Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    HUBUNGAN OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA DENGAN PROFIL LIPID MAHASISWA FK UNDIP

    Get PDF
    Latar Belakang Obstructive Sleep Apnea merupakan salah satu dari beberapa faktor risiko terjadinya dislipidemia. Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung. Sehingga, Obstructive Sleep Apnea secara tidak langsung dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung. Tujuan Membuktikan hubungan antara Obstructive Sleep Apnea dengan dislipidemia pada Mahasiswa FK UNDIP Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain belah lintang. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa FK UNDIP dengan kriteria tertentu. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok OSA dan non OSA berdasarkan skor kuesioner Epworth Sleepiness Scale. Setiap subjek diperiksa profil lipidnya, kemudian masing-masing kelompok dibagi menjadi kelompok OSA-Dislipidemia, OSA-Non Dislipidemia, non OSA-Dislipidemia, dan non OSA-non Dislipidemia. Uji statistik menggunakan uji korelatif Pearson, uji komparatif T independen, uji Chi Square – Fisher, dan uji Regresi Linear. Hasil Didapatkan korelasi Skor ESS dengan profil lipid tidak berhubungan bermakna. Pada kelompok OSA didapatkan korelasi lebih kuat antara skor ESS dengan profil lipid dibandingkan pada kelompok non OSA., tetapi tidak ada hubungan bermakna. Tidak didapatkan perbedaan secara statistika kadar profil lipid antara kelompok OSA dibandingkan kelompok Non OSA. Hubungan antara status OSA (OSA dan Non OSA) dengan Profil lipid (Dislipidemia atau non Dislipidemia) didapatkan tidak bermakna. Didapatkan hubungan antara IMT dengan Kolesterol HDL lebih kuat dibandingkan hubungan antara Skor ESS dengan Kolesterol HDL. Kesimpulan Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara Status OSA dengan Profil Lipid Mahasiswa FK UNDIP Kata kunci Obstructive Sleep Apnea, Dislipidemia, Profil Lipid, Epworth Sleepiness Scal

    PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN BANGKU HARVARD TERHADAP NILAI VO2MAX PADA ATLET SEPAK BOLA

    Get PDF
    Latar Belakang: Seorang pemain sepak bola dengan nilai VO2Max yang tinggi dapat meningkatkan stamina atau ketahanan ketika bermain sepak bola. Catatan nilai VO2Max pada pria yang pernah dicatat mencapai 94 ml/kg/menit, pada pemain sepak bola memiliki nilai VO2Max antara 45-65 ml/kg/menit. Dengan diberikan latihan naik turun bangku Harvard yang rutin diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penggunaan oksigen pada atlet sepak bola, yang memberikan manfaat besar selama bermain. Tujuan: Membuktikan adanya pengaruh latihan naik turun bangku Harvard terhadap nilai VO2Max atlet sepak bola. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan rancangan comparison group pre test and post test design. Subjek penelitian berjumlah 26 orang yang dipilih secara purposive sampling. Kelompok perlakuan melakukan latihan sepak bola rutin dan ditambah naik turun bangku Harvard sebanyak 3 kali dalam seminggu selama delapan minggu, sementara kelompok kontrol melakukan latihan rutin sepak bola saja. Nilai VO2Max diukur dengan Multistage Fitness Test. Analisis statistik menggunakan uji t berpasangan untuk menganalisis VO2Max sebelum dan sesudah latihan naik turun bangku Harvard, kecuali pada VO2Max pre test kelompok kontrol menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan nilai VO2Max yang signifikan (p=0,009) setelah melakukan latihan naik turun bangku Harvard. Peningkatan nilai VO2Max pada kelompok perlakuan lebih besar yakni 4,88 ml/kg/min (9,3%) dibanding dengan kelompok kontrol yakni 1,07 ml/kg/min (2,4%). Kesimpulan: Latihan naik turun bangku Harvard selama 8 minggu meningkatkan nilai VO2Max pada atlet sepak bola. Kata Kunci: VO2Max, latihan naik turun bangku Harvard

    PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN INSOMNIA ANTARA TAHANAN DAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA WANITA SEMARANG

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecemasan dan insomnia dapat dialami oleh siapa saja termasuk penghuni lembaga pemasyarakatan baik dengan status narapidana maupun masih status tahanan. Banyaknya perubahan - perubahan dan permasalahan yang dialami narapidana dan tahanan akan menyebabkan mereka dalam suatu ketidaknyamanan dan berdampak pada masalah kesehatan mental seperti kecemasan yang selanjutnya bermanifestasi insomnia. Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dan insomnia antara tahanan dan narapidana. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 57 orang yang terdiri dari 26 tahanan dan 31 narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Semarang. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Responden diukur tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale dan tingkat insomnia dengan menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index. Uji yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil: Pada penelitian didapatkan hasil bahwa kecemasan pada tahanan 7.7%, dan narapidana 9.7%. Sedangkan insomnia pada penghuni lapas cukup tinggi dengan total 54.4% dari seluruh responden yang mengalami insomnia, dengan rincian 31.7% insomnia yang dialami tahanan dan 22.8% insomnia yang dialami oleh narapidana. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat kecemasan anatara tahanan dan narapidana (p=1.00) dan terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat insomnia antara tahanan dan narapidana (p=0.041). Kesimpulan: tidak ada perbedaan yang bermakna dalam hal tingkat kecemasan, namun terdapat perbedaan yang bermakna dalam hal tingkat insomnia antara tahanan dan narapidana. Kata Kunci: Kecemasan, insomnia, tahanan, narapidana

    BEBERAPA FAKTOR RESIKO TERJADINYA DERMATITIS SEBOROIK PADA KARYAWAN GO-JEK KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Latar Belakang: Dermatitis Seboroik adalah penyakit kulit kronis berulang pada area yang didasari oleh faktor konstitusi dan bertempat predileksi yang memiliki banyak kelenjar sebasea. Karyawan GO-JEK Kota Semarang diperkirakan memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena Dermatitis Seboroik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor resiko Dermatitis Seboroik pada Karyawan GO-JEK Kota Semarang. Tujuan: Mengetahui beberapa faktor resiko terjadinya Dermatitis Seboroik pada Karyawan GO-JEK Kota Semarang. Metode: Penelitian ini bersifat belah lintang dilakkan pada 22 Karyawan GO-JEK Kota Semarang sebagai subjek penelitian pada bulan Mei 2018. Diagnosis Dermatitis Seboroik ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis residen ilmu kesehatan kulit dan kelamin. Data diambil dengan kuesioner meliputi hygiene perorangan, durasi terpapar keringat dan lama kerja per hari. Data dianalisis dengan program komputer secara analitik dengan menggunakan uji chi-square atau fischer test dengan tingkat kemaknaan untuk variabel uji bivariat p<0,05. Kemudian dilakukan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa lama kerja yang lama merupakan faktor resiko Dermatitis Seboroik RP= 20,158 (IK = 1,107-367,015) p = 0,042 Simpulan: Lama kerja yang lama merupakan faktor resiko Dermatitis Seboroik. Kata Kunci: Dermatitis Seboroik, faktor resiko, lama kerja

    FAKTOR LINGKUNGAN DAN INDEKS TRANSMISI TRANSOVARIAL VIRUS DENGUE PADA NYAMUK Aedes spp DENGAN INSIDEN DEMAM BERDARAH DENGUE

    Get PDF
    Kecamatan Tembalang merupakan daerah endemis DBD dengan kasus DBD tertinggi di Kota Semarang. Kepadatan penduduk, faktor iklim, keberadaan kontainer termasuk salah satu faktor risiko penularan DBD. Selain itu, adanya transmisi transovari berkontribusi terhadap terpeliharanya virus Dengue di suatu daerah endemis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya transmisi transovari dengan cara mendeteksi antigen virus Dengue dengan metode immunositokimia dan pengaruh kepadatan penduduk, faktor iklim serta status entomologi terhadap insiden kejadian DBD. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Sampel yang digunakan adalah rumah yang berisiko terhadap kejadian DBD dengan jumlah sampel sebanyak 396 rumah. Sedangkan unit sampelnya adalah larva yang ditemukan di rumah warga. Hasil analisis statistik diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara kepadatan penduduk (p = 0,454); suhu (p = 0,114); kelembaban (p = 0,338); curah hujan (p = 0,729) dan kepadatan larva (p = 0,662) dengan insiden DBD pada tahun 2018. Hasil survey entomologi didapatkan HI = 31,82%; CI = 9,13% dan BI = 48,48%. Kecamatan Tembalang memiliki kepadatan larva dari sedang-tinggi. Hasil penelitian deteksi virus Dengue mendapatkan transmisi transovarial virus Dengue terjadi pada 17 ekor nyamuk dari 113 ekor nyamuk yang diperiksa. Hasil analisis data ITT terhadap insiden kejadian DBD menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ITT dengan insiden kejadian DBD pada tahun 2018 (p = 0,002) Kata Kunci: Kepadatan Penduduk, Faktor Iklim, Survey Entomologi, Transmisi Transovarial, Demam Berdarah Dengue (DBD

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR(POSBINDU PTM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ROWOSARI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Posbindu PTM menjadi strategi pemerintah melalui promosi dan pencegahan, serta pengurangan faktor risiko PTM melalui pemberdayaan masyarakat dengan sasaran berusia 15 tahun ke atas. Tahun 2017 Puskesmas Rowosari memiliki jumlah kasus PTM tertinggi di Kota Semarang sebanyak 5.469 kasus, namun hanya memiliki cakupan kunjungan 18% dari total peserta yang terdaftar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Pemanfaatan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Rowosari. Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional dan pengumpulan data secara langsung menggunakan kuesioner kepada sampel sebanyak 84 responden. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan yang rendah, dimana 81% responden tidak memanfaatkan Posbindu PTM. Hasil uji hubungan menggunakan chi square menunujukkan nilai p<0,05 antara variabel persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri, dukungan keluarga, teman sebaya, kader, dan petugas kesehatan dengan pemanfaatan Posbindu PTM. Dimana tabulasi silang tiap variabel-variabel berhubungan juga menjelaskan pemanfaatan yang rendah berkaitan dengan persepsi dan dukungan yang rendah pula. Sedangkan variabel-variabel karakteristik responden (umur, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan, dan pengetahuan) tidak berhubungan dengan pemanfaatan Posbindu PTM. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya hubungan antara ariabel persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, efikasi diri, dukungan keluarga, teman sebaya, kader, dan petugas kesehatan dengan pemanfaatan Posbindu PTM RW 18 Kel. Meteseh. Saran yaitu melalui peran kader, teman sebaya, dan keluarga saling mengajak untuk datang bersama-sama ke Posbindu PTM Kata Kunci: faktor pemanfaatan, Posbindu, PTM, puskesma

    HUBUNGAN ANTARA JENIS PEKERJAAN, PENGETAHUAN, KELELAHAN DAN HOUSE KEEPING DENGAN KEJADIAN MINOR INJURY (STUDI PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. BANDENG JUWANA-ERLINA SEMARANG)

    Get PDF
    Minor injury merupakan kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan cidera ringan yang seteIah diberi pengobatan dapat Iangsung bekerja kembali. Adanya kontak pekerja dengan peralatan dan bahan baku produksi dapat menyebabkan terjadinya minor injury, namun kerap kali minor injury diabaikan oleh pekerja maupun manajemen. Kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh penyebab langsung (unsafe action - unsafe condition) dan penyebab dasar (faktor manusia). Sebagian besar pekerja bagian produksi PT. Bandeng Juwana-Erlina pernah mengalami kejadian minor injury. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara jenis pekerjaan, pengetahuan, kelelahan dan house keeping dengan kejadian minor injury. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan studi cross-sectional. Sampel adalah seluruh populasi yang berjumlah 35 pekerja bagian produksi bandeng presto yang terdiri dari pekerja penanganan ikan dan pekerja pemasakan ikan. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner untuk variabel jenis pekerjaan dan pengetahuan, lembar observasi untuk variabel housekeeping, dan kuesioner baku IFRC untuk variabel kelelahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang mengalami kejadian minor injury sebanyak 57.10%. Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 68.6%, responden dengan tingkat kelelahan sedang sebanyak 60% dan kondisi housekeeping baik sebanyak 51.40%. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis pekerjaan (p = 0.14), pengetahuan (p= 0.47), kelelahan (p = 1.00) dengan kejadian minor injury. Terdapat hubungan antara housekeeping (p = 0.03) dengan kejadian minor injury. Berdasarkan hasil penelitian disarankan sebaiknya perusahaan menyediakan peralatan tambahan pada proses pembersihan ikan Kata Kunci: minor injury, pengetahuan, kelelahan, housekeepin

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C JANTAN YANG DIINDUKSI RIFAMPISIN

    Get PDF
    Latar Belakang : Rifampisin menimbulkan efek samping diantaranya yaitu demam, mual, dan muntah. Rifampisin diduga dapat mempengaruhi sel hepar dengan adanya mekanisme stress oksidatif. Temulawak memiliki zat kurkumin dan fenol yang bermanfaat sebagai hepatoprotektif. Temulawak berpotensi mencegah kerusakan hepar yang disebabkan oleh paparan rifampisin. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dosis bertingkat terhadap gambaran mikroskopis hepar pada mencit balb/c jantan yang diinduksi rifampisin. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian True Experimental Laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel sebanyak 25 ekor mencit balb/c jantan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diadaptasi selama 7 hari, diberi pakan minum standar. Kelompok kontrol negatif tidak diberi perlakuan, kontrol positif dan perlakuan diberi rifampisin 7mg/grBB. Kelompok perlakuan setelah 5 jam diberi ekstrak temulawak dengan dosis P1 2mg/grBB; P2 4mg/grBB; P3 8mg/grBB. Perlakuan diberikan selama 14 hari. Pada hari ke 15, mencit diterminasi, diambil organ hepar, dan dilakukan pembuatan preparat histologi menggunakan pengecatan HE. Setiap preparat dibaca pada 5 lapangan pandang dan dinilai kerusakan sel heparnya menggunakan skor Manja Roenigk. Hasil : Rerata kerusakan sel hepar tertinggi pada kelompok kontrol positif. Uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,000). Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan bermakna (p< 0,05) antara K(+) dan K(-); K(+) dan P1, P2, P3 ; serta P1 dan P3. Simpulan : Pemberian ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) memberikan perbaikan terhadap gambaran mikroskopis hepar pada mencit balb/c jantan yang diinduksi rifampisin. Kata Kunci : ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza), sel hepar , degenerasi perenkimatosa, degenerasi hidropik, nekrosis, rifampisi

    ANALISIS PENGARUH KUALITAS WEBSITE, PROMOSI PENJUALAN, DAN DORONGAN BERBELANJA HEDONIS MELALUI EMOSI POSITIF TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF SHOPEE INDONESIA (Studi terhadap konsumen produk fashion Shopee di Semarang)

    Get PDF
    This research aims to analyze the influence of website quality, sales promotion, hedonic shopping motives towards the purchase impulsive of Shopee through positive emotion as the intervening variable. The sampling method used on this research is probability sampling with purposive sampling technique. Samples were collected from 100 respondents on Semarang who knows the information about Shopee and purchase fashion products at shopee. Analysis method used here is multiple regression analysis which includes validity test, reliability test, classic assumption test, multiple linear regression test, t-test, f-test, determination test, path analysis and sobel test. The result of this study indicates that website quality, sales promotion, hedonic shopping motives have positive and significant influence towards the purchase impulsive. While positive emotion as the intervening variable has positive and significant influence towards the purchase impulsive

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇