71404 research outputs found
Sort by
EFEK ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) DAN KUNYIT (CURCUMA LONGA LINN.) TERHADAP HISTOPATOLOGI PANKREAS PADA TIKUS HIPERGLIKEMIK
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. Mengkudu mengandung xeronine yang dapat meregenerasi sel beta pankreas yang rusak. Sementara kunyit mengandung kurkumin yang bertindak sebagai antioksidan akan menstabilkan radikal bebas sehingga dapat menghambat kerusakan sel beta pankreas dan merangsang sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi menkudu dan kunyit dalam mengurangi kadar glukosa darah dan memperbaiki histopatologi pankreas pada tikus hiperglikemik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan Post Test Only Control Group. Sebanyak 25 tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu PI (250 mg / dL), PII (500 mg / dL), PIII (750 mg / dL), K (+), dan K (-). Kadar glukosa darah diamati selama 21 hari diikuti oleh pengamatan histopatologi pankreas. Hasil penelitian menunjukkan persentase penurunan glukosa darah terjadi pada kelompok PI (56,11%) dan berbeda secara bermakna dengan kontrol negatif (35,05%). Tidak ada perbedaan dalam jumlah pulau langerhans (p = 0,360) pada semua kelompok perlakuan. Diameter pulau Langerhans dari kelompok PI (200,8 μm) secara bermakna berbeda dari kontrol negatif (114,8 μm). Kombinasi ekstrak mengkudu dan kunyit dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki histopatologi pulau pankreas meskipun belum secara optimal dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Kata Kunci : Mengkudu, Kunyit, Hiperglikemia, Histopatologi pankrea
ANALISIS PENYEBAB HUMAN ERROR TERHADAP KEJADIAN KECELAKAAN PADA TEKNISI PERUSAHAAN OTOMOTIF X, SEMARANG
Dua pertiga dari kasus kecelakaan disebabkan oleh Human Error. Human Error sangat erat kaitannya dengan tindakan yang dilakukan oleh manusia. Manusia mempunyai keterbatasan terhadap kapasitas yang dimiliki seperti melihat, memperhatikan, mengingat, memproses, dan bertindak secara relevan yang berpengaruh pada proses pengambilan keputusan pada setiap individu serta mempunyai kontribusi terhadap kecelakaan dengan berbagai tingkat keparahan. Salah satunya pada industri otomotif yang memerlukan ketelitian dan ketepatan tinggi dalam bekerja dan memiliki potensi bahaya baik dari faktor lingkungan, alat, dan tuntuntan manajemen dalam mengejar target produksi.Tujuan dari penelittian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara factor penyebab human error terhadap kejadian kecelakaan pada teknisi di perusahaan otomotif X, Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 44 orang teknisi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling yang mana jumlah sampel yang diteliti sama dengan jumlah populasi yang ada. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara threats (0.667>ρ value), situation awareness (0.088>ρ value) , dan action error(0.284>ρ value) dengan kejadian kecelakaan.Kontribusi terbesar penyebab utama terjadinya kecelakaan adalah kerjasama tim, kesalahpahaman, dan salah informasi yang dilakukan oleh teknisi.
Kata Kunci : Human Error, Kecelakaan Kerj
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK PETUGAS KEBERSIHAN KOS DI KELURAHAN TEMBALANG
Demam Berdarah Dengue adaIah penyakit yang diakibatkan oIeh nyamuk Aedes pembawa virus dengue. KeIurahan TembaIang termasuk wiIayah endemik DBD, di KeIurahan TembaIang banyak terdapat rumah kos mahasiswa dimana peran petugas kebersihan kos sebagai penanggung jawab daIam menjaga kebersihan Iingkungan kos sangat menentukan beresiko atau tidak masyarakat sekitar untuk terkena DBD. Tujuan peneIitian adalah mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan periIaku pemberantasan sarang nyamuk petugas kebersihan kos di KeIurahan TembaIang. PeneIitian mengunakan metode deskriptif anaIitik dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan peneIitian menggunakan studi cross sectionaI . Total PopuIasi penelitian berjumIah 87 orang petugas kebersihan kos yang diIihat dari jumIah kos keseIuruhan di keIurahan tembaIang. SampeI peneIitian berjumlah 88 orang. Teknik pengambiIan sampeI menggunakan teknik totaI sampIing. Mayoritas responden memiliki perilaku tidak baik yaitu 56,8%, mayoritas usia responden termasuk daIam kategori usia dewasa akhir yaitu 58,0%, berjenis kelamin perempuan sebanyak 51,1%. Responden memiliki tingkat pendidikan tinggi sebesar 90,9%, berpengetahuan baik sebesar 63,6%, memiliki sikap baik sebesar 69,3%, memiliki persepsi baik sebesar 55,7% memiliki ketersediaan sarana prasarana kesehatan baik sebesar 77,3%, memiliki kebijakan kesehatan baik sebesar 69,3%, memiliki dukungan penghuni kos baik sebesar 59,1%, dan memiIiki dukungan kader kesehatan baik sebesar 53,4%. HasiI uji Chi Square menunjukan ada hubungan antara persepsi responden (ρ = 0,006), ketersediaan sarana prasarana kesehatan (ρ = 0,003), dukungan penghuni kos (ρ = 0,002), dan dukungan kader kesehatan (ρ = 0,000) dengan perilaku PSN petugas kebersihan kos kelurahan tembalang. Tidak terdapat hubungan antara Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, dan Kebijakan Kesehatan dengan perilaku PSN petugas kebersihan kos kelurahan tembalang.
Kata Kunci : Perilaku, pemberantasan, demam, endemik, petuga
PROSES AKTUALISASI DIRI TOKOH HATORI CHISE DALAM ANIME MAHOUTSUKAI NO YOME KARYA YAMAZAKI KORE KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
ABSTRACT
Trisanie, Gracia Nanda. 2019. “Self Actualization Process of Hatori Chise in anime Mahoutsukai no Yome by Yamazaki Kore A Literature Psychology Research”. A thesis of Japanese and Cultural Studies, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang.
This thesis analyzes the process of Hatori Chise’s self actualization in anime Mahoutsukai no Yome. The aim of this research is to analyze the process of Hatori Chise’s self actualization based on Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs.
Data used on this research are 24 episodes of anime Mahoutsukai no Yome. The method used on this research is analytic descriptive method. Theories used in this research are Himawan Pratista’s movie narrative structure theory and Abraham Maslow’s Hierarchy of Needs theory.
The result of this research is Hatori Chise fulfilled her need of self actualization as Sleigh Beggy and sorcerer when she rescued the dragon that abducted by Cartaphilus, coping her dragon and Sleigh Beggy’s curse, and stopped and rescued Cartaphilus and Joseph. She reached the self actualization after being bought and living together with Elias, which encouraged the satisfaction of 4 stages of needs before.
Keywords : Movie narrative, hierarchy of needs, Mahotsukai no Yome, Hatori Chis
PENYELESAIAN MASALAH TRANSPORTASI FUZZY SEIMBANG DENGAN MODIFIED VOGEL’S APPROXIMATION METHOD
Masalah transportasi fuzzy merupakan masalah pendistribuasian suatu
barang dari beberapa sumber ke beberapa tujuan dengan meminimalkan biaya
transportasinya dimana biaya transportasi, jumlah persediaan, dan jumlah
permintaan dalam jumlah yang belum pasti (fuzzy). Masalah transportasi pada
umumnya diselesaikan dengan menggunakan dua tahap penyelesaian yaitu
penyelesaian awal untuk mendapatkan solusi feasible awal dan penyelesaian akhir
untuk mendapatkan solusi yang optimal. Pada tugas akhir ini, masalah transportasi
fuzzy seimbang diselesaikan dengan menggunakan metode MVAM (Modified
Vogel’s Approximation Method) untuk mendapatkan solusi feasible awal dengan
mengubah bilangan fuzzy yang digunakan ke dalam bentuk parametrik. Hasil
solusi feasible awal yang diperoleh dari penerapan metode MVAM dan metode
VAM pada simulasi numerik masalah transportasi fuzzy seimbang dioptimalkan
dengan menggunakan metode stepping stone dan MODI (Modified Distribution).
Penerapan pada simulasi numerik yang diselesaikan menggunakan metode
MVAM (Modified Vogel’s Approximation Method) mendapatkan solusi dengan
biaya transportasi yang minimum dibandingkan penyelesaian menggunakan
metode VAM (Vogel’s Approximation Method)
KARAKTERISTIK Z-ALJABAR
Z-aljabar merupakan suatu himpunan tidak kosong dengan operasi biner
‘ * ‘ dan memenuhi aksioma-aksioma tertentu. Seperti halnya dalam struktur aljabar
lain, seperti Grup dan Ring, dalam Z-aljabar juga mempunyai istilah seperti
Z-subaljabar, Z-homomorfisma, Z-ideal, dan Z-filter. Pada skripsi ini membahas
bagaimana struktur Z-aljabar tersebut, hubungan Z-subaljabar dengan Z-aljabar,
Z-homomorfisma, Z-ideal dan Z-filter. Karakteristik dari Z-aljabar yaitu terdapat
Z-subaljabar yang bukan Z-aljabar, terdapat Z-homomorfisma dengan (0) ≠ 0′
dan Z-idealnya hanya terdapat Z-ideal unit
PENENTUAN SOLUSI FISIBEL AWAL MASALAH TRANSPORTASI DENGAN METODE AVERAGE OPPORTUNITY COST
Masalah transportasi merupakan masalah pendistribusian barang dari beberapa
sumber ke beberapa tujuan untuk mendapatkan total biaya transportasi yang
minimum. Masalah transportasi pada umumnya diselesaikan menggunakan metode
solusi fisibel awal dan metode solusi optimal. Pada skripsi ini, dibahas metode baru
untuk menemukan solusi fisibel awal masalah transportasi, yaitu metode Average
Opportunity Cost. Untuk menemukan solusi awal yang fisibel, metode ini biasanya
memberikan solusi fisibel awal yang lebih baik daripada metode lain dan dalam
beberapa kasus menghasilkan solusi awal yang sama dengan solusi optimalnya.
Prosedur dalam mendapatkan solusi dijelaskan dalam simulasi numerik.
Selanjutnya, metode Average Opportunity Cost diaplikasikan untuk menyelesaikan
permasalahan transportasi pada studi kasus yang dibahas dan memberikan hasil
optimal karena dapat diuji keoptimalannya menggunakan Modified Distribution
Method (MODI).
Kata kunci: Masalah Transportasi, Solusi Fisibel Awal, Solusi Optimal, Metode
Average Opportunity Cost, MOD
B-SEMIGRUP DAN SIFAT – SIFATNYA
Semigrup adalah suatu struktur aljabar yang merupakan perluasan dari
struktur aljabar grup, sedangkan B-aljabar adalah suatu struktur aljabar yang
terbentuk dari suatu himpunan dengan satu operasi biner dan memiliki elemen
konstanta , dari kedua struktur aljabar yang tersebut dapat dibentuk suatu struktur
aljabar lain yang disebut dengan B-semigrup. Penulisan tugas akhir ini menggunakan
metode studi pustaka dari jurnal dan buku – buku tentang B-semigrup dan aspek –
aspek yang terkait dalam penulisan tugas akhir. Landasan teori yang digunakan dalam
penulisan ini adalah himpunan, fungsi, operasi biner, dan grup. Berdasarkan analisa
pustaka yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa B-semigrup dapat dibentuk
dengan menggabungkan konsep struktur aljabar B-semigrup dan semigrup dengan
menambahkan satu aksioma distributif pada kedua operasi binernya. Jika dua buah Bsemigrup diberikan suatu fungsi yang memetakan keduanya dan memenuhi aksioma
homomorfisma, maka pemetaan tersebut disebut dengan homomorfisma B-semigrup
atau B-homomorfisma
The effect of culture media on the number and bioactivity of marine invertebrates associated fungi
Marine ecosystem is rich with microorganisms such as bacteria and fungi either as freeliving or in association with macro-organisms. Marine invertebrates provide suitable habitats for fungi by supplying space, food, and
other chemicals stuff that in some cases is a reciprocal relationship or called mutualism symbiotic. Some marine invertebrates have
interesting activities that are useful for human life such as anticancer, antifungal, and antibacterial. Many reports indicated that the
fungal growth and their production of bioactive compounds were highly affected by the media or nutrition. In order to understand the
effect of media on the number and bioactivity of the isolates, we collected the samples of marine invertebrates from two locations in
Makassar. Invertebrate specimens were collected by hand during SCUBA diving at 3-10 m depths. The fungi were isolated by tapping
method either on potato dextrose agar (PDA) or poor marine agar (PMA). The samples were collected from the Samalona water as much
as 16 specimens that provided 30 and 18 fungal isolates on PDA and PMA, respectively, while, from the Barrang Cadi water, a total 14
specimens were collected to provide 12 and 3 isolates on PDA and PMA, respectively. All fungi from PMA inhibited the V. harveyi, V. vulnificus, and V. parahaemolyticus with weak, medium, and strong activities, while, the isolates from PDA were mostly not active against the Vibrios. Based on the molecular analyses, the active isolates were identified as Aspergillus flavus, A. oryzae, A. aculeatus, Talaromyces minioluteus, Hypocrea jecorina, Gliomastix murorum, Myrothecium inundatum, and Curvularia avinis. In conclusion, the isolates from PMA showed higher potential as source of antivibrio substances