Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    PENGARUH DESA WISATA GERABAH TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MELIKAN

    Get PDF
    Desa Melikan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Desa Melikan memiliki beberapa potensi salah satunya yaitu industri gerabah yang menjadi potensi unggulan di Desa Melikan. Desa Melikan saat ini dijuluki sebagai desa wisata gerabah karena mayoritas penduduk Desa Melikan memiliki industri rumahan yang berupa pengolahan tanah liat menjadi gerabah atau keramik. Hampir setiap rumah di Desa Melikan memiliki usaha pengolahan gerabah serta memiliki showroom gerabah yang terletak di depan rumah. Hal ini menjadi daya tarik bagi masyarakat yang berasal dari kecamatan lain/wilayah lain untuk berkunjung ke Desa Melikan. Perkembangan Desa Wisata Gerabah Melikan secara tidak langsung telah merubah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat karena dengan adanya pengunjung atau wisatawan, masyarakat lokal dapat menawarkan jasa yang dapat memfasilitasi wisatawan seperti tour guide, penginapan, dan menjual hasil karya gerabah yang telah diproduksi. Penelitian Pengaruh Desa Wisata Gerabah Terhadap Kondisi Sosial dan Ekonomi Masyarakat Desa Melikan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh status desa wisata terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat lokal. Adapun beberapa metode analisis yang akan digunakan adalah analisis crosstab dan analisis deskriptif. Beberapa proses yang akan dilakukan untuk memperoleh data yang akan digunakan guna analisis yaitu dengan menggunakan form kuesioner, form wawancara, dan survei secara langsung yang ditujukan kepada masyarakat dan instansi pemerintahan untuk mendapatkan data yang akurat sesuai dengan kondisi lapangan yang dapat menggambarkan bagaimana pengaruh desa wisata gerabah bagi masyarakat di Desa Melikan sehingga dapat diketahui dampak status desa wisata terhadap kehidupan masyarakat lokal. Wawancara dilakukan dengan beberapa stakeholder yaitu kepala desa dan pengurus kelompok pengrajin gerabah Desa Melikan. Kuesioner ditujukan untuk masyarakat umum untuk mengetahui karakteristik kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, desa wisata memiliki pengaruh besar terhadap kondisi sosial masyarakat karena dengan adanya desa wisata masyarakat memiliki beberapa kemajuan yaitu dalam hal pergaulan dan bahasa sehari – hari karena saat ini masyarakat sudah mulai mengenal online shop untuk menjajakan hasil produksinya dan sebagian sudah menguasai Bahasa Indonesia guna memperlancar komunikasi dengan wisatawan. Selain itu, desa wisata menjadikan masyarakat menyadari pentingnya keamanan lingkungan sehingga dibentuklah suatu jadwal pos kamling untuk menjaga keamanan desa. Pengaruh desa wisata terhadap kondisi ekonomi masyarakat cukup besar karena dengan adanya desa wisata muncul beberapa pekerjaan sampingan yang dapat menambah pendapatan masyarakat. Setelah dilakukan uji crosstab, dapat disimpulkan bahwa desa wisata berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat terutama pada masyarakat yang bekerja dibidang gerabah. Disisi lain, desa wisata tidak dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) karena pengelolaan desa wisata tidak diambil alih oleh pemerintah dan belum terdapat badan yang mengelola desa wisata gerabah. Setelah mengetahui pengaruh desa wisata terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat diharapkan pemerintah maupun masyarakat sendiri dapat mengembangkan potensi desa wisata sehingga dapat memajukan daerah. Kata kunci : desa wisata, gerabah, ekonomi, sosia

    PENGARUH KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT TERHADAP WAKTU PELAPORAN KEUANGAN (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017)

    Get PDF
    This study aims to examine the effect of audit committee characteristics on the financial reporting time. The characteristics of the audit committee used in this study are the independent audit committee, the audit committee's financial expertise, the size of the audit committee and the frequency of audit committee meetings. The population of this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2013 to 2017. The method used in collecting data is the documentation method, which is done by collecting the literature related to this study. The total sample used in the analysis was 136 companies. The statistical method used in this study is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that (1) there is a significant influence between the Independent Audit Committee on the Company's Financial Reporting Time, (2) the Audit Committee's Financial Expertise has a positive effect on the Company's Financial Reporting Time, (3) there is no significant influence between the Audit Committee Size and Time of Financial Reporting, and (4) Frequency of Audit Committee Meetings has no significant effect on the Company's Financial Reporting Time

    HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN RISIKO KEGEMUKAN (OVERWEIGHT) PADA ANAK USIA DINI (Studi Kasus Kontrol Di Kabupaten Tegal)

    Get PDF
    Latar Belakang : Penggunaan gadget secara terus menerus akan berdampak buruk terhadap kesehatan, anak-anak yang cenderung terus menerus menggunakan gadget akan sangat tergantung dan menjadi kegiatan yang rutin dalam aktifitas sehari – hari, dalam hal ini sering kali anak – anak lebih memilih bermain gadget sehingga menyebabkan anak-anak menjadi malas bergerak dan beraktifitas. Berdasarkan data profil kesehatan kabupaten Tegal, memperlihatkan persentase jumlah anak usia dini yang mengalami kegemukan (overweight ) sebesar 2,38%. Atas dasar hal tersebut maka peneliti akan melakukan penelitian tentang “Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Risiko Kegemukan (Overweight) Pada Anak Usia Dini”. Tujuan: Mengetahui Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Risiko Kegemukan (Overweight) Pada Anak Usia Dini. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus kontrol. Jumlah responden sebanyak 70 responden, terdiri 35 kasus dan 35 kontrol. Variabel independen penelitian adalah penggunaan gadget. Variabel dependen adalah risiko kegemukan (overweight). Analisis secara bivariat dan multivariat. Hasil : Durasi penggunaan gadget lama p= 0,018 (OR=3,580; 95%CI =1,249-10,265) dan frekuensi tinggi p= 0,08 (OR=4.354; 95%CI =1,462-12,961) terbukti memiliki hubungan bermakna berpengaruh terhadap risiko kegemukan (overweight) Simpulan : Penggunaan gadget memiliki hubungan bermakna dengan risiko kegemukan (overweight). Kata Kunci : Gadget, Kegemukan, Durasi, Frekuensi, Anak Usia Dini Background : Continuous use of gadgets will have a negative impact on health, children who tend to continue to use gadgets will be very dependent and become a routine activity in daily activities, in this case children often choose to play gadgets that cause children children become lazy to move and activity. Based on the health profile data of Tegal district, it shows that the percentage of overweight children is 2.38%. On the basis of this, the researcher will conduct a study on "The Relationship of Using Gadgets with the Risk of Overweight in Early Childhood". Purpose : Knowing the Relationship of Using Gadgets with the Risk of Overweight in Early Childhood Methods : This research is an case control study design. The number of respondents was 70 respondents, consisting of 35 cases and 35 controls. The independent variable of research is the use of gadgets. The dependent variable is overhight risk. Bivariate and multivariate analysis. Result : The duration of using old gadgets p = 0.018 (OR = 3.580; 95% CI = 1.249-10.265) and high frequency p = 0.08 (OR = 4.354; 95% CI = 1.462-12,961) proved to have a significant effect on the risk of obesity ( overweight) Conclusion : The use of gadgets has a significant relationship with the risk of overweight. Keywords :Gadgets, Obesity, Duration, Frequency, Early Childhoo

    ANALISIS FAKTOR MANUSIA DAN LINGKUNGAN TERHADAP KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi pada Pengemudi Travel PO.X di Ruas Jalan Curup – Lubuk Linggau, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu)

    Get PDF
    Jalan Curup - Lubuk Linggau merupakan jalan nasional sebagai jalur utama yang menghubungkan provinsi Bengkulu dan provinsi Sumatera Selatan. Jalan ini memiliki banyak daerah rawan kecelakaan sehingga mempunyai tingkat risiko kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Angka kecelakaan sejak tahun 2015-2017 terus meningkat dan pada tahun 2018 angka tersebut menurun namun korban meninggal masih tetap tinggi. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor manusia dan faktor lingkungan terhadap kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Curup – Lubuk Linggau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam kepada 4 orang informan utama dan 4 orang informan triangulasi serta observasi terhadap perilaku pengemudi dan kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas yakni faktor awareness dan faktor anticipation. Faktor awareness meliputi melanggar batas kecepatan kendaraan, tidak menjaga jarak aman, melanggar rambu lalu lintas, mengemudi dalam keadaan lelah, sedangkan faktor anticipation meliputi pengemudi yang tidak melakukan pengecekan pada semua bagian kendaraan, dan pengemudi masih sering melakukan kegiatan lain yang mengganggu konsentrasi. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kecelakaan adalah permukaan jalan yang berlubang, desain jalan yang banyak tikungan tajam/turunan/tanjakan, penerangan jalan yang kurang, dan marka yang sudah tidak terlihat. Saran peneliti perlu adanya peraturan tertulis untuk melakukan pengecekan kondisi kendaraan, pemeliharaan drainase, dan pengawasan beban tonase kendaraan Kata Kunci: Jalan Curup – Lubuk Linggau, Kecelakaan Lalu Linta

    ANALISIS MODEL MATEMATIKA PENGOBATAN KOMBINASI RTI DAN PI PADA SEL T CD4+ Analysis of Mathematical Model for RTI and PI Combination Treatment on CD4+ T Cell

    Get PDF
    Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem imun, sasaran utama virus kebanyakkan adalah sel T CD4+. Reverse transcriptase inhibitors (RTI) berfungsi untuk menghambat proses infeksi virus dan protease inhibitors (PI) berfungsi untuk menghalangi kinerja enzim protease yang memotong protein virus sebelum dirakit membentuk virus baru. Model matematika dibangun dengan kombinasi terapi obat antiretroviral RTI dan PI. Bilangan reproduksi dasar (ℛ0) adalah parameter yang menentukan tingkat keendemikan diturunkan dari Next Generation Matrix (NGM). Titik kesetimbangan tidak terinfeksi stabil asimtotik lokal jika ℛ01. Titik kesetimbangan terinfeksi stabil asimtotik lokal ketika ℛ0>1. Jika 1 dan jika >, maka ℛ0<1. Simulasi numerik digunakan untuk menjelaskan mengenai kemanjuran obat dimana nilai kemanjuran critical drug adalah =0,85. Gabungan dua obat PI dan RTI dengan nilai efikasi overall drug sebesar =0,86 telah efektif dalam menurukan infeksi virus pada sel T CD4+. Kata kunci : Sel T CD4+, HIV, RTI, PI, Bilangan Reproduksi Dasa

    MOTIVASI KERJA PADA PEGAWAI (Studi Kasus di Koperasi Islam Patani Berhad Provinsi Patani Selatan Thailand)

    Get PDF
    ABSTRACT This study aims to find out first, to find out the background of employees who can be loyal (loyal) to work at the Patani Berhad Islamic Cooperative. Secondly, to find out the goals and expectations of employees of the Patani Berhad Islamic Cooperative. Third, to find out the Intrinsic work motivation has an effect on the work motivation of Patani Berhad Islamic Cooperative employees. Fourth, to determine Extrinsic work motivation has an effect on the work motivation of Patani Berhad Islamic Cooperative employees. at Patani 72 M.7 Location Jl. Ya'rang T. Talubok A. Muang CH. Pattani (Thailand). This research is a type of qualitative research, namely the findings in the study are analyzed by words or sentences. While the research specifications used are descriptive qualitative which aims to collect information or data to be compiled, explained and analyzed. The method of data collection in this study is first, Interview (Interview) is a method of collecting data by asking questions directly to an authorized person who is a form of interaction between two people face to face, which is an information requester and another is a narrator source. Second, the documentation in this study is in the form of research permits, photographs, attachments, respondent data, and cooperative structure data. Third, Observation is the process of getting data from first hand by observing individuals and locations when conducting research. While the data analysis method that the researcher uses in this study is descriptive analysis with inductive techniques. The results of this study are that work motivation on employees in Islamic cooperatives is influenced by internal motivation factors and extrinsin motivation factors. Intrinsic motivation factors consist of values or beliefs, perceptions, needs, goals, desires/expectations, attitudes, abilities, behaviors. Extrensic factors, compensation, work environment, perception of organizational support, organizational culture, work characteristics, which can be seen in their work. Keywords: Motivation, Intrinsic Motivation Factors, Extracurricular Motivation Factors, Islamic Perspective, Qualitative

    GAMBARAN KESIAPSIAGAAN KELUARGA TERHADAP BENCANA BANJIR ROB DI SEMARANG

    No full text
    Coastal flood is the flood caused by high tide. Coastal flood often occurs in some regions in Indonesia. One of them is in the city of Semarang. One of the efforts to prevent and reduce the risk of coastal flood is preparedness. Family is one of the stakeholders of preparedness. According to the 2006 LIPI-UNESCO/ISDR, there are five preparedness parameters. They are knowledge and attitudes, emergency planning, policies and guidelines, early warning systems, and resource mobilization. This study has a purpose to describe the household preparedness for coastal flood in Semarang. The research was quantitative descriptive. The sample was chosen by using accidental sampling technique. There were 124 respondents in total. In collecting the data, the researcher used a questionnaire that had been tested by three experts with construct validity of 0.368-0.702 and reliability of 0.735 (reliable). The majority of respondents (84.7%) stated that they were affected by coastal flood. Coastal flood is a serious problem and can have an impact on the family, to reduce the impact families can make preparedness.The results showed that there were still families who considered household preparedness sufficient (37.1%) and poor (8.95%). The majority of respondents (83.1%) had never received preparedness training. The majority of respondents (80.6%) did preparation in dealing with coastal flood, respondents (62.1%) had an early warning system in the environment and (64.5%) had household planning to be more resistant to coastal flooding. Families are expected to be able to attend disaster preparedness training and make emergency preparations

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇