71404 research outputs found
Sort by
PENGARUH TEKANAN TERHADAP JUMLAH CAKE PADA PROSES FILTRASI CaCO3 MENGGUNAKAN ALAT FILTRATION PLATE AND FRAME DENGAN VARIABEL TETAP ( PENGADUKAN,WAKTU, DAN KONSENTRASI) THE EFFECT OF PRESSURE ON CAKE NUMBER IN THE CaCO3 FILTRATION PROCESS USING THE FILTRATION PLATE AND FRAME TOOLS WITH FIXED VARIABLES (SETTING, TIME AND CONCENTRATION)
ANALISA PENGARUH TEKANAN TERHADAP HASIL FILTRAT DENGAN ALAT FILTRASI PLATE AND FRAME FILTER PRESS MENGGUNAKAN LIMBAH BASAH (ONGGOK)DARI PABRIK TEPUNG TAPIOKA (Analysis Of The Effect Pressure On The Results With Plate And Frame Press Filtration Eqquipment Using Wet Waste (onggok) From Tapioca Flour Manufacture)
Pengaruh Beda Konsentrasi Terhadap Filtrasi Nira Menggunakan Plate and Frame Filter Press ( Different Effects of Concentration on Filtration of Nira Using Plate and Frame Filter Press)
Nira merupakan cairan hasil perasan yang diperoleh dari penggilingan tebu yang
berwarna coklat kehijauan. proses pemurnian untuk menghilangkan zat pengotor yang terdapat
pada nira. Filter yang digunakan untuk menyaring nira adalah Plate and Frame Filter Press,
Filter jenis ini terdiri dari beberapa piringan yang memiliki permukaan yang licin dan pinggiran
yang tipis. Penggunaan variable konsentrasi umpan 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5. Dengan
menggunakan tekanan tetap 2 kg/cm
2
dan laju alir bukaan valve ½ bukaan, dihitung nilai tahanan
spesifik ampas (α), tahanan ampas (Rc), tahanan medium filter (Rm), laju filtrasi (dv/dt) untuk
mengetahui efesiensi kinerja alat plate and frame filter press. Proses dilakukan dengan
mengalirkan larutan umpan ke alat filtrasi secara batch. Hasil perhitungan menunjukkan nilai α,
Rc, dan Rm tertinggi pada konsentrasi 1:1 yaitu α (1,34x10
7
m/kg), Rc (9,13x10
8
m
-1
), Rm
(4,20x10
11
m-1
), namun laju filrasi tertinggi pada konsentrasi 1:5 sebesar (2,21x10
-10
m/s
2
), hal
tersebut karena tahanan cake dan medium filter yang paling kecil pada konsentrai 1:5. Untuk
mengetahui efesiensi produk yang dihasilkan, dilakukan pengukuran konsentrasi nira pada filtrat
hasil filtrasi. Pengujian konsentrasi menggunakan centrifuge dan analisa Total Suspended Solid
(TSS). Dari hasil analisa centrifuge terlihat bahwa konsentrasi umpan semakin besar, maka nira
yang dihasilkan semakin besar konsentrasinya. Konsentrasi nira tertinggi yaitu 5%, terdapat pada
variable konsentrasi umpan tertinggi yaitu1:1. Begitu pula dengan uji TSS, konsentrasi umpan
1:1 menghasilkan TSS terbesar yaitu 0,914 gr/ml.
Kata Kunci : Nira, filtrasi, konsentrasi, plate and frame filter pres
PENGARUH LAJU AIR FILTRASITERHADAP HASIL CAKE FILTRASIKOPI LOKAL MENGGUNAKAN FILTRASI FILTER PRESS PLATE AND FRAME
Indonesia merupakan negara agraris artinya sektor pertanian memegang peran penting dari keseluruhan
perekonomian nasional. Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia dengan adanya
tenaga kerja dan luas lahan yang memadai, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat setelah
Brazil, Vienam, dan Kolombia. Pada tahun 2017 produksi kopi di Indonesia yaitu 666.992 ton, sedangkan
produksi kopi di Medan mencapai 66.044 ton. Filtrasi adalah teknik pemisahan padat-cair yang umum di
industri. Filter yang memiliki berbagai geometri dan mekanisme, beroperasi dengan mendorong suspensi
partikel terhadap membran semi-permeabel dan ekstrusi cairan (biasanya air). Padatan tersuspensi ini tidak
bisa melewati membran dan filter cake. Salah satu jenis filtrasi pada industri yaitu filter press tipe plate and
frame. Metode penelitian ini menggunakan analisis data yang diambil pada praktikum menggunakan alat
filtrasi bertipe plate and frame filter press untuk menganalisa hasil cake dan filtratnya. Filtrasi adalah proses
penyaringan untuk menghilangkan zat padat tersuspensi dari air melalui media berpori yang akan
menghasilkan cake. Solvent yang digunakan adalah air. Tujuan kegiatan Tugas Akhir ini adalah mengetahui
uji kinerja alat filtrasi plate and frame dengan melihat hasil analisa dari cake yang diperoleh. Variable yang
digunakan adalah pengaruh besarnya pelarut, laju alir , waktu, dan konsentrasi bahan yang tetap. Dari hasil
yang ada, efisiensi hasil yang paling baik dari nilai cake, nilai densitas, nilai viskositas maupun nilai filtrate
yaitu variable 3, hal ini karena nilai tahanan cake yang dihasilkan semakin lama semakin menurun dari valve
1 sampai 5 didapat cake basah 147,11 gr turun menjadi 60,40 gr dan cake kering 89,37 gr turun menjadi
55,31 gr, densitas berbanding lurus dengan viskositas semakin lama semakin menurun dan nilai filtrate yang
dihasilkan dari valve I sampai V sudah sesuai dengan teori dimana mengalami penurunan. analisa kinerja alat
plate and frame filter press dengan menggunakan perhitungan nilai densitas, viskositas, cake dan konsentrasi
filtrat yang dihasilkan. Kopi Lokal merupakan variable bahan yang digunakan dalam menganalisa kinerja
plate and frame filter press. Pada penelitian ini digunakan proses penyaringan menggunakan alat Plate and
Frame Filter Press dengan variable beda laju alir diajukan sebagai hipotesa untuk menentukan laju filtrasi.
Efisiensi yang baik menjadi patokan kinerja alat filtrasi, dimana semakin tinggi nilai efisiensi maka semakin
baik kinerja alat.
Kata kunci : Cake, Densitas, Viskositas, Filtrat, Kopi Loka
FAKTOR - FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN NEEDLESTICK INJURY PADA PERAWAT BAGIAN RAWAT INAP RS X, KOTA SEMARANG
Needlestick Injury (NSI) sebagai luka yang disebabkan oleh jarum yang secara tak disengaja menusuk kulit, dapat disebabkan oleh jarum suntik seperti jarum suntik hipodermik, jarum pengambil darah, stylet intravena, dan jarum penghubung dari sistem pengiriman intravena. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hubungan antara umur, jenis kelamin, masa kerja, tingkat pendidikan, persepsi terhadap risiko, pelatihan bekerja aman dan tindakan tidak aman dengan kejadian needlestick injury pada perawat bagian rawat inap RS X, Kota Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik deskriptif dengan model studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 perawat bagian rawat inap RS X, Kota Semarang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya untuk mengetahui umur, jenis kelamin, masa kerja, tingkat pendidikan, dan keikutsertaan pelatihan bekerja aman serta mengukur persepsi risiko dan tindakan tidak aman. Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 21 perawat (29.9%) mengalami needlestick injury dalam 1 tahun terakhir serta menunjukan ada hubungan antara umur (sig 0.015), masa kerja (sig 0.001), dan tindakan tidak aman (sig 0.001) dengan kejadian needlestick injury. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin (sig 0.552), tingkat pendidikan (sig 1.000), persepsi risiko (sig 0.625), dan pelatihan bekerja aman (sig 0.271) dengan kejadian needlestick injury. Untuk mencegah dan mengurangi kejadian needlestick injury pihak rumah sakit sebaiknya meninjau ulang SPO injeksi dengan lebih memperhatikan needle recapping dan perilaku penggunaan safety box serta meninjau ulang sistem pelatihan yang ada agar lebih efektif dan efisien. Pihak rumah sakit juga sebaiknya memperbaiki manajemen data mengenai NSI untuk mendeteksi dan menekan kejadian needlestick injury
Kata Kunci: Needlestick injury, Rumah Sakit, Perawat Rawat Inap, Keselamatan Rumah Sakit, Loss Causation Mode
PENGARUH KONSENTRASI CaCO3 TERHADAP HASIL CAKE PADA FILTRASI MENGGUNAKAN ALAT PRESS FILTER PLATE AND FRAME DENGAN PENAMBAHAN METHYL ORANGE (The Effect of CaCO3 Concentration on Cake Results in Filtration Using Press Filter Plate and Frame with the Addition of Methyl Orange)
ANALISIS SUFIKS PENANDA TEMPAT –YA , –KAN , –TEN DALAM BAHASA JEPANG 日本語における接尾辞「~屋、~館、~店」
ABSTRACT
Inayah, Riska Shofiatun. 2019. “Analisis Sufiks –ya, –kan, –ten dalam Bahasa Jepang”. Thesis. Department of Japanese Language and Culture, Faculty of Humanities, Diponegoro University. The advisor: Lina Rosliana, S.S., M.hum.
The research aims is to describe the structure and meaning of suffix showing a places in Japanese language. Furthermore , this research also to describe the possibilities of the suffix –ya –kan and –ten to subtitute each other.
The data which is used are obtained from the Japanese website and online news articles. The data were collected by observation method and writing technique. Then for data analysis using the agih method. The results of the analysis are presented by an informal method which explained with a simple word.
Based on the result of the analysis, suffix –ya –kan and –ten mostly attached on a noun, but there is one data that attached on adjective. The suffix –ya and –ten can be attached on all of the word class (hinshi) but suffix –kan only attacehd on kango and gairaigo. The suffix –ya –kan and –ten is used to indicate places in Japanese. Suffix –ya showing a place in the form of a shop or a house. The suffix -kan shows the place in the form of large buildings including (meetinghouses, large houses, commercial buildings, western-style buildings), lodging, government offices, public buildings / facilities and training centers for school facilities. While the suffix -ten shows a place in the form of a store or stand that sells services or products. Those suffixes can replace each other if the place shows a place for commercial purposes, but although they can replace each other the three suffixes have different images. Suffix –ya have an image that the place is coming from an independent business, owned by the family, usually this shop has been around for a long time and the scale of the business is smalle than suffix –ten. The suffix –kan has an image that the place coming from big business from big company and also have a big building. The suffix –ten have an image that the place comes from newer and modern business industry and the scale of the business is slightly larger than the suffix -ya .
Keywords : Suffix –ya, Suffix –kan, Suffix –ten , structure, meaning, substitutio
PENERAPAN WILDLIFE HAZARD MANAGEMENT SEBAGAI UPAYA KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG
Keselamatan penerbangan merupakan hal utama yang harus perhatikan dalam pengoperasian pesawat. Burung dan hewan liar memiliki dampak yang sangat serius terhadap operasional pesawat bahkan berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mengalami 2 kejadian serangan burung dan hewan liar tidak terkonfirmasi antara tahun 2014 sampai 2017. Manajemen burung dan hewan liar di area bandar udara sangat penting dilakukan untuk mengurangi dampak dari bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh keberadaan burung dan hewan liar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan wildlife hazard management di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai upaya keselamatan penerbangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan studi dokumen perusahaan dan observasi lapangan. Subyek penelitian ini terdiri dari 4 orang informan utama,diantaranya adalah 2 orang Environment and terminal landside officer dan 2 orang Apron movement controller serta 2 orang informan triangulasi, diantaranya adalah 1 orang SMS & OSH officer dan 1 orang SMS & OSH section head. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara mendalam dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian,Bandar Udara Intenasional Jenderal Ahmad Yani Semarang secara umum sudah menerapkan wildlife hazard management sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perubungan Udara Nomor: SKEP/42/III/2010 tentang petunjuk dan tata cara peraturan keselamatan penerbangan sipil bagian 139 – 03 manajemen bahaya hewan liar di bandar udara dan sekitarnya sebagai upaya keselamatan penerbangan
Kata Kunci: Bandar udara,wildlife hazard management, Keselamatan Penerbanga
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR PEMBENTUK PERILAKU DENGAN SAFETY BEHAVIOR PADA PEKERJA DEPO LOKOMOTIF PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)DAOP IV SEMARANG (STUDI PADA PEKERJA UNIT PERAWATAN DAN UNIT PEMERIKSAAN)
Perilaku aman adalah tindakan atau perbuatan dari seseorang atau beberapa orang pekerja yang memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan terhadap pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor pembentuk perilaku yang berhubungan dengan safety behavior pada pekerja unit perawatan dan unit pemeriksaan Depo Lokomotif PT. KAI Daop IV Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik menggunakan studi cross-sectional dengan desain penelitian observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu 37 pekerja unit perawatan dan unit pemeriksaan Depo Lokomotif PT. KAI Daop IV Semarang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menggunakan uji statistik chi-square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang K3 (sig0,006), sikap tehadap K3 (sig 0,022), motivasi berperilaku aman (sig 0,017) ketersediaan APD (sig 0,028), peran pengawas (sig 0,005) ,peran rekan kerja (sig 0,039) dan promosi keselamatan (sig 0,036)dengan perilaku aman. Tidak ada hubungan antara umur(sig 0,260), masa kerja(sig 0,260), serta reward dan punishment (sig 0,495)dengan perilaku aman.Sebanyak 64,9% responden sudah memiliki perilaku aman yang baik. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pekerja terkait K3 sebaiknya perusahaan menambahkan materi terkait K3 saat upacara pagi, dan menyediakan poster atau media informasi terkait K3 dan prosedur perusahaan di ruang istirahat pekerja. Untuk meningkatkan motivasi berperilaku aman pekerja dan kewaspadaan pekerja untuk bertindak tidak aman maka dibutuhkan reward dan punishment yang jelas dan tegas
Kata Kunci: Perilaku aman, Pekerja, Unit perawatan dan unit pemeriksaa
Peninjauan Ulang Perhitungan Struktur atas The Development Of New Building ,New Infrastruktur,and Facilities That Integrated The Building In State University Of Surabaya
Proyek The Development Of New Buildings, New Infrastruktur, and Facilities
That Intergrated the Buildings in State University of Surabaya merupakan gedung
yang dibangun oleh PT. PP Persero Tbk Jo PT. Hutama Karya Persero Tbk., Proyek
ini dibangun pada tempat yang cukup strategis, yaitu di wilayah kampus Universitas
Negeri Surabaya Lidah Wetan, Surabaya. Pembangunan The Development Of New
Buildings, New Infrastruktur, and Facilities That Intergrated the Buildings in State
University of Surabaya ini terbagi dalam 3 tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan dan tahap pemeliharaan. Pada proses pelaksanaan selama penulis
magang, terdapat pekerjaan struktur bawah berupa pile cap dan struktur atas berupa
balok, kolom, dan plat lantai. Gedung ini direncanakan terdiri dari 9 lantai, dan mutu
beton yang digunakan adalah K300 untuk pile cap, kolom dan balok, dan K250 untuk
plat. Proyek ini direncanakan dengan waktu pelaksanaan selama 425 Hari Kalender,
dan waktu pemeliharaan selama 360 Hari Kalender. Jenis kontrak pada proyek ini
bersifat lump sump, yaitu biaya pekerjaan sudah ditentukan, sehingga tidak bisa
terjadi tambahan biaya pada pekerjaan. Proyek ini memiliki area seluas ±8.715 m²,
dengan luas bangunan seluas ±32.76 m², dan tinggi total bangunan ±57.30 m.
Laporan ini membahas metode pelaksanaan pekerjaan serta peralatan yang
digunakan. Proyek ini juga memiliki pengendalian dalam bidang mutu, waktu, biaya,
dan Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L).
Kata Kunci : balok ,kolom, plat lanta