Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    Implementasi Kebijakan Pengawasan Dalam Izin Pengelolaan Air Tanah di Kota Semarang

    Get PDF
    Sebesar 80% kebutuhan air bersih masyarakat berasal dari air tanah, terutama di daerah urban, pusat industri, dan permukiman yang perkembangannya cukup pesat, begitu pula dengan Kota Semarang. Permasalahan yang dihadapi dari pengelolaan air tanah di Kota Semarang adalah pemanfaatan air tanah yang umumnya tidak efisien dan sembarangan yang dapat dilihat dari keberadaan banyaknya sumur bor pengambilan air tanah, dengan debit yang tidak terkontrol atau bahkan tidak terdata, salah satu upaya yang dilakukan adalah pengawasan terhadap izin pengambilan air bawah tanah yang dilakukan oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh para pelaksana berdasarkan peraturan yang sudah ada, kemudian mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh pada pelaksanaan pengawasan dalam izin pengelolaan air tanah di Kota Semarang menggunakan teori Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instansi dinas terkait, yaitu Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah telah berupaya untuk melaksanakan kebijakan tersebut namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, yaitu lemahnya pengawasan, kurangnya sumber daya manusia, kurangnya kesadaran masyarakat, dan kurangnya sosialisasi sehingga dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan pengawasan dalam izin pengelolaan air tanah di Kota Semarang belum berjalan dengan baik dan optimal. Kata kunci : Implementasi, Pengawasan, Perizinan, Air tana

    The bioactivity of bacterium and fungi living associatewith thespongeRenierasp.against multidrug-resistant Staphylococcus aureusand Escherichia coli

    Get PDF
    The bioactivity of bacterium and fungi living associate with the sponge Renierasp.against multidrug-resistant Staphylococcus aureusand Escherichia coli.Biodiversitas 20:2302-2307.The study aimed to isolate and identify the sponge-associated microorganisms producing the antibacterial substances. The sponge Renierasp. was collected by hand during skin diving in Karimunjawa Islands, Indonesia. The microbial symbionts were isolated with the dilution method and screened with the overlay method against the MDR S. aureusand E. coli. The bacterium was cultured in Zobell medium, while the fungi were cultured in malt extract broth (MEB) medium. The isolates were identified based on the molecular method. A total of 46 bacteria and 43 fungi were isolated, which 7 bacteria and 20 fungi exhibited antibacterial activity against the MDR E. coliand S. aureusstrains.The molecular identification revealed that theactive isolates close toPseudoalteromonas maricaloris(99%), Aspergillus nomius(96%),Eurotium rubrum(99%), and Penicilliumsp. (100%). Fractionation of K.J.16.U extract gave a fraction that active totheS. aureusand E. colistrains at concentration 150 and 15 μg disk-1. The fraction K.J.16.U.1.4.4 exhibited stronger activity than that exhibited by chloramphenicolat 150 μg disk-1. The sponge Renierasp. collected from Karimunjawa Islands comprise bacterial and fungal isolates produced antibacterial compounds that inhibited the growth the MDR E. coliand S. aureusstrain

    REKRUTMEN ETNIS TIONGHOA DI ENAM PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN ANGGOTA DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA PASCA-ORDE BARU (1999-2014)

    Get PDF
    Pada Pemilihan Umum (Pemilu) di era pasca-orde baru pada kontek pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terjadi peningkatan jumlah partai politik mengakomodasi etnis Tionghoa menjadi Caleg. Pada keempat Pemilu ini juga terlihat meningkatnya ekspektasi etnis Tionghoa menjadi Caleg DPRD Provinsi Sumut. Peningkatan jumlah partai mengakomodasi etnis Tionghoa menjadi Caleg DPRD Provinsi terlihat pada Pemilu tahun 1999 terdapat 2 persen (1 dari 48 partai) dengan jumlah Caleg etnis Tionghoa 1 orang. Pemilu tahun 2004 terdapat 12,5 persen (atau 3 dari 24 partai) jumlah Caleg etnis Tionghoa 3 orang. Pemilu 2009 terdapat 21 persen (atau 8 dari 38 partai nasional) jumlah Caleg etnis Tionghoa 10 orang. Pemilu 2014 terdapat 50 persen (6 dari 12 partai nasional) jumlah Caleg etnis Tionghoa 12 orang. Meningkatnya ekspektasi partai dan etnis Tionghoa pada empat Pemilu di era pasca-orde baru tidak memperlihatkan terjadinya peningkatan jumlah etnis Tionghoa yang terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sumut dengan hasil Pemilu 2004 terpilih 1 Caleg, Pemilu 2009 terpilih 3 Caleg dan Pemilu 2014 terpilih 2 Caleg. Ditengah sistem Pemilu demokrasi yang terbuka dan pada daerah demografi yang plural mengapa keterpilihan Caleg etnis Tionghoa rendah di empat Pemilu era pasca-orde baru dalam kontek pemilihan anggota DPRD Provinsi Sumut. Disertasi ini mengambil posisi untuk menganalisis rekrutmen Caleg etnis Tionghoa di enam partai politik pada pemilihan anggota DPRD Provinsi Sumut di era pasca-Orde Baru (Pemilu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014) dan mengapa keterpilihan Caleg etnis Tionghoa rendah menjadi anggota DPRD Provinsi Sumut. Disertasi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Data didapatkan melalui wawancara, studi pustaka dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian disertasi ini mendapatkan temuan bahwa rekrutmen Caleg etnis Tionghoa di enam partai politik berlangsung di secara serimonial dengan tiga pendekatan 1) ideologis, 2) elitis dan 3) pragmatis. Rendahnya keterpilihan Caleg etnis Tionghoa di daerah pemilihan yang plural dengan sistem demokrasi terbuka dikarenakan beberapa sebab yaitu: 1) keterbatasan figur dikalangan etnis Tionghoa yang memenuhi kriteria kelayakan pada konsep Norris (2006), 2) akseptabilitas (daya keberteriman pemilih terhadap Caleg di Dapil) yang dipengaruhi dua sebab yaitu: a) kendala sejarah dan b) eksklufitas kehidupan sosial etnis Tionghoa, 3) Heterogenitas etnis Tionghoa, 4) Persaingan ketat di Dapil dan 5) Perilaku transaksional yang cenderung tidak loyal di antara Caleg dengan pemilih. Kata kunci: Partai Politik, Etnis Tionghoa, Calon Legislatif, Rekrutmen, Pasca-Orde Baru

    Implementasi Penggunaan dana BOS untuk Pengembangan Guru dan Fasilitas Sekolah di SMP Kota Semarang

    Get PDF
    Implementasi penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan untuk segala lapisan masyarakat dengan membiayai kegiatan-kegiatan operasional sekolah. Tetapi dana BOS tadi bisa dipakai juga untuk hal lain yaitu pengembangan guru dan fasilitas sekolah yang terdapat dalam komponen pengembangan profesi guru, tenaga kependidikan dan pengembangan manajemen sekolah sedangkan untuk fasilitas terdapat dalam komponen pemeliharaan sarana prasarana dan pembelian alat multimedia pembelajaran. Namun, masih belum semua sekolah memenuhi seluruh komponen penggunaan dana BOS termasuk komponen untuk pengembangan guru dan fasilitas sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Kota Semarang yaitu SMP Negeri 1, 2 dan 19 Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan berdasarkan implementasi yang dilakukan masih belum memenuhi seluruh komponen BOS terutama komponen pengembangang guru dan komponen fasilitas sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi penggunaan dan BOS untuk pengembangan guru dan fasilitas sekolah di SMP Kota Semarang dan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi penggunaan dana BOS untuk pengembangan guru dan fasilitas sekolah di SMP Kota Semarang. Peneliti menggunakan model implementasi van Meter dan van Horn dengan menggunakan pendekatan top-down. Berdasarikan hasil penelitian, implementasi penggunaan dana BOS untuk pengembangan guru dan fasilitas sekolah di SMP Kota Semarang belum optimal akibat dipengaruhi faktor sasaran dan tujuan yaitu tidak adanya kepastian dan penilaian dalam memenuhi komponen pengembangan guru dan fasilitas sekolah serta tidak ada reward yang diberikan ke sekolah sebagai pelaksana untuk memberikan stimulus dalam memaksimalkan penggunaan dana BOS Katakunci : Implementasi, bantuan operasional sekolah, pengembangan guru

    EVALUASI KUALITAS AIR SALURAN PEMBUANGAN DI SEKITAR SUNGAI GARANG SEGMEN V MENGGUNAKAN SOFTWARE SWMM STUDI KASUS : KELURAHAN KALIPANCUR, KECAMATAN NGALIYAN

    Get PDF
    ABSTRAK Sungai Garang segmen V dimulai dari Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati sampai dengan Kelurahan Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Kelurahan Kalipancur merupakan wilayah yang berada di sebelah utara Sungai Garang segmen V dengan penggunaan lahan pemukiman, komersial, dan lahan terbuka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban pencemaran yang dihasilkan, mengetahui pengaruh penggunaan lahan terhadap kualitas air saluran pembuangan yang menuju Sungai Garang segmen V menggunakan software Storm Water Management Model (SWMM), serta mengetahui skenario upaya pengendalian lingkungan menggunakan teknologi Low Impact Development (LID). Parameter pencemar yang di evaluasi yaitu parameter TSS, BOD, COD, amonia, minyak dan lemak, dan total coliform. Penelitian ini mengambil sampel di 3 titik pengamatan di saluran pembuangan. Beban pencemaran yang dihasilkan oleh titik pengamatan 1 untuk parameter TSS 2.614,49 kg/tahun, BOD 3.646,52 kg/tahun, COD 6.990,52 kg/tahun, amonia 123,84 kg/tahun, minyak dan lemak 83,94 kg/tahun, total coliform 2,06x1016 kg/tahun. Beban pencemaran yang dihasilkan oleh titik pengamatan 2 untuk TSS 5.849,38 kg/tahun, BOD 8.158,34 kg/tahun, COD 15.639 kg/tahun, amonia 277,08 kg/tahun, minyak dan lemak 187,80 kg/tahun, total coliform 4,62x1016 kg/tahun. Beban pencemaran yang dihasilkan oleh titik pengamatan 3 untuk TSS 1.895,06 kg/tahun, BOD 2.459,68 kg/tahun, COD 5.066,8 kg/tahun, amonia 89,77 kg/tahun, minyak dan lemak 60,84 kg/tahun, total coliform 1,5x1016 kg/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan beban pencemaran domestik menunjukkan bahwa semakin besar luas lahan, maka semakin besar pula beban pencemaran yang dihasilkan. Dari data kualitas air, dapat ditentukan nilai Event Mean Concentration (EMC) yang sesuai dengan penggunaan lahan di Kelurahan Kalipancur menggunakan software SWMM. Pada uji kualitas air terdapat parameter yang melebihi baku mutu yaitu total coliform, sehingga diperlukan skenario pengendalian lingkungan untuk mengurangi nilai konsentrasi menggunakan Low Impact Development (LID). LID yang dapat diterapkan di Kelurahan Kalipancur adalah permeable pavement dan bio-retention cell. Kata Kunci : Sungai Garang, beban pencemaran, kualitas air, LID, SWM

    PEMAKNAAN SIMBOL METAFORA BERDASARKAN KODE BAHASA PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM LOVE KARYA ARASHI KAJIAN SEMIOTIKA SASTRA 「嵐のLoveというアルバムで歌詞の隠喩の中に言語コードの意味」

    Get PDF
    ABSTRACT Rahmananda, Ryana. 2019. “The Interpretation of Methaphor Symbol Based on the Language Code on Arashi’s Song Lyrics in Love Album”. Thesis. Department of Japanese Language and Culture. Faculty of Humanities. Diponegoro University. The Advisor Nur Hastuti, S.S., M.Hum. Song lyric is a literature work that represents the poet’s thought or feeling. The investigated issues. The investigated issues in this research are the meaning of methaphor symbol based on the language code on Arashi’s Song Lyrics in Love Album. Providing data method with Library Research was used in this research. In the other hand, semiotic method (signifier and signified) was used to analyze the data. The song lyrics that were sang by Arashi as data for this research were taken from the internet rom Love album. The result of the research showed that 17 blank symbol methaphor, 8 private symbol methaphor, 2 air phenomena natural symbol, 2 water phenomena natural symbol methaphor. Key words: song lyrics, semiotic, methaphor, language code

    ANALISIS KOMPONEN MAKNA KATA RUSAK DAN SINONIMNYA DALAM BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    Adikarta, Afik Riyadi. 2019. “Analysis on Semantic Components of the Word Broken and Its Synonym in Indonesian Language”. Thesis: Department of Indonesian Language and Literature, Diponegoro University in Semarang Indonesia. The research about semantic components of the word broken and its synonym is aim to investigate the semantic components of each word to see the similarity and difference between them. The subjects of this research are sentences that use the word broken and its synonym. The research main objectives are to explain morphological process and to analyze the semantic components of the word broken and its synonym. This research consisted of two analyses. The first analysis is aim to investigate the word class of the word broken and its synonym in their lexical and grammatical meaning which were obtained from affixation. The results of this analysis then used to help investigate the semantic components of the word broken and its synonym. The method used in this research is distributional method. The techniques used in this research are delition technique, substitution technique, expansion technique, interruption technique, permutation technique, and paraphrase technique. The result of this research indicated that there are seven words that synonymous with the word broken. The semantic components of each word were described to see the similarity and difference to their meaning. These words then classified into two different semantic fields, semantic field ‘intentional and accidental’ and semantic field ‘accidental’. Key words: synonym, meaning, affixation, semantic component, word clas

    Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Hardiness pada Perawat bagian Jiwa di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan hardiness pada perawat bagian jiwa di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Dukungan sosial keluarga merupakan pemberian bantuan secara verbal maupun nonverbal yang dapat berupa informasi, saran, maupun bantuan nyata yang dirasakan individu dari keluarga. Hardiness merupakan karakter kepribadian yang menunjukan ketangguhan untuk mengelola, bertahan, dan melawan pada hal-hal yang mengakibatkan stres. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 150 perawat bagian jiwa di bangsal rawat inap RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, dan sampel sebanyak 108 perawat, perempuan = 45 dan laki-laki = 63, rentang usia = 25-60 tahun, diambil dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua skala model Likert, yaitu Skala Dukungan Sosial Keluarga (48 aitem, α = 0,837) dan Skala Hardiness (47 aitem, α = 0,849). Uji korelasi Spearman’s Rho menghasilkan nilai rxy = 0,757 dengan p = 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan hardiness pada perawat bagian jiwa di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang

    SAAT IBUKU BERBEDA : INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS PADA ANAK DENGAN IBU SKIZOFRENIA

    Get PDF
    Skizofrenia merupakan salah satu bentuk gangguan abnormal yang tergolong berat, dimana bagi kebanyakan masyarakat menyebutnya “gila” atau “sakit jiwa”. Pada tahun 2013, prevalensi gangguan jiwa berat, termasuk skizofrenia telah mencapai kurang lebih 400.000 orang. Terdapat berbagai dinamika yang dirasakan anak dengan ibu skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk melihat bagaimana pengalaman anak yang memiliki ibu skizofrenia dan menganalisis bagaimana anak memaknai pengalamannya tersebut. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan penelitian fenomenologis dengan menggunakan in-depth interview sebagai metode pengumpulan data. Interpretative Phenomenological Analysis digunakan sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tema induk, yaitu (1) dinamika dalam merawat ibu, (2) upaya penerimaan diri akan kondisi ibu, dan (3) motivasi dalam merawat ibu. Terdapat satu tema khusus yang hanya muncul pada partisipan F, yaitu perasaan benci terhadap ayah. Kata kunci : skizofrenia, ibu, anak, interpretative phenomenological analysi

    Pengalaman Keluarga dalam Merawat Pasien Kanker yang Mendapat Kemoterapi : Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)

    Get PDF
    Prosedur pengobatan medis penyakit kanker yang panjang dan berat menyebabkan perubahan yang signifikan tidak hanya pada pasien, tetapi juga sistem dan peran dalam keluarga. Keluarga yang bertindak sebagai caregiver informal bagi pasien kanker menjadi orang-orang yang terkena dampak langsung dari proses perawatan. Penelitian ini melengkapi literatur yang ada dengan berusaha mengeksplorasi pengalaman caregiver keluarga dalam merawat pasien kanker yang mendapat kemoterapi. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana keluarga sebagai caregiver memaknai pengalaman pribadinya dalam merawat pasien kanker. Partisipan berjumlah tiga orang caregiver keluarga pasien kanker yang dipilih dengan teknik purposive. Wawancara dijalankan secara semi-terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Tema superordinat yang ditemukan mencakup (1) dinamika menerima diagnosis, (2) kanker sebagai penyakit yang mengancam kehidupan, (3) coping yang dikembangkan, (4) beban dalam merawat, (5) keinginan untuk menolong, (6) spiritualitas yang berkembang, (7) kepuasan dalam tanggung jawab, (8) upaya mempertahankan kesehatan, (9) tantangan perawatan, dan (10) dukungan sosial. Ketiga partisipan menunjukkan pemaknaan dan memiliki pengalaman yang beragam di aspek kehidupannya. Kata Kunci: pengalaman, caregiver keluarga, pasien kanke

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇