71404 research outputs found
Sort by
QUOTES FOR HAPPY KIDS
Tidak ada anak yang
dilahirkan bodoh. Semua anak
memiliki potensi diri. Tidak
ada anak yang tidak tahu,
sebetulnya hanya karena
belum mengerti saja.
Sekalipun hanya anak, tetapi apa yang dikatakan bisa
menjadi guru terbaik. Setiap kepribadian anak memiliki
keunikan tersendiri. Anak
adalah mutiara keluarga yang
hebat dan luar biasa (Endang Fatmawati, 2020)
KAJIAN PUSTAKA KINERJA BIDAN PUSEKESMAS DI INDONESIA DALAM PELAYANAN ANTENATAL CARE
Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tertinggi di antara negara ASEAN. Berdasarkan penelitian sebelumnya, sebanyak 106 Puskesmas di Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan hasil Bidan yang melakukan ANC dengan benar dan baik untuk komponen 9T (9 Terpadu), 7T (7 Terpadu), dan 5T (5 Terpadu) secara berturut-turut adalah 18,8%, 23,2%, dan 31,7%. Hanya 20,4% puskesmas telah memiliki seluruh peralatan, obat, dan media penunjang pelayanan ANC 9T. Hanya seperlima bidan melakukan pelayanan ANC secara lengkap dan benar untuk komponen pelayanan 9T. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja bidan dalam memberikan pelayanan antenatal care (antenatal care) dan faktor-faktor yang mempengaruhi dilihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah literature review atau kajian pustaka dengan menggunakan 20 jurnal (nasional dan internasional). Variabel terikat yang digunakan adalah kinerja bidan, sedangkan variabel bebas yang digunakan adalah usia, sarana prasarana, pelatihan, masa kerja, pengetahuan, motivasi, kepemimpinan, dan beban kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa dilihat dari 20 jurnal yang digunakan, 13 jurnal (65%) menyatakan kinerja bidan dalam memberikan pelayanan antenatal care sudah baik. Seluruh variabel yang digunakan memiliki hubungan dengan kinerja bidan dalam memberikan pelayanan antenatal care. Variabel pengetahuan paling banyak digunakan oleh peneliti-peneliti sebelumnya untuk melihat hubungannya dengan kinerja bidan dalam memberikan pelayanan antenatal care. Sedangkan, variabel sarana prasarana dan masa kerja yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kinerja bidan dalam memberikan pelayanan antenatal care. Disarankan kepada bidan untuk terus melakukan pembelajaran, pelatihan, mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, dan memberikan pelayanan antenatal care sesuai standar.
Kata kunci : Kinerja, Bidan, Antenatal Car
BUKU MODUL Family to Family Support untuk Resiliensi Keluarga Pasien Hemodialisa
Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah salah satu penyakit menahun
yang jumlahnya kian meningkat dan berdampak secara global. Penderita
penyakit ini memerlukan terapi pengganti ginjal bila telah memasuki tahap
akhir stadium penyakit. Hemodialisis (HD) merupakan terapi mayoritas yang
dipilih oleh masyarakat saat ini. Penderita PGK sangat membutuhkan
dukungan keluarga dalam menjaga derajat kesehatannya seperti
memfasilitasi pembatasan intake cairan, memfasilitasi pembuatan makanan
rendah garam, protein, dan kalium, mendampingi keluarga untuk HD secara
rutin, mengatasi stress pasien, dan lain-lain. Selain itu, keluarga pasien HD
juga dapat mengalami kondisi distress sehingga penting untuk mengikuti
terapi family to family support untuk meningkatkan resiliensinya. Hal ini
sangat penting untuk pemberian dukungan keluarga yang optimal untuk
mendukung perawatan kesehatan pasien
HUBUNGAN MASA KERJA, SAFETY TALK, DAN PELATIHAN DENGAN KESIAPSIAGAAN KARYAWAN UNIT PPL DALAM MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN DI PT. INKA (PERSERO)
Kesiapsiagaan merupakan aktivitas yang dilakukan sebelum terjadi bencana yang memungkinkan semua pihak mampu menanggapi situasi saat bencana terjadi secara proaktif. PT. INKA (Persero) merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi kereta api dan produk lain yang berkaitan dengan perkeretapian. Salah satu unit di PT. INKA (Persero) yang memiliki risiko kebakaran tinggi adalah Unit Pengerjaan Plat (PPL) karena banyak terdapat proses pengelasan dan penggerindaan yang menimbulkan percikan api. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan masa kerja, safety talk dan pelatihan dengan kesiapsiagaan karyawan unit PPL dalam menghadapi bahaya kebakaran di PT. INKA (Persero). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada di unit PPL PT. INKA (Persero) sebanyak 66 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 66 orang dengan teknik pengambilan total sampling. Data diambil menggunakan angket penelitian yang diisi melalui google form. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh variabel yang berhubungan dengan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi bahaya kebakaran adalah safety talk (p-value = 0,003). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi bahaya kebakaran yaitu masa kerja (p-value = 0,529) dan pelatihan (p-value = 0,976). Peneliti menyarankan untuk mengevaluasi pelaksanaan safety talk dan memberikan pelatihan secara merata kepada seluruh karyawan.
Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Kebakaran, Unit PP
STATUS KERENTANAN NYAMUK Aedes aegypti TERHADAP INSEKTISIDA SIPERMETRIN di PELABUHAN TANJUNG EMAS KOTA SEMARANG
Meningkatnya kasus DBD di berbagai tempat memacu peningkatan upaya pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD baik oleh pengelola program maupun oleh masyarakat. Upaya pengendalian populasi nyamuk secara kimiawi dengan menggunakan bahan kimia insektisida seringkali menjadi pilihan utama karena mudah dan hasilnya langsung dapat terlihat oleh masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif untuk melihat status kerentanan nyamuk Ae. aegypti terhadap insektisida sipermetrin 0,05% di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan pengujian bioassay standar WHO, biokimia, dan molekuler (PCR). Dilakukan wawancara untuk mengetahui riwayat penggunaan insektisida. Responden dalam penelitian ini adalah pengelola program dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan status kerentanan nyamuk Aedes aegypti di area perimeter dan buffer dengan uji bioassay standar WHO adalah masih rentan sebesar 100% dan 100%, uji biokimia yaitu rentan/susceptible sebesar 100% dan 100% akan tetapi uji PCR menunjukkan sudah terdapat proses mekanisme menuju resistensi dengan kondisi mutasi resisten homozigot dan resisten heterozigot di area perimeter sebesar 80% dan 20%, sedangkan area buffer adalah 40% dan 60%. Hasil wawancara dengan masyarakat menunjukkan 93,85% responden menggunakan insektisida rumah tangga, 59,70% responden menggunakan insektisida jenis piretroid, 83,08% responden mengunakan insektisida lotion/oles, 50,77% insektisida bakar, 18,46% insektisida semprot dan 16,92% insektisida elektrik. Hasil wawancara dengan pengelola program menunjukkan 100% petugas sudah sesuai dengan Standar Operasional Pelaksanaan kegiatan fogging. Insektisida yang digunakan yaitu bahan aktif malation dan sipermetrin dan sudah dilakukan rotasi penggunaannya walaupun belum dilakukan secara berkala.
Kata Kunci : Demam berdarah dengue, Aedes aegypti, sipermetrin, insektisida rumah tangg
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN SEHAT PADA REMAJA SMA DI KOTA SEMARANG
Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab 73% kematian di Indonesia. Tren PTM terus menunjukkan kenaikan serta menyerang penduduk dengan usia yang semakin muda. Penyakit tidak menular dapat dicegah dengan menerapkan perilaku makan sehat sejak remaja agar dapat menyiapkan diri menjadi dewasa yang sehat, produktif, dan berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan sehat pada remaja SMA di Kota Semarang. Jenis penelitian adalah analitik deskriptif dengan desain studi cross sectional. Subjek penelitian adalah remaja SMA pada 16 SMA di Kota Semarang sebanyak 111 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner serta menggunakan food recall. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 37,8% responden memiliki perilaku makan yang sehat dan 62,2% responden memiliki perilaku makan yang kurang sehat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku makan sehat dengan pengetahuan responden (ρ-value ꞊ 0,000), sikap responden (ρ-value ꞊ 0,000), sikap dan perilaku makan pada teman (ρ-value ꞊ 0,002), dan sikap dan perilaku makan pada orang tua (ρ-value ꞊ 0,041). Penelitian ini menyimpulkan pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bervariasi serta menjaga porsi makan sesuai dengan kebutuhan agar dapat memenuhi kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Peneliti menyarankan kepada institusi sekolah untuk menyediakan lebih banyak variasi menu sehat di kantin sekolah dengan harga yang terjangkau dan menyarankan kepada orang tua untuk mendukung anak berperilaku makan sehat dengan menyediakan makanan sehat yang bervariasi setiap harinya.
Kata kunci : Perilaku makan sehat, remaja, konsumsi makana
ANALISIS UPAYA MANAJEMEN K3 DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI PT.X SEMARANG
Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja. Frank E. Bird dan Robert G. Loftus memperlihatkan adanya hubungan antara peran manajemen dengan penyebab kecelakaan, maka diperlukan adanya upaya pencegahan dan pengendalian kecelakan kerja yang dilakukan oleh manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sehingga dapat meminimalisir tejadinya kecelakaan kerja. PT. X merupakan perusahaan yang mengerjakan pembangunan apartemen memiliki beberapa kasus kecelakaan kerja yang sering terjadi seperti: terkena paku, kejatuhan benda dari atas, tergores dan terbentur besi, tersandung material yang sudah tidak digunakan, terperosok pada lubang, selain itu masih terdapat temuan unsafe condition. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis upaya pencegahan dan pengendalian kecelakaan kerja di proyek konstruksi PT. X, Semarang, menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian ini terdiri dari empat informan utama dan tiga informan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian perusahaan sudah berkomitmen terhadap K3, namun belum berjalan secara optimal, sudah terdapat struktur organisasi P2K3 akan tetapi belum sesuai dengan peraturan yang ada, peraturan dan prosedur K3 sudah berjalan walaupun belum maksimal, terdapat pula sistem reward dan punishment meskipun ketegasan terhadap pelanggaran kurang akan tetapi meningkatkan motivasi untuk menerapkan peraturan dan prosedur K3, komunikasi K3 sudah berjalan sesuai dengan peraturan dan memiliki pengaruh positif kepada pekerja, pelatihan K3 sudah berjalan sesuai peraturan dan sesuai jadwal yang sudah dibuat. Perlu adanya perbaikan berupa melibatkan pekerja dalam pembuatan kebijakan dan anggota struktur P2K3, meningkatkan pengawasan, serta adanya evaluasi terhadap program yang sudah dijalankan.
Kata kunci : Konstruksi, Manajemen, Kecelakaan kerj