71404 research outputs found
Sort by
The Consumer Preference Analysis Of Beef Product In Traditional Market Of Semarang City
Beef is animal food commodities that contain high nutrition. The purpose of study is to analyze the characteristics and preferences of beef consumers in traditional markets of Semarang City. This research was conducted in February - March 2020 in five Semarang City Traditional Markets, namely Damar, Waru Indah, Mangkang, Genuk and Peterongan Market. Determination of location using a purposive method with consideration traditional markets generally have more buyers than modern markets. The research uses the survey method. The number of samples is determined as many as 100 consumers as respondents with the quota sampling. The sampling method uses purposive sampling that is applying specific criteria to determine respondents. Methods of data collection by interviewing respondents, observations, study of literature and documentation. Analysis data used is descriptive, chi square, crosstab and conjoint analysis. Attributes studied included the color, fat content and cuts of meat. Descriptive for analysis characteristics results most of female consumers, aged 36-40 years, the last educated High School, work as a housewife and have a family income > Rp. 5,000,000 / month. Chi square and crosstab analysis results show a relationship between the number of family members and the number of beef purchases. The results of the conjoined analysis show that consumers prefer bright red, nonfat and chunks of meat part 3 (veggie, ribs, samcan and brisket). Beef attributes that are most important for consumers during the purchase process is based on the Importance Values where fat 44.99%, color 28.24% and cutlet 26.75%.
Keywords: beef, characteristic, consumers, preferences
Analysis of Dairy Farmers Satisfaction Towards Partnership Program with Koperasi Andini Luhur in Getasan District
Partnership is a collaborative activity that has the principles of equality, openness and benefits between the company and its partners. This research aims to analyze the implementation of partnership activities, to analyze the level of satisfaction of dairy farmers in implementing partnerships with Koperasi Andini Luhur and analyze the attributes that determine the level of satisfaction of farmers. This research was conducted in December 2019 to January 2020 in Jetak Village, Ngrawan Village and Nogosaren Village, Getasan District. Determination of location was done intentionally (purposive) with consideration that Getasan District became the center of dairy farms in Semarang Regency. This research method used survey methods. The method of determining respondents was by taking dairy farmers in Getasan District who partnered with Koperasi Andini Luhur. Data collection techniques was obtained from interviews using questionnaires and observations. The type of data used were primary data and secondary data. The data analysis method used were descriptive analysis and quantitative analysis using the Importance Performance Analysis (IPA) method and the Consumer Satisfaction Index (CSI) method. The results explain that implementation of partnerships between farmers and Koperasi Andini Luhur are "Inti-Plasma" type. The results of IPA calculation are known attributes of provide incentives or rewards to farmers are the top priority (quadrant I), attributes of guarantee the purchase of production results in accordance with the agreed agreement and guarantee the marketing of the production of farmers including maintain (quadrant II), attributes of "Koperasi" provides coaching assistance to improve the quality of the human resources of dairy farmers, providing technology guidance to partners and technology development to support business success is at low priority (quadrant III), attributes of pay for production results with the mechanism and time of payment in accordance with the agreed agreement, providing services and providing production facilities based on agreed agreements and serving problems complained of by the partners classified as excessive (quadrant IV). The results of CSI calculation obtained were 54.84%, which means that dairy farmers are quite satisfied with the peformance services provided by Koperasi Andini Luhur.
Keywords: cooperative, dairy cows, dairy farmers satisfaction, partnershi
Pengaruh Perilaku Penyadap Karet Terhadap Efektivitas Kerja Penyadap Karet di Pt. Perkebunan Nusantara IX Batujamus Karanganyar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap
dan keterampilan penyadap terhadap efektivitas kerja penyadap di PT. Perkebunan
Nusantara IX Batujamus Karanganyar. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17
Febuari – 23 Maret 2020 di PT. Perkebunan Nusantara IX Batujamus Karanganyar.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode penentuan sampel
yang digunakan dengan cara teknik simple random sampling. Jumlah sampel
dipenelitian ini adalah sebanyak 75 orang. Metode pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Metode analisis yang
digunakan adalah deskriptif dan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis
deskriptif bahwa pengetahuan, sikap dan keterampilan termasuk dalam kategori
tinggi dengan persentase pengetahuan 78,7%, sikap 73,3%, keterampilan 80%, dan
efektivitas kerja 80%. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda bahwa
pengetahuan, sikap dan keterampilan secara simultan berpengaruh terhadap
efektivitas kerja penyadap dan secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan
untuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Ketiga faktor tersebut mempengaruhi
efektivitas kerja. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan perlu meningkatkan
keterampilan penyadap melalui pelatihan-pelatihan agar penyadap dapat
menambah ilmu baru tentang penyadapan sehingga menghasilkan getah karet yang
lebih baik.
Kata Kunci: efektivitas kerja, keterampilan, pengetahuan, sika
PERBANDINGAN KARAKTER TOKOH FILM MEET ME AFTER SUNSET DENGAN TAIYO NO UTA (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN)
Murtadho, Iqbal. 2020. “Comparison of The Main Character in The Movie Meet Me After Sunset and Taiyo No Uta: A Comparative Literature Study”. Thesis. Indonesian Literature Strata I Program. Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University, Semarang. Supervised by Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum. dan Laura Andri, R.M., S.S., M.A.
The object of research that author use is Meet Me After Sunset and Taiyo No Uta. The purpose of this study is to describe elements of the structure of narratology in Meet Me After Sunset and Taiyo No Uta and comparison of main character in Meet Me After Sunset and Taiyo No Uta. The research method that used is a comparative method with a structural approach. The steps that used by the research is data sources, data analysis techniques, and presentation of analysis result. The data source of this research is Meet Me After Sunset and Taiyo No Uta .
Based on the research that has been done, it can be concluded that the structure of Meet Me After Sunset and Taiyo No Uta includes: story and plot, time sequence, space, characters and characterization, objectives, problems and conflicts, and narrative structure patterns. There are similarities in main character: simple and respect the efforts oh others. The differences between two main character is influenced by public response. The public’s response in Meet Me After Sunset tended to be mocking, so the main character becomes gloomy and unsocial. Contrary, the main character in Taiyo No Uta tended happy and loves to be social.
Keywords: Movie, structural, compariso
PENGARUH MIGRAN TERHADAP PERUBAHAN GUNA LAHAN DI WILAYAH DESA BANDUNGREJO, KECAMATAN MRANGGEN, KABUPATEN DEMAK
Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat. Banyak fenomenafenomena
pendukung perkembangan dan pertumbuhan wilayah seperti meningkatnya arus dan keberadaan
migran serta perubahan guna lahan. Fenomena tersebut seringkali terjadi pada wilayah yang menjadi pusatpusat
aktivitas.
Kabupaten
Demak
menjadi
salah
satu
wilayah
yang
dekat
dan
strategis
dengan
pusat
aktivitas,
yaitu
wilayah Kota Semarang. Salah satu Desa yang paling berdekatan dengan Kota Semarang adalah Desa
Bandungrejo yang terletak di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Lokasi Desa Bandungrejo yang strategis
dan bersebelahan langsung dengan wilayah Kota Semarang menjadikan wilayah Desa Bandungrejo banyak
ditinggali oleh para migran. Perubahan guna lahan yang ditandai semakin banyaknya lahan terbangun juga
terjadi di Desa Bandungrejo dari tahun ke tahun. Adanya lahan terbangun juga dilatarbelakangi akibat adanya
kebutuhan akan sarana penunjang aktivitas penduduk. Berdasarkan hal tersebut keberadaan serta aktivitas dan
pergerakan migran dikhawatirkan dapat mempengaruhi dan menyebabkan perubahan guna lahan yang tidak
terkontrol
PERSEPSI PELAKU EKONOMI TERHADAP PEMANFAATAN PEMBANGUNAN JALAN TOL TRANS JAWA (RUAS TOL BATANG-SEMARANG) (Studi Kasus: Kecamatan Gringsing dan Kecamatan Weleri)
Jalan Tol Batang-Semarang yang telah beroperasi sejak Desember 2018, memberikan
alternatif kepada sebagian pengguna kendaraan untuk beralih menggunakan jalan tol
daripada Jalan Regional Pantura. Beralihnya arus lalu lintas tersebut memberikan
pengaruh beragam pada perkembangan aktivitas ekonomi lokal di Pantura, termasuk di
sepanjang koridor Jl. Raya Pantura Gringsing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana peluang yang dapat dilakukan untuk mengintegrasikan manfaat pembangunan
jalan tol Batang-Semarang terhadap ekonomi lokal wilayah Gringsing dan sekitarnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data
dilakukan melalui desk evaluation, observasi, dan wawancara. Penentuan narasumber
menggunakan teknik purposive, yang berasal dari unsur-unsur pelaku ekonomi,
pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha. Analisis data dilakukan secara
deskriptif. Penelitian memperlihatkan bahwa pengoperasian Jalan Tol Batang-Semarang
tidak hanya memberikan manfaat positif yang mempermudah akses, mempersingkat jarak
dan waktu perjalanan, namun juga menimbulkan tantangan akibat penurunan omzet usaha
rumah makan di Kawasan Gringsing. Keberadaan jalan tol juga membuka peluang bagi
para pelaku ekonomi rumah makan dalam pengembangan usaha, dan bagi pemerintah
daerah terbuka peluang investasi untuk para investor di Kabupaten Batang dan Kabupaten
Kendal. Sebagai infrastruktur baru Jalan Tol Batang-Semarang membutuhkan
pembangunan dan pengembangan elemen infrastruktur, serta fasilitas lain sebagai suatu
adaptasi wilayah untuk mengantisipasi perubahan sistem yang terjadi pasca
pengoperasian jalan tol. Hasil penelitian ini dapat memberi pandangan baru terhadap
pengaruh pembangunan jalan tol dari sisi sosial ekonomi yang dapat dijadikan referensi
dalam melakukan kajian sosial ekonomi pada perencanan pembangunan jalan tol
kedepan
KEBERLANJUTAN PENGHUNI MBR DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP DI PERUMAHAN VILLA KARANGSARI KEBUMEN
Aspek keberlanjutan dapat dikaji dari 2 sudut pandang yaitu penyediaan perumahan dan
penghuninya. Perumahan MBR Villa Karangsari Kebumen diduga belum mampu menjadi
perumahan yang berkelanjutan karena secara lokasi terletak jauh dari pusat pelayanan, memiliki
kualitas lingkungan yang buruk, serta tidak dilengkapi fasilitas yang memadai. Sedangkan
karakteristik penghuninya adalah MBR dengan keterbatasan mengakses hunian yang layak,
fasilitas umum yang terjangkau serta kesempatan mendapat pekerjaan. Maka dari itu, apakah
penghuni MBR tersebut telah dapat berkelanjutan tidak hanya berkelanjutan untuk menghuni
melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji
keberlanjutan penghuni MBR dalam memenuhi kebutuhan hidup di Perumahan Villa Karangsari
Kebumen secara komprehensif dari aspek sosial, ekonomi, dan ekologi. Metode yang digunakan
adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer berupa kuesioner kepada
80 responden. Teknik analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik
aksesibilitas, sosial, ekonomi, dan ekologi penghuni, sedangkan analisis diskriminan digunakan
untuk mengetahui pengklasifikasian keberlanjutan penghuni
PERUBAHAN POLA PERMUKIMAN AKIBAT ROB DI WILAYAH PESISIR (STUDI KASUS: KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK)
Wilayah pesisir merupakan wilayah yang potensial untuk dijadikan tempat bermukim. Tetapi, di
pesisir utara Pulau Jawa, rob kerap memasuki kawasan permukiman penduduk di Kecamatan Sayung,
Kabupaten Demak. Fenomena rob tersebut didukung dengan adanya perubahan iklim di wilayah pesisir yang
menyebabkan meningkatnya permukaan air laut. Kecamatan Sayung yang berbatasan langsung dengan Kota
Semarang menjadi pendukung kegiatan perekonomian melalui industri yang terletak di sepanjang jalan Pantai
Utara Jawa yang melintasi Kecamatan Sayung. Selain industri, terdapat permukiman serta tambak sebagai
sumber mata pencaharian penduduk di wilayah pesisir yang tidak jauh dari rumah penduduk. Namun, adanya
rob menyebabkan tambak tersebut hilang dan tidak dapat digunakan lagi sehingga permukiman di wilayah
pesisir Kecamatan Sayung berbatasan langsung dengan air laut. Relokasi sudah dilakukan di beberapa dusun,
terebih lagi terdapat rumah-rumah yang tenggelam karena rob. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
perubahan pola permukiman yang terjadi akibat rob di wilayah pesisir Kecamatan Sayung secara temporal
KESIAPAN MASYARAKAT DALAM BERALIH KE SPAM SEMARANG BARAT DI KELURAHAN TUGUREJO, KOTA SEMARANG
Sistem Penyediaan Air Minum Semarang Barat merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam
menyelesaikan permasalahan krisis air bersih dan penurunan permukaan tanah yang dampak lanjutannya
adalah banjir dan rob. SPAM Semarang Barat akan melayani kebutuhan air minum untuk 31 kelurahan di 3
kecamatan, yang salah satunya Kecamatan Tugu. Kelurahan Tugurejo merupakan Kelurahan yang memiliki
jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Tugu. Namun, tingkat Pelayanan PDAM masih ternilai rendah
sehingga masyarakat membangun dan mengelola air sumur sendiri, bahkan sebagian besar masyarakat
memilih untuk membeli air bersih secara eceran dengan tarif yang lebih mahal dalam memenuhi kebutuhan
air bersih. Rencana Teknis dalam Pembangunan SPAM Semarang Barat sudah sampai pada tahap persiapan
dan penyediaan unit air baku, dan unit produksi. Selain aspek teknis tersebut, juga perlu disiapkan aspek non
teknis dengan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Tugurejo. Hal ini penting
sebagai pertimbangan dalam menghindari konflik yang salah satu indikasinya adalah menyangkut kesiapan
masyarakat dalam menerima perubahan
TIPOLOGI PERMUKIMAN KAWASAN PESISIR KECAMATAN SEMARANG UTARA
Salah satu kawasan yang merupakan pusat dari konsentrasi permukiman yang berkembang
adalah Kecamatan Semarang Utara. Terletak di wilayah pesisir Kota Semarang, Kecamatan Semarang
Utara dalam RTRW merupakan BWK III yang mempunyai fungsi sebagai kawasan perkantoran,
perdagangan, dan jasa serta transportasi darat dan laut. Selain itu, BWK III juga ditetapkan sebagai
kawasan perumahan dengan kepadatan tinggi yang meliputi perumahan pusat kota serta kawasan industri.
Adanya dukungan fasilitas transportasi seperti pelabuhan dan stasiun kereta, perkembangan wilayah
sebagai kawasan industri, dan kawasan komersial di Kecamatan Semarang Utara berperan dalam
memberikan potensi ekonomi. Tentunya kebutuhan lahan akan meningkat disertai meningkatnya hunian
yang terbangun di kawasan terbatas di Kecamatan Semarang Utara. Hal ini akan berdampak pada
munculnya kawasan-kawasan permukiman kumuh