71404 research outputs found
Sort by
Bio-economic model of Danish seine and purse seine fisheries in Rembang Regency, Indonesia
The fisheries in Indonesia is multi-gears fisheries, including in Rembang Regency. Rembang Regency had
fishery production of 36,243 tons in 2017 and very dependent on purse seine and Danish seine fisheries.
Although they have different fishing operation, but types of fish caught by purse seine and Danish seine
are partly of the same species. The interrelation of fish species caught shows the risk of interrelation
between purse seine and Danish seine (negative externalities) which can encourage overfishing. The purpose
of this research was to make the model of relationship between Danish seine and purse seine fisheries
in Rembang Regency with a bio-economic approach. We have modified Gordon-Schaefer model
(single gear) to be a multi-gears model that can explain the reciprocal relationship between Danish seine
and purse seine fisheries, and also we did optimization of production and profit. This research has proven
that Danish seine fishing efforts have a negative impact on the production of purse seine fisheries, and
vice versa. The combination of 328 units of purse seine and 304 units of Danish seine will produce optimal
aggregate production (62,286 tons per year). While the combination of 176 units of Danish seine and
348 units of purse seine will generate an aggregate profit of IDR 510 billion per year as the win–win solution
for both Danish seine and purse seine fisheries. The highest aggregate profit will occur at 370 units of
purse seine fisheries and 0 units of Danish seine, which will generate a profit of IDR 535 billion per year
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN INTENSI AGRESI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris mengenai ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan intensi agresi pada Mahasiswa Angkatan 2016 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Intensi agresi merupakan niat atau hasrat untuk menyakiti maupun merugikan orang lain yang dilakukan secara sengaja dan bertujuan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan mengelola gejolak emosi-emosi yang muncul dengan tujuan untuk mamahami dampak dari perilaku sebelum bertindak serta dapat memunculkan reaksi emosi terhadap orang lain dengan tepat. Populasi pada penelitian ini sebanyak 187 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang angkatan 2016. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 123 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecerdasan Emosional (29 aitem, α= 0,898) dan Skala Intensi Agresi (42 aitem, α= 0,945). Metode analisis data pada penelitian ini menggukan teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara kecerdasan emosional dengan intensi agresi pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang angkatan 2016 dengan nilai rxy = -0,286; p=0,001 (p<0,05), Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis peneliti, yaitu ada hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan intensi agresi pada mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang dapat diterima. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka akan semakin rendah intensi agresi, sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional maka akan semakin tinggi intensi agresi. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 8,2% terhadap intensi agresi.
Kata Kunci : kecerdasan emosional, intensi agresi, mahasisw
LITERATURE REVIEW : FAKTOR RISIKO KEJADIAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gangguan pada tulang yang disebabkan oleh gerakan berulang dan posisi statis dalam waktu lama sehingga mempengaruhi suplai darah ke pergelangan tangan, tangan, dan saraf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian CTS pada pekerja. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (literature review) dan bersifat kuantitatif. Pencarian literatur dilakukan secara online melalui beberapa website/situs internet terpercaya seperti Sciendirect, PUBMed dan Google Scholar. Kajian pustaka dilakukan terhadap 20 artikel yang terdiri dari 14 artikel nasional dan 6 artikel internasional. Artikel dianalisis secara bivariat dan diolah melalui tahapan berupa editing, organizing, analisis, dan diseminasi. Hasil kajian dari 20 artikel menghasilkan bahwa faktor okupasi (getaran, gerakan berulang, postur tangan janggal, masa kerja) dan faktor non okupasi (umur, jenis kelamin, status gizi (IMT), riwayat merokok, riwayat penyakit) mempengaruhi kejadian CTS pada pekerja. Faktor okupasi yang menghasilkan hubungan kuat terhadap kejadian CTS adalah gerakan berulang. Sementara faktor non okupasi yang menghasilkan hubungan kuat terhadap kejadian CTS adalah jenis kelamin.
Kata kunci : Carpal Tunnel Syndrome, faktor okupasi, faktor non okupas
DISTRIBUSI BAKTERI PATOGEN OLEH LALAT SINANTROPIK DI DAERAH PERMUKIMAN
Lalat sebagai vektor mekanik memindahkan bakteri patogen ke makanan melalui bagian tubuh yang terkontaminasi. Bakteri patogen dapat menyebar secara luas melalui bagian tubuh yang terkontaminasi dari lalat sinantropik serta kemampuan terbang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi bakteri patogen oleh lalat sinantropik di daerah pemukiman. Penelitian ini adalah penelitian literature review dengan pendekatan simplified approach. Artikel dikumpulkan melalui Google Cendekia, Portal Garuda, Sciencedirect, Springer Link, Researhgate, dan PubMed. Artikel terpilih membahas distribusi bakteri patogen oleh lalat sinantropik di daerah permukiman. Spesies lalat sinantropik yang teridentifikasi dari pemukiman adalah Musca domestica, Chrysomya megacepala dan Calliphora. Bakteri patogen yang diidentifikasi dari lalat sinantropik di pemukiman adalah Salmonella typhi, Shigella, Escherichia coli, Campylobacter, Bacillus, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Secara genetik, ada persamaan pada isolat bakteri dari lalat dan manusia. Profil bakteri resisten antibiotik di lalat di pemukiman cocok dengan yang dari fasilitas pengolahan limbah. Kehadiran hewan meningkatkan risiko penyebaran bakteri patogen oleh lalat. Tidak ada perbedaan bakteri E. coli pada sampel lalat di rumah dan kandang. Analisis genetik populasi lalat rumah dan profil bakteri resisten antibiotik menunjukkan penyebaran lalat antara daerah perkotaan dan pedesaan. Lalat sinantropik mampu menyebarkan bakteri patogen di pemukiman hingga radius 2 km dari tempat berkembang biak
Kata kunci : distribusi bakteri, lalat sinantropik, pemukiman / perumaha
PROSES FONOLOGIS KATA-KATA SERAPAN DARI BAHASA ARAB KE DALAM BAHASA BIMA (Kajian Fonologi Generatif Transformational)
A language can contact other languages because of several factors such as trade or spreading religion. One of the impacts of language contact is the loan word from Arabic into Bima language which occurred because of the arrival of the Arabs who made trade and spread the religion of Islam in Bima area. The purpose of this study is to discover what phonological processes occur from Arabic into Bima language by describing these processes using transformational generative phonological theory. Another goal is to formulate all phonological processes into a rule. This research is a qualitative descriptive study. The data were taken from three dictionaries, namely Bima-Indonesian Dictionary, English-Bima Dictionary, and Indonesian-Arabic Dictionary. The method used is an observation with a note-taking technique. The results of the study are presented formally and informally. Based on the results of the study there are eighteen phonological rules which generally consist of weakening and strengthening processes, the process of syllable structure, and the process of sound change in Bima people's self-name. This change process occurs because of differences in the phonological system.
Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang dapat dipengaruhi oleh kemunculan bahasa lain melalui penyerapan terhadap kosakata. Sebuah bahasa dapat bertemu dengan bahasa lainnya atau bisa melakukan kontak karena beberapa faktor seperti melalui perdagangan atau menyebaran agama. Salah satunya adalah penyerapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Bima yang terjadi karena kedatangan bangsa Arab yang melakukan perdangan serta menyebarkan agama islam di daerah Bima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan proses fonologis apa saja yang terjadi dari bahasa Arab ke dalam bahasa Bima dengan mendeskripsikan proses tersebut menggunakan teori fonologi generatif transformational. Tujuan lainnya adalah untuk merumuskan semua proses fonologis tersebut ke dalam sebuah kaidah. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan data kosakata serapan yang digunakan diambil dari tiga kamus yaitu Kamus Bima-Indonesia, Kamus Bima-Indonesia Inggris, dan Kamus Indonesia-Arab. Metode yang digunakan adalah metode simak dengan teknik catat. Hasil penelitian disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 18 kaidah fonologis yang secara garis besar terdiri dari proses pelemahan dan penguatan, proses struktur silabel, dan proses perubahan bunyi pada nama diri masyarakat Bima. Proses perubahan ini terjadi karena perbedaan sistem fonologis antara BA dan BBm
FAKTOR RISIKO PADA BALITA DENGAN BERAT BADAN DIBAWAH GARIS MERAH (BGM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALMAHERA KOTA SEMARANG
Status balita dengan berat badan di bawah garis merah (BGM) merupakan indikasi dari keadaan gizi kurang. Indikator dari status BGM adalah berat badan berdasarkan umur dan dapat diketahui melalui grafik pada KMS saat melakukan penimbangan rutin di posyandu. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, secara nasional angka berat-kurang (underweight) sebesar 17,7% dimana angka tersebut belum mencapai target RPJMN 2019. Pada tahun 2017, Jawa Tengah memiliki persentase status balita berdasarkan berat badan menurut umur sebesar 14% yang meningkat dari tahun 2016 sebesar 13,8%. Sedangkan, Puskesmas Halmahera termasuk dalam 3 besar puskesmas dengan jumlah balita BGM tertinggi se-Kota Semarang pada tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko terhadap balita dengan berat badan di bawah garis merah (BGM). Penelitian ini menggunakan desain studi kasus-kontrol dengan 58 responden (29 sampel kasus dan 29 sampel kontrol). Dalam penelitian ini, analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat pola makan balita yang terdiri dari tingkat kecukupan energi (51,7%), karbohidrat (50%), protein (50%), lemak (36,2%), dan sanitasi lingkungan yang buruk (43,1%). Hasil analisis bivariat adalah terdapat hubungan antara riwayat pola makan balita (p-value 0,000) dan sanitasi lingkungan (p-value 0,001) dengan status BGM. Selanjutnya, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling berhubungan adalah tingkat kecukupan energi (p-value 0,000) dengan angka risiko sebesar 312 kali. Dengan demikian, balita yang memiliki tingkat kecukupan energi dengan kategori tidak tercukupi memiliki risiko 312 kali mengalami status BGM (dibawah garis merah).
Kata Kunci : Balita BGM, Gizi Kurang, Pola Makan Balita, Sanitasi Lingkunga
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM KUCUMBU TUBUH INDAHKU KARYA GARIN NUGROHO
Maulidah, Madinah. 2020. Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Film Kucumbu
Tubuh Indahku by Garin Nugroho. Skripsi (S-1) Faculty of Cuture, Diponegoro
University, Semarang. Advisor I: Dra. Sri Puji Astuti, M.Pd. Advisor II: Riris
Tiani, S.S., M.Hum.
This study is aimed to describe the types and forms of illocutionary speech
acts that existed in interpersonal dialogue in the film Kucumbu Tubuh Indahku.
The methods of providing data used in this study were refer and note taking
techniques.
Based on the findings of this study found five kinds types of illocutionary
speech acts, i.e. (1) 8 data of assertive illocutionary speech acts covering, stating
and informing. (2) 29 data of directive illocutionary speech acts covering,
compelling, ordering, asking, inviting. (3) 8 data of expressive illocutionary
speech acts covering, complimenting, complaining, thanking, and blaming. (4) 2
data of commissive illocutionary speech acts, threatening. (5) 1 data of declarative
illocutionary speech act, prohibiting. In addition, four speech acts forms were
found, i.e. (1) 24 data of speech acts in the form of words, consisted of 3 nouns,
13 verbs, 1 adjective, and 7 adverbs. (2) 9 data of speech acts in the form of
phrases, consisted of 1 noun phrase, 6 verb phrases, and 2 adjective phrases. (3) 9
data of speech acts in the form of clauses, which at least consisted of subject (S)
and predicate (P). (4) 6 data sentences, consisted of subject (S), predicate (P),
object (O), description (K), complement (Pel). In conclusion, the most commonly
found in types and forms of speech acts are directive illocutionary and form of
words.
Keywords: film, illocutionary speech acts, pragmatics
NASKAH ḤADIṠ NIṢFU SYA’BAN (Suntingan Teks Beserta Analisis Isi)
Objek penelitian pada skripsi ini yaitu Naskah Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban. Naskah Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban merupakan naskah koleksi pribadi peneliti yang didapatkan dengan cara membeli pada kolektor naskah kuno di Pasar Gladak Surakarta. Naskah Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban tersaji dalam bentuk prosa dan memuat satu teks, adapun kandungan isi pada naskah Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban yaitu kelebihan pada malam Nisfu Syakban, nama-nama pada malam Nisfu Syakban, dan amal yang seharusnya dilaksanakan pada malam Nisfu Syakban.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori filologi dan metode analisis isi. Teori filologi digunakan untuk menyajikan suntingan teks yang bersih dari kesalahan. Sedangkan metode analisis isi digunakan untuk menganalisis kandungan isi dalam naskah, yaitu mengungkapkan nilai-nilai ajaran agama Islam yang terkandung dalam naskah Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban.
Naskah Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban perlu dikaji menggunakan metode analisis isi agar nilai-nilai ajaran agama Islam yang terkandung di dalamnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan masa kini. Berdasarkan hasil penelitian terhadap naskah Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban yang telah dilakukan, nilai-nilai ajaran Agama Islam yang dapat di ambil dari naskah Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban yakni terdapat empat kelebihan pada malam Nisfu Syakban, adapun kesimpulan dari keempat kelebihan tersebut yaitu bahwa Allah swt. akan memberi ampunan pada malam Nisfu Syakban bagi hamba-Nya yang melaksanakan ibadah pada malam Nisfu Syakban. Kemudian ada empat sebutan nama pada malam Nisfu Syakban, meliputi lailatul ijabah, lailatul hayah, lailatul takdir, dan lailatul atik walgufrani. Adapun amal yang sebaiknya dilaksanakan pada malam Nisfu Syakban yakni memperbanyak istigfar dan solawat atas Nabi Muhammad saw., melaksanakan iktikaf, memperbanyak doa, dan membaca surat Yasin sebanyak dua kali.
Kata kunci: Ḥadiṡ Niṣfu Sya’ban, Teori Filologi, Metode Analisis Isi