71404 research outputs found
Sort by
KAJIAN REVITALISASI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG PERIODE TAHUN 2019: PERSEPSI WISATAWAN DAN AHLI TERHADAP DAYA TARIK WISATA
Revitalisasi merupakan proses memvitalkan kembali suatu kawasan dengan cara mengadaptasi kawasan
tersebut agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Revitalisasi diterapkan pada beberapa klasifikasi
kawasan yang salah satunya yaitu pada kawasan mati dan kawasan peninggalan budaya, seperti Kawasan
Kota Lama Semarang. Kawasan ini telah ada sejak zaman Belanda yang pada saat itu menjadi pusat kota dari
Kota Semarang. Seiring berkembangnya zaman, Kawasan Kota Lama Semarang mengalami kemunduran
eksistensi atau terjadinya degradasi. Hal tersebut dikarenakan masyarakat cenderung mencari hal-hal yang
lebih modern. Hal ini mengakibatkan terjadinya pergeseran pusat kota dan Kawasan Kota Lama Semarang
cenderung ditinggalkan dan menjadi kawasan mati. Oleh karena itu Pemerintah Kota Semarang bersama
dengan Pemerintah Pusat mengadakan program revitalisasi yang telah dilaksanakan dari tahun 2016 hingga
saat ini
PENERAPAN KONSEP SMART VILLAGE DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KAWASAN PERDESAAN DI KABUPATEN BATANG
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mendorong adanya perubahan tata
kelola pada berbagai sektor sehingga tahun 2015, PBB mengadopsi Agenda 2030
“Pembangunan Berkelanjutan”. Tujuan ke-11 yaitu menjadikan kota dan permukiman
manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan dengan beberapa target yaitu
mengelola urbanisasi yang inklusif, berkelanjutan dan partisipatoris; mengurangi dampak
buruk terhadap lingkungan perkapita; dan mendukung hubungan ekonomi, sosial dan
lingkungan yang positif antara perkotaan, pinggiran dan perdesaan. Dalam mewujudkan
tujuan tersebut diperlukan lingkungan yang cerdas, dimulai dari sumber daya manusia yang
cerdas untuk mengelola sumberdaya lainnya agar dapat dimanfaatkan secara efektif dan
efisien. Untuk merespon hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang menginisiasi konsep
smart village yang diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2018
Hubungan antara Lokus Pengendalian dan Konsep Diri Akademik pada Siswa SMA Negeri 3 Semarang
Fenomena Big Fish Little Pond Effect (BFLPE) yang terjadi pada siswa sekolah favorit berdampak pada pembentukan konsep diri akademik. Fenomena ini melibatkan adanya perbandingan sosial antarsiswa serta lokus pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi antara lokus pengendalian dan konsep diri akademik pada siswa. Populasi penelitian ini terdiri dari 360 siswa kelas 10 SMA Negeri 3 Semarang dengan sampel 178 siswa yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Konsep Diri Akademik (26 aitem; α=0,906) dan Skala Lokus Pengendalian (12 aitem; α=0,774). Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara lokus pengendalian konsep diri akademik (rs=0,377; p=0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin kuat kecenderungan lokus pengendalian, maka semakin positif konsep diri akademik yang dimiliki siswa, dan sebaliknya. Berdasarkan penelitian ini, upaya peningkatan konsep diri akademik siswa dapat dilakukan dengan meningkatkan lokus pengendalian internal maupun eksternal pada siswa
PUITIKA LIRIK LAGU “MONOKROM”, “RUANG SENDIRI”, “LANGIT ABU-ABU”, DAN “TUKAR JIWA” PADA ALBUM MONOKROM KARYA TULUS (Sebuah Kajian Stilistika)
Permana, Aditya. 2019. "Puitika Lirik Lagu "Monokrom","Ruang Sendiri”, "Langit Abu-abu", and "Tukar Jiwa" on Monokrom Albums of Tulus; "Thesis (S1) Indonesian Literature, Faculty of Humanities Undip Semarang. Drs. Moh. Muzakka, M. Hum ,. and Khothibul Umam, S.S., M. Hum.
The language in song lyrics in the album Monokrom by Tulus, is different from the songs in Indonesia. The language used by the creator makes the song when heard feels very foreign, so that ordinary people will think that the song has no purpose. However, if infused with this song, it has a deep meaning and is based on the creator's personal experience, Tulus. The writer chooses material objects in the form of the lyrics to the song "Monokrom", "Ruang Sendiri", "Langit Abu-abu", and "Tukar Jiwa", the song occupies the highest charts on Monokrom albums by Tulus on his Spotify account.
The method used in research is a qualitative method. The data collection stage uses literature study. The purpose of this thesis writing is able to express the style of language and meaning contained based on the lyrics of the song "Monokrom", "Ruang Sendiri", "Langit Abu-abu", and "Tukar Jiwa"" in the albums Monokrom by Tulus with a stylistic approach.
Based on the results of the analysis in the songs "Monokrom", "Ruang Sendiri", "Langit Abu-abu", and "Tukar Jiwa” Monokrom albums by Tulus, it can be concluded that the physical structure contains diction in the form of connotative and denotative meanings of empty, private, symbolic forms and specifically and there are forms and versions. The inner structure of Tulus song lyrics contains lyrics that contain themes of love, memories, and disappointment. Tulus song lyrics contain a mandate in the form of advice and motivation addressed to the listener.The language styles used in the song's analasis are simple language styles, noble and powerful language styles, and intermediate language style.
Keyword: Song Lyrics, Poetic Structural, Stylistic
KORELASI EXCESSIVE REASSURANCE-SEEKING DAN TINGKAT KEPUASAN HIDUP DENGAN MOTIVASI DAN INTENSITAS DALAM PENGGUNAAN INSTAGRAM
The most popular social media in the world is Instagram. Previous researches showed that Instagram use raised various mental health problems. Indonesia as the fourth largest users in the world has no enough public education on the correlation between Instagram and psychological condition. The purpose of this study is to analize the correlation of psychological condition of excessive reassurance-seeking and life satisfaction scale with the motivation of using Instagram for social interaction and self-promotion, as well as the intensity of Instagram use in youngsters in Semarang. This research was conducted with explanatory quantitative approach using questionnaires to 228 students across UNDIP, UNIKA, and UNISSULA. Uses and Gratifications Theory is used as the grand theory of this study. Data analysis was performed using Somers’d correlation with IBM SPSS program. The cross-tabulation results showed that respondents had moderate level of excessive reassurance-seeking, life satisfaction scale, and social interaction on Instagram; while for self-promotion on Instagram and intensity of Instagram use is at a low level. The results showed that excessive reassurance-seeking correlated with social interactions (d = .123; n = 228; p = .025) and self-promotion (d = .105; n = 228; p = .028) in Instagram, as well as the intensity of Instagram use (d = .125; n = 228; p = .014) in a very weak positive correlation but statistically significant. On the other hand, life satisfaction uncorrelated with social interaction (d = .050; n = 228; p = .363) and self-promotion (d = .013; n = 228; p = .803) on Instagram, and also with the intensity of Instagram use (d = -.001; n = 228; p = .991)
Persepsi Perawat Tentang Pelaksanaan Handover Dengan Menggunakan Komunikasi Efektif SBAR
Persepsi perawat terhadap pelaksanaan handover berbeda-beda. Persepsi yang salah
terhadap pelaksanaan handover dapat mempengaruhi proses komunikasi yang
mengancam kepuasan dan keselamatan pasien. Kajian literatur mengenai persepsi
perawat tentang pelaksanaan handover dengan menggunakan komunikasi efektif
SBAR belum pernah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian
literatur dengan systematic review. Didapatkan 8 artikel literatur yang telah
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari matrix synthesis yang telah dilakukan,
didapatkan hasil bahwa perawat memiliki persepsi yang bagus terhadap SBAR
sebagai handover protocol. Perawat menganggap SBAR handover tool sebagai
metode yang efisien, reliabel, dan efektif untuk meningkatkan komunikasi dan
kelesamatan pasien. Penerapan handover berbasis SBAR terbukti dapat
meningkatkan persepsi perawat terhadap handover secara signifikan. Dapat ditarik
kesimpulan bahwa handover berbasis SBAR merupakan metode yang efisien,
efektif, dan reliable untuk pelaporan kondisi pasien. Secara keseluruhan, perawat
mempunyai persepsi yang baik terkait handover dengan menggunakan metode
SBAR. Diharapkan perawat dapat menerapkan handover berbasis SBAR dengan
baik untuk handover yang berkualitas dan peningkatan pelayanan dan keselamatan
pasien
HUBUNGAN ANTARA DURASI DAN POSTUR TUBUH PENGGUNAAN KOMPUTER TERHADAP KELUHAN NECK PAIN PADA TENAGA KEPENDIDIKAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO
Saat ini, banyak pekerja kantor pada departemen pendidikan menggunakan komputer sebagai salah satu fasilitas utama pendukungpekerja. Proses kerja yang lama dengan pengadopsian postur janggal oleh pekerja selama penggunaan tidak diragukan lagi dapat menyebabkan ketegangan otot muskuloskeletal, yaitu otot leher. Kejadian ini akan menimbulkan keluhan nyerinleher yang terjadi pada otot, persendian, sistem saraf, ligamen, dan tendon leher. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara durasi dan postur penggunaan komputer terhadap keluhan neck pain.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional.Dalam survei, terdapat 47 tenaga kependidikan yang dipilih melalui pemilihan kriteria inklusi dan eksklusi.Variabel diukur dengan Nordic Body Map pada bagian leher dan kuesioner Rapid Upper Limb Assessment yang dikirim melalui googleform. Tingkat prevalensi nyeri leher adalah sebanyak 66%, berdasarkan hasil uji statistik keluhan neck pain menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dengan durasi penggunaan (p = 0,875), dan terdapat hubungan denganpostur keseluruhan dan postur leher (p = 0,003), (p = 0,038). Tindakan pencegahan di tempat kerja harus diarahkan seperti memberikan edukasi terkait dengan postur kerja yang aman dan membuat jadwal dan pesan pengingat peregangan pada layar komputer pekerja
Kata kunci : Neck pain, Pengguunaan Komputer, Durasi, Postu
PERANAN EKSPEDISI MUATAN KAPAL LAUT DALAM JASA TRANSPORTASI EKSPOR IMPOR PADA PT ARINDO JAYA MANDIRI SEMARANG
GAMBARAN PENGELOLAAN RANTAI DINGIN VAKSIN IMUNISASI DASAR LENGKAP (Studi kasus di 27 Puskesmas Induk di Kabupaten Purworejo)
Imunisasi adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam upaya menaikkan angka kesehatan. Upaya imunisasi ini dilakukan dalam bentuk pemberian Vaksin yang mampu menimbulkan kekebalan aktif dan khas pada manusia. Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan status pengelolaan rantai dingin Vaksin serta faktor pendukung program imunisasi dasar di 27 puskesmas induk Kabupaten Purworejo. Rancangan penelitian ini adalah observasional deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 27 Puskesmas induk di Kabupaten Purworejo. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata skor adalah 40,81 dan median adalah 41 dengan skor maksimal 45 dan skor minimal 39. Faktor pendukung dalam pengelolan rantai dinginvaksin adalah Petugas yang kompeten dan kelengkapan perlengkapan pengelolaan rantai dingin Vaksin. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengelolaan rantai dingin Vaksin di 27 Puskesmas Induk di Kabupaten Purworejo sudah dapat dikategorikan baik sesuai dengan Permenkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.
Kata kunci: Rantai dingin Vaksin, pengelolaa
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DAN KUNYIT (Curcuma longa) TERHADAP HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR DENGAN INDUKSI ALLOXAN
Diabetes mellitus merupakan kondisi sekresi insulin dalam tubuh yang kurang maksimal yang dapat mengakibatkan peningkatan konsentrasi gula dalam darah (hiperglikemia).Kondisi hiperglikemia merupakan faktor utama pemicu komplikasi diabetes, salah satunya adalah kerusakan ginjal.Buah mengkudu (Morinda citrifolia L) berperan dalam merangsang sekresi insulin dari sel-β yang diregenerasi, sedangkan kunyit (Curcuma longa) memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi untuk mencegah perkembangan buruk penyakit diabetes nefropati dengan memperbaiki kerusakan sel ginjal.Penelitian ini mengamati pengaruh pemberian kombinasi ekstrak mengkudu dan kunyit terhadap histopatologi ginjal yang diinduksi aloksan. Sebanyak 25 tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok PI (dosis ekstrak 250 mg/kgBB), kelompok PII (dosis ekstrak 500 mg/kgBB), kelompok PIII (dosis ekstrak 750 mg/kgBB), kelompok kontrol postif (pemberian glibenklamid) dan kelompok kontrol negatif (hanya injeksi aloksan) diamati selama 21 hari. Penelitian menggunakan rancangan penelitian Post Test Only Group. Persentase penurunan glukosa darah tertinggi pada kelompok PI sebesar 56,11% dan penurunan terendah pada kelompok PIII sebesar 24,12% dengan p= 0.012. Hasil penelitian tidak berdasarkan jumlah dosis pemberian ekstrak.Tidak ada perbedaan pada hasil pengukuran berat badan tikus dan diameter glomerulus pada semua kelompok penelitian dengan p= 0.700 untuk berat badan dan p=0.187 untuk hasil pengukuran glomerulus.Kombinasi pemberian ekstrak Morinda citrifolia L., dan Curcuma longa dapat menurunkan kadar glukosa darah tetapi kurang optimal dalam memperbaiki kerusakan ginjal.
Kata kunci: Morinda citrifolia L., Curcuma longa, Diabetes Mellitus, Diabetik nefropat