71404 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA SOPIR BUS : KAJIAN PUSTAKA
Keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan keluhan yang dirasakan akibat akumulasi cedera serta nyeri yang terjadi pada sistem musculoskeletal dan ditandai oleh luka pada otot, tendon, kartilago, ligamen, rangka, sistem vaskular dan saraf. Sopir bus merupakan pekerja berisiko tinggi mengalami keluhan MSDs. MSDs pada sopir bus dapat menghambat kinerja dan menurunkan konsentrasi pengemudi sehingga membahayakan keselamatan pengemudi, penumpang dan pengguna jalan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penelitian yang sudah dipublikasikan terkait faktor-faktor keluhan MSDs pada sopir bus. Metode yang digunakan yaitu kajian pustaka dengan menganalisis, mensintesis, membandingkan hasil-hasil penelitian yang satu dengan lainnya kemudian merangkum keseluruhan kajian. Penelitian diperoleh dari situs jurnal terakreditasi (PubMed, Research Gate, Science Direct, Scopus) dan laman pencarian jurnal google scholar). Setelah dilakukan pencarian kata kunci dan penyesuaian kriteria inklusi penelitian, diperoleh 15 jurnal. Dari 15 jurnal yang dikaji menunjukkan bahwa faktor individu (kebiasaan merokok, usia, dan masa kerja), pekerjaan (lama mengemudi dan postur kerja), lingkungan kerja (getaran) dan stresor psikososial (stress kerja dan ketidakpuasan kerja) memiliki hubungan signifikan dengan keluhan Musculoskeletal disorder pada sopir bus. Sebagian penelitian juga menunjukkan bahwa sopir bus dengan aktivitas fisik rendah, durasi mengemudi lama, frekuensi mengemudi banyak, kursi/jok tidak ergonomis, perasaan cemas serta kebingungan selama bekerja memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keluhan MSDs.
Kata Kunci : Keluhan Musculoskeletal disorder, Sopir Bu
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK, MENTAL DAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA KURIR EKSPEDISI PT POS INDONESIA KOTA SEMARANG
Peran sumber daya manusia sangat penting untuk melaksanakan proses kerja dan mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan perlu memperhatikan keterampilan khusus atau kompetensi untuk mencapai tujuan. Untuk menghasilkan kinerja yang optimal, sumber daya manusia memerlukan perlindungan dalam bentuk keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk mencapai hal ini, perusahaan perlu memperhatikan faktor- faktor yang mempengaruhi kelelahan pekerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan pekerja berasal dari dua faktor, yaitu faktor internal (usia, jenis kelamin, status gizi, status kesehatan, keadaan psikologis tenaga kerja), dan faktor eksternal (beban kerja dan tahun layanan, lingkungan kerja fisik). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja fisik, beban kerja mental, dan kebiasaan sarapan untuk PT. Pos Indonesia Kota Semarang. Penelitian merupakan Penlitian dengan studi kuantitatif menggunakan metode cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner IFRC untuk memeriksa Kelelahan Kerja, kuesioner NASA TLX untuk memeriksa beban kerja mental dan beban kerja fisik menggunakan pengukuran beban kerja berdasarkan tingkat Persyaratan Kalori. Populasi dalam penelitian ini adalah 121 Karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel insidental, yaitu teknik penentuan sampel secara kebetulan, mengingat kondisi yang tidak mungkin untuk bertemu responden secara langsung selama pandemi, teknik ini diterapkan kepada siapa saja yang bersedia mengisi kuesioner dengan memperhatikan kriteria sampel yang ada. . Berdasarkan hasil uji statistik rank Spearman, ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara usia (0,101> ρ) beban kerja fisik (nilai 0,584> ρ), dan kebiasaan sarapan (nilai 0,982> ρ) dan kelelahan kerja. Namun, yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada kurir ekspedisi adalah beban kerja mental.
Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Beban Kerja Mental, Kebiasaan Sarapan, Kelelaha
GAMBARAN PENERAPAN PROMOSI KESEHATAN PADA INSTITUSI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS II A YOGYAKARTA
Kesehatan merupakan hak setiap orang tidak terkecuali narapidana yang berada di Lapas. Kegiatan promosi kesehatan yaitu promotif dan preventif sangat dibutuhkan di Lapas narkotika karena narapidana Lapas narkotika rentan terhadap banyak masalah kesehatan terutama yang dipengaruhi penggunaan narkoba seperti HIV, gangguan psikologis dan lainnya. Kegiatan program promosi kesehatan di Lapas adalah kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat di Lapas mampu memelihara kesehatannya secara mandiri serta mengurangi masalah kesehatan di Lapas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan eksplorasi kegiatan program promosi kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan sampel diambil mengggunakan purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan sudah berjalan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Yogyakarta namun masih belum maksimal karena terdapat beberapa hambatan. Kegiatan promosi kesehatan dipengaruhi oleh petugas kesehatan di Lapas dengan kolaborasi beberapa pihak yaitu Dinas kesehatan, BNN, Polri. Dana yang dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan yaitu dana DIPA Kementrian Hukum dan HAM serta jamkesos, sarana prasarana pendukung serta peraturan yang ada.
Keyword: Program Promosi Kesehatan, Lembaga Pemasyarakatan Narkotik
GAMBARAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH MAHASISWA ALUMNI PESANTREN DI PROVINSI DKI JAKARTA
Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan masalah yang semakin lama semakin bertambah terutama di kota-kota besar salah satunya adalah Jakarta. Masalah ini juga banyak terjadi pada mahasiswa yang termasuk ke dalam remaja akhir. Perilaku seksual pranikah dapat menyebabkan dampak buruk pada aspek kesehatan maupun non kesehatan seperti infeksi menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, perasaan bersalah, dan terganggunya masa depan. Dikarenakan hal tersebut, orang tua memasukkan anaknya ke pesantren dengan harapan dapat terbentuk karakter dan religiusitas yang baik pada anaknya sehingga dapat terhindar dari perilaku tersebut. Namun ditemukan kasus mahasiswa alumni pesantren yang melakukan perilaku tersebut. Pada penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada 8 subjek penelitian dengan metode snowball sampling. Uji validitas dilakukan dengan 9 subjek triangulasi yang merupakan teman dekat subjek penelitian saat di pesantren dan saat ini. Uji reliabilitas dilakukan dengan auditing data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara faktor-faktor yang dapat menyebabkan perilaku seksual pranikah, faktor yang paling dominan adalah faktor life history yang membentuk karakter subjek penelitian, tidak adanya penanaman nilai seksual dari orang tua, keadaan keluarga yang tidak harmonis, dan pengaruh teman dekat.
Kata kunci : perilaku seksual pranikah, alumni pesantren, mahasisw
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT DENGAN UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI KELURAHAN SRONDOL WETAN , SEMARANG
Telah ditemukan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019. Hingga akhirnya sampel yang diteliti menunjukkan etiologi coronavirus baru dengan nama Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia dan telah menyebar secara luas di China dan lebih dari 190 negara dan termasuk Indonesia. Data dari Dinas Kesehatan menunujukan di kelurahan Srondol Wetan Kota Semarang memiliki kasus positif COVID-19 tertinggi di kecamatan Banyumanik, yaitu sebanyak 11 kasus positif telah terkonfirmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan persepsi masyarakat dengan upaya pencegahan COVID-19 di lingkungan Kelurahan Srondol Wetan, Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat kelurahan Srondol Wetan dengan sampel penelitian berjumlah 120 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan upaya pencegahan COVID-19 nilai p-value= 0,000. Kemudian ada hubungan yang signifikan antara persepsi dengan upaya pencegahan COVID-19 nilai p-value= 0,045 di Kelurahan Srondol Wetan, Semarang. Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan persepsi dengan upaya pencegahan COVID-19.
Kata kunci : pengetahuan, persepsi, pencegahan, COVID-1
STUDI PUSTAKA HUBUNGAN KEPUASAN KERJA, KOMITMEN ORGANISASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION PERAWAT DI RUMAH SAKIT
Abstrak: Rumah sakit merupakan institusi yang padat karya dengan berbagai profesi di satu tempat. Rumah sakit selalu dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatannya, sehingga buruknya mutu pelayanan dalam menangani pasien tentunya menjadi sorotan. Salah satu pelayanan utama dalam bidang kesehatan adalah pelayanan keperawatan yang membutuhkan perawat dalam menjalankan tugasnya. Peran ini belum banyak diperhatikan oleh manajemen rumah sakit dan seringkali menimbulkan keinginan untuk berhenti dari pekerjaannya (turnover intention). Kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan beban kerja diduga mempengaruhi keinginan keluar perawat di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan beban kerja dengan intensi turnover perawat di rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah literatur review. Metode analisis data adalah simplified approach. Peneliti telah menyeleksi beberapa artikel dan menemukan 20 artikel yang terdiri dari 13 artikel nasional dan 7 artikel internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan intensi turnover perawat di rumah sakit. Manajemen sumber daya manusia perlu mereview manajemen tenaga kesehatan khususnya perawat.
Kata Kunci : Perawat, Turnover Intention, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Beban Kerj
PENILAIAN RISIKO KEJADIAN JAPANESE ENCEPHALITIS DI WILAYAH KERJA POS LINTAS BATAS DARAT NEGARA (PLBDN) MOTAAIN
Penyakit Japanese encephalitis merupakan penyakit oleh virus dan ditularkan melalui vektor. Penyakit ini apabila menginfeksi manusia dimulai terjadinya kontak melalui gigitan vektor yang terinfeksi nyamuk Japanese encephalitis virus (JEV). Tahun 2015 pernah terjadi 4 kasus di Nusa Tenggara Timur. Topografi daerah Motaain yang terdiri dari daerah pantai, rawa, sungai, daerah pertanian dan peternakan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepadatan nyamuk, tempat perindukan Nyamuk (breeding places), keberadaan reservoir, parousitas nyamuk di lokasi buffer Wilayah Kerja Pos Lintas batas Darat Negara (PLBDN) Motaain. Jenis penelitian ini adalah deskirpstif dengan populasi nyamuk yang tertangkap di lapangan. Untuk mengetahui nyamuk yang berpotensi sebagai vektor Japanese encephalitis maka dilakukan penangkapan nyamuk dengan metode umpan orang. Penangkapan nyamuk dilakukan pada malam hari di desa Motaain Nusa Tenggara Timur . Penangkapan nyamuk dilakukan selama dua kali pengulangan dalam waktu satu bulan. Penangkapan nyamuk menggunakan landing collection dan resting collection pada pukul 18.00- 02.00 WITA. Observasi lingkungan dilakukan guna mengetahui / mengidentifikasi keadaan lingkungan breeding places. Hasil yang ditemukan adalah nyamuk Culex gelidus yang lebih dominan, Anopheles vagus dan Aedes Aegypti. Kepadatan nyamuk tertinggi adalah species Culex gelidus (88%) dengan nilai RR 5,6 % dan nilai MHD 0,1%. Suhu dan kelembaban rata-rata 30,75°C dan 69,75%. Terdapat breeding places dan resting places yaitu berupa sawah, sumur, genangan air, kandang babi. Karena belum diketahuinya secara pasti apakah vektor tersebut terdapat virus Japanese encephalitis (VJE) akan tetapi diperlukan kewaspadaan dan peningkatan upaya dalam pencegahan terjadinya Japanese encephalitis. Bagi masyarakat agar selalu berupaya meningkatkan pengendalian vektor dan perbaikan lingkungan.
Kata Kunci : Japanese encephalitis,Culex gelidus, MH
KONTRIBUSI USAHATANI SAPI PERAH TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PADA KELOMPOK TANI TERNAK PANGUDI MULYO DI KECAMATAN GUNUNGPATI, KOTA SEMARANG
Kelompok Tani Ternak Pangudi Mulyo didirikan pada tahun 2000 atas usulan Dinas Pertanian Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019 – Januari 2020 di Kelompok Tani Ternak Pangudi Mulyo, Dukuh Randusari, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat pendapatan, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan kontribusi usahatani sapi perah terhadap pendapatan rumah tangga paada kelompok tani Pangudi Mulyo. Metode yang digunakan untuk menentukan lokasi dipilih dengan purposive (dipilih secara sengaja). Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis yang digunakan penelitian ini adalah analisis pendapatan usahatani sapi perah , profitabilitas dan regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh antara variabel bebas yaitu pakan (x1), jumlah sapi laktasi (x2), produksi susu (x3) dan tenaga kerja (x4). Hasil penelitian rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 3.552.494,-/ bulan. Rata-rata penerimaan anggota KTT Pangudi Mulyo sebesar Rp 7.014.278,-/ bulan. Rata-rata pendapatan yang didapatakan sebesar Rp 3.462.117,-/ bulan. Rata-rata Profitabilitas usaha ternak sapi perah KTT Pangudi Mulyo sebesar 95%. Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi perah terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 74%. Faktor pakan, jumlah sapi laktasi, produksi susu dan tenaga kerja berpengaruh serempak terhadap pendapatan. Faktor pakan dan produksi susu berpengaruh secara parsial terhadap pendapatan, sedangkan faktor jumlah sapi laktasi dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara parsial terhadap pendapatan usahatani sapi perah.
.
Kata Kunci: faktor produksi, kontribusi pendapatan, profitabilitas, sapi pera
ANALISIS RANTAI PASOK BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa) DI KECAMATAN AMBARAWA
ANALISIS RANTAI PASOK BUNGA SEDAP MALAM
(Polianthes tuberosa) DI KECAMATAN AMBARAWA
Afif Nur Zahidah
Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi mengenai kinerja rantai pasok bunga sedap malam dan menganalisis perhitungan marjin dan efisiensi pemasaran berdasarkan saluran pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Responden terdiri dari petani dan pelaku pada lembaga pemasaran bunga sedap malam. Metode pengambilan sampel petani bunga sedap malam di Kecamatan Ambarawa menggunakan Purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 26 orang dan metode Snowball sampling untuk sampel lembaga pemasaran sebanyak 30 orang yang terdiri dari pedagang pasar, florist dan konsumen. Metode analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan metode pengembangan rantai pasok pada Asian Productivity Organization (APO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja rantai pasok dapat dikatakan cukup baik ditandai dengan terpenuhinya permintaan bunga sedap malam hingga ke konsumen. Sasaran rantai pasok yang jelas dan terarah, struktur rantai pasok yang baik, manajemen rantai pasok yang baik, sumberdaya yang cukup dan memadai dan keseluruhan performa rantai pasok yang baik; (2) Terdapat 3 saluran pemasaran yang sudah efisien dengan nilai farmers share pada saluran pemasaran I yaitu 50,19%, saluran pemasaran II yaitu 50,19% dan saluran pemasaran III untuk grade B yaitu 93,11% dan grade C yaitu 83,65%.
Kata Kunci: Bunga sedap malam, farmer’s share, rantai paso
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGRO PURWOSARI DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG
Agrowisata merupakan objek wisata berbasis alam yang cukup menarik minat pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Penilaian pengunjung terhadap agrowisata merupakan unsur penting dalam sebuah pengembangan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengunjung berdasarkan variabel bauran pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) dan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk merumuskan strategi pengembangan Agro Purwosari. Penelitian menggunakan metode survei. Metode penentuan jumlah sampel pada analisis kepuasan pengunjung menggunakan quota sampling sebanyak 100 responden, yang pengambilan sampelnya menggunakan metode purposive accidental sampling. Jumlah sampel pada perumusan strategi pengembangan adalah sebanyak 20 responden, yang dipilih secara purposive untuk dijadikan key-person. Dua puluh responden tersebut terdiri dari 4 orang dari bagian internal agrowisata, 2 orang pegawai UPTD Kebun Dinas Pertanian, 4 orang masyarakat sekitar dan 10 pengunjung. Metode analisis menggunakan Importance Performance Analysis serta Customer Satisfaction Index untuk menganalisis kepuasan pengunjung dan analisis Strength, Weakness, Opportunity dan Threat (SWOT) untuk merumuskan strategi pengembangan. Berdasarkan hasil analisis kepuasan yang berdasar pada bauran pemasaran 7P, diperoleh nilai Indeks Kepuasan pengunjung sebesar 73,39% yang tergolong pada kategori puas. Penentuan untuk strategi pengembangan dapat dilihat dari pemetaan posisi agrowisata. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa Agro Purwosari terletak di kuadran I yaitu kuadran yang menguntungkan dimana strategi yang digunakan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki agrowisata. Rekomendasi strategi pengembangan yang dapat diterapkan yaitu inovasi ide dan produk wisata; menciptakan paket wisata dengan wisata lain terdekat yang memadukan keunggulan masing-masing (wisata kuda dan tur keliling kebun) dan memperluas jaringan pemasaran produk dengan bermitra.
Kata kunci : agrowisata, kepuasan pengunjung, strategi pengembanga