71404 research outputs found
Sort by
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PNEUMONIA PADA LANSIA (Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Magelang)
Proporsi penderita pneumonia lansia di RSUD Tidar Magelang pada 2016-2018 sebesar 22 persen dari keseluruhan penderita setiap tahunnya dan belum menunjukkan tren penurunan. Tujuan dari studi kasus kontrol ini adalah menganalisis faktor risiko kejadian pneumonia pada lansia dengan studi di RSUD Tidar Magelang. Populasi dalam penelitian ini lansia (>60 tahun) yang memeriksakan diri di RSUD Tidar Magelang pada bulan Agustus-September 2019 dengan total sampel sebanyak 100 responden. Sampel diambildengan metode probability sampling dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status penyakit paru obstruktif kronis positif (p=0,372); (OR=1,714; 95% CI 0,520-5,657), status gagal jantung positif (p=0,068); (OR=2,357; 95% CI 0,927-5,942), status asma positif (p=0,092); (OR=5,444; 95% CI 0,612-48,397), status diabetes positif (p=0,564); (OR=0,716; 95% CI 0,229-2,238), status kanker positif (p=0,558); (OR=2,042; 95% CI 0,179-23,266), indeks massa tubuh dibawah normal (p=1,000); (OR=1,000; 95% CI 0,360-2,774), kebiasaan merokok (p=1,000); (OR=1,000; 95% CI 0,449-2,226), penggunaan jenis bahan bakar dalam memasak yang tidak memenuhi syarat (p=0,227); (OR=1,632; 95% CI 0,732-3,616), penggunaan obat nyamuk yang tidak mememenuhi syarat (p=0,218); (OR=0,457; 95% CI 0,128-1,627) , perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang buruk (p=0,668); (OR=0,832; 95% CI 0,359-1,930), riwayat kontak dengan anak di bawah 15 tahun (p=0,841); (OR=1,080; 95% CI 0,494-2,377), keberadaan hewan peliharaan dan ternak di lingkungan rumah (p=0,316); (OR=1,496; 95% CI 0,679-3,294) bukan merupakan faktor risiko pneumonia pada lansia. Berdasarkan hasil studi di RSUD Tidar Magelang variabel dalam penelitian ini belum dapat disimpulkan sebagai faktor risiko pneumonia pada lansia.
Kata Kunci : Pneumonia pada lansia, faktor risiko, komorbi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN TERHADAP KEBIJAKAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BERSAR (PSBB) DALAM PENANGANAN COVID-19 DI KOTA DEPOK
Coronavirus Disease merupakan penyakit menular yang belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini berasal dari China yang kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 dibentuk kebijakan Pembatasan Sosial Berskalan Besar (PSBB) pada beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki penyebaran secara signifikan, salah satunya adalah Kota Depok. Setelah berlakunya kebijakan ini kasus Covid-19 terus meningkat, terlihat masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan peraturan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat Kota Depok terhadap kebijakan PSBB. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah responden 285 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Penelitian ini menunjukkan faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan PSBB adalah faktor jenis kelamin (p=0,005), tingkat pendidikan (p=0,036), pengetahuan (p=0,014), dan sikap (0,000). Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuh salah satunya dengan menjadikan perempuan sebagai motor penggerak kepatuhan dan edukator kebijakan PSBB.
Kata Kunci : Kepatuhan, Kebijakan PSBB, Covid-1
DETERMINASI DIRI TOKOH UTAMA DALAM SINETRON TENDANGAN SI MADUN SEASON 1 DENGAN ANIMASI CAPTAIN TSUBASA 2018 KAJIAN SASTRA BANDINGAN
Napitu, Estomihi. 2020. "Self Determination of the Main Character in Tendangan Si Madun Season 1 Cinetron and Captain Tsubasa 2018 Animation Comparative Literature Study". Essay. Undergraduate Program in Indonesian Literature. Semarang. Faculty of Humanities, Diponegoro University, First Supervisor Dra. Muh. Abdullah, M.A. Second Supervisor Fajrul Falah, S.Hum, M.Hum. The research object that is used by the author includes Tendangan Si Madun Season 1 cinetron and Captain Tsubasa 2018 animation. The purpose of this research is to describe (1) the structure of TSM Season I cinetron and CT 2018 animation and (2) a comparison of the self-determination of the main character in TSM Season I cinetron with CT 2018 animation. A comparative method is used for this research. The steps used by the author includes data sources, data analysis techniques, and analysis result presentation. The data sources for this research are TSM Season 1 cinetron and CT 2018 animation. The research that has been done shows that the structure of TSM Season 1 cinetron and CT 2018 animation includes: (1) theme; (2) plot; (3) character; (4) setting. According to the structure, the two films have similarities and differences. The similarities lie in the following aspects: (1) theme, these two objects have a soccer theme; (2) plot, these two objects have a different storyline, the plot of TSM Season 1 cinetron uses a reverse plot, while CT 2018 uses a straight plot (progressive); (3) characters, have similarities in roles and functions. Apart from structural aspects, similarities and differences also exist in the aspect of self-determination. The similarities are in the following aspects: (1) competence, the two main characters have good competence resulting from hard training; (2) relatedness, the two main characters have good connections that creates a caring relationship. The differences in self-determination in the two main characters are in the following aspects: (3) Self-autonomy, the main character in the TSM Season 1 cinetron has weak self-autonomy because he is not yet able to make his own choice, while the main character in the CT 2018 animation has strong self-autonomy because he is capable of making his own choice without depending on others.
Keywords: comparison, self-determination, competence, self-autonomy, relatednes
KAJIAN PUSTAKA: FAKTOR PENYEBAB DASAR TERJADINYA KECELAKAAN KERJA PADA SEKTOR KONSTRUKSI
Dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan kerja sektor konstruksi mengalami peningkatan. Kecelakaan kerja dapat menghambat dan menimbulkan kerugian untuk perusahaan maupun pihak terkait.Penelitian ini bertujuan untuk mengidantifikasi variabel-variabel sebelumnya yang berhubungan kecelakaan kerja pada sektor konstruksi kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada sektor konstruksi berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yang dilakukan secara online melalui beberapa situs web atau situs internet seperti Scopus, Sciencedirect, ProQuest, EBSCOhost, Google Scholar, dan SINTA. Penelitian ini dilakukan pada 20 artikel yang terdiri dari 6 artikel nasional dan 14 artikel internasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor karakteristik pekerja yang terdiri dari variabel usia, tingkat pendidikan dan masa kerja memiliki hubungan signifikan dengan kecelakaan kerja. Dari semua artikel penelitian yang didapatkan terkait variabel shift kerja, kualitas tidur dan kelelahan kerja memiliki hubungan signifikan dengan kecelakaan kerja.
Kata kunci : kecelakaan kerja, kelelahan kerja, kualitas tidur, shift kerja, karakteristik pekerj
GAMBARAN PERBEDAAN FAKTOR PETUGAS, IBU, DAN PROGRAM PADA PUSKESMAS DENGAN CAKUPAN PENEMUAN PNEUMONIA BALITA TERTINGGI DAN TERENDAH (STUDI 10 PUSKESMAS KABUPATEN TEMANGGUNG)
Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli), yang merupakan salah satu penyebab kematian anak terbesar di dunia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi angka kejadian pneumonia balita dengan melakukan program penemuan pneumonia balita. Program penemuan pneumonia balita mempunyai target yang telah ditetapkan secara nasional. Puskesmas di Kabupaten Temanggung memiliki perbedaan cakupan penemuan pneumonia balita yang sangat signifikan antara puskesmas yang telah mencapai dan belum mencapai target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengambarkan perbedaan faktor petugas, faktor ibu, dan faktor program di puskesmas dengan cakupan penemuan pneumonia balita tinggi dan rendah di Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalan deskriptif dengan studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 10 puskesmas di wilayah Kabupaten Temanggung. Hasil dari penelitian perbedaan antara puskesmas cakupan tinggi dan rendah faktor pengetahuan petugas sebesar 72,0% dan 62,0%, motivasi petugas sebesar 64,0% dan 73,0%, keaktifan petugas 64,0% dan 73,0%, lama bekerja petugas 80,0% dan 100,0%, kekaktifan ibu sebesar 90,1% dan 59,0%, kejadian pneumnonia 93,2%dan 82,5%, kegiatan penemuan pneumonia 92,3% dan 79,5%, dan evaluasi kegiatan 100,0% dan 83,5% . Disarankan kepada Dinas Kesehatan untuk me-refreshing pengetahuan tentang pneumonia balita guna menselarasakan pemahaman tentang pneumonia balita dan cara deteksi pneumonia balita.
Kata kunci : Pneumonia, Cakupan penemuan pneumonia balit
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM RUMAH SAKIT TANPA DINDING (HOSPITAL WITHOUT WALLS) PADA FASE PRA HOSPITAL DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH
Demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 menerbitkan salah satu program unggulan dibidang kesehatan yaitu Program Rumah Sakit Tanpa Dinding (RSTD) dimana program tersebut bertujuan untuk memperkuat upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat guna mencapai masyarakat Jawa Tengah yang sehat dan berdikari melalui pembiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat. Berdasarkan tujuan tersebut, maka peran dan fungsi rumah sakit sebagai salah satu fasyankes semakin dikuatkan pada upaya preventif dan promotif. Dari ketujuh rumah sakit provinsi, RSJD Dr. Amino Gondohutomo turut ikut melaksanakan program RSTD yang telah dilaksanakan sejak tahun 2018. Dari hal tersebut maka perlu dilaksanakannya evaluasi secara mendalam dan keseluruhan mengenai bagaimana pelaksanaan dapat mencapai tujuan secara optimal dan mampu memberikan dampak pada derajat kesehatan masyarakat. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program RSTD pada fase Pra Hospital menggunakan metode evaluasi CIPP yang terdiri dari aspek konteks, input, proses, dan produk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode indepth interview yang dipilih berdasar teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan Ketua, Sekretaris, dan anggota dari Tim Koordinator Pelaksana RSTD sebagai informan utama. Informan triangulasi terdiri dari Direktur dan Wakil Direktur Pelayanan, serta Dinkesprov Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan masih belum terkoordinasi dengan baik, SOP pelaksanaan kegiatan belum tersedia, kurangnya kompetensi tenaga pelaksana, belum terjangkaunya semua kelompok sasaran, pencatatan dan pelaporan kegiatan tidak sistematis dan kurang terstruktur. Namun terdapat faktor pendukung program yaitu sudah terbentuknya Tim Koordinator Pelaksana RSTD, pemahaman akan tujuan RSTD, anggaran dan sarana prasana tercukupi dengan baik.
Kata kunci : program RSTD, hospital without walls, evaluas
Makna Kebahagiaan pada Adiyuswa Pria yang Melajang dan Hidup Sendiri
Adiyuswa merupakan sebuah tahap perkembangan periode akhir sebagai penutup dalam rentang kehidupan manusia, dimana individu telah melewati masa-masa menyenangkan yang telah beranjak jauh. Lajang merupakan sebuah kondisi lansia pria atau wanita yang berada dalam suatu masa yang mana bersifat menetap, serta merupakan sebuah keputusan dalam kehidupan lasnia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendalami pengalaman dan makna kebahagiaan adiyuswa pria yang melajang dan hidup sendiri. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan model analisis IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan indepth interview atau wawancara semi-terstruktur. Partisipan pada penelitian ini berjumlah tiga orang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Tema super-ordinat yang terdapat pada penelitian yaitu (1) kondisi psikologis yang membatasi diri, (2) alasan melajang, (3) pandangan dalam menjalani hidup, (4) cara menghadapi permasalahan hidup, (5) usaha penerimaan diri, (6) kegiatan untuk mengisi waktu luang, (7) interaksi dengan lingkungan sosial, dan (8) pengalaman bekerja yang menyenangkan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa ketiga subjek mengartikan makna kebahagiaan di masa adiyuswa dengan mensyukuri kehidupannya saat ini dan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa ketiga subjek mengartikan makna kebahagiaan di masa adiyuswa dengan mensyukuri kehidupannya saat ini dan melakukan kegiatan yang menyenangkan.
Abstract
Elderly is the final period of life in which individuals have passed the happy times that have gone far. Single is a condition of a man or woman either for long period. It is a decision in elderly life to be single. This study aims to identify the experience and meaning of the happiness of elderly men who are single and living alone. The data were collected through in-depth interviews or semi-structured interviews. Then, the data were processed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) model. The participant of this study was three men selected using the purposive sampling technique. The super-ordinate themes in this study covered (1) psychological conditions which limit the participant, (2) reasons for being single, (3) views of life, (4) ways to deal with life problems, (5) self-acceptance, (6) activities in leisure time, (7) interaction with the social environment, and (8) pleasant work experiences. The result of this study revealed that the three subjects interpreted the meaning of happiness in their final period of life by being grateful and doing fun activities
PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA KARYAWAN RUMAH SAKIT
Dunia saat ini sedang menghadapi pandemi COVID-19; Oleh karena itu, penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di rumah sakit menjadi sangat penting untuk melindungi petugas kesehatan dari risiko terkena penyakit COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi program K3 dalam pencegahan penularan COVID-19 kepada pegawai di RSUD Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti mengamati lokasi penelitian, melakukan wawancara mendalam, dan mereview dokumen. Tujuh informan dipilih sebagai informan, kemudian informasi tersebut ditriangulasi menjadi dua subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 di lokasi penelitian telah sesuai dengan Pedoman Pelayanan Rumah Sakit Kementerian Kesehatan selama Adaptasi Baru, 2 November 2020. Dalam hal menumbuhkan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, pihak rumah sakit memberikan informasi dan edukasi. Pengarahan pagi hari, pengingat berkala untuk melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja, standing banner dan poster, pemberian pedoman dan prosedur operasi standar adalah bukti untuk mencegah penularan COVID-19 di lokasi studi rumah sakit. Tim tanggap darurat rumah sakit adalah bagian dari tim satuan tugas COVID-19 rumah sakit. Fasilitas dan penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di lokasi penelitian sudah mapan.
Kata kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Covid-19, Rumah Saki
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PENCEGAHAN PENYAKIT CORONAVIRUS (COVID-19) (Studi pada Masyarakat Umum di Kota Administrasi Jakarta Timur)
COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-
2. Kota Administrasi Jakarta Timur merupakan kota dengan status red zone dan memiliki kasus konfirmasi positif COVID-19 tertinggi di Provinsi DKI Jakarta, sehingga masyarakat memiliki risiko tinggi untuk terkena COVID-19. Pencegahan penyakit erat kaitannya dengan perilaku. Sampai saat ini, belum ada studi tentang pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan masyarakat umum di Kota Administrasi Jakarta Timur, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan penyakit COVID-19 pada masyarakat di Kota Administrasi Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel 480 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 52,5% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, secara spesifik dimiliki 58,4% laki-laki, 64,8% tamatan perguruan tinggi, dan 61,5% pemilik penyakit kronis. Selain itu, sikap yang baik dimiliki 53,1% responden, lebih rinci dimiliki 56,9% perempuan, 60,9% tamatan SMP, dan 56,4% pemilik penyakit kronis. Praktik yang baik ditemukan pada 54,4% responden, terutama pada 57,7% perempuan, 66,8% tamatan perguruan tinggi, 56,4% pemilik penyakit kronis, 61,5% pemilik tingkat pengetahuan yang baik dan 76,9% pemilik sikap yang baik. Kesimpulannya, secara umum masyarakat Kota Administrasi Jakarta Timur memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 yang baik. Setiap jenis kelamin dan tingkat pendidikan memiliki proporsi tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 yang berbeda. Sedangkan responden dengan penyakit kronis secara konsisten memiliki tingkat pengetahuan, sikap dan praktik yang baik.
Kata Kunci: COVID-19, Pengetahuan, Sikap, Praktik, Pencegaha
HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI INDONESIA : TELAAH PUSTAKA
Pola pemberian makan dan ketahanan pangan keluarga merupakan faktor penyebab tidak langsung terjadinya kurang gizi. Kurang gizi terdiri dari stunting, wasting, dan underweight. Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang diterapkan di tiga database jurnal nasional dan tiga database jurnal internasional. Pencarian artikel berdasarkan kata kunci didapatkan 7.116 artikel. Artikel yang didapatkan kemudian disaring menggunakan kriteria inklusi yang ditetapkan dan didapatkan 317 artikel. Artikel tersebut disaring kembali dengan mengeluarkan artikel yang tidak fulltext dan tidak terakreditasi minimal sinta 4 untuk jurnal nasional sehingga didapatkan 87 artikel. Tahap akhir, artikel disaring kualitasnya dan didapatkan 19 artikel untuk di review. Terdapat 11 artikel terkait ketahanan pangan keluarga dan 8 artikel terkait pola pemberian makan. Penelitian ketahanan pangan keluarga menunjukan enam dari sebelas artikel menemukan hubungan ketahanan pangan keluarga dengan stunting. Lima dari sebelas artikel menemukan hubungan ketahanan pangan keluarga dengan underweight. Adapun satu artikel dari sebelas artikel tidak menemukan hubungan antara ketahanan pangan keluarga dengan underweight. Penelitian pola pemberian makan menunjukan tiga dari delapan artikel menemukan hubungan antara pola pemberian makan dengan stunting. Dua dari delapan artikel menemukan hubungan antara pola pemberian makan dengan underweight. Adapun dua dari delapan artikel tidak menemukan hubungan antara pola pemberian makan dengan status gizi dan satu dari delapan artikel tidak menemukan hubungan pola pemberian makan dengan wasting. Ketahanan pangan dipengaruhi oleh pendapatan dan pengeluranan pangan keluarga, adapun pola pemberian makan dipengaruhi pengatahuan ibu terkait gizi dan status ekonomi keluarga.
Kata Kunci : Status gizi, Pola pemberian makan, Ketahanan pangan keluarg