Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN PATI

    No full text
    Wilayah Kabupaten Pati mempunyai kondisi alam, geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang rawan terhadap bencana dengan frekuensi yang cukup tinggi, sehingga memerlukan penanganan yang sistematis, terpadu dan terkoordinasi untuk menangani potensi terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Pati. Berdasarkan pada pertimbangan diatas maka pemerintah Kabupaten Pati mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pati No.4 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pati yang menandakan dibentuknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pati. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian hukum ini adalah (1) Bagaimanakah tugas dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pati dalam merumuskan kebijakan terhadap penanganan bencana?, (2) Bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pati dalam menangani bencana?, (3) Apa kendala yang dihadapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pati dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dan bagaimana solusinya? Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannya menggunakan pola deskripsi analitis. Data yang digunakan ialah data kepustakaan yang kemudian dilengkapi dengan wawancara. Data yang terkumpulkan akan dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil dari penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam perumusan dan penetapan kebijakan penanganan bencana BPBD hanya berperan sebagai pengusul kebijakan. Dalam penanganan bencana terdiri dari tahap prabencana, tanggap darurat, dan tahap pascabencana. Pada tahap prabencana BPBD melakukan beberapa tindakan yaitu pembuatan peta rawan bencana, kerjasama dengan relawan, kajian resiko bencana, sosialisasi, simulasi/pelatihan, dan peringatan dini. Sedangkan dalam tahap tanggap darurat BPBD melakukan penyelamatan dan evakuasi. Pada tahap pascabencana BPBD melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Hambatan yang dialami BPBD Kabupaten Pati pada saat menjalankan penanganan bencana yaitu berasal dari kurangnya anggaran dan dari sifat dan pola pikir masyarakat yang susah untuk dirubah. Solusi dari hambatan yang timbul ialah pihak BPBD Kabupaten Pati telah mengajukan usulan peningkatan anggaran kepada pemerintah daerah dan berusaha menyadarkan masyarakat melalui sosialisasi bahwa masyarakat ambil bagian sebagai salah satu penyebab terjadinya bencana

    Laporan Tugas Akhir PENGOLAHAN AIR SUMUR MELALUI METODE OZONISASI DARI PELUAHAN MUATAN LISTRIK (Variasi : Tegangan Tinggi dan Debit Aliran Udara)

    Get PDF
    ABSTRAK Akhir – akhir ini Indonesia sudah mulai memasuki kondisi penurunan kualitas air bersih terutama air tanah, padahal air bersih merupakan kebutuhan primer yang harus terpenuhi untuk setiap manusia. Ozon merupakan salah satu oksidan yang sangat reaktif sehingga diyakini mampu mengoksidasi untuk menyisihkan beberapa parameter dalam air bersih. Prinsip generator ozon dengan peluahan muatan listrik yaitu ketika listrik dialirkan melalui elektroda dalam akan terjadi lucutan elektron dan lucutan elektron tersebut yang akan bereaksi dengan udara bebas yang mengandung O2 sahingga terbentuklah O3 (ozon). Pada penelitian ini dibuat generator ozon dengan peluahan muatan listrik berpenghalang dielektrik dengan variasi tegangan tinggi 12 kV, 13 kV dan 14 kV dan variasi debit udara 0,5 liter/menit, 1,0 liter/menit dan 1,5 liter/menit. Ozon yang telah dibuat dengan generator selanjutnya dikontakkan dengan air sampel air tanah yang memiliki kandungan besi 5,85 mg/liter dan mangan 0,45 mg/liter yang belum memenuhi persyaratan kualitas air minum menurut standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum yaitu 0,3 mg/liter untuk besi dan 0,4 mg/liter untuk mangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ozonisasi dengan prosuksi konsentrasi ozon sebesar 33,41 ppm ini mampu menurunkan parameter kadar besi hingga 23% dari 5,85 mg/liter menjadi 4,53 mg/liter setelah proses ozonisasi, sementara variasi tersebut mampu menyisihkan mangan hingga 69% dari 0,45 mg/liter menjadi 0,14 mg/liter setelah proses ozonisasi. Kata Kunci : Air Sumur, Besi, Mangan, Ozon, Proses Ozonisasi, Peluahan Muatan Listri

    THE SOCIAL CLASSES IN “THE GREAT GATSBY” MOVIE

    Get PDF

    KAMPANYE PEMASARAN SOSIAL GERAKAN BERSAMA SEKOLAH TANGGAP DAN PEDULI BULLYING DALAM PENANGANAN ANTI PERUNDUNGAN DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Based on data released from the website in 2011-2017 KPAI received 26,000 complaints of bullying cases. The United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) in 2016 ranked Indonesia first in terms of child abuse or violence. The Mayor of Semarang Hendar Prihadi explained that based on the report of the DPKAD) the level of bullying in Semarang reached 84% and occurred at the elementary-high school level. This was responded by the Semarang City Government by establishing the RDRM (Rumah Duta Revolusi Mental) in which there was a Geber Septi program (Gerakan Bersama Sekolah Peduli dan Tanggap Bullying) on February 17, 2016. With the RDRM and the Geber program Septi is expected to break the chain of bullying and create conducive conditions both socially and mentally for students in Semarang. In this study, discussed about the social marketing campaign strategy of Geber Septi in dealing with bullying in Semarang. This study uses a qualitative research method with a case study approach, using AIDDA theory and the Instrumental Theory of Persuasion. The results of this study indicate that the Geber Septi Program has been designed by the RDRM Team both online and offline to increase knowledge, awareness, and community empowerment in the field of psychological interventions in cases of harassment in schools. In the communicator strategy all messages delivered under the supervision of the RDRM team, and the resource person must have credibility, communication skills, personality, and scientific or professional abilities. In the message strategy, the message made is informative and educative and coercive. The media used by RDRM in promoting Geber Septi are Exhibition, Banner, Brochure and MMT. In digital promotion, RDRM uses the Website and Instagram. Based on website activity data as of September 2018, there has been an increase in reports of cases of violence reported by students, teachers, and parents from 2016 to 2018. This shows that there is an increase in the Semarang City community's knowledge about the Geber Septi program. , but it's still not optimal because there are still 472 followers, 23 accounts that are followed, and the instagram feeds have not been updated regularly due to limited human resources. The RDRM also formed an ambassador for a mental revolution to carry out the Geber Septi campaign, but currently it cannot run anymore because it often collides with school learning activities. RDRM also has not succeeded in collaborating with NGOs xix inSemarang in dealing with bullying. In addition, RDRM also uses Radio, Psychology Worksheets, Power points, Modules and Pocketbooks as promotional media. In the audiences strategy, RDRM grouped the audience into three parts, namely teachers, students, and parents. RDRM also pays attention to other aspects such as socio-demographic, psychological, and behavioral characteristics of the community to design approaches in conducting socialization, marketing, and message planning

    KOHESI LEKSIKAL DAN KOHESI GRAMATIKAL DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE

    Get PDF
    Khairunisa, Hanifa Dwinda. 2019. "Lexical Cohesion and Grammatical Cohesion in Rain Novels by Tere Liye." Thesis (S-1) Indonesian Literature Departement. Faculty of Humanities Diponegoro University Semarang. This research aims to explain: 1) a marker of lexical cohesion in Rain novel written by Tere Liye; and 2) markers of grammatical cohesion in Rain novel written by Tere Liye. This type of research is a qualitative descriptive study. The source of data is a novel entitled Rain by Tere Liye which consists of 32 episodes of 320 pages published by Gramedia Pustaka Utama, Jakarta in 2016. The data of this research were collected through observation method by reading. The basic technique of this method was note technique. The data were analyzed by using Segmenting Immediate Contituens Technique as the basic technique of distribuional method and extended techniques, namely subtitution and deletion techniques. While the technique of presenting the results of data analysis uses informal presentation methods. The results of this study are: 1) lexical cohesion in the form of repetition (tautotes repetition, anaphora repetition, mesodiplosis repetition, and epistrofa repetition), synonymy, antonymy or opposition (absolute opposition, polar opposition, and relations opposition), collocation, hyponyms and equivalence; 2) grammatical cohesion in the form of pronouns or references (persona referencing, demonstrative referencing of time and place and comparative referencing), substitution (verbal substitution, fraction substitution, and clause substitution), ellipses and compilation or conjunction. Keywords: novel, cohesion, lexical cohesion, grammatical cohesion

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇