sehingga di dapat sampel sebesar 95 responden. Data diperoleh dengan wawancara struktur dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran TPE di Kota Pekalongan TPE dalam melakukan penyuluhan menjelang pengobatan massal sudah optimal (53,7%). TPE dalam melakukan pendataan keluarga binaan sudah optimal (97,9%). TPE dalam menyeleksi anggota keluarga binaan yang akan diobati sudah optimal (63,2%). TPE dalam membantu puskesmas menentukan dosis dan pemberian obat pada setiap keluarga binaan sudah opimal (52,6%). TPE dalam pencatatan keluarga binaan yang meminum obat pada kartu sudah optimal (55,8%). TPE dalam pengawasan dan pencatatan reaksi pengobatan yang mungkin timbul serta pelaporan kepada petugas kesehatan sudah optimal (61,1%). Hambatan yang terbesar adalah dalam melakukan pencatatan keluarga binaan yang sudah minum obat (15,8%). TPE diharapkan dapat melakukan pendampingan kepada keluarga binaan saat kegiatan pemberian minum obat POPM
Kata Kunci : POPM, Filariasis, Tenaga Pelaksana Eliminas