71404 research outputs found
Sort by
Phyllanthus niruri Linn increase infiltrating lymphocyte and apoptosis of rectosigmoid cancer patients: A Phase II Clinical Trial (HASIL REVIEW)
Inhibition of Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) bioactive fraction on proliferation of human retinoblastoma tumor cells Y-79 through suppression of mRNA level of cyclin E (HASIL REVIEW)
Sensitifitas indek peritonitis mannheim pada pasien peritonitis generalisata dewasa di RSUP Dr Kariadi (HASIL REVIEW)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR REBUSAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA In Vitro
Latar Belakang: Higiene tangan penting untuk memutus rantai penyebaran penyakit. Angka higiene tangan yang rendah dipengaruhi oleh tidak tersedianya antiseptik yang murah, praktis, dan minim efek samping. Kulit Kayu Manis (KKM) Cinnamomum burmannii memiliki kandungan utama sinamaldehid dan flavonoid yang bersifat antibakteri sehingga diharapkan berguna sebagai alternatif bahan cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian air rebusan KKM terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro.
Metode: Penelitian eksperimental in vitro dengan rancangan post test only control group design dilakukan menggunakan 5 kelompok, yaitu 4 kelompok perlakuan KKM konsentrasi bertingkat (1,25%, 2,5%, 5%, 10% v/v) yang diinokulasi bakteri serta 1 kontrol positif (K+) sebagai indikator kejernihan tanpa pertumbuhan bakteri. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dinilai dengan membandingkan kejernihan larutan perlakuan dengan K+. Kadar Bunuh Minimum (KBM) dievaluasi dengan melakukan kultur larutan perlakuan pada media padat untuk melihat sterilitas yang dihasilkan.
Hasil: Daya hambat pertumbuhan S.aureus oleh air rebusan KKM konsentrasi 2,5%, 5%, 10% tidak berbeda bermakna dari K+ (p=1,000), sedangkan daya bunuh S.aureus tidak dicapai oleh air rebusan KKM konsentrasi 1,25% sampai 10%. Daya hambat pertumbuhan E.coli oleh air rebusan KKM 1,25% sampai 10% berbeda bermakna dari K+ (p=0,014 dan 0,003), sedangkan daya bunuh E.coli tidak dicapai oleh air rebusan KKM konsentrasi 1,25% sampai 10%.
Kesimpulan: Air rebusan KKM bersifat bakteriostatik terhadap S.aureus dengan KHM 2,5%. KHM dan KBM air rebusan KKM terhadap E.coli tidak dapat disimpulkan pada penelitian ini.
Kata Kunci: Kulit kayu manis, antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, in vitro
THE RESPONSE OF DIPONEGORO UNIVERSITY FEMALE STUDENTS TOWARDS FEMINISM CONCEPT IN MOST GIRLS, A SONG LYRIC BY HAILEE STEINFELD
PENGARUH LATIHAN DEEP BREATHING TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PEROKOK AKTIF
Latar Belakang: Merokok mengganggu oksigenasi tubuh dan fungsi fisiologis paru akibat kandungan zat karbon monoksida (CO) dan zat-zat lain. Latihan deep breathing dapat meningkatkan fungsi vital paru yang mana dapat memperbaiki pertukaran gas dan mempengaruhi saturasi oksigen.
Tujuan: Membuktikkan pengaruh latihan deep breathing terhadap perubahan SpO2 pada perokok aktif.
Metode: Penelitian eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Sampel adalah 10 perokok dewasa aktif yang diseleksi dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah timbangan, microtoise, dan pulse oximeter. Latihan deep breathing dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu dengan durasi 15 menit per latihan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Rerata SpO2 pre dan post latihan deep breathing akut adalah 96,9 ± 1,101 dan 98,2 ± 1,033; sedangkan rerata SpO2 post latihan deep breathing kronik adalah 98,4 ± 0,516. Pada analisis uji Wilcoxon didapatkan perbedaan bermakna pada analisis latihan akut (p=0,018) dan latihan kronik (p=0,010).
Kesimpulan: Latihan deep breathing secara akut dan kronik memberikan peningkatan bermakna pada nilai saturasi oksigen perokok aktif.
Kata kunci: Latihan deep breathing, SpO2, perokok aktif