71404 research outputs found
Sort by
STATUS KERENTANAN NYAMUK Aedes aegypti(Diptera : Culicidae)TERHADAP INSEKTISIDA SIPERMETRINDAN MALATION DI WILAYAH KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN SAMPIT
Insektisida masih menjadi pilihan untuk pengendalian vektor serangga dan penggunaan dalam intensitas yang tinggi dapat menyebabkan meningkatnya daya tahan vektor terhadap insektisida. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif untuk melihat status resistensi nyamuk Aedes aegypti di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Sampit secara uji bioassay, biokimia dan biomolekuler (PCR) serta dilakukan survei aplikasi insektisida untuk program dan rumah tangga. hasil penelitian menunjukan nyamuk Aedes aegypti masih rentan (100%) terhadap insektisida sipermetrin 0,05 % di semua lokasi penelitian dan telah resisten terhadap malation 0,8% pada 6 lokasi (58,7%-76,3%) dan 1 lokasi masih terduga resisten (92,5%). Pada uji biokimia menunjukkan tidak ditemukan peningkatan aktivitas enzim monooksigenase secara signifikan (AV < 0,165) pada panjang gelompang (λ) = 630 nm. Akan tetapi melalui uji biomolekuler (PCR) terhadap nyamuk Aedes aegypti yang mendapat tekanan insektisida sipermetrin 0,05 menunjukan telah terjadi mutasi gen VGSC (voltage gated sodium channel) tepatnya pada kondon V1016G sebesar 100% di area perimeter dan buffer Pelabuhan Laut Sampit. Hasil identifikasi penggunaan insektisida untuk program, malation telah digunakan selama 25 tahun (1985-2010), alfa-sipermetrin selama 4 tahun (2010-2014) dan sipermetrin (2014-sekarang) sedangkan masyarakat sebagian besar menggunakan insektisida rumah tangga (97,03%), formulasi coil/bakar (47,79%) lebih diminati dengan lama penggunaan lebih dari 10 tahun (33,33%) serta bahan aktif formulasi insektisida rumah tangga sebagian besar dari golongan sintetik piretroid (88,1%) dan DEET (Diethyltoluamide) (11,9%)
Kata Kunci : Aedes aegypti, Sipermetrin, Malation, Insektisida Rumah Tangg
BEBERAPA KONDISI LINGKUNGAN RUMAH YANG MERUPAKAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI INDONESIA: SYSTEMATIC REVIEW
Kematian pneumonia balita di dunia pada tahun 2018 sebesar 15%, sedangkan prevalensi dan incidence rate (per 1000 balita) di Indonesia sebesar 2% dan 20,06%. Kondisi lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat rumah sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya pneumonia. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian pneumonia pada balita. Kajian ini menggunakan metode systematic review. Penelusuran artikel dilakukan melalui beberapa database dalam 10 tahun terakhir. Ditemukan 50 studi dan diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan 50 studi didapatkan 12 studi yang memenuhi kriteria inklusi untuk dilakukan kajian. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan rumah dengan kejadian pneumonia pada balita. Studi menjelaskan faktor risiko lingkungan yang konsisten mempengaruhi kejadian pneumonia pada balita adalah kepadatan hunian berisiko 1,21-7,22 kali, ventilasi tidak memenuhi standar rumah sehat berisiko 1,102-7,22 kali, perokok dalam rumah berisiko 2,53-10,15 kali, jenis lantai berisiko 1,36-10,528 kali lebih besar dengan kejadian pneumonia. Kondisi lingkungan rumah yang tidak memadai mengakibatkan kejadian pneumonia. Faktor lingkungan rumah yang konsisten mempengaruhi kejadian pneumonia balita dalam dua belas artikel yang dikaji adalah kepadatan hunian rumah, ventilasi tidak memadai, dan keadaan perokok dalam rumah.
Kata kunci : pneumonia, balita, kondisi lingkungan rumah, Indonesi
LITERATURE REVIEW : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE
Strategi global dalam pemberantasan nyamuk sebagai vektor dari DBD adalah melakukan pengendalian nyamuk secara terpadu dengan memaksimalkan partisipasi dari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis gambaran pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD yang dilakukan di Indonesia dan luar negeri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literature review. Pustaka dilakukan secara online melalui beberapa website atau situs internet seperti MEDLINE, ScienceDirect, Garuda, dan Google Scholar. Penelitian ini dilakukan terhadap 21 artikel yang terdiri dari 17 artikel nasional dan 4 artikel internasional. Hasil dari penelitian ini program pemberdayaan masyarakat belum sepenuhnya efektif dalam mencegah dan mengendalikan DBD. Program pemberdayaan masyarakat sebagian besar dapat mengubah pengtehuan masyarakat mengenai DBD.
Kata kunci : Pemberdayaan Masyarakat, DBD, Program Pengendalia
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA HOME INDUSTRY TAHU DAN TEMPE DI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah kedelai pada industri rumah tangga tahu dan tempe serta menganalisis perbandingan nilai tambah pada industri rumah tangga tahu dan tempe di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang digunakan yaitu sensus dengan jumlah responden sebanyak 11 home industry tempe dan 5 home industry tahu. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran umum home industry tahu dan tempe, analisis kuantitatif menggunakan metode Hayami dan uji analisis Mann Whitney. Dari hasil penelitian diketahui bahwa proses pembuatan tempe memerlukan waktu lebih lama yaitu 3-4 hari dalam satu kali produksi dibandingkan proses pembuatan tahu yaitu cukup satu hari dalam satu kali produksi. Nilai tambah pada home industry tahu sebesar Rp 4.100/kg kedelai, sedangkan nilai tambah pada home industry tempe sebesar Rp 7.700/kg kedelai, rasio nilai tambah home industry tahu sebesar 29,29% relative lebih rendah dari home industry tempe sebesar 37,74%. Berdasarkan Uji Mann Whitney, besarnya nilai tambah kedelai pada home industry tahu berbeda nyata dibandingkan pada home industry tempe, dimana nilai tambah kedelai pada tempe mempunyai nilai yang lebih besar.
Kata kunci: industri rumah tangga, nilai tambah, kedelai, tahu, temp
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI DAGING AYAM BROILER DI PASAR TRADISIONAL KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribut daging ayam yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli daging ayam broiler di pasar tradisional Kota Semarang. Penelitian dilakukan pasar Johar, Rejomulyo, Karangayu dan Peterongan pada bulan Maret-April 2020. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan wawancara berdasarkan daftar pertanyaan pada kuesioner. Responden berjumlah 100 orang dipilih dengan menggunakan metode Non Probabilty Sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis Konjoin dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi atribut yang paling disukai konsumen adalah daging ayam yang memiliki ukuran daging sedang, warna daging yang putih kekuningan (tidak pucat), tekstur daging yang kenyal, bagian daging dada dan harga berkisar antara Rp 27.000 – Rp 30.000. Berdasarkan kepentingan relatif atribut yang paling diprioritaskan oleh konsumen adalah ukuran daging, warna daging, bagian daging dan harga. Faktor yang mempengaruhi konsumsi daging ayam secara parsial yaitu pendapatan, jumlah anggota keluarga, selera, harga daging ayam broiler dan harga daging sapi sedangkan faktor pendidikan tidak berpengaruh terhadap konsumsi daging ayam broiler.
Kata kunci: Analisis konjoin, atribut, daging ayam, faktor, preferensi konsume
STATISTICAL METHODS DALAM MENENTUKAN SOLUSI FISIBEL AWAL PADA MASALAH TRANSPORTASI
Masalah transportasi adalah bagian dari Riset Operasi yang membahas tentang
meminimumkan biaya pengiriman dari beberapa sumber ke beberapa tempat tujuan
dengan alokasi distribusi barang yang paling efektif. Secara umum, penyelesaian
masalah transportasi ada 2 tahap yaitu menemukan solusi fisibel awal kemudian
dicari solusi optimal dengan metode lainnya. Statistical Methods merupakan
metode yang menggunakan beberapa alat statistik diantaranya Arithmetic Mean
(AM), Harmonic Mean (HM), Median (Me) untuk menemukan solusi fisibel awal
pada masalah transportasi seimbang maupun tidak seimbang. Studi kasus dilakukan
pada UD. Double W untuk mendapatkan biaya pengiriman minimum menggunakan
Statistical Methods dengan uji solusi optimalnya menggunakan metode MODI
(Modified Distribution)
Metode Peramalan Fuzzy Time Series – Markov Chain dengan Optimasi Interval Menggunakan Algoritma Fuzzy Subtractive Clustering (FSC)
Fuzzy time series- markov chain merupakan metode peramalan dimana nilainilainya di presentasikan dengan himpunan fuzzy yang kemudian di modifikasi
dengan markov-chain. Peramalan dengan metode ini menggunakan partisi semesta
pembicaraan untuk membentuk himpunan fuzzy, karena banyak partisi interval
dapat mempengaruhi akurasi peramalan maka semesta pembicaraan di partisi
menggunakan fuzzy subtractive clustering yang merupakan algoritma
pengelompokan tidak terawasi. Solusi dari metode ini diperoleh dengan melakukan
fuzzifikasi data historis ke dalam himpunan fuzzy yang dibentuk berdasarkan
partisi interval, menentukan relasi fuzzy serta membentuk grup relasi fuzzy
berdasarkan current state yang sama. Selanjutnya dihitung hasil peramalan
berdasarkan matriks transisi dan menghitung nilai penyesuaian sehingga diperoleh
hasil peramalan akhir. Dari hasil perhitungan pada harga saham diperoleh banyak
interval optimal 64, 74 dan 76 untuk masing-masing harga penutupan, harga
pembukaan dan harga saham tertinggi dimana hasil peramalan yang diperoleh
untuk periode selanjutnya adalah .1485, .1505,625, .1520. Berdasarkan
hasil pengujian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa metode fuzzy time series -
markov chain dan algoritma fuzzy subtractive clustering memberikan akurasi
ramalan yang sangat baik berdasarkan nilai AFER yakni 2,1506%, 2,9296%,
1,9804% dan MSE yakni 31,183, 50,605, 37,720
ANALISIS MODEL DAN KONTROL OPTIMAL PENYEBARAN PENYAKIT HEPATITIS B
Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus
hepatitis B, penyebaran hepatitis B dapat menular dan menjadi masalah kesehatan
serius dunia. Pada skripsi ini, dibahas model penyebaran penyakit hepatitis B pada
manusia serta menganalisis kestabilan model dan kontrol optimal. Dalam
menentukan kestabilan lokal sistem di sekitar titik kesetimbangan digunakan
kriteria kestabilan Routh-Hurwitz. Dari model tersebut diperoleh dua titik
kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit
0 = (
0
, 0,
0
) dan
titik kesetimbangan endemik
∗ = (
∗
,
∗
,
∗
). Titik kesetimbangan E0 stabil
asimtotik jika nilai bilangan reproduksi dasar ℜ0 < 1 dan
∗
stabil asimtotik jika
ℜ0 > 1. Kontrol optimal yang digunakan melibatkan tiga variabel kontrol, yaitu
promosi kesehatan, vaksinasi, dan pengobatan. Dalam menentukan bentuk kontrol
optimal digunakan Prinsip Maksimum Pontryagin untuk meminimalkan jumlah
individu terinfeksi dan biaya yang terkait. Hasil simulasi numerik yang
diselesaikan dengan metode Runge Kutta Orde-4 menunjukkan keefektifan dalam
meminimumkan individu terinfeksi dan memaksimumkan individu pulih atau
kebal dengan pemberian ketiga variabel kontrol yang digunakan
INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSYS PADA PENGALAMAN PASANGAN ORANGTUA DENGAN ANAK SKIZOFRENIA
Pada tahun 2020, penyakit gangguan jiwa menjadi permasalahan utama selain dari penyakit infeksi. Orang dengan skizofrenia (ODS) atau seseorang yang mengalami psikotik memerlukan dukungan dari orang lain, terutama oleh keluarganya terutama kedua orangtua sebagai orang yang merawat atau disebut caregiver. Terdapat berbagai dinamika yang ditemukan selama proses perawatan anak dengan skizofrenia. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memahami pengalaman kedua orangtua yang memiliki anak dengan skizofrenia. Pemilihan partisipan yang digunakan peneliti dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu, kedua orangtua yang berusia 40-60 tahun yang mengasuh anak kandung dengan gangguan skizofrenia dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa minimal satu kali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian fenomenologis dengan wawancara yang sifatnya semi terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah Interpretative phenomenological analysis. Hasil dari penelitian ini menghasilkan delapan tema superordinat, yaitu (1) gambaran umum caregiver tentang skizofrenia, (2) kebersamaan caregiver dalam pengasuhan ODS, (3) kepekaan caregiver dalam proses perawatan ODS, (4) upaya pengobatan ODS, (5) tantangan sebagai caregiver ODS, (6) dampak positif sebagai caregiver ODS, (7) dukungan lingkungan sosial, dan (8) harapan caregiver akan otonomi ODS
PERAN TEMAN SEBAYA DAN MENTOR DALAM PROSES REHABILITASI DI PUSAT REHABILITASI NARKOBA YAYASAN RUMAH DAMAI SEMARANG
Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman, baik sintesis maupun semi sintesis, yang dapat menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Diperkirakan 5% populasi orang dewasa di dunia pernah mengonsunsumsi narkoba paling tidak sekali pada tahun 2015. Di Kota Semarang pada tahun 2019 terdapat 60 kasus yang telah terungkap oleh Polrestabes Semarang. Salah satu alasan penyalah gunaan narkoba adalah lingkungan pertemanan. Berdasarkan Undang-Undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Pasal 54, pengguna narkoba wajib menjalani rehabilitasi medis dan non medis. Namun pecandu narkoba mengaku sulit berhenti karena masih tinggaI dalam Iingkungan yang sama dengan pecandu narkoba lainnya sehingga mudah terpengaruh untuk kembali mengonsumsi narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran teman sebaya dan mentor dalam proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Rumah Damai Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data menggunakan wawancara mendalam. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari 4 peserta rehabilitasi dan 4 mentor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua peserta rehabilitasi mengonsumsi narkoba karena berada di lingkaran pertemanan pecandu narkoba dan penasaran. Ketika peserta rehabilitasi mulai menjalani masa rehabilitasi narkoba, mereka lebih mudah menjalani masa rehabilitasi atas dukungan teman sebaya dan mentor. Dukungan yang diberikan teman sebaya dan mentor antara lain member semangat, diajak beraktivitas, diberi motivasi, menjembatani antara peserta rehabilitasi dengan keluarganya, dan konseling. Dapat disimpulkan bahwa teman sebaya dan mentor merupakan pendorong selama menjalani masa rehabilitasi.
Kata kunci : rehabilitasi narkoba, teman sebaya, mento