71404 research outputs found
Sort by
Sikap dan Pemilihan Bahasa Remaja Usia 10-18 Tahun Keturunan Suku Jawa di Kota Jakarta Timur
Sukma, Gabriella Dhianya. 2020. "Languange Attitudes and Language Choice of Youth Javanese Descent Ages 10-18 Years in East Jakarta". Thesis (S1) Indonesian Literature. Faculty of Cultural Sciences, Undip Semarang. Supervisor I Drs. Suharyo, M. Hum., and Supervisor II Riris Tiani, S. S, M. Hum.
This study aims to describe the language attitudes and language choices of adolescents with Javanese family backgrounds in the East Jakarta region in the family and friendship domain and to describe the factors underlying these language attitudes and language choices. This study adopts the theory of language attitudes and language choices. This research is a descriptive study with quantitative approach. The method of analysis applied descriptive statistics and presented the data through informal method. The results showed that the language attitude of adolescents of Javanese descent aged 10-18 years in East Jakarta towards Javanese was negative. The evidence gained from the results of descriptive data analysis and categorization among 100 respondents studied, 32 subjects (32%) were in highly negative categorization, and 34 subjects (34%) had negative categorization. Based on the results of language selection research, Bahasa Indonesia is the most spoken language in the family and friendship domains. Factors that influence language attitudes are divided into internal and external factors, namely feelings of shame and prestige, acquisition of mother tongue, and family environment and surroundings. Additionally, factors that influence language selection are also divided into internal and external factors, namely the search for identity, language attitudes, participants involved in the speech event, as well as the setting, time, and situation.
Keywords: Sociolinguistics, Language Attitudes, Language Choice
SUATU KAJIAN SISTEMATIK DAN META ANALISIS MENGENAI KEMAMPUAN KARBON AKTIF BERBAHAN SISA KEGIATAN PERTANIAN DALAM MENURUNKAN KADAR KROMIUM PADA AIR LIMBAH KEGIATAN INDUSTRI
Kegiatan industri pada umumnya menghasilkan air limbah yang mengandung zat kontaminan yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan, salah satunya berupa logam berat seperti kromium hexavalen. Kromium hexavalen bersifat toksik, mutagenik, karsinogenik and teratogenik. Limbah kegiatan industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air yang dapat dilakukan dengan cara adsorpsi menggunakan adsorben berupa karbon aktif. Tujuan dari kajian sistematis dan meta analisis ini adalah menganalisis kemampuan karbon aktif berbahan sisa kegiatan pertanian dalam menurunkan kadar kromium air limbah kegiatan industri berdasarkan variabel jenis bahan karbon aktif, konsentrasi karbon aktif, ukuran karbon aktif dan waktu kontak. Kajian sistematis ini dilakukan dengan teknik meta analisis dengan cara menggabungkan sebanyak 14 artikel dari 52 artikel yang diperoleh yang bersumber dari Portal Garuda dan Google Scholar dengan jangka waktu 10 tahun (2010-2020). Hasil meta analisis perhitungan selisih rerata keseluruhan variabel didapatkan nilai p value = 0,001 atau p value < 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara jenis bahan karbon aktif, konsentrasi karbon aktif, ukuran karbon aktif dan waktu kontak terhadap penurunan kadar kromium. Dari meta analisis perhitungan selisih rerata masing-masing variabel didapatkan nilai p value = 0,001 pada semua variabel. Dapat disimpulkan bahwa variabel jenis bahan karbon aktif, konsentrasi karbon aktif, ukuran karbon aktif dan waktu kontak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar kromium air limbah. Semakin besar nilai variabel bebasnya maka semakin besar penurunan kadar kromium, terkecuali pada variabel ukuran karbon aktif, semakin besar ukuran karbon aktif maka semakin kecil penurunan kadar kromiumnya.
Kata Kunci : karbon aktif, sisa pertanian, kromium, air limbah industr
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERIMAAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN PROGRAM PUSKESMAS TANPA ANTRIAN KOTA SEMARANG (PUSTAKA) DI PUSKESMAS PONCOL SEMARANG
Adanya antrian di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ) di Puskesmas Poncol Semarang merupakan hal yang harus segera diatasi karena akan mempengaruhi kepuasan pasien serta dapat berdampak pula pada mutu pelayanan puskesmas. Untuk mengatasi hal tersebut, Puskesmas Poncol Semarang menerapkan Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA) yaitu pendaftaran rawat jalan melalui Whatsapp, SMS, atau aplikasi yang dibuat oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Namun penggunaan PUSTAKA belum termanfaatkan secara optimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerimaan dalam penggunaan program PUSTAKA. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan studi cross-sectional. Kuesioner diberikan kepada 100 responden yang merupakan pengguna PUSTAKA di Puskesmas Poncol. Pengolahan data menggunakan metode analisis univariat dan bivariat dengan uji statistikchi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan penerimaan dalam penggunaan program PUSTAKA yaitu ekspektasi kinerja (p= 0,037) serta ekspektasi usaha (p= 0,015). Variabel yang tidak berhubungan yaitu pengaruh sosial (p= 0,434). Disarankan bagi pihak puskesmas agar memaksimalkan sosialisasi mengenai PUSTAKA kepada masyarakat secara langsung, memberi saran pada Dinas Kesehatan Kota Semarang agar menyederhanakan format pendaftaran,serta menyediakan nomor telepon lain sebagai alternatif bagi pasien yang mengalami kendala dalam melakukan pendaftaran melalui SMSatau Whatsapp.
Kata kunci : Penerimaan, Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (PUSTAKA), Pengguna PUSTAK
KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN ZODIA (Evodia suaveolens Blume) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti Linnaeus (Eksperimen Laboratorium & Semi Aplikasi Lapangan di Kelurahan Meteseh)
Latar belakang: Pada beberapa wilayah di Indonesia menunjukkan indikasi larva Aedes aegypti Linnaeus telah toleran terhadap temepos. Zodia (Evodia suaveolens Blume) merupakan salah satu tanaman memiliki potensi sebagai insektisida dan larvasida.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ekstrak daun zodia memiliki kemampuan sebagai larvasida Aedes aegypti Linnaeus pada eksperimen laboratorium dan penerapan pada semi aplikasi lapangan.
Metode: Desain posttest only control design digunakan untuk uji larvasida tahap eksperimen lapangan dan semi aplikasi lapangan, sedangkan desain posttest only nonequivalent control group design digunakan untuk uji lethal ovitrap tahap semi aplikasi lapangan. Sampel pada uji larvasida adalah Aedes aegypti Linnaeus instar III strain rentan, sedangkan pada uji lethal ovitrap tahap semi aplikasi lapangan adalah rumah yang terdapat RT 1 RW 3 Kelurahan Meteseh. Uji beda rerata mortalitas larva antarkelompok menggunakan Kruskall Wallis saat uji larvasida tahap eksperimen laboratorium dan tahap semi aplikasi lapangan. Uji beda keberadaan larva antarkelompok menggunakan Fisher’s exact saat uji lethal ovitrap tahap semi aplikasi lapangan.
Hasil: Terdapat perbedaan mortalitas larva Aedes aegypti Linnaeus instar III antarkelompok saat uji larvasida tahap eksperimen laboratorium dan tahap semi aplikasi lapangan (p: 0,001), namun tidak terdapat perbedaan keberadaan larva pada antarkelompok saat uji lethal ovitrap tahap semi aplikasi lapangan (p: 0,235).
Kesimpulan: Ekstrak daun zodia memiliki kemampuan sebagai larvasida pada tahap eksperimen laboratorium dan semi aplikasi lapangan, namun belum memiliki kemampuan sebagai lethal ovitrap pada tahap semi aplikasi lapangan.
Kata kunci: Evodia suaveolens, ekstrak daun zodia, larvasida, Aedes aegypti, Meteseh
Background: In some regions in Indonesia there are indications that Aedes aegypti Linnaeus larvae have tolerated temepos. Zodia (Evodia suaveolens Blume) is one of the plants that have potential as an insecticide and larvicide.
Objective: This study aims to prove zodia leaf extract has the ability as Aedes aegypti Linnaeus larvicide in laboratory experiments and application in semi-field applications.
Method: The posttest only control design is used for larvacide test in the laboratory experimental and semi-field application, while the posttest only nonequivalent control group design is used for the lethal ovitrap test in the semi-field application. The sample in the larvicide test was Aedes aegypti Linnaeus instar III susceptible strain, whereas in lethal ovitrap test the semi-field application stage was a house contained RT 1 RW 3 of Meteseh Village. Different test of intergroup larval mortality using Kruskall Wallis when the larvaside test is in the laboratory experimental phase and the semi application stage in the field. Different test for the presence of intergroup larvae using Fisher's exact during the lethal ovitrap test in the semi-field application stage.
Results: There was a difference in mortality of instar III Aedes aegypti Linnaeus larvae between groups during the larvaside test in the laboratory experiment stage and in the semi-field application stage (p: 0.001), but there were no differences in the presence of larvae in the intergroup group during the ovitrap lethal test in the field of field application (p: 0.235).
Conclusion: Zodia leaf extract has the ability as larvicide at the stage of laboratory experiments and semi-field applications, but does not yet have the ability as an ovitrap lethal at the semi stage of field applications.
Keywords: Evodia suaveolens, zodia extracts, larvicides, Aedes aegypti, Metese
PERILAKU ABNORMAL PADA TIGA TOKOH SENTRAL DALAM FILM MISUMISOU KARYA EISUKO NAITO KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA 内藤瑛亮が監督した「ミスミソウ」映画にいる中心人物三人の異常行動
ABSTRACT
Yunisari, Febriana Ika. 2020. “ Abnormal Behavior of the three central characters in Film Misumisou by Eisuke Naito ( A Literatur Psychology Research )”. A thesis of Japanese and Cultural Studies, Faculty of Humanity, Diponegoro University, Semarang.
The material object in this thesis using a film entitled Misumisou by Eisuke Naito. Meanwhile, the formal object in this thesis is the analyze abnormal behavior of the three characters. The method used in this thesis is structural. This thesis discusses the narrative structure of the film and the abnormal behavior of the trhree characters in the film. This thesis used theory of the structure of movie narrative by Himawan Pratista and also uses the DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) IV Text Revision from American Psychiatric Assosiation to analyze abnormal behavior .
The result of this thesis is narrative relation with space includes school, forest, school garbage dump, Haruka Nozaki’s residence, Mitsuru Aiba’s residence, Taeko Oguro’s residence, Yoshi Tachibana’s residence, Haruka Nozaki’s grandfather’s residence. The sequences in the film using a non-linear pattern B-C-D-A-E. 1) It is concluded that Haruka Nozaki has post-traumatic stress disorder which is shown by self-injuring behavior, desire for revenge, and explosive anger. 2) It is concluded that Mitsuru Aiba has an antisocial personality disorder which is shown by committing criminal acts under the age of 15, being irritable, and selfish. 3) It is concluded that Taeko Oguro has borderline personality disorder and paranoid personality. Threshold personality disorder is indicated by mood instability in relationships and self-harm. Meanwhile, paranoid personality disorder is indicated by a jealous attitude and reactions to what he considers an attack by his character or reputation
Keywords : Film, Abnormal Behavior, Misumiso
EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF DBD KOTA SEMARANG TAHUN 2014-2019
Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah salah satu penyakit yang angka morbiditas dan mortalitasnya tinggi di Indonesia. Program Pencegahan penyebaran DBD telah banyak dilakukan manum masih tetap saja DBD memiliki angka kasus yang tinggi, terutama di wilayah Kota Semarang. Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu penyakit secara epidemiologis adalah faktor host, faktor agent serta faktor lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran epidemiologi DBD di Kota Semarang berdasarkan curah hujan, kelembaban, jumlah penduduk dan angka bebas jentik nyamuk. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan suvey dekriptif. Data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Kesehatan Kota Semarang dari tahun 2014 hingga 2019. Hasil analisis korelasi membuktikan tidak adanya hubungan antara intensitas hujan (p=0,589), kelembaban (p=0,165), jumlah penduduk (p=0,068) dan angka bebas jentik (p=0,661) terhadap jumlah penderita DBD di Kota Semarang pada tahun 2014-2019.
Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Kota Semarang, Epidemiolog
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN BUAH NANAS MADU DI KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG
Nanas madu merupakan varietas buah yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia. Nanas madu juga banyak diminati karena rasanya dan memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen dan menganalisis preferensi konsumen serta atribut yang paling dipertimbangkan dalam membeli buah nanas madu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2020 di Kecamatan Belik. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Belik merupakan sentra produksi buah nanas madu. Metode penelitian menggunakan survei dengan jumlah sampel ditentukan sebanyak 100 responden dan menggunakan accidental sampling Metode pengumpulan data dengan wawancara kepada responden, observasi, studi literatur dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis konjoin. Atribut yang diteliti meliputi harga, warna, rasa dan bentuk buah nanas madu. Hasil analisis deskriptif diketahui bahwa karakteristik konsumen buah nanas madu di Kecamatan Belik mayoritas berjenis kelamin perempuan, berusia 20 sampai 29 tahun, memiliki pendidikan terakhir sekolah menengah (SMP/SMA) dan memiliki pendapatan mulai dari >Rp1.000.000-Rp3.500.000 per bulannya serta dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 5 orang. Hasil analisis konjoin diketahui bahwa preferensi konsumen buah nanas madu di Kecamatan Belik yaitu konsumen lebih menyukai buah nanas madu yang memiliki harga >Rp3.500-Rp4.500 per buah, berwarna dominan kuning, memiliki rasa yang manis dan berbentuk potongan saat pembelian. Atribut yang dianggap paling penting bagi konsumen saat membeli buah nanas madu adalah atribut rasa.
Kata kunci : analisis konjoin, konsumen, nanas madu, preferens
PRAKTIK GERMAS MAHASISWA UNDIP YANG BERDOMISILI DI DKI JAKARTA PADA MASA PANDEMI COVID-19
Pandemi COVID-19 dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia berada di DKI Jakarta. Mahasiswa, termasuk dalam rentang umur yang rentan tertular COVID-19(24,7%). Penyakit ini harus diatasi dengan melakukan kegiatan preventif seperti salah satunya Praktik GERMAS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik GERMAS mahasiswa UNDIP yang berdomisili di DKI Jakarta pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa UNDIP yang berdomisili di DKI Jakarta pada masa pandemi COVID-19. Metode pengambilan sampel dengan accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian ini ditemukan gambaran praktik GERMAS pada mahasiswa baik(72,2%). Namun, pada praktik olahraga minimal 30 menit sehari masih jarang dilakukan(53,7%). Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup baik (47,2%). Namun pada pengetahun tingkat keparahan bagi perokok yang terpapar COVID-19 lebih besar kemungkinannya untuk menjadi pasien perawatan intensif masih kurang(6,5%). Kemudian, sikap responden tergolong positif(97,2%). Lalu, mayoritas responden memiliki akses untuk mendapatkan informasi seputar COVID-19 dan GERMAS(59,3%). Selain itu, responden juga termotivasi untuk melakukan praktik GERMAS oleh lingkungan sosialnya seperti orang tua(83,3%) dan teman(66,7%). Dapat disimpulkan bahwa praktik GERMAS mahasiswa UNDIP yang berdomisili di DKI Jakarta tergolong baik. Namun, pada pengetahuan dan praktik olahraga minimal 30 menit tergolong kurang baik.
Kata Kunci : GERMAS, praktik, COVID-19, mahasisw
KAJIAN PUSTAKA HUBUNGAN ANTARA PAPARAN DEBU DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA KAYU DI INDONESIA
Penyakit paru akibat kerja merupakan penyakit yang terjadi karena terhirupnya debu,uap atau gas yang berbahaya saat bekerja. Debu merupakan salah satu zat yang dapat menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan Paparan debu kayu dapat mengakibatkan gangguan fungsi paru pada pekerja di tempat tersebut, hal ini dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas kerja para pekerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh paparan debu kayu terhadap gangguan fungsi paru. Penelitian ini merupakan literature review dengan metode simplified approach. Penelusuran literatur dilakukan melalui database online seperti NCBI, Google Scholar, Portal Garuda, dan Science Direct.. Dari 162 artikel yang ditemukan, hanya 8 artikel yang dapat digunakan. Hasil kajian Pustaka ini, 3 artikel (37,5 %) menyatakan adanya hubungan antara debu terhirup dengan ganggguan fungsi paru, dengan rata- rata p value yaitu 0,029 dan rata-rata kadar debu adalah 1,76 mg/m3. 3 artikel (37,5%) menyatakan adanya hubungan antara kadar debu total di lingkungan kerja dengan gangguan fungsi paru, dengan rata-rata p value yaitu 0,034 dan rata-rata kadar debu adalah 6,72 mg/m3. Rentang persentase yang terkena gangguan fungsi paru yaitu 56,67% - 85,7 %
Kata Kunci : Gangguan fungsi paru, debu, pekerja kayu,penyakit akibat kerj
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG ISOLASI RSUDBIMA NUSA TENGGARA BARAT
Kuman yang ada di udara dalam rumah sakit akan memiliki resiko infeksi pada pasien atau pegawai rumah sakit. Pertumbuhan kuman di udara juga disebabkan oleh suhu ruangan yang tidak memenuhi syarat. Pengamatan diruang isolasi RSUD Bima masih terlihat di berbagai ruangan atap dan dinding yang terdapat jamur dan beberapa exhauster fan yang tidak berfungsi sehingga pertukaran udara tidak maksimal, hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan tingginya angka kuman udara diruang isolasi. Data angka kuman udara di RSUD Bima Tahun 2019 pada ruang isolasi zaitun sebesar 623 CFU/m3. Angka kuman udara di ruang isolasi tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan ruangan lain, Pencemaran udara dalam rumah sakit terutama ruang isolasi memiliki beberapa faktor penyebab. Berbagai kondisi lingkungan fisik udara yang belum optimal maka akan beresiko tempat pertumbuhan dan perkembangan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan angka kuman udara ruang isolasi di RSUD Bima setelah dilakukan disinfeksi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ruang isolasi yang ada di RSUD Bima Nusa Tenggara Barat yang berjumlah 6 ruang isolasi dan dilakukan pengukuran angka kuman udara pada pagi dan sore selama 1 hari. Hasil penelitian ini dari kelima variabel tersebut dengan indeks angka kuman secara uji statistik menunjukan rata-rata kuman udara di pagi dan sore adalah 20,91 CFU/m3. Hasil tersebut masih dalam batas yang baik berdasarkan Permenkes No.7 Tahun 2019. Kesimpulan penelitian ini bahwa indeks angka kuman yang ada diruang isolasi rumah sakit umum daerah Bima Nusa Tenggara Barat setelah disinfeksi dalam kondisi yang baik dan memenuhi syarat.
Kata kunci:Angka Kuman Udara, Suhu, Kelembaban, Pencahayaan, Sanitasi, kunjunga