71404 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK DAN PREFERENSI HUNIAN KELUARGA MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR
Masyarakat berpenghasilan rendah tidak memiliki cukup kesempatan untuk memilih rumah yang
berkualitas. Mereka juga tidak memiliki banyak pilihan untuk menyewa atau membeli rumah yang
terjangkau di kota karena kendala keuangan. Terlebih bagi MBR yang sudah memiliki keluarga, hunian
menjadi semakin dibutuhkan karena aktivitasnya yang semakin bertambah. Saat ini pemerintah terus
berupaya menyediakan bantuan hunian bagi MBR berupa rusunawa dan KPR FLPP namun permintaan
atas hunian terus meningkat dari waktu ke waktu. Maka dari itu penyediaan hunian terjangkau
berkelanjutan bagi keluarga MBR memiliki tantangan yang terus beragam. Penelitian ini bertujuan
menjelaskan karakteristik dan preferensi hunian keluarga MBR meliputi karakteristik sosial ekonomi,
karakteristik fisik hunian, dan preferensi hunian berdasar status hunian yang tersedia pada lokasi
penelitian. Dengan demikian solusi penyediaan hunian selanjutnya dapat fokus dan tepat sasaran.
Penelitian berlokasi di Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang sebagai representasi
wilayah kota menengah di Provinsi Jawa Tengah. Pada lokasi penelitian ditemukan lima lokasi meliputi
satu unit Rusunawa Ungaran dan 4 lokasi perumahan KPR FLPP. Pada perumahan KPR FLPP ditemukan
status hunian yang berbeda meliputi rumah hak milik, rumah dalam cicilan, dan rumah tapak sewa.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner terhadap 100
responden keluarga MBR. Identifikasi karakteristik sosial ekonomi menggunakan metode deskriptif dan
tabulasi silang, identifikasi karakteristik fisik hunian menggunakan metode skoring dengan skala likert,
dan identifikasi preferensi hunian menggunakan metode deskriptif.
Berdasarkan penelitian ditemukan keluarga yang dapat menjangkau rumah hak milik memiliki
pendapatan minimal Rp 3.500.000 dengan bekerja sebagai buruh tetap. Sebagian besar keluarga yang
bekerja sebagai buruh tetap mulai membeli rumah pada usia 30-36 tahun. Sedangkan bagi keluarga yang
bekerja sebagai buruh kontrak dan wiraswasta dengan pendapatan rata - rata di bawah Rp 3.500.000
memilih untuk tinggal pada rusunawa atau rumah sewa tapak yang lokasinya berdekatan dengan tempat
kerja saat ini.
Setiap hunian menunjukkan karakteristik fisik yang berbeda. Rumah hak milik dan rumah dalam
cicilan mengalami modifikasi bangunan karena statusnya sebagai hak milik sedangkan rusunawa dan
rumah tapak sewa tidak mengalami perubahan bentuk bangunan karena status huniannya sewa. Lokasi
rusunawa dan rumah tapak sewa menunjukkan keterjangkauan terhadap tempat kerja di bawah 2 km,
sedangkan keluarga MBR pada rumah hak milik dan rumah dalam cicilan perlu menempuh lebih dari 2
km untuk menuju ke tempat kerja. Pada pemilihan hunian baru sebagian besar keluarga MBR menunjukkan
kemiripan preferensi dimana status kepemilikan, kedekatan terhadap tempat kerja, ketersediaan prasarana
air bersih dan lokasi bebas bencana merupakan prioritas
PERSEPSI MAHASISWI DALAM MELAKUKAN VAKSINASI HPV (HUMAN PAPILLOMAVIRUS) DALAM UPAYA PENCEGAHAN KANKER SERVIKS (Studi pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro)
Kanker saat ini merupakan penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung di dunia dan salah satu kanker yang kerap terjadi khususnya pada kaum perempuan adalah kanker serviks. hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro adalah fakultas yang mahasiswanya mayoritas berjenis kelamin perempuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro mengenai vaksinasi HPV yang bertujuan untuk mencegah kanker serviks. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectionalPopulasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi S-1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang dengan jumlah total 1.278 mahasiswi kemudian sampel diambil sebanyak 93 mahasiswi menggunakan metode Propotionate Stratified Random Sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Sebagian besar responden berada pada tingkat perkuliahan akhir (50.5%) dan berada pada usia 20 tahun (24.8%) serta hanya sebesar (1.1%) saja yang sudah melakukan vaksinasi HPV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi manfaat (p=0.027) dan persepsi hambatan (p=0.033) memiliki hubungan dengan persepsi mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro mengenai vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks yang berarti bahwa manfaat dan hambatan yang dirasakan responden memiliki pengaruh terhadap persepsi responden. Disarankan kepada responden untuk lebih menggali informasi yang lebih mengenai vaksinasi HPV dan kanker serviks.
Kata Kunci : Persepsi, Mahasiswi, Vaksinasi HP
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM POS KESEHATAN PESANTREN (POSKESTREN) DI KOTA SEMARANG (STUDI DI POSKESTREN DURROTU ASWAJA SEKARAN GUNUNGPATI SEMARANG)
Latar Belakang: Salah satu bentuk pemberdayaan di Pondok Pesantren yaitu dengan menumbuhkembangkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Namun masih jarang Pondok Pesantren yang memiliki Poskestren. Di Kota Semarang hanya terdapat 7% Pondok Pesantren yang memiliki Poskestren. Poskestren Durrotu Aswaja merupakan Poskestren berprestasi di Kota Semarang yang telah menjuarai Lomba Gerakan Pesantren Sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan Pelaksanaan Program Poskestren Durrotu Aswaja dengan yang diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi Poskestren lainnya.
Metode: Pengumpulan data dalam penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan. Subjek penelitian terdiri dari delapan kader Poskestren dengan metode purposive sampling. Validitas data dilakukan dengan wawancara kepada sembilan subjek triangulasi. Reliabilitas data dilakukan dengan audit data dan analisis data menggunakan metode content analysis.
Hasil: Pada aspek masukan, jumlah kader sudah mencukupi, alat-alat kesehatan sudah lengkap namun untuk ruangan khusus Poskestren masih dalam proses pembangunan. Ketersediaan dana sudah mencukupi dan sumber dana banyak berasal dari pihak luar. Terdapat data dasar personal hygiene dan media informasi kesehatan. Selain itu terdapat dukungan kiai dalam menerapkan kebijakan yang mendukung kegiatan Poskestren. Pada aspek proses, SMD dan MMPD sudah terlaksana. Kegiatan Poskestren terdiri dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative. Kemudian adanya sinergitas dengan Puskesmas Sekaran yang aktif membina Poskestren.
Simpulan: Berdasarkan indikator keberhasilan Poskestren menunjukkan bahwa dari aspek masukan dan proses secara keseluruhan sudah terpenuhi semua sehingga Poskestren Durrotu Aswaja termasuk dalam kategori baik, namun perlu perbaikan dalam hal pembentukan divisi-divisi khusus Poskestren serta pengadaan ruangan khusus Poskestren. Kemitraan dengan pihak luar sebaiknya berlangsung terus menerus dan kaderisasi kepengurusan Poskestren tidak terputus. Sehingga diharapkan Poskestren Durrotu Aswaja menjadi lebih baik lagi.
Kata kunci : poskestren, kesehatan pesantren, pemberdayaan, PHB
Factors that Affect the Income of Artisan Palm Sugar Maker in Candimulyo
This study aimed to analyze the income and factors
affecting the income of the artisan palm sugar maker in a
Women Farmer Group (WFG) in Candimulyo District,
Magelang Regency named Srikandi. This study done from
November 17th to December 15th, 2019 in Srikandi WFG,
Kebonrejo Village, Candimulyo District, Magelang
Regency. This study was employing a census method with
a total of 33 artisan palm sugar maker. The data collection
done by interview, observation, and literature review
technique. Data analyzed by the production cost, revenue
and income, and multiple linear regression analysis.
Results showed that mean sugar palm production, mean
production cost, mean revenue, or mean income was 2.89
kg/production/day, IDR 34,225.91/production
volume/day, IDR 49,068.18/production volume/day, and
IDR 14,942.27/production volume/day. The multiple
linear regression analysis equation was Y= 1009.844 +
979.915X1 – 17798.012X2 + 9330.432X3 – 0.704X4 + e.
The factor of additional material, worker utilization,
production, and fuel cost simultaneously affected the
income. Partially, the worker utilization, production, and
fuel cost affected the income, while the amount of the
additional material didn’t affect the income partially
Tingkat Pengetahuan Petani Terhadap Aplikasi Sipindo Di Kelompok Tani Vanda Subur Kelurahan Cepoko Gunung Pati Kota Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan petani mengenai kemajuan teknologi informasi dengan aplikasi Sipindo. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 Februari – 20 Februari 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh anggota aktif Kelompok Tani Vanda Subur sebanyak 30 responden. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan model one group pre-test-post-test experimental research, yaitu dengan membandingkan tingkat pengetahuan petani mengenai aplikasi Sipindo sebelum dan sesudah penayangan video. Penelitian ini dianalisis dengan metode uji Paired Sample t-Test. Hasil nilai Pre-test dan post-test pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani terhadap Aplikasi Sipindo. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil rata – rata nilai pre-test yaitu 66,833. Setelah diberi perlakuan berupa penayangan video profil Sipindo didapatkan nilai rata–rata posttest menjadi 81,167 sehingga terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 21,446% terhadap nilai pre-test. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui pula bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan mengenai aplikasi Sipindo setelah dilakukan penayangan video.
Kata kunci : aplikasi sipindo; pengetahuan; teknologi informas
ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN RISIKO PENDAPATAN AYAM BROILER PADA TEACHING FARM FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi dan risiko pendapatan Teaching Farm. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juni samapi dengan 3 Agustus 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Risiko produksi dianalisis dengan menghitung probabilitas (z-score) dan dampak (Value at Risk) sumber risiko serta memberikan alternatif strategi. Risiko pendapatan dianalisis dengan menghitung pendapatan harapan, koefisien varian. Hasil penelitian menunjukkan pada risiko produksi, kematian ayam broiler disebabkan oleh sumber risiko perubahan iklim yang memiliki tingkat probabilitas risiko sebesar 45,2% dengan tingkat dampak sebesar Rp 7.268.931,2 dan sumber risiko penyakit sebesar 40,3% dengan dampak sebesar Rp 2.799.263,1. Strategi alternatif penanganan sumber risiko perubahan iklim dan penyakit dengan metode strategi preventif. Hasil analisis risiko pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan harapan sebesar Rp 153.359.387,7 per periode dengan tingkat koefisien varian sebesar 0,55.
Kata Kunci : ayam broiler, manajemen risiko, produksi
ISU KEMANUSIAAN DALAM LIRIK LAGU “PERADABAN”, “BERITA KEHILANGAN”, DAN “MINGGIR!” KARYA .FEAST KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE
Anbar, Nida Khaula. 2020. "Humanitarian Issues in Lyrics of 'Peradaban', 'Berita Kehilangan', and 'Minggir!' by .Feast of Riffaterre’s Semiotics Studies". A Thesis of Departement of Indonesian Literature, Faculty of Humanity, Diponegoro University Semarang. Thesis supervisor: Dr. Sukarjo Waluyo, M.Hum. and Khothibul Umam S.S., M.Hum.
This research described the object of research material, those are the song lyrics of 'Peradaban', 'Berita Kehilangan', and 'Minggir!' by .Feast in album 'Beberapa Orang Memaafkan’. The lyrics was analyzed using Riffaterre’s semiotic theory, including: indirectness of expression; heuristic and hermeneutic readings; matrix, model, and variant; and hypogram.
The method used to review objects was a descriptive of analysis. The research theory approach used Riffaterre’s semiotics theory, i.e. (1) indirectness of expression: displacing of meaning, distorting of meaning, and creating of meaning, (2) heuristic and hermeneutic readings, (3) matrix, model, and variant, and (5) hypogram.
The results of this study was humanitarian issues found on each song, such as, 'Peradaban' with tolerance issues, ‘Berita Kehilangan’ with humanitarian issues, and ‘Minggir!’ with social media policy issues.
Keywords: song lyrics, semiotics, Michael Riffaterre, .Feast, humanitaria
EVALUASI SISTEM PENGARSIPAN SURAT SECARA ELEKTRONIK MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL
Perkembangan sistem persuratan saat ini telah bergeser dari sistem konvensional yang semula menggunakan kertas beralih ke media digital sebagai media penyampaian informasinya. Seiring perkembangan teknologi informasi mendorong penggunaan sistem aplikasi yang khusus menangani proses bisnis persuratan tersebut akan tetapi sistem aplikasi tersebut haruslah bisa diadopsi dengan baik oleh user agar bisa meningkatkan kepuasan dalam pemakaian sistem aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menerapkan sistem informasi pengarsipan surat secara elektronik serta penggunaan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengetahui pengaruh sistem informasi yang dikembangkan dengan perilaku user. Input dari sistem tersebut berupa data primer dan data sekunder sedangkan proses didalamnya menggunakan UML (Unified Markup Language) untuk pembentukan kewenangan serta penggunaan TAM untuk mengevaluasi sistemnya sehingga menghasilkan output berupa tingkat kepuasan dari sistem tersebut. Sampel pengujian berjumlah 63 (n=63) berasal dari staf administrasi bagian dan unit suatu institusi dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisa menggunakan regresi linier berganda sedangkan konstruk yang digunakan adalah kemudahan, kemanfaatan dan kepuasan. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa variabel kemudahan memiliki pengaruh dominan sebesar 34,5 % terhadap variabel kepuasan sedangkan variabel kemanfaatan dan variabel kemudahan berkontribusi sebesar 30,6% dalam mempengaruhi variabel kepuasan. Variabel kemudahan dan kemanfaatan berpengaruh positif secara simultan.
Kata Kunci: Persuratan, Adopsi Teknologi, Kepuasaan Penggunaan, Technology Acceptance Model, Regresi Linier Berganda
The development of the mailing system today has shifted from conventional systems that originally used paper switch to digital as a media for delivering information. As the development of information technology encourages the use of application systems that specifically handle the mailing business processes, but the application system must be well adopted by the user in order to increase satisfaction in the use of the system application. This study aims to implement an electronic letter filing information system and the use of Technology Acceptance Model (TAM) to determine the effect of information systems developed with user acceptance. The input of the system is in the form of primary data and secondary data while the process inside uses UML (Unified Markup Language) for the formation of authority and the use of TAM to evaluate the system so that it produces output in the form of satisfaction level of the system. A research sample of 63 (n = 63) came from the administrative staff of an institution and data was collected using a questionnaire that was analyzed using multiple linear regression while the constructs used were perceived ease of use, perceived of usefulness and attitude toward of use. The results indicate that were perceived ease of use factor has a dominant influence of 34.5% on the attitude toward of use while perceived of usefulness factor and the perceived ease of use contribute 30.6% in influencing the attitude toward factor, both of them simultaneously have a positive effect.
Keywords: Mail Tracking, Technology Adoption, User Acceptance, Technology Acceptance Model, Multiple Linier Regression
HUBUNGAN CUACA DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2014-2018
Penyakit DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu daerah endemis DBD di Jawa Tengah. Jumlah kasus DBD mengalami peningkatan hampir 4 kali lipat dari tahun 2016 sebanyak 52 kasus menjadi 207 kasus pada tahun 2017. Faktor cuaca seperti curah hujan, kelembaban, suhu, dan kecepatan angin dapat berpengaruh terhadap perkembangbiakan dan penyebaran vektor DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan cuaca dengan kejadian DBD di Kabupaten Wonogiri tahun 2014-2018. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah jumlah seluruh penderita DBD di Kabupaten Wonogiri selama tahun 2014-2018, sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu jumlah penderita DBD tiap bulan di Kabupaten Wonogiri selama tahun 2014-2018 yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Wonogiri dan tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hasil univariat diperoleh yaitu jumlah kejadian DBD tertinggi selama tahun 2014-2018 sebanyak 30 kejadian pada November 2018 dengan rata-rata 7 kejadian, curah hujan tertinggi sebesar 887 mm dengan rata-rata 191,05 mm, kelembaban udara tertinggi sebesar 91,55% dengan rata-rata 86,77%, suhu tertinggi sebesar 28,75oC dengan rata-rata 27,50oC dan kecepatan angin tertinggi sebesar 7,86 knot dengan rata-rata 0,89 knot. Hasil uji statistik korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara curah hujan (p= 0,001 dan r= 0,420) dan suhu (p= 0,001 dan r= -0,415) dengan kejadian DBD. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kelembaban udara (p= 0,925) dan kecepatan angin dengan kejadian DBD (p= 0,577).
Kata Kunci : DBD, curah hujan, kelembaban, suhu, kecepatan angi