Diponegoro University

Diponegoro University Institutional Repository
Not a member yet
    71404 research outputs found

    Perancangan Rekreasi dan Penelitian Biota Laut Semarang Aquarium

    Get PDF
    1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara maritim. Negara maritim adalah negara yang wilayah perairannya lebih luas dibanding daratannya, bahkan Indonesia termasuk negara dengan laut terluas di dunia. Maka tak heran jika indonesia disebut negara maritim karena memang di indonesia terpampang luas lautanya. Memiliki ribuan gugusan pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km menjadikan Indonesia negara yang kaya akan sumber daya perikanan. Dengan Luas wilayah perikanan di laut sekitar 5,8 juta Km2. Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Indonesia merupakan pemilik kekayaan jumlah spesies ikan terbesar di dunia. Memiliki sekitar 4.720 jenis ikan baik tawar maupun laut di perairan Indonesia. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI mengemukakan bahwa Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati laut, dan jenis biota lautnya sangat beragam. Akibat minimnya penyebaran informasi, kekayaan laut Indonesia belum tersosialisasikan kepada masyarakat luas. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang biota laut antara lain disebabkan minimnya fasilitas penunjang yang dapat memberikan informasi yang jelas dan asli tentang biota laut beserta isinya. Tidak sedikit masyarakat yang memiliki kegemaran untuk memelihara binatang laut dalam wadah akuarium atau kolam sebagai pemenuhan kebutuhan rekreasi dari kegiatan rutinitas sehari-hari. Hal ini menjadi salah satu bukti adanya usaha manusia mendekatkan diri terhadap alam dengan memelihara dan memperlajari kehidupan lain di luar dirinya. Untuk dapat mengetahui aneka ragam kehidupan laut yang lebih luas, perlu adanya suatu fasilitas yang menampilkan kehidupan laut dalam media atau wadah yang tepat agar dapat diamati secara jelas dengan tidak meninggalkan unsur-unsur habitat aslinya. Dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan pengetahuan masyarakat luas akan ragam kehidupan laut.Semarang merupakan lokasi yang potensial bagi pengembangan pariwisata Jawa Tengah karena Semarang merupakan Ibu Kota jawa Tengah yang menjadi pusat jalur paket wisatawan asing maupun domestik. Semarang merupakan Titik Tumbuh bagi kota-kota lain di Jawa Tengah. Dan merupakan Titik Simpul Distribusi Barang dan Jasa Jawa Tengah. Posisi ini mendorong tumbuhnya Semarang menjadi kota bisnis, yang dengan sendirinya akan meningkatkan tuntutan kebutuhan akan sektor pariwisata. Kondisi klimatologi kota Semarang, termasuk iklim tropis dengan suhu udara rata-rata adalah 27,3 ºC. Dengan kata lain Semarang memiliki temperatur yang cukup baik untuk aktivitas pertanian, pariwisata dan sebagainya. Peraturan Daerah Tingkat II Semarang No. 2,1990 : 2

    PERISTIWA KOMUNIKASI DALAM KESENIAN SINTREN DI KABUPATEN PEKALONGAN (KAJIAN ETNOGRAFI KOMUNIKASI)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan urutan pertalian komponen komunikasi, wujud pesan dan tindakan komunikatif dalam kesenian sintren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dalam studi etnografi komunikasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode etnografi. Data penelitian berupa semua tuturan yang terlibat dalam kesenian sintren. Sumber data penelitian ini adalah semua pemain yang terlibat dalam kesenian sintren dari kelompok sintren Bahurekso di Pekalongan.Temuan penelitian bahwa kesenian sintren memiliki sistem komunikasi lokal yang terjalin dalam urutan komponen-komponen komunikasi dengan akronim GEPNIKAS yaitu Genre, Ends, Participants, Norma, Instrumentalities,Key, Act sequences,dan Setting. Wujud pesan dalam kesenian sintren terbagi menjadi tiga jenis berupa mantra, parikan dan lirik lagu. Tindakan komunikasi dalam kesenian sintren terbagi menjadi dua, pertama, tindakan komunikasi antara pemain sintren dengan roh bidadari atau makhluk yang dapat mendatangkan kuasa gaib. Tindakan komunikatif tersebut terwujud dalam permohonan, pengharapan dan sembahan; kedua, tindakan komunikasi antara pemain sintren dengan penonton. Tindakan komunikatif tersebut terwujud dalampermintaan, pernyataan, ajakan, pemberitahuan. This study aims to describe relationship between the sequence of communication component, form of messages and act of communication. This descriptive qualitative study on communication ethnography. Theethnographic method was applied here. The data were all utterances in Sintren dance. Source of data was the players involved in sintren art from Bahurekso sintren group in Pekalongan. The result shows that sintren dance has a local communication system linked in sequence in acronym GEPNIKAS namely Genres, Ends, Participants, Norma, Instrumentalities, Key, Act sequences, and Settings. Form of messages are divided into three types:form of spells, parikans and song lyrics. Futhermore, communicative action can be classified into two groups. The first is communication between Sintren player with angel or some creative that can bring mystical or magic power in the forms of statement, expectations and worship, while the second is the communication between Sintren players and audience. The communicative action is manifested in requests, statements, invitations, notifications

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN UNIVERSAL PRECAUTION (STUDI KASUS DI RSUD UNGARAN)

    Get PDF
    Rumah sakit merupakan salah satu tempat kerja yang kompleks. Semakin luasnya pelayanan kesehatan dan fungsi dari suatu rumah sakit, maka semakin kompleks pula peralatan dan fasilitasnya. Untuk mendukung terlaksananya pelayanan kesehatan yang bermutu, rumah sakit melakukan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Central for Disease Control and Prevention (CDC) sudah membentuk program yang bernama Universal Precaution (UP) yang bertujuan untuk menurunkan risiko penularan patogen melalui darah dan cairan tubuh. Namun di RSUD Ungaran masih ditemukan kasus Needle Stick Injury (NSI) yang dikarenakan perawatnya masih melakukan recapping. Maka dari itu, masih terdapat perawat yang tidak mematuhi UP. Secara teori, terdapat beberapa faktor yang berkaitan dengan tingkat kepatuhan, yaitu pengetahuan, sikap, nilai, beban kerja, hambatan dalam penerapan, pelatihan, dukungan administratif, dan budaya keselamatan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor tersebut dengan kepatuhan perawat terhadap UP. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden dengan proporsional random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,7% mematuhi UP. Hasil analisis statistik menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kepatuhan perawat terhadap UP adalah, pelatihan perawat, dukungan administratif, dan budaya keselamatan dengan p value 0,05. Untuk itu disarankan bagi rumah sakit untuk memastikan sarana dan prasarana termasuk SPO yang sesuai dengan aturan terbaru. Kata Kunci: Perawat, Kepatuhan, Universal Precautio

    PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN SMS GATEWAY PELAPORAN IBU HAMIL BERISIKO TINGGI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KADER DALAM MELAPORKAN RISIKO TINGGI IBU HAMIL

    Get PDF
    Kematian ibu di Semarang sebagian besar dikarenakan ibu memiliki faktor risiko tinggi dan komplikasi pada kehamilannya di mana harapannya dengan semakin cepat kasus risiko tinggi ditemukan dan dilaporkan maka semakin cepat pula penanganan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi SMS gateway pelaporan ibu hamil berisiko tinggi terhadap kinerja kader dalam melaporkan risiko tinggi ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental design dan nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 54 orang pada setiap kelompok. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pemberian SMS gateway sedangkan kinerja kader dalam melaporkan risiko tinggi pada ibu hamil adalah variabel terikat. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan pretest dan posttest (p=0,000) pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan pretest dan posttest (p=0,317). Hal ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja pada kader kelompok eksperimen yang diberikan intervensi dan kader kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi sesuai dengan analisis pengujian beda menggunakan Mann-Whitney U test (α = 0,05 ) dengan hasil nilai P-value (Sig 2-tailed) 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh diberikannya SMS gateway pada kinerja kader dalam melaporkan ibu hamil berisiko tinggi di mana kader lebih cepat melaporkan dibandingkan sistem sebelumnya. Saran pada penelitian ini yakni perlunya penelitian lebih lanjut tentang pengaruh SMS gateway terhadap peningkatan kader sepenuhnya dikarenakan hasil penelitian ini baru bisa membuktikan bahwa SMS gateway mempercepat pelaporan ibu hamil berisiko tinggi. Kata Kunci : SMS gateway, Kinerja Kader, Ibu Hamil Berisiko Tingg

    MODIFIKASI BUBU PARALON UNTUK PENANGKAPAN IKAN SIDAT (Anguilla Bicolor) DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN, KABUPATEN CILACAP

    Get PDF
    Perairan Segara Anakan adalah sebuah laguna yang berada di Kabupaten Cilacap dan berlokasi di antara Pulau Jawa dan Pulau Nusakambangan. Perairan Segara Anakan memiliki potensi sumber daya perikanan terutama di bidang perikanan tangkap yang besar, salah satu komoditas ekonomi penting di Perairan Segara Anakan adalah ikan sidat. Menurut data Dinas Kelautan, Perikanan dan Pengelolaan Sumber Daya Kawasan Segara Anakan Kabupaten Cilacap 2015, jumlah hasil tangkapan Ikan Sidat (Anguilla Spp.) di Perairan Umum Darat (PUD) sungai, genangan dan rawa terutama di Perairan Segara Anakan tahun 2015 sebanyak 7,57 ton dengan nilai produksi Rp. 929.627.000,-. Ikan sidat di Perairan Segara Anakan ditangkap menggunakan berbagai cara, salah satunya menggunakan bubu paralon (trap). Bubu paralon dipakai untuk menangkap ikan sidat karena ikan sidat yang tertangkap dalam keadaan hidup

    PERBEDAAN PERUBAHAN STATUS GIZI ANTARA ANAK USIA 7-24 BULAN YANG DIBERI MAKANAN PENDAMPING ASI LOKAL BUATAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN BUATAN RUMAH DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Pada tahun 2017-2018 terjadi peningkatan kasus gizi buruk dan gizi kurang pada balita di Kota Semarang. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pemenuhan asupan gizi dari Makanan Pendamping ASI (MP ASI). Di Kota Semarang muncul MP-ASI lokal buatan Pedagang Kaki Lima (PKL). Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan perubahan status gizi pada anak usia 7-24 bulan antara yang diberi MP-ASI buatan PKL danbuatan rumah. Penelitian analitik ini dilakukan dengan disain kohort selama 1 bulan. Total sampling diterapkan pada anak yang diberi MP-ASI buatan PKL (17 anak)dan sebagai pembanding dipilih 17 anak yang diberi MP-ASI buatan rumah. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, recall konsumsi 2x24, penimbangan berat badan menggunakan timbangan digital. Analisis data dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Setelah drop out, data dari 13 anak dari tiap kelompok dianalisis. Tidak ada perbedaan Skor Z BB/U awal (p=0,555), akhir (p=0,521) dan perubahan skor Z BB/U (p=0,396) antara kedua kelompok. Rerata asupan energi/ hari dari MP ASI PKL adalah 53 kkal (usia 7-11 bulan) dan 63 kkal (usia 12-24 bulan), sedangkan dari MP ASI buatan rumah 277 kkal (usia 7-11 bulan) dan 385 kkal (usia 12-24 bulan). Hasil uji beda antara status gizi awal dan akhir menunjukkan bahwa pada kelompok MP-ASI buatan PKL terjadi penurunan (p=0,023) skor Z BB/U dari -0,5724±0.5539 menjadi -0,6814±0,5840, sedangkan pada kelompok MP-ASI buatan rumah tidak berubah (p=0,507) dari -0,5933±1,5499 menjadi -0,6936±1,7876. Disimpulkan bahwa MP-ASI buatan rumah memberikan sumbangan energi dan berdampak pada skor Z BB/U lebih baik daripada MP ASI buatan PKL setelah 1 bulan pengamatan. Kata kunci:MP-ASI, buatan rumah, buatan PKL, anak usia 7-24 bulan, status giz

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JAMBAN DI DESA MUNGGUR KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR

    Get PDF
    Pentingnya pemanfaatan jamban berdampak besar terhadap kesehatan, baik kesehatan masyarakat maupun kesehatan lingkungan. Pemerintah kabupaten Karanganyar sudah membangun jamban komunal untuk mengurangi masyarakat buang air besar di sembarang tempat, namun masih banyak masyarakat buang air air besar di sembarang tempat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pemanfatatan jamban di Desa Munggur Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan jamban. Sampel penelitian ini sebanyak 83 kepala keluarga dari populasi 576 di Desa Munggur Kecamatan Mojogedang. Sampel penelitian ini dipilih secara proportional random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini meliputi pengetahuan, sikap, kepemilikan jamban, ketersediaan air bersih, ketersediaan SPAL, dukungan tokoh masyarakat dan dukungan petugas kesehatan dan untuk variabel terikat pada penelitian ini yaitu praktik pemanfaatan jamban. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate kemudian diuji dengan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap (p value = 0,01), kepemilikan jamban (p value = 0,000), ketersediaan air bersih (p value = 0,000), ketersediaan SPAL (p value = 0,002) dan dukungan tokoh masyarakat (p value = 0,03)dengan pemanfaatan jamban.Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0.22) dan dukungan petugas kesehatan (p value = 0,34) dengan praktik pemanfaatan jamban.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa sikap, kepemilikan jamban, ketersediaan air bersih, ketersediaan SPAL dan dukungan tokoh masyarakat merupakan faktor yang berhubungan dengan praktik pemanfataan jamban, sehingga diperlukan peningkatan sikap dan sarana prasarana jamban agar pemanfataan jamban dapat optimal. Kata Kunci : Pemanfaatan Jamban, Faktor Perilaku, Faktor Lingkunga

    HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI SUSU SEGAR DENGAN SKOR-Z TB/U PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOYOLALI

    Get PDF
    Susu segar berasal dari sapi perah. Susu dapat membantu pembentukan gigi dan tulang tetap kuat, membantu kontraksi otot, dan menunjang pertumbuhan anak. Banyak penelitian menemukan konsumsi susu pada anak di Indonesia rendah, termasuk di daerah penghasil susu. Rendahnya konsumsi susu ini diduga ada korelasinya dengan kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisishubungan kebiasaan konsumsi susu segar dengan skor-z TB/U pada anak Sekolah Dasar di Kabupaten Boyolali. Sampel terdiri dari anak usia 6-12 tahun, dipilih dengan metode cluster random sampling dengan total 93 anak. Jenis penelitian ini yaitu observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2019 di Desa Keposong, Musuk, Boyolali. Pengumpulan data primer dilakukan dengan kuesioner terstruktur, wawancara Food Frequency Questionnaire (FFQ), recall aktivitas fisik 24 jam dan pengukuran tinggi badan dengan stadiometer. Analisis data pada penelitian ini menggunakan ujirank spearman, pearson product moment, danchi-square. Dari penelitian ini, didapatkan (65,3%) tidak minum susu segar dan (28,8%) stunting. Terdapat hubungan yang bermakna pada kontribusi konsumsi susu (energi, protein, kalsium) terhadap kecukupan gizi dengan skor-z TB/U (p<0,05). Terdapat hubungan yang bermakna pada tingkat kecukupan makanan total (energi, protein, kalsium) dan aktifitas fisik dengan skor-z TB/U (p<0,05). Terdapat Hubungan yang tidak bermakna dari diare dan ISPA dengan skor-z TB/U (p≥0,05). Pada penelitian ini di dapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan konsumsi susu segar dengan skor-z TB/U. Kebiasaan konsumsi susu segar yang rutin menunjukkan skor-z TB/U semakin tinggi. Saran bagi Sekolah untuk meningkatkan kesadaran kepada orang tua dan siswa mengenai Kata kunci :konsumsi susu segar, anak sekolah, stunting, tingkat kecukupan energi, tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan kalsiu

    Perempuan dan Anak dalam Visualisasi pada Komunikasi Lingkungan

    Get PDF
    Children and women are often used as iconography to draw attention to social campaigns because they are able to bring up empathy and moral responsibility of parents, especially mothers. How social actors is presented in an environmental discourse such as Jakarta's air pollution determines who is responsible for decreasing air quality to cause health risks for children and women. Aku dan Polusi is an active campaign by the Gerakan IBUKOTA which is filing a citizen lawsuit demanding the responsibility of the government for the declining quality of Jakarta's air. This study aims to describe the visual and lexical strategies used by Aku dan Polusi in presenting children and women, as well as emphasizing responsibility to parents, especially mothers. This research conducted a multimodal discourse analysis (MDA) on four Aku dan Polusi’s campaign materials using iconography of children and women wearing anti-pollution masks. To describe the visual strategy the researcher uses the Visual Grammar perspective from Kress & van Leeuwen, while the lexical strategy refers to the MDA by Machin & Mayr. The research findings show that Aku dan Polusi deployed two discourse strategies on the campaign material, namely 1) describing health risk threats due to air pollution and 2) describing victims of air pollution. This discourse strategy has three implications: 1) victimizing vulnerable groups, 2) confirming the existence of a gender gap in environmental talks, and 3) using a colonial perspective in presenting children and women as iconography in campaigns

    65,209

    full texts

    71,404

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Diponegoro University Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇