Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    UPACARA ADAT NGASA MASYARAKAT JALAWASTU (Studi Kasus Di Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes)

    Get PDF
    Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesi upacara ngasa atau upacara sedekah gunung yang bertempat di Dukuh Jalawastu secara mendalam, memahami simbol-simbol pada upacara ngasa, serta menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam upacara ngasa. Menurut Widodo (2002), pelaksanaan sedekah gunung mencakup banyak aspek-aspek budaya sehingga dapat dikatakan bahwa upacara ini adalah bagian dari kebudayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Peneliti dalam mendapatkan informasi melakukan wawancara terhadap ketua adat Dukuh Jalawastu yang secara otomatif berperan aktif dalam upacara, lalu beberapa orang di Dukuh Jalawastu meliputi masyarakat biasa, mahasiswa, kepala dusun, kepala Desa Ciseureuh. Jenis sumber data menggunakan Emic untuk mengkaji dan mendeskripsikan simbol dan makna dalam upacara adat ngasa masayarakat Jalawastu. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa Masyarakat di Dukuh Jalawastu adalah masyarakat yang masih melaksanakan sedekah gunung dengan istilah upacara ngasa. Upacara ngasa merupakan warisan leluhur yang menjadi simbol pengetahuan, keyakinan, adat kebiasaan, serta pedoman hidup yang menuntun perilaku individu dalam kehidupannya di Dukuh Jalawastu. Hampir seluruh masyarakat Jalawastu, bahkan selain masyarakat Jalawastu mengikuti upacara tahunan ini. Upacara ngasa tetap dilaksanakan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas segala rezeki yang diberikan di masa-masa sebelumnya. Masyarakat Jalawastu tetap mempertahankan tradisi yang telah ada meskipun banyak aspek telah berubah karena dampak globalisasi. Upacara ngasa mengandung aspek sosial berarti hidup harus berdampingan dengan orang lain, serta aspek psikologis yaitu menumbuhkan rasa persaudaraan sesama masyarakat dan menumbuhkan keyakinan bahwa alam dan lingkungan sekitar memiliki kekuatan gaib yang positif dan negatif. The purpose of this study was to determine the procession of the Ngasa ceremony or mountain alms ceremony which took place in Jalawastu Hamlet in depth, understand the symbols at the Ngasa ceremony, and explain the values contained in the Ngasa ceremony. According to Widodo (2002), the implementation of mountain alms includes many aspects of culture so that it can be said that this ceremony is part of the culture of the community. This research uses a qualitative method that is ethnography. Data collection techniques used were observation of participation, in-depth interviews, and documentation. Researchers in obtaining information conducted interviews with the traditional leader of Jalawastu Hamlet who automatically played an active role in the ceremony, then several people in Jalawastu Hamlet included ordinary people, students, village heads, village heads, Ciseureuh Village. This type of data source uses Emic to study and describe symbols and meanings in traditional ceremony of the people of Jalawastu. The results of this study indicate that the people in Jalawastu Hamlet are those who still carry out mountain alms with the term ngasa ceremony. The ngasa ceremony is an ancestral inheritance which is a symbol of knowledge, beliefs, customs, and life guidelines that guide individual behavior in life in Jalawastu Hamlet. Almost the entire Jalawastu community, even other than the Jalawastu community, participated in this annual ceremony. The ceremony is still held as a symbol of gratitude to God Almighty for all the sustenance provided in earlier periods. Jalawastu people continue to maintain the existing tradition even though many aspects have changed due to the impact of globalization. The ceremony contains social aspects, which means that life must co-exist with others, as well as psychological aspects, namely fostering a sense of brotherhood among people and fostering the belief that nature and the environment have positive and negative magical powers

    ANALISIS IMPLEMENTASI TANGGAP DARURAT BENCANA UNTUK MENUNJANG BUSINESS CONTINUITY PERUSAHAAN MANUFAKTUR

    Get PDF
    Perkembangan industri saat ini masuk pada revolusi industri 4.0 yang ditunjang dengan segala bentuk teknologi informasi. Tanggap darurat merupakan bentuk upaya manajemen dalam melindungi kegiatan produksi yang ada di perusahaan dan menghindari dari adanya risiko kecelakaan, hal tersebut memiliki kesamaan dengan prinsip business continuity. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tanggap darurat bencana untuk menunjang business continuity perusahaan manufaktur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam dengan tiga orang informan utama dan dua orang informan triangulasi. Hasil penelitian ini meliputi pelatihan, implementasi dan kebijakan, komunikasi, sarana penyelamat jiwa, organisasi dan business continuity, dan mendapati adanya kondisi yang masih perlu diperhatikan dari bentuk pelatihan, komunikasi, dan organisasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja pada proses tanggap darurat bencana untuk menunjang penerapan business continuity planning. Pelatihan yang diberikan perusahaan sudah sesuai standar, namun masih terdapat kekurangan dari keterlibatan pihak manajemen. Komunikasi yang diberikan perusahaan tidak bersifat aktif, komunikasi disampaikan ketika ada yang perlu disampaikan saja. Organisasi sudah ada P2K3 dan tanggap darurat, namun masih belum adanya pemerataan struktur tanggap darurat di setiap unit perusahaan manufaktur. Kata Kunci : Tanggap Darurat, Business Continuity, Manufaktu

    IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA STANDARD ILO PADA SEBUAH PERUSAHAAN GALANGAN KAPAL DI SEMARANG

    Get PDF
    Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan yang mengelola pekerja sebagai sumber daya manusia dan sarana produksi sebagai sumber daya fisik sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Adanya beberapa kecelakaan kerja di galangan kapal, membuat peneliti tertarik untuk melihat bagaimana penerapan SMK3 di industri galangan kapal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di industri galangan kapal dan untuk mengetahui pencapaian lima elemen SMK3 di PT. X yang merupakan salah satu galangan kapal berdasarkan ILO 2001. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan instrument evaluasi audit berdasarkan ILO OSHMS 2001. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan "googleform" serta mereview dokumen K3 dan lingkungan kerja perusahaan melalui pesan online. Kuesioner dibagikan kepada 34 responden yang merupakan karyawan PT. X menggunakan teknik sampling proporsional representatif. Teknik analisis menggunakan tabulasi audit untuk mengetahui pemenuhan kriteria SMK3. Hasil evaluasi audit menunjukkan bahwa PT. X telah mencapai 87,5%. Angka ini berasal dari pemenuhan kriteria 140 dari 160 kriteria. Tingkat pencapaian elemen kebijakan 93,75%, pengorganisasian 74,75%, perencanaan dan implementasi 87,5%, evaluasi 97,5% dan tindakan perbaikan 87,5%. PT. X sebaiknya segera melakukan pelatihan K3 dan menyediakan sumber daya yang cukup dalam penerapan SMK3. Kata kunci : ILO OSH 2001, Audit SMK3, SMK3 Galangan Kapa

    STATUS KERENTANAN NYAMUK Aedes aegypti TERHADAP INSEKTISIDA SIPERMETRINDI PELABUHAN TANJUNG BALAI KARIMUNPROVINSI KEPULAUAN RIAU

    Get PDF
    Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit demam berdarah. Dalam rangka memutuskan mata rantai penyakit demam berdarah ini dilakukan pengendalian vektor menggunakan insektisida, baik itu oleh pemerintah atau insektisida yang digunakan dalam rumah tangga. Penggunaan insektisida dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama menyebabkan nyamuk akan rentan dan resisten terhadap insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kerentanan nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida sipermetrin di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk menggambarkan dan mengetahui status kerentanan nyamuk Aedes aegyptiterhadap insektisida sipermetrin yang diujikan dengan metode uji susceptibility (WHO standar) dengan menggunakan impragnated paper yang mengandung 0.05% sipermetrin. Nyamuk dikontakkan selama 1 jam dan diholding selama 24 jam dan dihitung persentase kematiannya. Standar WHO persentase kematian nyamuk ≥ 98% adalah rentan, 90% ˂98% yaitu terduga resisten dan ˂90% adalah resisten. Nyamuk Aedes aegypti dari pelabuhan Tanjung Balai Karimun menunjukkan masih rentan terhadap insektisida sipermetrin 98.75% untuk perimeter area dan 100% untuk buffer area dan hasil uji penegasan dari biokimia masih rentan dengan AV < 0.165 serta pengujian Polymerase Chain Reactionsudah ada proses mekanisme menuju resisten dengan kondisi mutasi resisten homozigot. Kata Kunci : Aedes aegypti, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Status Kerentana

    RELASI SOSIAL PRIA DAN WANITA DALAM PERIBAHASA BAHASA JAWA

    Get PDF
    Peribahasa Jawa merupakan bentuk ungkapan yang mendeskripsikan pesan secara singkat dan padat yang mengandung prinsip kehidupan. Melalui peribahasa Jawa dapat mengungkapkan sikap hidup dan cara pandang masyarakatnya agar menjalankan hidup yang harmonis sesuai dengan norma dan nilai masyarakatnya Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Linguistik Antropologi. Sumber data penelitian ini berasal dari bersumber dari (1) Syuropati (2015) dengan judul Peribahasa Jawa, dan 2) Nuryani (2012) dengan judul 2000 Paribasan, Bebasan, Lan Seloka, (3) Triyono (1988) dengan judul buku Peribahasa Dalam Kebudayaan Bahasa Jawa . Hasil penelitian ini menunjukkan simbol yang digunakan sebagai entitas pria dan wanita dalam peribahasa Jawa meliputi: 1) simbol hewan untuk pria dan wanita, 2) simbol tumbuhan untuk pria dan wanita, 3) simbol benda untuk pria dan wanita, 4) simbol keadaan untuk pria dan wanita, dan 5) simbol alam untuk pria dan wanita. Selanjutnya, relasi pria dan wanita dalam peribahasa Jawa meliputi: 1) dikotomi superior untuk anak lalaki-laki dan perempuan, suami-istri, pria dan wanita, 2) persamaan: seperti sebutan untuk pria dan wanita yang belum menikah, larangan berbuat tindakan asusila, sikap istri atau suami yang mengkhianati pasangan. 3) nasehat untuk pria dan wanita, peran wanita dan pria 4) peran suami dan istri, 5) kesetaraan pria dan wanita dalam melamar. Selanjutnya dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara bahasa dan sosial budaya masyarakat Jawa. Kata kunci : Pria, wanita, peribahasa Jaw

    FAKTOR-FAKTOR KESIAPSIAGAN PEKERJA TERHADAP PENGGUNA WAHANA TRANS STUDIO MINI TRANSMART SETIABUDI SEMARANG

    Get PDF
    Kesiapsiagaan adalah usaha untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana guna menghindari jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda.. Kesiapsiagaan dapat disebabkan oleh 3 faktor yaitu faktor predisposisi seperti pengetahuan dan sikap, faktor pendorong berupa persepsi pengawasan dan SOP serta faktor pendukung berupa persepsi sarana prasarana keadaan darurat. Tempat bermain merupakan salah satu tempat yang perlu mendapatkan perhatian terkait keselamatan kerja, khususnya petugas yang menjaga wahana yang dimainkan maupun pengguna wahana yang menggunakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, pengawasan, persepsi SOP dan sarana prasarana keadaan darurat dengan kesiapsiagaan pekerja terhadap pengguna wahana Trans Studio Mini Transmart Setiabudi Semarang. Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 17 pekerja area Trans Studio Mini Transmart Setiabudi Semarang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket. Analisis statistic menggunakan uji chi square. Hasil uji menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengawasan (p value = 0.043 ) dan sarana prasarana keadaan darurat (p value = 0.049) dengan kesiapsiagaan pekerja terhadap pengguna wahana Trans Studio Mini Transmart Setiabudi Semarang. Saran bagi manajemen yaitu memberikan pengetahuan mengenai apa saja bahaya yang ada di tempat kerja, kondisi peralatan di tempat kerja dan potensi kecelakaan apa saja yang dapat terjadi, menegaskan dalam hal pengawasan pada pekerja terkait kerja aman, inspeksi peralatan kerja dan pemantauan tempat kerja, memaksimalkan ketersediaan pada sarana dan prasarana yang ada. Bagi pekerja area yaitu memastikan selalu bekerja aman sesuai prosedur yang sudah ditetapkan. Kata kunci : Tempat Wahana, Kesiapsiagaan, Pekerja Bertugas, Kerja Ama

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DAN ADAPTABILITAS KARIR PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 TANJUNGPANDAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan adaptabilitas karir pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tanjungpandan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hipotesis dalam penelitian ini ialah terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dan adaptabilitas karir. Populasi dalam penelitian ini adalah 256 siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjungpandan dengan sampel penelitian berjumlah 160 siswa, yang didapat melalui proportional random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Adaptabilitas Karir (34 aitem valid, α= 0,91) dan Skala Dukungan Sosial Orang Tua (41 aitem valid, α= 0.95) yang telah diujicobakan pada 39 siswa. Analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,95 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan adaptabilitas karir siswa. Semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi pula adaptabilitas karir, dan sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial orang tua maka semakin rendah pula adaptabilitas karir siswa. Kata kunci: adaptabilitas karir, dukungan sosial orang tua, sisw

    MAKNA LIRIK LAGU AIMER DALAM ALBUM PENNY RAIN (KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE

    Get PDF
    ABSTRACT Saputra, Triana Wakhyu. 2020. “Makna Lirik Lagu Aimer Dalam Album Penny Rain (Kajian Semiotika Riffaterre)”. A Thesis of Department of Japanese Language and Culture, Faculty of Humanity, Diponegoro University. Thesis supervisor: Budi Mulyadi, S.Pd., M.Hum. The thesis aims to describe about heuristic and hermeneutic reading, matrix, model, variant, hypogram, and the meaning behind the 4 songs of Penny Rain album by Aimer. The 4 songs that used in this research are I beg you, Black Bird, Ref:rain, and 花の唄 (Hana no Uta). The method used in this research is literature study. The theory used in this research is Michael Riffaterre’s semiotic theory about heuristic and hermeneutic readings, matrix, model, variant and hypogram. Based on the analysis, it can be concluded that in the 4 Aimer Penny Rain’s songs above, possess a relevance about the meaning with the album’s title that is “rain”. The “rain” theme itself possess the symbolic meaning of desperation, grief, unrequited love, heartache. Keyword: meaning, semiotic, michael riffaterre, aimer, penny rai

    PENGGUNAAN VARIASI BAHASA WANITA OLEH TOKOH PRIA DALAM ANIME KURAGEHIME 「くらげひめ」のアニメにおける男性によって 使用されている女性語

    Get PDF
    ABSTRACT Siswi, Mugia. 2019. “Penggunaan Variasi Bahasa Wanita oleh Tokoh Pria dalam Anime Kuragehime”. Thesis, department of Japanese Studies Faculty of Humanities, Diponegoro University. The Advisor S.I. Trahutami, S.S, M.Hum. Japanese language has certain characteristics that are used in every conversation. They are letter, vocabulary, pronunciation system, grammatical and language variants (which includes the speaker’s sex factors). This paper is intended to explore the variants of female language (joseigo). Joseigo, which is a variant of a Japanese language that tends to be used by female. Nowadays, there is an increase in the number of males who use joseigo. It can be seen from the factor of uchi-soto concept, social status, and situation. This research explores the joseigo form used by man and factors influencing the use of joseigo by man in anime series Kuragehime. The result of the analysis shows that uchi-soto concept is the dominant factors influencing the use of joseigo by man. Keywords: Joseigo, gender language, language varian

    EUFEMISME DALAM ANIME ‘AKAGAMI NO SHIRAYUKI HIME’ 「赤紙の白雪姫」というアニメにおける婉曲表現

    Get PDF
    ABSTRACT Aini, Annisa Nur. 2020. “Euphemism in Anime ‘Akagami no Shirayuki Hime’”. Undergraduate Thesis, Japanese Language and Culture Department, Faculty of Humanitie, Diponegoro University. Thesis advisor S.I Trahutami, S.S, M.Hum. This thesis aims to describe the form and use of euphemism and explain its function. The data used in this thesis is obtained from anime Akagami no Shirayuki Hime Season 1. The method of data collection in this thesis uses simak and catat technique. Method of data analysis uses deskriptif kualitatif methode. Based on data analysis, it can be concluded that Japanese euphemism consists of 3 forms that is euphemism in the form of words, euphemism in the form of phrases, and euphemism in the form of clauses. The use of euphemism is usually pronounced by a younger person to the older person, a subordinate to the boss, and to someone who has a high social value. The function of euphemism found is as a means of courtesy and to avoid taboo form. Keywords: euphemism, enkyoku, enkyoku hyougen, taboo wor

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇